Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Peran Ekosistem Kewirausahaan dalam Mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Anggi Apriliani; Yuliana Kansrini; Puji Wahyu Mulyani
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.728

Abstract

Peran ekosistem kewirausahaan adalah pengaruh yang diharapkan dari pihak stakeholder untuk membuka peluang interkoneksi dan antar koneksi dengan berbagi pengetahuan, budaya, menciptakan inovasi dan kreativitas, serta mengintegrasi sumber daya. Ekosistem kewirausahaan telah menjadi faktor penting dalam mendukung manajemen usaha kelompok PWMP dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk pertumbuhan serta perkembangan kelompok PWMP. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran ekosistem kewirausahaan dalam mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Kajian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Mei 2023 di lokasi kelompok Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang tersebar di beberapa provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada 119 orang yang tergabung ke dalam Kelompok PWMP Tahun 2021-2022. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan peran ekosistem kewirausahaan pada aspek peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sebesar 80,17 persen, aspek akses permodalan adalah sebesar 82,92 persen, aspek akses pasar adalah sebesar 76,07 persen, aspek pengembangan jejaring pendukung adalah sebesar 79,97 persen sehingga peran ekosistem kewirausahaan dalam mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan termasuk kategori tinggi yaitu 79,78 persen.
PARTISIPASI PETANI DALAM PROGRAM SWASEMBADA PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Kansrini, Yuliana
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 23 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ministry of Agriculture have enacted a special effort to escalate rice, corn and soybean productions since 2015 through the program of Rice, Corn and Soybean Self-Sufficiency. The manifestation of this program is facilitated through various activities including: tertiary irrigation improvement, land optimal, pre/post-harvest agricultural machinery aids, seed and fertilizer aids, integrated crop management movement, planting season arrangement using KATAM, and integrated escort and assistance by extension officers, universities (students) and the Army (BABINSA). The Program implementation requires farmers participation in several activities. Farmers participation indicator in this program can be observed through their involvement in four implementation stages: preparation, management, observation, and utilization. Research showed that the Program implementation in Padangsidimpuan was successful, indicated by the realization of planting area target of RJIT and OPLA programs at 100%. The farmers participation level in this Program scored 24.10 or 80.33%, the influencing factors related to the high level of participation were the farmers training quantity, their status in terms of land ownership, and assistance by extension officers and students. Problems in the Program implementation includes the limited number of extensions officers, the famers knowledge varied in technology implementation, and coordination among the related institutions was not optimum.
TINGKAT ADOPSI BUDIDAYA YANG BAIK (GOOD AGRICULTURE PRACTICES) TANAMAN KOPI ARABIKA OLEH PETANI DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Kansrini, Yuliana; Febrimeli, Dwi; Mulyani, Puji Wahyu
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i1.3957

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tingkat adopsi budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) tanaman kopi arabika oleh petani di Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan dasar dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat adopsi budidaya yang baik (Good Agriculture Practice) tanaman kopi arabika oleh petani di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dasar pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive methode). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitis. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling yang sesuai dengan kriteria dalam penelitian ini yakni sebanyak 60 orang petani kopi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuisioner dan wawancara mendalam (indepth interview). Analisa data dilakukan dengan tabulasi data kuantitatif hasil penilaian dengan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi budidaya tanaman kopi arabika yang baik (Good Agriculture Practice) oleh petani di Kabupaten Tapanuli Selatan termasuk kategori rendah yakni sebesar 32,40 persen.Kata kunci: Adopsi, Budidaya yang baik, Kopi Arabika
Implementasi Kebijakan Responsif Gender Dalam Mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Di PT Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara Tamara Sisilia; Yuliana Kansrini; Puji Wahyu Mulyani
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of gender-responsive policies plays a crucial role in supporting fair and sustainable work systems within the oil palm plantation sector. In practice, companies often face challenges in balancing productivity goals with efforts to protect and empower female workers. This study explores how gender-responsive policies are implemented in the plantation work environment and to what extent they are integrated into institutional systems. The research was conducted at PT Umada Kebun Pernantian using a qualitative approach. Findings reveal that although some practical needs of female workers have received attention, existing policies are not yet formalized, and institutional support remains limited. Female workers still face constraints in accessing training, occupying strategic roles, and securing job continuity after childbirth. These conditions indicate that the implementation of gender-responsive policy remains partial and requires structural reinforcement to align with sustainability principles. Transitioning toward more inclusive governance demands a strong commitment from the company to establish formal, gender-sensitive frameworks and a work environment that genuinely supports equitable participation. Keywords: gender equality, female workers, sustainability, oil palm plantation     Abstrak Penerapan kebijakan yang mempertimbangkan kesetaraan gender menjadi bagian penting dalam mendukung sistem kerja yang adil dan berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit. Dalam praktiknya, perusahaan sering kali menghadapi tantangan dalam memastikan perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja perempuan berjalan seimbang dengan tujuan produksi. Studi ini dilakukan untuk memahami bagaimana kebijakan responsif gender dijalankan di lingkungan kerja perkebunan dan sejauh mana kebijakan tersebut terintegrasi dalam sistem kelembagaan. Penelitian ini dilakukan di PT Umada Kebun Pernantian dengan pendekatan kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa meskipun telah terdapat beberapa bentuk perhatian terhadap kebutuhan praktis pekerja perempuan, kebijakan yang diterapkan belum tertuang dalam dokumen formal, serta belum disertai dukungan kelembagaan yang kuat. Akses perempuan terhadap pelatihan, posisi strategis, serta jaminan kerja pasca melahirkan juga masih terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan masih bersifat parsial dan perlu diperkuat agar selaras dengan prinsip keberlanjutan. Perubahan menuju tata kelola yang lebih inklusif memerlukan komitmen perusahaan dalam membangun struktur kebijakan yang berpihak serta lingkungan kerja yang mendukung partisipasi perempuan secara adil. Kata kunci: kesetaraan gender, pekerja perempuan, keberlanjutan, perkebunan kelapa sawit