Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT Budury, Syiddatul; Purwanti, Nunik; Hidaayah, Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1273-1276

Abstract

Pembentukan sikap dan kebiasaaan hidup bersih dan sehat dimulai sejak dini. Pada anak usia sekolah rentan terjadi penyakit yang disebabkan oleh tangan yang terjangkit bakteri, virus atau cacing parasit sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberi pemahaman tentang pentingnya menerapkan cuci tangan yang benar dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak usia sekolah yang aktif belajar Alquran di TPQ An-Nur Banyu Urip Surabaya. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pretest pada anak memberikan edukasi dan demonstrasi tentang cuci tangan dilanjutkan dengan praktik cuci tangan pada anak-anak secara bergantian dan posttest. Dari hasil pengukuran 20 anak yang awalnya tidak bisa melakukan cuci tangan setelah kegiatan 20 anak bisa mempraktikkan 6 langkah cara cuci tangan yang benar. Penanaman kebiasaan dan pemberian pemahaman tentang pentingnya cuci tangan akan memunculkan awareness pada anak sehingga akan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGIS DAN EDUKASI DENGAN METODE I’M PROUD I KNOW (IPIK) PADA MASYARAKAT Wardani, Erika Martining; Nugroho, Riezky Faisal; Setiyowati, Eppy; Khafid , Muhamad; Purwanti, Nunik
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4401

Abstract

Permasalahan HIV merupakan isu kesehatan serius yang tidak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian global. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai risiko penularan HIV/AIDS, sehingga diperlukan upaya penanganan yang intensif dan berkelanjutan guna menekan laju penyebaran virus tersebut. Kegiatan integrasi antara pengabdian kepada masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS melalui pendekatan psikologis dan edukatif. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui ceramah, sesi tanya jawab, serta pemutaran video edukatif berjudul I'm Proud I Know yang membahas pencegahan HIV/AIDS. Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan ditutup dengan post-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pada post-test dibandingkan dengan pre-test, yang menandakan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mendapatkan intervensi berupa promosi kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan edukatif dan psikologis melalui metode IPIK (I'm Proud I Know) efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DAN PENGUATAN SELF EFFICACY MELALUI METODE AUDIO VISUAL SEFT UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS Purwanti, Nunik; Wijayanti, Lono; Maimunah, Siti; Fitriasari, Andikawati; Wardani, Erika Martining
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4755

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan kasus yang banyak terjadi terutama di Indonesia. Prevalensinya terus meningkat secara global. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini membekali masyarakat dengan keterampilan mengelola stres dan emosi dengan menggunakan pelatihan SEFT melalui media Audio visual sehingga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Metode pengabdian masyarakat ada tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan terdiri dari rapat strategi pelaksanaan yang dilakukan dengan melibatkan Ketua RT 17 Desa Kedensari Tanggulangin Sidoarjo beserta Kader Kesehatan untuk membahas mengenai strategi dan perencanaan program pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan, selanjutnya survei lokasi dan persiapan sarana dan prasarana meliputi persiapan tempat pelaksanaan kegiatan, leafleat dan pembuatan video SEFT. Tahap pelaksanaan kegiatan adalah tahap utama dari program pengabdian pada masyarakat. Sasaran kegiatan pada tahap pelaksanaan adalah kader kesehatan dan warga di RT 17 RW 5 Desa Kedensari Tanggulangin Sidoarjo dimana dalam pelaksanaan tim pengabdian masyarakat akan memberikan sosialisasi ke Kader dan warga. Tahap terakhir dari pengabdian masyarakat adalah evaluasi hasil dari kegiatan. Setelah pelaksanaan pemberian edukasi mengenai SEFT pada masyarakat ada perubahan hasil pengetahuan mereka. Hasil dari pengabdian masyarakat di dapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan Sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang 10 (50%). Setelah pemberian edukasi didapatkan hasil bahwa pengetahuan baik sebanyak 11 (55%), pengetahuan cukup sebanyak 6(30%) dan pengetahuan kurang sebanyak 3 (15%). Terjadinya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan Kesehatan. Diharapkan dapat dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk pengelolaan bahan herbal agar masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk kesehatan. Kata kunci:Diabetes mellitus, self efficacy, SEFT
FACTORS ASSOCIATED WITH FAMILY RESILIENCE AMONG HEMODIALYSIS PATIENTS: A CROSS-SECTIONAL STUDY Lestari, Dwi Ayu; Hatmanti, Nety Mawarda; Wijayanti, Lono; Purwanti, Nunik; Suryandari, Destyorini
Nurse and Holistic Care Vol. 5 No. 3 (2025): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v5i3.8268

Abstract

Background: Family resilience plays a crucial role in maintaining psychological well-being and adaptive coping among families caring for hemodialysis patients. Chronic illness and prolonged treatment often impose emotional and physical burdens that challenge the family’s ability to adapt, highlighting the need to identify determinants influencing resilience. Objective: This study aimed to analyze the relationships between demographic and clinical factors: age, gender, education level, duration of hemodialysis, and comorbidities, and family resilience among patients undergoing hemodialysis at Ahmad Yani Islamic Hospital, Surabaya, Indonesia. Methods: This study used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The population included 110 hemodialysis patients, and 86 respondents were selected using simple random sampling. Independent variables included age, gender, education level, duration of hemodialysis, and comorbidities, while the dependent variable was resilience. The Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) was used to measure resilience. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Result: Most respondents (88.4%) demonstrated a very high level of resilience. Significant relationships were found between resilience and gender (p = 0.002), education level (p < 0.001), duration of hemodialysis (p < 0.001), and comorbidities (p < 0.001), while age showed no significant association (p = 0.019). Conclusion: Family resilience among hemodialysis patients was classified as very high. Socio-demographic factors, health conditions, and treatment duration influenced resilience levels. These findings highlight the need for nursing interventions focusing on psychosocial support, patient education, and family empowerment to enhance adaptive coping in long-term hemodialysis care.