Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Gambaran Kadar CD4+ dan Luas Lesi pada Foto Thorax Pasien Koinfeksi Tuberkulosis Paru – HIV di RSUD Pasar Rebo dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Deria Zahra Fatihah; Wijayanti, Erlina; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4203

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar di seluruh dunia, disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang organ paru dan menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi. Infeksi TB merupakan salah satu infeksi oportunistik yang paling umum pada orang dengan HIV/AIDS dan merupakan penyebab utama kematian pada ODHA. Pada ODHA dilakukan pemeriksaan CD4+ setelah dinyatakan HIV positif juga deteksi infeksi oportunistik. Pada diagnosis TB, Foto thorax merupakan modalitas imaging yang peranan yang sangat penting salah satunya dapat menilai luas lesi yang terdiri dari Lesi minimal, Lesi sedang, dan Lesi luas. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran Kadar CD4+ dan luas lesi pada foto thorax pasien koinfeksi tuberkulosis paru-HIV periode januari 2021 - desember 2023. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis pasien koinfeksi tuberkulosis paru-HIV di RSUD Pasar Rebo periode januari 2021 – desember 2023. Sampel sesuai kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi sejumlah 76. Hasil: Karakteristik berdasarkan usia didapatkan lebih banyak pada kelompok usia produktif atau 18 – 55 tahun sebanyak 69 orang (90,8%), berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki 62 orang (81,6%), dan berdasarkan status pekerjaan terdapat mayoritas 70 orang (92%) pasien bekerja. Sebanyak 43 orang (56,6%) memiliki kadar CD4 sangat rendah atau <200 sel/µL, dan luas lesi yang didapatkan sebanyak 30 orang (39,5%) memiliki lesi luas. Simpulan: Gambaran kadar CD4+ sebagian besar memiliki kadar CD4 <200 sel/μL yang termasuk kategori sangat rendah dan gambaran luas lesi pada foto thorax paling banyak adalah lesi luas.
Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Terhadap Kesiapan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di Puskesmas Jakarta Pusat dan Tinajauannya Menurut Pandangan Islam Wulan Ainun Rusdi; Wijayanti, Erlina; Rifqatussa'adah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4778

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menempati peringkat kedua kasus tertinggi di dunia. Target keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru masih di bawah target nasional, yang disebabkan oleh rendahnya motivasi pasien untuk menuntaskan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intrinsik dan ekstrinsik. Jenis penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data sampel menggunakan accidental sampling dari pasien di Puskesmas Johar Baru, Gambir, dan Tanah Abang. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada kelompok laki-laki (55,2%) dan berdasarkan usia paling banyak pada kelompok usia 41-60 tahun (41.0%). Hasil menunjukkan bahwa hanya 27.6% pasien memiliki kesiapan baik untuk menuntaskan pengobatan dengan perceived susceptibility (54.3%). Namun, self-efficacy pasien terbliang rendah (31,4%), dukungan keluarga (36.1%) dan sosial (45.7%) masih memerlukan penguatan. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan penting dalam meningkatkan kesiapan pasien menuntaskan pengobatan tuberkulosis paru. Penerapan pendekatan persepsi dalam teori Health Belief Model mampu meningkatkan tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis paru serta berikhtiar kepada Allah SWT mencari kesembuhan karena sesungguhnya pentakit yang diturunkan Allah SWT sudah terdapat penawarnya..
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Guru dan Karyawan SMPIT Islamia Tambun Selatan Kusumawardhani MF, Gita; Rifqatussa'adah; Wijayanti, Erlina
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4838

Abstract

Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sebuah rangkaian perilaku yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kualitas kesehatan individu atau sebuah keluarga melalui aktivitas sehari - hari. PHBS memiliki beberapa tatanan salah satunya adalah di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guru dan karyawan di SMPIT Islamia Tambun Selatan. Penelitian ini melibatkan guru dan karyawan SMPIT Islamia yang berjumlah 33 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross – sectional, kemudian data di analisis menggunakan software SPSS dengan uji chi - square. Data primer diambil melalui kuesioner dalam bentuk kertas dan google forms. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa pengetahuan (p – value : 0,004), sikap (p – value : 0,008), usia (p – value : 0,001) dan fasilitas sarana kebersihan sekolah (p – value : 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan PHBS guru dan karyawan di SMPIT Islamia Tambun Selatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, usia, dan fasilitas dan sarana sekolah dengan PHBS guru dan karyawan di SMPIT Islamia.