Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN PLETEKAN (Ruellia tuberosa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus Mighfar Syukur; Ahmad Fuad Masduqi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 1 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i1Supp.5962

Abstract

Staphylococcus aureus is one of the pathogenic bacterial species. Pletekan plant has potential as a medicinal plant. This plant contains secondary metabolites and has been shown to have an antibacterial effect. The purpose of this study was to determine whether the peel off gel mask pletekan leaf extract could inhibit the growth of Staphylococcus aureus and whether there was a difference in the antibacterial activity of the peel off gel mask pletekan leaf extract at concentrations of 20%, 25%, and 30%. This research used maceration extraction method, phytochemical filtering and TLC. Peel off gel mask formulation from extracts with different concentrations. Furthermore, the research was carried out to test the antibacterial activity by using the well-drilled method on the peel off gel mask of pletekan leaf extract (Ruellia tuberosa L.) against the growth of Staphylococcus aureus. The results of screening and TLC showed pletekan leaf extract containing flavonoids, steroids, triterpenoids, and alkaloids. The peel off gel mask preparation test includes organoleptic, pH, homogeneity, adhesion, dispersion and drying time included in the Indonesian National Standard Criteria. The results showed that pletekan leaf extract (Ruellia tuberosa L.) in a peel off gel mask could inhibit the growth of Staphylococcus aureus. The results of statistical tests showed that the data were normally distributed and homogeneous. There was a significant difference in antibacterial activity in the peel off gel mask of pletekan leaf extract with concentrations of 20%, 25% and 30%, which were 4.323mm; 5.218mm; and 6.509mm. The antibacterial activity showed that the concentration was directly proportional to the resulting inhibition zone.
Functionalization of Fe3O4/SiO2 with N-(2-Aminoethyl)-3-aminopropyl for Sorption of [AuCl4]- Nuryono Nuryono; Mighfar Syukur; Agus Kuncaka; Satya Candra Wibawa Sakti
Indonesian Journal of Chemistry Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.514 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21155

Abstract

Synthesis of Fe3O4/SiO2 modified with N-(2-aminoethyl)-3-aminopropyl group (Fe3O4/SiO2/ED) via coating method and its application for adsorption-desorption of anionic gold in aqueous solution have been conducted. The synthesized product was characterized with an X-ray diffractometer (XRD), a Fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer and a transmission electron microscopy (TEM). Adsorption of Au(III) was conducted in a batch system and the variables included pH, contact time, and initial concentration were investigated. Results showed that magnetite/silica has been successfully functionalized with N-(2-aminoethyl)-3-aminopropyl in a homogeneous system. Kinetics study showed that adsorption of Au(III) followed the pseudo-second order model with rate constant of 0.710 g mmol L-1min-1. Furthermore, the experimental data fitted well with the Langmuir isotherm model with the maximum adsorption capacity for Au(III) of 142.9 mg g-1 and the energy of 25.0 kJ mol-1. Gold loaded on the Fe3O4/SiO2/ED could be easily desorbed with 0.2 mol L-1 HCl containing 2 wt.% of thiourea with recovery of 99.8%. Fe3O4/SiO2/ED was reusable and stable in 5 cycles of adsorption-desorption with recovery more than 90%. Fe3O4/SiO2/ED showed high selectivity towards Au(III) in the multimetal system Au(III)/Cu(II)/Cr(VI) with the coefficient selectivity for αAu-Cu of 227.5and for αAu-Cr of 12.3.
Minyak Sereh dan Ekstrak Daun Pandan Wangi sebagai Lotion Antinyamuk di Desa Karangaji Anggoro, Aloysius Barry; Erwin Indriyanti; Mighfar Syukur; R. Salsa Dinurrosifa
Jurnal Dimas Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v5i1.53

Abstract

Abstrak Desa Karangaji, merupakan salah satu desa di Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, daerah pesisir pantai yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Wilayah ini merupakan lingkungan yang kurang tertata, beberapa daerah yang selalu tergenang air, serta saluran air dengan drainase yang kurang baik. Pola hidup masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungan dan status pekerjaan serta ekonomi masyarakatnya yang sebagian besar tidak bekerja dan sebagai pengurus rumah tangga menambah buruknya kondisi lingkungan sekitar sehingga menimbukan tingginya penyakit DBD. Metode pengabdian yang dilakukan dengan survei lapangan, rapat koordinasi tim pengabdian dengan mitra, kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan lingkungan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dilakukan penyerahan tanaman TOGA dan pelatihan pembuatan lotion antinyamuk dengan bahan dasar minyak sereh dan ekstrak daun pandan wangi. Pembuatan lotion dilakukan dengan mencampur fase air (gliserin, TEA, akuades) ke fase minyak (setil alkohol, asam stearat) yang telah dicairkan. Penambahan ekstrak pandan wangi, minyak sereh, VCO dan metil paraben dilakukan setelah pendinginan, kemudian produk yang didapat ditambah akuades hingga kekentalan lotion yang cukup. Dari evaluasi kegiatan didapatkan bahwa kegiatan memiliki manfaat dan sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat. Harapan dari tim pengabdian adalah warga dapat membuat lotion antinyamuk dan dapat mengusahakan ijin untuk pemasaran sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga.
AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Mutiara, Erlita Verdia; Wildan, Achmad; Syukur, Mighfar; Indriyani, Erwin
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i2.10066

Abstract

Tanaman Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) adalah tumbuhan yang banyak ditemukan di Asia terutama Indonesia. Tanaman pegagan mempunyai kandungan terpenoid, flavonoid dan minyak esensial  yang mempunyai efek farmakologis seperti antiinflamasi, antiantibakteri, antioksidan dan antiaging.Gugus kromofor pada senyawa flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menghamabat sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kemampuan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat tanaman pegangan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai tabir surya yang dinyatakan dengan nilai SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai Sun Protection Factor adalah dengan perhitungan Metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana masing-masing memberikan nilai SPF sebesar  7,34, 6,39 dan 4,37 pada konsentrasi  200 ppm.Kata kunci : Ekstrak Etanol, Fraksi Etil Asetat,, SPF, Tabir Surya, Tanaman Pegagan.
KAJIAN NANO PARTIKEL CORE SHELL N-OKTIL SINAMAT SEBAGAI ANTI ERITEMA Wildan, Achmad; Mutiara, Erlita Verdia; Syukur, Mighfar; Indriyani, Erwin
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v9i1.11023

Abstract

N-oktil sinamat merupakan senyawa yang mempunyai potensi sebagai antioksidan, anti inflamasi dan anti eritema.  N-oktil sinamat mempunyai sifat sukar larut dalam air sehingga mempengaruhi rendahnya bioavailabilitas dalam sirkulasi sistemik. Untuk mengurangi  permasalahan tersebut, n-oktil sinamat diformulasikan dalam bentuk nanopartikel core shell dengan menggunakan polimer kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel n-oktil sinamat menggunakan metode core shell menggunakan kitosan dan natrium alginat serta mengevaluasi kemampuan stabilitas nanopartikel secara in vitro. Karakterisasi nanopartikel yang dilakukan meliputi uji efisiensi adsorpsi, penentuan ukuran partikel dengan a;atParticle Size Analyzer dan pengamatan morfologi dengan alat Transmisi Electron Microscopy (TEM) serta untuk identifikasi digunakan FTIR dan GC-MS. Uji anti eritema dilakukan untuk mengetahui potensi senyawa hasil sintesis dengan menghitung persen eritema. Hasil penelitian menunjukkanberdasarkan FTIR dan GC-MS senyawa yang terbentuk adalah n-oktil sinamat.  Nanopartikel core shell n-oktil sinamat  mempunyai ukuran partikel rata-rata adalah 68,1 nm berdasarkan pengujian Particle Size Analyzer.. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa partikel mempunyai bentuk bulat dengan permukaan tidak rata. Nanopartikel n-oktil sinamat/Alginat/Kitosan 500 ppm mempunyai kemampuan antieritema dengan besar persen eritema sebesar 0,712 % yang masuk dalam kategori sunblock. Hal ini menunjukkan nanopartikel n-oktil siamat/alginat/kitosan berpotensi untuk dikembangkan sebagai anti eritema Kata kunci: anti eritema, core shell, nanopartikel, n-oktil sinamat
Pembuatan Sirup Maklanjaku (Madu Klanceng, Jahe, Kurma) Sebagai Antioksidan Alami Pada Peternak Madu Klenceng Adhityasmara, Dhimas; Syukur, Mighfar; Ramonah, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.6299

Abstract

Kelurahan Gunungpring, Kec. Muntilan Kota Magelang merupakan salah satu kelurahan yang terletak dilereng gunung Merapi. Kondisi geografis desa yang masih banyak hutan mengakibatkan warga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai peternak madu. Pada peternak madu yang ada di kelurahan Gunungpring dalam hal penyarian masih menggunakan metode konvensional. Produk yang dijual masih dalam madu (bahan mentah) hal ini mengakibatkan nilai produk hanya bernilai kurang tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengedukasi peternak madu. Pengabdian ini dibagi menjadi beberapa tahap. Pada tahap ini dilakukanah proses pelatihan peternak madu untuk membuat produk turunan yaitu Sirup “Maklanjaku”. Sirup “Maklanjaku” merupakan singkatan dari (Madu Klanceng Jahe dan Kurma). Diharapkan madu yang tadinya bernilai biasa saja dengan dibuat produk turunan seperti sirup, menjadikan madu mempunyai nilai tambah baik secara ekonomi maupun secara khasiat untuk Kesehatan. Pencampuran jahe dan kurma dikarenakan khasiatnya sebagai anti oksidan dan dapat sebagai obat herbal berbagai macam penyakit. Hasil dari pengabdian masyrakat ini adalah telah dibuatnya sirup dengan formula yang telah diformulasikan dengan bahan yaitu madu Klanceng, jahe dan kurma.
POTENSI ANTIBAKTERI SINTESIS MENTIL SINAMAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella Typhi Wulandari, Wulandari; Purwaningsih, Yuliana; Syukur, Mighfar
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sintesis mentil sinamat sebagai agen antbakteri terhadap S. aureus, MRSA, E. coli, S. Typhi. Metode sintesis mentil sinamat berdasarkan penelitian Nurita (2014) dan Purwaningsih (2020) yang dimodifikasi. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil sintesis dengan FTIR diperoleh beberapa gugus fungsi yang menunjukkan adanya senyawa ester, gugus tersebut adalah C=O ester pada bilangan gelombang 1711 cm-1, daerah 1636 cm-1 gugus C=C aromatik dan 1167 cm-1 adalah C-O ester. Spektrum IR mentil sinamat tidak memiliki gugus OH-asam karboksilat seperti pada asam sinamat. Kromatogram GC menunjukkan 4 peak yang berarti senyawa hasil sintesis masih berupa senyawa campuran. Peaks 1 muncul pada waktu retensi 6,441 menit dengan % area 34,93, peak kedua pada waktu 10,423 menit dengan % area 62,91. Peaks ketiga muncul pada waktu retensi 18.386 menit dengan kelimpahannya 2,11 % dan peaks keempat 21,282 menit dengan % area 0,06. Spectrometer massa peak ketiga dengan m/z 286 merupakan senyawa target mentil sinamat. Mentil sinamat konsentrasi 10, 20, 30 dan 40 (%) memberikan aktivitas zona hambat terhadap S. aureus dan E. coli berturut-turut adalah 0,3950±0,0675; 0,8500±0,0975; 1,1970±0,0968; 1,6167±0,3456 (cm) dan 0,1237±0,0175; 0,2437±0,0173; 0,2710±0,0428; 0,4953±0,0991 (cm). Sampel pada konsentrasi yang sama tidak memberikan zona hambat pada MRSA, S. Typhi.Kata kunci: antibakteri, sintesis, mentil sinamat
Pengembangan Permen Jelly Dari Tanaman Herbal Untuk Meningkatkan Imunitas Pada AnakMEN JELLY DARI TANAMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS PADA ANAK Syukur, Mighfar; Sari, Wulan Kartika; Prasetyawan, Nanda Daffa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8894

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis serta memiliki siklus musim kemarau, pancaroba, dan musim hujan. Pada saat musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem, Kondisi tubuh yang kurang baik dan stamina yang turun dalam menghadapi perubahan cuaca secara drastis menjadi anak lebih mudah terserang penyakit. Anak merupakan kelompok yang rentan terkena dampak perubahan musim. Apabila daya tahan tubuh dari anak turun maka dapat mengalami kesulitan belajar, mudah lelah, mengantuk, pusing, daya konsentrasinya hilang, dan kurang semangat dalam belajar. Keanekaragaman tanaman herbal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan imunitas antara lain daun kelor, rimpang temulawak, dan bunga telang. Tanaman herbal tersebut dapat diformulasikan menjadi permen jelly sehingga dapat diterima oleh anak-anak. Pengabdian ini dilakukan dengan edukasi tentang tanaman herbal dan pemanfaatannya untuk meningkatkan sistem imun serta pelatihan pembuatan permen jelly yang dilaksanakan kepada siswa SD Muhammadiyah Pucanggading. Kegiatan  dilakukan  secara  interaktif  dengan  melibatkan  siswa  dalam  praktek  pembuatan  permen jelly dan memberikan kesempatan siswa untuk mengikuti post test sebagai bentuk evaluasi dan bertanya secara langsung. Hasil yang didapatkan dari kegiatan  tersebut  adalah  siswa  mendapatkan  pengetahuan  tentang tanaman herbal dan pemanfaatannya untuk meningkatkan sistem imun, serta pengalaman dan keterampilan membuat permen jelly yang mudah diaplikasikan dengan bahan yang mudah diperoleh
EDUKASI DAN PELATIHAN BISKUIT MPASI BERBASIS KACANG MERAH UNTUK MENDUKUNG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA DLIMOYO, TEMANGGUNG, JAWA TENGAH Putri, Athika Darumas; Anggoro, Aloysius Barry; Indriyanti, Erwin; Syukur, Mighfar; Setyowatiningsih, Endang; Pancasona, Putri Yuliana; Nafasya, Meyra Wahyu
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.5470

Abstract

Permasalahan utama di Desa Dlimoyo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, adalah rendahnya pemanfaatan kacang merah sebagai bahan pangan bergizi serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat. Kondisi ini berkontribusi terhadap tingginya prevalensi stunting di desa tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah kacang merah menjadi biskuit MPASI bergizi. Mitra kegiatan adalah kelompok ibu PKK dan kader posyandu Desa Dlimoyo sebanyak 40 peserta yang memiliki peran strategis dalam pemberian MPASI di tingkat rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, ceramah edukatif mengenai stunting dan gizi kacang merah, demonstrasi pembuatan biskuit MPASI, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80%, keterampilan dalam pembuatan biskuit MPASI sesuai standar keamanan pangan, dan munculnya inisiatif untuk mengembangkan produk sebagai usaha rumah tangga berbasis pangan lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi gizi berbasis potensi lokal yang dipadukan dengan praktik langsung efektif meningkatkan literasi gizi, keterampilan pengolahan pangan, serta mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan di masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di Desa Kertosari, Kabupaten Kendal Nugraheni, Bekti; Sari, Wulan Kartika; Syukur, Mighfar; Prahasiwi, Masitoh Suryaning; Sulistyowati, Etty; NSH, Maria Caecilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.4547

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu permasalahan dalam penanganan jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), ditambah tingkat kesadaran masyarakat yang rendah dalam mengatasi penanganan sampah, terutama masalah sampah organik di masyarakat. Hal ini menjadi polemik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman dari sampah, salah satunya dengan cara mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme. Desa Kertosari adalah salah satu desa binaan dari Stifar Yayasan Pharmasi Semarang. Tim mengajak ibu-ibu kader PKK sebagai garda terdepan di rumah tangga untuk menangani dan memanfaatkan sampah organik untuk diolah menjadi produk yang dapat memiliki nilai ekonomi terutama untuk lingkungan rumah tangga.   Pelatihan pembuatan Eco Enzyme sangat mudah dilakukan yaitu dengan memanfaatkan sampah organi : molase : air (3 : 1 : 10) dan kemudian difermentasi selama 3 bulan. Hasil filtrat fermentasi Eco Enzyme  dapat dimanfaatkan  menjadi produk yang bermanfaat dari sisi ekonomi. Adapun manfaatnya dapat digunakan sebagai pembersih alami, pembersih rumah tangga alami, detergen dan pelembut alami, karbol, sabun padat dan cair alami, membersihkan pestisida pada sayur buah, perawatan diri, dan perawatan kesehatan pribadi. Adanya kegiatan ini dapat diaplikasikan di lingkungan rumah tangga sehingga manfaat yang diharapkan bisa mengurangi belanja ibu-ibu desa Kertosari, Kabupaten Kendal.