Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI KEBUDAYAAN DAERAH Saroni, Saroni
Jurnal Ilmiah Kedirgantaraan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kedirgantaraan
Publisher : STP AVIASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of technology and culture in the modern era, causes the changes of values in the nation, one is the traditional culture. One of the issue according to this fenomena is the degradation of understanding new gereration to the traditional art which is already estaveted by senior generation in Indonesia.Most of the young generation prefer to influenced by other culture and civilization which are more trending and universal according to them.Globalization influences indirectly to the development of Indonesian culture, both negative and positive influence..One of the positive influence is that the young generations now are literate in foreign language, science and technology also in study and communications. That is why they have the opportunity to gain succesful in their life.The competitions in globalization era make every specialis should literate in computer and automation application to gain the succesful in their field.
MALING (DRAMA TARLING) PADA SISWA-SISWA SMA SE-KABUPATEN INDRAMAYU Saroni, Saroni; Triana Winata, Nana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v5i2.94

Abstract

ABSTRAK Seni pertunjukan tarling di Indramayu merupakan pertunjukan teater tradisional. Kondisi ideal yang diharapkan adalah seni pertunjukan tarling sebagai identitas daerah Indramayu tetap lestari, tetapi ternyata semakin pudar dan tak bertenaga. Dengan demikian, perlu adanya revitalisasi budaya lokal melalui pemberdayaan generasi muda. Upaya revitalisasi seni pertunjukan tarling merupakan upaya pemertahanan eksistensi kesenian tradisional tarling kepada generasi muda. Revitalisasi perlu segera dilakukan karena seni pertunjukan tarling telah hampir punah karena tidak menjadi sebuah industri yang berasal dari kreativitas senimannya. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, peneliti merancang penelitian sebagai berikut: 1) menyebarkan angket pada siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu terkait dengan minat drama, 2) melakukan pelatihan MALING (Drama Tarling) bagi siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu, 2) untuk menunjang pelatihan MALING (Drama Tarling) maka, peneliti melakukan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memanfaatkan alat-alat gamelan tarling sebagai penunjang dalam melakukan penelitian, 4) untuk membantu program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu yaitu mengadakan malam pementasan drama di taman kota Indramayu, maka tim merancang sebuah pementasan per kelompok untuk dapat dipentaskan setiap minggunya, 5) menyebarkan angket pada siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu yang mengikuti pelatihan MALING (Drama Tarling) untuk mengetahui perkembangan minat drama. Hasil penelitian melalui angket awal yang disebar menunjukan bahwa aspek pengetahuan dengan nilai 331 kategori baik, aspek minat dengan nilai 297 kategori baik, aspek apresiasi dengan nilai 307 kategori baik, aspek sikap dengan nilai 291 kategori baik, dan yang terakhir aspek harapan dengan nilai 286 kategori baik. Jika dibandingkan antara angket awal dan akhir, adanya peningkatan minat dan keterampilan siswa dalam bermain drama. Pada aspek pengetahuan dengan nilai 425 kategori sangat baik, aspek minat dengan nilai 407 kategori sangat baik, aspek apresiasi dengan nilai 419 kategori sangat baik, aspek sikap dengan nilai 412 kategori sangat baik, dan yang terakhir aspek harapan dengan nilai 434 kategori sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan MALING dapat membantu dalam meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam bermain drama. Oleh karena itu pelatihan MALING (Drama Tarling) perlu direkomendasikan dan diharapkan tetap berlanjut untuk kelestarian seni budaya Indramayu. Kegiatan ini sangat efektif dalam menumbuhkan minat siswa-siswa/generasi baru dan eksistensi kesenian tradisional tarling kepada generasi muda dalam bermain drama tarling. Kata Kunci : Drama, Tarling, Siswa SMA, Indramayu.
Transformasi Kehebatan Tokoh Salya dalam Teks Cerita Pewayangan di Internet Saroni, Saroni; Supriyanto, Teguh; Doyin, M
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i1.45399

Abstract

Tokoh Salya dalam wiracarita Mahabharata (MBh) merupakan salah seorang tokoh yang mengalami transformasi di dalam teks cerita pewayangan. Salah satu aspek yang mengalami perubahan adalah kehebatannya di dalam peperangan. Penelitian ini mengungkap transformasi kehebatan tokoh Salya ke dalam teks cerita pewayangan yang dipublikasikan di situs-situs internet. Hasil penelitian menunjukkan (1) gambaran kehebatan Salya dalam peperangan dalam teks transformasi merupakan penerusan konvensi dari teks MBh, akan tetapi detail dan motifnya merupakan penyimpangan; (2) senjata yang dikuasai Salya di dalam teks transformasi merupakan penyimpangan dari teks MBh, akan tetapi merupakan penerusan konvensi dari teks kakawin; dan (3) kehebatan Salya sebagai kusir kereta (sarathy) dalam teks tranformasi merupakan penerusan konvensi dari teks MBh, tetapi motif pemanfaatan kemampuannya merupakan penyimpangan. Kata kunci: Transformasi, Salya, Mahabharata, cerita pewayangan Abstract One of Salya’s tranformation from the Mahabharata (MBh) to the wayang texts is his power. This research is held to reveal such transformations as published in the websites as wayang stories. The result show that (1) Salya’s power in the warfare described in the transformastion texts is a conventional continuation from the MBh text, but its detail and motif show some deviations; (2) weapons belongs to Salya in the transformation texts is a deviation from MBh text, but a continuation from kakawin text; and (3) Salya as powerful sarathy in the transformation texts is a conventional continuation from the MBh text, but the motif of its usage show a deviation. Keywords: Transformation, Salya, Mahabharata, pewayangan stories.
Transformasi Kehebatan Tokoh Salya dalam Teks Cerita Pewayangan di Internet Saroni, Saroni; Supriyanto, Teguh; Doyin, M
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i1.45399

Abstract

Tokoh Salya dalam wiracarita Mahabharata (MBh) merupakan salah seorang tokoh yang mengalami transformasi di dalam teks cerita pewayangan. Salah satu aspek yang mengalami perubahan adalah kehebatannya di dalam peperangan. Penelitian ini mengungkap transformasi kehebatan tokoh Salya ke dalam teks cerita pewayangan yang dipublikasikan di situs-situs internet. Hasil penelitian menunjukkan (1) gambaran kehebatan Salya dalam peperangan dalam teks transformasi merupakan penerusan konvensi dari teks MBh, akan tetapi detail dan motifnya merupakan penyimpangan; (2) senjata yang dikuasai Salya di dalam teks transformasi merupakan penyimpangan dari teks MBh, akan tetapi merupakan penerusan konvensi dari teks kakawin; dan (3) kehebatan Salya sebagai kusir kereta (sarathy) dalam teks tranformasi merupakan penerusan konvensi dari teks MBh, tetapi motif pemanfaatan kemampuannya merupakan penyimpangan. Kata kunci: Transformasi, Salya, Mahabharata, cerita pewayangan Abstract One of Salya’s tranformation from the Mahabharata (MBh) to the wayang texts is his power. This research is held to reveal such transformations as published in the websites as wayang stories. The result show that (1) Salya’s power in the warfare described in the transformastion texts is a conventional continuation from the MBh text, but its detail and motif show some deviations; (2) weapons belongs to Salya in the transformation texts is a deviation from MBh text, but a continuation from kakawin text; and (3) Salya as powerful sarathy in the transformation texts is a conventional continuation from the MBh text, but the motif of its usage show a deviation. Keywords: Transformation, Salya, Mahabharata, pewayangan stories.
Workshop Asesmen dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Juidah, Imas; Saroni, Saroni
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/s.v4i1.21246

Abstract

Differentiated learning is an approach that allows teachers to adapt learning to students' needs, interests and level of readiness. This workshop aims to increase teachers' understanding regarding assessment in differentiated learning in the Independent Curriculum. The method used in this workshop is interactive training involving group discussions, material presentations, and assessment simulations. Data was collected through participant observation, participant satisfaction questionnaires, and in-depth interviews with several teachers. Data analysis was carried out descriptively by examining the effectiveness of the workshop based on participant involvement and their understanding of the material. The results of the workshop showed that 90% of participants were actively involved in the activities and 94% stated that the workshop was very relevant to their needs. These findings indicate that differentiated assessment workshops can increase teacher competence in implementing assessments that are flexible and appropriate to the needs of students in the classroom.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA WAYANG SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM MENULIS TEKS HIKAYAT SISWA KELAS X SMKN 1 SINDANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Silpiah, Silpiah; Herlina, Eli; Saroni, Saroni
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i1.1232

Abstract

ABSTRAK Hikayat adalahkarya sastra lama berbentuk prosa dari Melayu yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah. Isi cerita hikayat biasanya bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan dari sifat-sifat tersebut. Salah satu karakteristik dari teks hikayat yaitu menggunakan kata arkais (kata-kata kuno), sehingga membedakan teks hikayat dengan teks lainnya. Wayang, sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, memiliki potensi besar dalam meningkatkan kreativitas dan ketertarikan siswa dalam menulis teks naratif seperti hikayat. Kegiatan pembelajaran hendaknya didukung dengan media pembelajaran yang menarik agar mempermudah siswa untuk memahami materi yang disampaikan dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pada penelitian ini menggunakan media wayang sebagai media pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi penggunaan media wayang sebagai bahan ajar dalam pengajaran menulis teks hikayat di tingkat pendidikan menengah. Metode penelitian ini menggunakan pra-eksperimen yang terdapat pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media wayang sebagai bahan ajar dapat meningkatkan kemampuan menulis teks hikayat siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih terlibat dan termotivasi dalam proses pembelajaran, terlihat dari peningkatan kualitas teks hikayat yang dihasilkan, baik dari segi struktur, alur cerita, maupun penggunaan bahasa. Kata kunci: media wayang, bahan ajar, menulis teks hikayat, kreativitas, pendidikan menengah ABSTRACT Hikayat is an old literary work in the form of prose from Malay that contains stories, laws, and genealogy. The content of the saga story is usually fictional, religious, historical, biographical, or a combination of these characteristics. One of the characteristics of the saga text is the use of the word archais (ancient words), so as to distinguish the saga text from other texts. Wayang, as one of Indonesia's cultural heritage, has great potential in increasing students' creativity and interest in writing narrative texts such as tales. Learning activities should be supported with interesting learning media to make it easier for students to understand the material presented and can create a fun learning atmosphere. In this study, puppet media is used as the learning medium. This study aims to explore the implementation of the use of puppet media as a teaching material in teaching the writing of fairy tale texts at the secondary education level. This research method uses pre-experiments with pre-tests and post-test. The results of the study show that the use of puppet media as a teaching material can significantly improve students' ability to write fairy tale texts. Students become more involved and motivated in the learning process, as can be seen from the improvement in the quality of the resulting fairy tale texts, both in terms of structure, storyline, and language use. Keywords: puppet media, teaching materials, writing fairy tale texts, creativity, secondary education
Sistem Prediksi Penjualan Barang Furniture dengan Metode Trend Linier (Studi Kasus : CV. Independent Furniture) Saroni, Saroni; Sokibi, Petrus; Putri, Tiara Eka
Jurnal Teknik Informatika UMUS Vol 4 No 01 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/intech.v3i02.582

Abstract

CV. Independent Furniture merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan Furniture. Permasalahan yang ada di CV. Independent Furniture yaitu pengolahan data penjualan barang Furniture masih menggunakan sistem yang manual yaitu masih menggunakan nota dan pembukuan sebagai tempat menyimpan data-data penjualan barang Furniture. Sehingga penulis membuat sistem usulan yang berjudul “Sistem Prediksi Penjualan Barang Furniture Dengan Metode Trend Linier (Studi Kasus : CV. Independent Furnitre). Sistem Prediksi Penjualan Barang Furniture di CV. Independent Funiture yang bertujuan untuk membantu dalam mempercepat mencari data penjualan barang Furniture dan membantu dalam menentukan prediksi penjualan barang Furniture pada periode tertentu berdasarkan tahun. Penelitian ini membahas tentang prediksi penjualan barang Furniture dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language) sebagai tools dalam analisis dan perancangan, serta bahasa pemrograman PHP Hypertext Preproccessor dengan framework CodeIgniter, dan MySQL sebagai media penyimpanan datanya. Perhitungan prediksi dilakukan dengan menggunakan metode trend linier yaitu menggunakan data penjualan sebelumnya berdasarkan tahun. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan prediksi penjualan barang berdasarkan data 3 tahun terakhir.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak dan Kreativitas Berbasis Budaya Melalui Kaos Jumputan di Madinatul Yatim Siti Aminah Indramayu Saputra, Adian; Fadila, Adenia; Zeini, Ahmad; Khotimah, Aisah Nurul; Safitri, Annisa Nur; Arezky, Baldi; Melan, Dwi Tia Nurul; Fansyuri, Feby Hamzah; Alfina, Fuji; Saroni, Saroni; Herlina, Eli
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.636

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak panti asuhan sering mengalami keterbatasan dalam akses media pembelajaran dan ruang ekspresi yang berdampak pada rendahnya kemampuan literasi dan kreativitas mereka. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan dan seni mampu meningkatkan kemampuan tersebut secara efektif. Tujuan: Mengetahui efektivitas kegiatan pengabdian masyarakat berbasis budaya lokal dalam meningkatkan literasi dan kreativitas anak-anak panti asuhan Madinatul Yatim Siti Aminah, Indramayu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kualitatif partisipatif. Subjek terdiri atas 20 anak berusia 7–15 tahun dan 8 mahasiswa PPG Universitas Wiralodra. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi selama empat minggu pelaksanaan program. Hasil: Kegiatan literasi interaktif menggunakan media seperti kartu UNO modifikasi dan ular tangga edukatif berhasil meningkatkan minat baca dan pemahaman anak-anak SD. Sementara itu, pelatihan seni kaos jumputan pada anak-anak SMP menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, dan kemampuan presentasi. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan kreativitas anak-anak panti asuhan serta memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERPEN LELAKI YANG TUBUHNYA HABIS DIMAKAN IKAN-IKAN KECIL KARYA MASHDAR ZAINAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP Ubaedulah, Sigt Fajar; Herlina, Eli; Saroni, Saroni; Susanti, Eka
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v10i2.1311

Abstract

Karya sastra berperan penting dalam membentuk karakter siswa sejak usia dini, khususnya melalui penyampaian nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Cerpen Lelaki yang Tubuhnya Habis Dimakan Ikan-ikan Kecil karya Mashdar Zainal merefleksikan nilai-nilai pendidikan karakter yang relevan untuk siswa sekolah menengah pertama. Cerita ini mengangkat kehidupan masyarakat pesisir serta perjuangan seorang anak yang menggantikan peran ayahnya dengan penuh tanggung jawab dan pengorbanan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerpen tersebut dan menganalisis relevansinya sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMP. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini memuat berbagai nilai karakter, seperti religiusitas, mandiri, gotong royong ,cinta tanah air, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta lingkungan, rasa ingin tahu dan peduli sosial. Dengan narasi yang menyentuh dan muatan lokal yang kuat, cerpen ini layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.
MALING (DRAMA TARLING) PADA SISWA-SISWA SMA SE-KABUPATEN INDRAMAYU Saroni, Saroni; Triana Winata, Nana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v5i2.94

Abstract

ABSTRAK Seni pertunjukan tarling di Indramayu merupakan pertunjukan teater tradisional. Kondisi ideal yang diharapkan adalah seni pertunjukan tarling sebagai identitas daerah Indramayu tetap lestari, tetapi ternyata semakin pudar dan tak bertenaga. Dengan demikian, perlu adanya revitalisasi budaya lokal melalui pemberdayaan generasi muda. Upaya revitalisasi seni pertunjukan tarling merupakan upaya pemertahanan eksistensi kesenian tradisional tarling kepada generasi muda. Revitalisasi perlu segera dilakukan karena seni pertunjukan tarling telah hampir punah karena tidak menjadi sebuah industri yang berasal dari kreativitas senimannya. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, peneliti merancang penelitian sebagai berikut: 1) menyebarkan angket pada siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu terkait dengan minat drama, 2) melakukan pelatihan MALING (Drama Tarling) bagi siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu, 2) untuk menunjang pelatihan MALING (Drama Tarling) maka, peneliti melakukan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memanfaatkan alat-alat gamelan tarling sebagai penunjang dalam melakukan penelitian, 4) untuk membantu program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu yaitu mengadakan malam pementasan drama di taman kota Indramayu, maka tim merancang sebuah pementasan per kelompok untuk dapat dipentaskan setiap minggunya, 5) menyebarkan angket pada siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu yang mengikuti pelatihan MALING (Drama Tarling) untuk mengetahui perkembangan minat drama. Hasil penelitian melalui angket awal yang disebar menunjukan bahwa aspek pengetahuan dengan nilai 331 kategori baik, aspek minat dengan nilai 297 kategori baik, aspek apresiasi dengan nilai 307 kategori baik, aspek sikap dengan nilai 291 kategori baik, dan yang terakhir aspek harapan dengan nilai 286 kategori baik. Jika dibandingkan antara angket awal dan akhir, adanya peningkatan minat dan keterampilan siswa dalam bermain drama. Pada aspek pengetahuan dengan nilai 425 kategori sangat baik, aspek minat dengan nilai 407 kategori sangat baik, aspek apresiasi dengan nilai 419 kategori sangat baik, aspek sikap dengan nilai 412 kategori sangat baik, dan yang terakhir aspek harapan dengan nilai 434 kategori sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan MALING dapat membantu dalam meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam bermain drama. Oleh karena itu pelatihan MALING (Drama Tarling) perlu direkomendasikan dan diharapkan tetap berlanjut untuk kelestarian seni budaya Indramayu. Kegiatan ini sangat efektif dalam menumbuhkan minat siswa-siswa/generasi baru dan eksistensi kesenian tradisional tarling kepada generasi muda dalam bermain drama tarling. Kata Kunci : Drama, Tarling, Siswa SMA, Indramayu.