Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberian Pupuk Organik Cair dari Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleraceae var botrytis L.) Annida Fitria Ma'ruf; Sugiarto Sugiarto; Rika Yayu Agustini
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 6 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.724 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5566294

Abstract

Abstract: To increase the amount of production of cauliflower can be done by developing flower cultivation in the lowlands and increasing input in the form of fertilizer. Inorganic fertilizer application of excess leads to reduced soil fertility. Organic fertilizer from tofu waste water can be used as an alternative to reduce the use of inorganic fertilizers. The aim of this study was to find out tofu waste water’s potency as organic liquid fertilizer by observing the optimal concentration for growth and yeild of cauliflower plant (Brassica oleraceae var.botrytis L.). The research method used was a single factor randomized block design (RAK), namely the concentration of POC with 6 treatments and repeated 4 times, A (control), B (POC 10%), C (POC 15%), D (POC 20%), E (25%), F (POC 30%). The results of experiment showed that the concentration of POC tofu waste water did not significantly affect the growth parameters. However, it had significant effect on the cauliflower yield parameters. The highest yields in the B treatment (POC 10%) give diameter of cauliflower (3,59 cm), the weight cauliflower with leaves (30,91 g), and weight cauliflower without leaves (25,41 g).
Uji Efektivitas Nutrisi Organik Air Leri dan Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Kailan (Brassica oleraceae var. acephala l.) Kultivar Kale F1 Wike Tri Anggraeni; Rommy Andhika Laksono; Rika Yayu Agustini
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 8 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.462 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5808264

Abstract

Kailan cultivars of kale f1 or new veg gin have heat tolerance and strong lateral branches as well as resistance to root rot disease. Increased crop production can be done by applying the right organic and inorganic fertilizers. In this study, a combination of addition of organic and inorganic fertilizers was used to increase the production of baby kailan (Brassica oleraceae var. acephala l.). The purpose of this study was to obtain a combination of leri water nutrients and compound Npk fertilizer on the growth and yield of baby kailan (Brassica oleraceae var. Acephala L.) Kale F1 cultivar.The experiment was carried out in Kembang Kuning Village, Kec. Jatiluhur Kab. Purwakarta, West Java. implementation of the experiment in June to August 2021. The experimental method that will be used is the experimental method using a single factor Randomized Block Design (RAK) with 3 replications. There were 10 treatment combinations, namely A (Nutrition of Leri Water 0 ml/lt + 150 kg/ha NPK Pearl), B (Nutrition of Leri Water 10 ml/lt + 150 kg/ha NPK Pearl), C (Nutrition of Leri Water 20 ml/ lt + 150 kg/ha NPK Pearl), D (Nutrition Water Leri 30 ml/lt + 150 kg/ha NPK Pearl), E (Nutrition Water Leri 40 ml/lt + 150 kg/ha NPK Pearl), F (Nutrition Water Leri 0 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl), G (Nutrition Water Leri 10 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl), H (Nutrition Water Leri 20 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl), I (Nutrition of Leri Water 30 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl) and J (Nutrition of Leri Water 40 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl). If the analysis data with variance and F test at 5% level showed significant results, then Duncan Multiple Range Test (DMRT) was conducted at 5% level to determine the highest treatment.The results showed that there was no significant effect of the combination of organic nutrients in leri water and NPK Mutiara on all observation parameters. However, there was treatment G (Nutrient of Water Leri10 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl) which gave the highest results for each parameter of observation. The results showed that there was no significant effect of the combination of organic nutrients in leri water and pearl Npk on all observed parameters. However, there was treatment G (Leri Water Nutrient 10 ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl) which gave the highest yield for each parameter of observation. Treatment G (Nutrition of water leri 10ml/lt + 300 kg/ha NPK Pearl) gave the highest average yield on plant height (13.36 cm), average number of leaves (7.37 pieces), average stem diameter ( 4.06 mm), average leaf area (84.83), average root length (9.71 cm), average plant fresh weight (37.78 g) and average fresh weight per plot ( 9.71 g).
Uji Efektivitas Pupuk Organik Granul Dan Pupuk Hayati Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) Rika Yayu Agustini; Winda Riyanti
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3544

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pengembalian pupuk organik pada lahan pertanian sulit dilakukan petani karena digunakan dalam jumlah yang besar sehingga saat ini diperlukan bentuk lain dari pupuk organik dengan bentuk granul dan cair (hayati) agar mendukung program pertanian berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis pupuk organik granul dan pupuk hayati yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman caisim yang optimal. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UNSIKA pada bulan September sampai Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik granul dan faktor kedua adalah dosis pupuk hayati dengan dua taraf. Pada percobaan diberikan ulangan sebanyak tiga kali (3 x 3 x 3 = 27 perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 50% dan 100% pupuk organik granul dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea) serta dapat meningkatkan kadar nilai pH tanah.Kata Kunci : Pupuk Organik, Pupuk Organik Granul, Pupuk Hayati, Caisim
Efektivitas Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kalium dan Penjarangan Buah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel di Dataran Rendah Karawang Fawzy Muhammad Bayfurqon; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Miftakhul Bakhrir Rozak Khamid; Rika Yayu Agustini
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3547

Abstract

Pengembangan tanaman hortikultura di dataran rendah merupakan peluang yang prospektif sebagai upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan. Karawang yang secara letak geografis berada di dataran rendah memiliki beberapa potensi produk hortikultura yang unggul salah satunya adalah tanaman timun apel. Pengembangan teknik budidaya pada tanaman timun apel masih terbatas, banyak hal yang dapat dikaji untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman timun apel. Pemberian pupuk kalium yang tepat dan penjarangan buah yang baik diduga dapat meningkatkan produksi dan kualitas mutu buah timun apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemupukan kalium yang optimal serta teknik penjarangan buah yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman timun apel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan lingkungannya. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 2 faktor yaitu penjarangan buah sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu (P0) tanpa penjarangan buah, (P1) tersisa 1 buah per tanaman, (P2) tersisa 3 buah per tanaman, dan (P3) tersisa 5 buah per tanaman. Serta dosis pupuk kalium (K) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu (D1) 175 kg/ha KCl, (D2) 225 kg/ha KCl, dan (D3) 275 kg/ha KCl. Penelitian ini telah dilaksanakan selama selama 4 bulan mulai bulan Mei 2019 – Agustus 2019 di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang dengan ketinggian tempat 18,2 mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan penjarangan buah dan dosis pupuk kalium hanya pada parameter bobot buah per plot.Kata kunci: Penjarangan Buah, Kalium, Timun Apel
Uji Efektivitas Sistem Aerasi dan Dosis Vermikompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Kailan (Brassica oleracea L var. acephala) Varietas New Veg-Gin pada Hidroponik Sistem Wick. Agung Dwi Julianto; Rommy Andhika Laksono; Rika Yayu Agustini
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v6i1.4625

Abstract

This research aims to determine the effect of the interaction between aeration and vermicompost on the growth and yield of baby kailan (Brassica oleracea L var. aceplaha) New Veg-Gin varieties on hydroponics of wick system. Experiment was carried in Kepuh, Karangpawitan Village, Karawang, West Java, from July to September 2020. The research method used is an experimental method using a factorial randomized block design. There are two factors of 10 treatments. First factor is aeration which of 2 levels, A0 (non aerated) and A1 (aerated). The second factor was dose of vermicompost nutrition which consisted 5 levels, P0 (AB mix), P1 (10ml), P2 (20ml), P3 (30ml), and P4 (40ml). Each treatment repeated 3 times so there were 30 units. Effect of treatment in analysis of variety and if F test at 5% level significant, then continued DMRT test at 5% level. The results of the experiment showed that there was no interaction between the provision of aeration system treatment level and vermicompost dosing on the growth and yield of baby kailan plants. A0 gave the highest yield on plant fresh weight 10.61 g. P1 gave the highest yield of 9.88 g plant fresh weight, which was not significantly different from other vermicompost doses.
Keragaan Karakter Morfologi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Katumi dan Violetta 3 Agrihorti di Lembang Mega Nikirahayu; Muhammad Syafi’i; Rika Yayu Agustini; Prasodjo Soedomo
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v6i2.5239

Abstract

Shallot are one of the popular horticultural commodities that have high economic value in Indonesia. The purpose of this research is to know which variety of shallot that yield the best morphological characters performance in Lembang. This research was conducted at Vegetable Crops Research Institute Lembang, from September to December 2020. The research method used an experimental method single-factor experiment Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 2 treatments that were repeated 16 times so there are 32 experimental units in total, to find out the best treatment was conducted with Fisher’s Least Significant Difference Test (Fisher’s LSD). The result of research showed that shallot varieties have a significant effect on number of leaves, leaves color, tubers color, tubers shape, dry weight of plants per plot and dry weight of tubers per plot parameter. Treatment of Katumi shallot variety gave the highest yield on parameter tuber diameter (1,88 cm), tuber length (2,42 cm), wet weight of sample plants (63,69 gram), wet weight of plants per plot (704,03 gram), dry weight of sample plants (43,87 gram), dry weight of plants per plot (458,60 gram), dry weight of tuber per sample (40,64 gram) and dry weight of tuber per plot (422,48 gram) meanwhile Violetta 3 Agrihorti shallot variety gave the highest yield on parameter plant height (48,22 cm), number of leaves (42,93 blade), number of tillers (11,40 tillers) and number of tubers (12,60 tubers).
SOSIALISASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY Rika Yayu Agustini; Winda Rianti; I Putu Eka Wijaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12705

Abstract

Abstrak: Sampah organik terus mengalami peningkatan dan menyebabkan permasalahan yang serius. Sampah organik yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah seperti kesehatan, pencemaran badan air, pencemaran udara serta lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyakarat serta mengurangi penimbunan sampah organik di Desa Malangsari dengan memanfaatkan Maggot Black Soldier Fly. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada mitra yang terdiri dari masyarakat Desa Malangsari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang sebanyak 24 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan cara mitra mengisi formulir Pre-Test dan Post-Test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 75% dalam memanfaatkan timbunan sampah organik, baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah pertanian lainnya. Selain itu, dengan adanya sosialisasi ini juga dapat meningkatkan minat masyarakat dalam membudidayakan Maggot BSF sehingga terjadi juga peningkatan sosial ekonomi masyarakat dengan penjualan produk maggot kering untuk pakan ternak unggas dan pupuk organik sebagai media tanam organik. Abstract: Organic waste continues to increase and causes serious problems. Organic waste that is not handled properly will cause various problems such as health, pollution of water bodies, air pollution and the environment. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community and reduce the accumulation of organic waste in Malangsari Village by utilizing the Maggot Black Soldier Fly. The method used is outreach to partners consisting of 24 people from Malangsari Village, Pedes District, Karawang Regency. Evaluation is carried out by partners filling out the Pre-Test and Post-Test forms. The results of the service show that there is an increase in public knowledge of 75% in utilizing organic waste piles, both from household waste and other agricultural waste. In addition, this socialization can also increase public interest in cultivating BSF Maggot so that there is also an increase in the socio-economic community by selling dried maggot products for poultry feed and organic fertilizer as an organic planting medium. 
KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH TEMPE DAN NPK MAJEMUK TERHADAP TANAMAN BAYAM BATIK (ALTERNANTHERA AMOENA VOSS VAR. BA 132) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Nuzula Nur Azizah; Rommy Andhika Laksono; Rika Yayu Agustini
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8837

Abstract

Tanaman bayam batik merupakan tanaman sayuran yang baik untuk mempertahankan antibodi manusia di tengah kondisi kesehatan di Indonesia saat ini.  Perkembangan pupuk kimia tidak lepas pada aktivitas budidaya tanaman terutama tanaman sayuran.  Limbah industri tempe juga mengalami peningkatan dan penyebab area perairan semakin buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh dan dosis terbaik pemberian pupuk organik cair berbahan dasar limbah cair tempe terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam batik (Alternanthera amoena Voss. var. BA 132) dengan penggunaan hidroponik sistem Wick. Penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember tahun 2021 di lahan percobaan screenhouse di Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal.  Faktor yang diuji adalah larutan fermentasi limbah cair tempe (N) dengan 7 taraf diulang sebanyak 4 kali. Taraf yang digunakan yaitu N0 (ABmix), N1 (10ml limbah tempe), N2 (20ml limbah tempe), N3 (30ml limbah tempe), N4 (10ml limbah tempe + NPK majemuk), N5 (20ml limbah tempe + NPK majemuk), dan N6 (30ml limbah tempe + NPK majemuk). Analisis data menggunakan uji F taraf 5% dan diuji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan N0 (pemberian ABmix 10 ml)memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, dan hasil bobot per tanaman pada tanaman bayam batik umur 7, 14, 21, 28, dan 30 HST.
Pemanfatan Limbah Organik Sebagai Bahan Pembuatan Kompos di Gapoktan Citra Sembada Rika Yayu Agustini; Winda Rianti; Devie Rienzani Supriadi; Muharam Muharam
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i2.1872

Abstract

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri, pertanian maupun rumah tangga. Akan tetapi, diperlukan teknik yang tepat dalam melakukan pengomposan sehingga didapatkan kompos dengan kualitas yang baik. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk menambah wawasan dan memperkuat pemahaman Gapoktan Citrasembada dalam memanfaatkan limbah organik sebagai bahan pembuatan kompos. Metode yang diguanakan adalah metode penyuluhan kepada perwakilan anggota dari Gapoktan Citra Sembada Desa Lemahmulya Kabupaten Karawang sebanyak 30 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan cara peserta mengisi Pre-Test dan Post-Test, serta melalui kegiatan diskusi dengen peserta penyuluhan. Hasil penyuluhan dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengelolaan limbah organik dapat mengurangi pencemaran lingkungan, akan tetapi perlunya kerjasama yang baik antar masyarakat agar dapat mengelola hasil limbah rumah tangga atau limbah budidaya pertanian yang optimal, sehingga limbah dapat dipilah berdasarkan jenisnya dan lebih mudah dalam pengelolaannya. Hasil pengabdian juga menunjukkan bahwa dalam 30 orang peserta adanya peningkatan pengetahuan sebesar 62% dalam pemanfaatan limbah organik di desa Lemahmulya Kabupaten Karawang. Selain itu, hasil diskusi bersama dengan peserta juga menunjukkan bahwa pembuatan kompos yang berasal dari limbah berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.Kata kunci: Gapoktan Citra Sembada, Limbah, Kompos
EFEK PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK BERBASIS LIMBAH SLUDGE KERTAS DIPERKAYA AZOTOBACTER DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glicyne max L.) VARIETAS NUANSA SANGGABUANA Jay Maulana Bangun; Rika Yayu Agustini; Muharam Muharam
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v8i2.4167

Abstract

Limbah sludge kertas merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari pengolahan pabrik kertas. Limbah sludge kertas dapat dimanfaatkan menjadi salah satu bahan pembuatan pupuk organik yang menjadi sumber nutrisi untuk tanaman kedelai (Glycine max L, var. Nuansa Sanggabuana). Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis pupuk organik limbah sludge yang tepat untuk melihat respon pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman kedelai (Glycine max L, var. Nuansa Sanggabuana). Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, pada bulan maret 2023 sampai bulan mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan yaitu J(Kontrol NPK 150 kg/ha), K(sludge 10 ton/ha + NPK 100 kg/ha), L(sludge 15 ton/ha + NPK 100 kg/ha), M(sludge 20 ton/ha + NPK 100 kg/ha), N(sludge 10 ton/ha + NPK 150 kg/ha), O(sludge 15 ton/ha + NPK 150 kg/ha), P(sludge 20 ton/ha + NPK 150 kg/ha) sehingga terdapat 21 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik limbah sludge kertas perlakuan P(sludge 20 ton/ha + NPK 150 kg/ha) memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah polong, jumlah biji, bobot biji.