Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Silica Sand Size on Mechanical Properties, Permeability and Proppant Microstructure Nover Martaheru; Dedikarni; Rieza Zulrian Aldio; Dody Yulianto; Kurnia Hastuti
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 6 No. 01 (2023): REM VOL 6 NO 01 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2023.vol6.no01.11274

Abstract

Pellet silika merupakan produk teknologi keramik komposit berbahan penguat pasir silika yang diaplikasikan dalam industri minyak dan gas sebagai proppant (pasir frank) maupun sebagai filter air dan industri perminyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh ukuran pasir silika terhadap kekuatan tekan, permeabilitas dan mikrostruktur. Pada penelitian ini, ukuran pasir silika yang dipilih ukuran pasir silika halus yaitu (200 mesh) dan pasir silika kasar yaitu (20 mesh) dan diikat oleh polyethylene glycol (PEG) 400. Hasil uji kekuatan tekan terendah didapat pada sampel I yaitu 33,24 MPa sedangkan kekuatan tekan tertinggi pada sampel III yaitu sebesar 34,05 MPa. Karena semakin banyaknya ukuran butir pellet silika halus mampu memberikan ikatan interfacial pada polyethylene glycol (PEG) 400, dengan ukuran diameter lebih kecil akan memudahkan terjadi ikatan pada matriks sehingga meningkatkan nilai kekuatan tekan. Namun, uji permeabilitas berbanding terbalik pada kekuatan tekan dimana nilai permeabilitas tertinggi didapat pada sampel I yaitu 29,93 mD, sedangkan nilai permeabilitas terendah pada sampel III yaitu sebesar 23,35 mD. Hal ini karena adanya hubungan ukuran pasir silika halus yang berlawanan arah dengan ukuran pasir silika kasar. Artinya, apabila ukuran butir pasir silika halus naik dan ukuran butir silika kasar turun maka nilai permeabilitas turun. Hasil pengamatan mikrostruktur pada sampel I terlihat lebih sedikit rongga atau porosity dan membuat suatu ikatan interfacial yang lebih kuat. Karena adanya ukuran butir pasir silika halus lebih dominan banyak dari pada ukuran butir pasir silika kasar serta dibantu oleh pengikat berupa polyethylene glycol (PEG) 400.
Perbandingan Efisiensi Inhibitor Organik dan Anorganik pada Penurunan Laju Korosi Material Radiator Kurnia Hastuti; Argak Dwi Wandana; Dody Yulianto; Dedikarni; Jhonni Rahman; Irwan Anwar
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 6 No. 02 (2023): REM VOL 6 NO 02 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2023.vol6.no02.12338

Abstract

Radiator adalah suatu sistem atau komponen yang berfungsi utuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi ideal. Inhibitor anorganik telah terbukti dapat menurunkan laju korosi namun memiliki efek negatif karena materialnya yang tidak ramah lingkungan dan bersifat racun. Berdasarkan hal tersebut maka penggunaan inhibitor anorganik perlu dibatasi. Pada penelitian ini akan dibandingkan efisiensi inhibitor organik dan anorganik dalam menurunkan laju korosi. Inhibitor anorganik yang digunakan adalah Natrium Kromat (Na2CrO4) dengan konsentrasi 0,5%, 0,7%, dan 0,9%. Sedangkan inhibitor organik adalah Minyak Biji Kapas dengan variasi konsentrasi yaitu 25%, 30% dan 35% dalam waktu perendaman 21 hari dalam setiap inhibitor. Selanjutnya akan diuji ketahanan korosinya dengan media air biasa. Hasil pengujian laju korosi natrium kromat terendah pada konsentrasi 0,9% dengan nilai 0,0815 mm/y (0,628%) dengan waktu 21 hari. Laju korosi terendah pada konsentrasi 25% dengan nilai 0,1614 mm/y (0,273%). Penelitian ini menunjukan efisiensi perbandingan terbaik masih di lihat pada inhibitor anorganik natrium kromat, setaiap konsentrasi laju korosi semakin rendah.
DEVELOPMENT OF A VERSATILE SLIER THAT HAS THREE VARIETIES OF SPEED BASED ON ANDROID USING ARDUINO TYPE R3 AS MICROCONTROLLER Alfandi Siregar, Fauzi; Dedikarni
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 7 No. 01 (2024): REM VOL 7 NO 01 2024
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2024.9833

Abstract

ABSTRAK Di Pekanbaru saat ini banyak dijumpai Industri rumahan yang pada umumnya masih menggunakan sistem manual dengan menggunakan pisau dan membutuhkan banyak tenaga kerja,sehingga tidaklah efesien maka dari itu perlu alat yang lebih efektif untuk menyelesaikan masalah pada industri rumahan tersebut. Hasil dari produksi manual tersebut memiliki rata-rata 20kg/hari, namun bagi Industri rumahan ini kurang efektif karena memakan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Di penggembangan alat ini menggunakan varian tiga kecepatan yang dapat diatur menggunakan sistem bluetooth yang bisa dihubungkan ke android, untuk mata pisau menggunakan variasi 4 mata pisau dan menambahkan batrai aki 12V agar bisa digunakan pada saat listrik tidak menyala, pada pegembangan ini peneliti juga menambahkan kerangka untuk alat penggiris serbaguna ini agar lebih mudah untuk dipindahkan. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat pengiris ini dapat direkomendasikan untuk industri kecil hingga menengah dan juga dapat membantu para wirausaha meningkatkan hasil produksi yang dahulunya menghasilkan 20kg/hari sementara pada penelitian kali ini hasil produksi bisa menghasilkan 111kg/hari, serta menimalisir kecelakaan kerja yang ditimbulkan akibat human error.
Design and Manufacturing of Plastic Waste Recycling Equipment in Tumpuk Tangah Village Panuh, Dedikarni; Astuti, Puji; Prayitno, Budi; Siwanto, Apri; Retno, Deddy Purnomo; Harmiyati, Harmiyati; Suhada, Egi; Che Isa, Nik Norziehana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2325

Abstract

Plastic waste is everywhere in almost all sectors, threatening the environment. Recycling is considered the best and most feasible option to overcome this danger. Tumpuk Tangah Sawah Lunto Village is a dense urban area with the potential to be a model for recycling waste. The waste recycling method designed for this service is melting plastic waste first. The waste-melting tool is used so that all plastic waste can be recycled. This research aims to provide education and create tools for recycling plastic waste. The machine developed is used to recycle plastic waste using a melter. In general, other features of this machine include a melting chamber, a burning chamber, and a vertical-type mixer. The tools designed are planned and comply with safety specifications. They are easy to operate, efficient, and low-cost. The people of Tumpuk Tangah Village can use this melting tool as an assisted village to recycle plastic waste.