Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI

Penyiraman Otomatis dengan NodeMcu Berbasis Iot Untuk Tanaman Cabai Syahri, Alfie; Ulansari, Ramadhani
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v9i1.3173

Abstract

Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana pemanfaatannya. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa untuk makanan .  khusus nya di Indonesia cabai ini sangat digemari oleh khalayak ramai, dan cabai juga sangat cocok untuk di tanam di Indonesia, oleh sebab itu dalam proses penanaman cabai dibutuhkan pengaturan air yang tepat agar tanaman yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus. Maka Dalam hal ini dibuat yang alat  irigasi otomatis yang bisa dikontrol dari jarak jauh serta memonitoing keadaan sekitar melalui sensor-sensor yang dipakai. Jika tanaman cabai mengalami kekeringan  maka sensor akan mendeteksi kelembapan tanah yang berkurang, maka dari itu sensor akan mengirim data ke NodeMCU dan diproses data nya untuk mengaktifkan relay agar pompa menyala dan mengairi sesuai kebutuhan dan batas yang sudah ditentukan kelembapan nya. Tujuan pembuatan penyiraman tanaman otomatis ini yaitu untuk memudahkan pengguna dalam melakukan monitoring serta mengurangi kegagalan dalam penanaman cabai. Alat ini berisikan informasi suhu tanah, suhu ruangan, kelembapan tanah, kelembapan ruangan, serta alat ini juga bisa dikontrol melalui dua mode untuk melakukan penyirmanan nya, yaitu mode manual dan otomatis. Alat ini juga bisa kontrol melalui aplikasi Blynk di smartphone android atau ios. Kata Kunci: Blynk, DHT11,  NodeMCU,  Soil Moisture, Tanaman Cabai 
Prototype Helm Monitoring Udara Pada Industri Berbasis Internet Of Things Syahri, Alfie; Ulansari, Ramadhani
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v7i2.1903

Abstract

Udara merupakan bagian terpenting bagi semua makhluk hidup. Pada udara terdapat beberapa gas yang membuat makhluk hidup bertahan hidup, maka dari itu kualitas udara sangat berpengaruh bagi makhluk hidup di muka bumi ini. Seiring perkembangan zaman, kualitas udara yang baik kini kian sulit untuk ditemukan terutama pada wilayah perkotaan apalagi yang memiliki kawasan industri. Oleh karena itu, diperlukan informasi tentang kualitas udara agar pekerja industri dapat mengetahui kualitas udara yang mereka hirup. Pada penelitian ini akan di monitoring udara yang ada dalam suatu industri. Zat pencemar udara yang dipantau yaitu gas LPG, gas CO dan asap menggunakan ESP8266 NodeMCU, buzzer dan ThingSpeak yang nanti hasilnya akan diperlihatkan di website.Kata Kunci: Gas, Helm, IoT, NodeMCU, Sensor, ThingSpeak
Sistem Penyiraman Tanaman Berbasis Mikrokontroler dan Telegram Ulansari, Ramadhani; Suwarni, Suwarni; Yasmiati, Yasmiati
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v8i2.2771

Abstract

Abstrak- Selama ini, penyiraman tanaman masih dilakukan secara manual. Akan tetapi, terkadang manusia tidak punya cukup waktu untuk menyiram tanaman serta tidak mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan oleh tanaman. Oleh karena itu, dibuatlah rancang bangun sistem kontrol penyiraman tanaman berbasis NodeMcu ESP8266 menggunakan Telegram untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam hal menyiram tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan merancang bangun suatu Alat yang dapat mengontrol kelembaban tanah dengan menggunakan sensor kelembaban tanah yang dikendalikan melalui NodeMCU ESP8266 dan diinstruksikan oleh Perangkat Smartphone melalui Aplikasi Telegram untuk menampilkan nilai kelembaban tanah. Smartphone akan menerima pesan dari nilai kelembaban tanah jika kondisi kelembaban tanah baik maka LED hijau akan menyala, dan jika kondisi kelembaban tanah tidak baik maka LED merah dan Bel akan menyala. Sebuah sistem kontrol penyiraman tanaman yang telah dibuat dapat mengontrol dan memonitor alat penyiraman tanaman yang dikontrol dengan perintah cek, on dan off untuk mengontrol kondisi relay baik untuk menyalakan atau mematikan pompa air berdasarkan perintah dari ponsel.Kata Kunci : Kelembaban, NodeMcu ESP8266, Pompa Air, Sistem Kontrol, Telegram 
Prototype Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Dan Api Dengan Menggunakan Sensor MQ2 Dan Sensor Api Berbasis Internet Of Things Syahri, Alfie; Ulansari, Ramadhani
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v8i1.2290

Abstract

Kebocoran tabung LPG menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran di kalangan masyarakat. Untuk mencegah terjadinya kebakaran tersebut maka dibuat perangkat pendeteksi kebocoran gas dan api menggunakan sensor MQ2 dan agar kebakaran dapat dicegah. Alat pendeteksi menggunakan sensor MQ2 berbasis mikrokontroler ESP8266 Nodemcu BaseBoard Expansion Board merupakan suatu alat yang dibuat sebagai sensor deteksi Alkohol, H2. LPG, CH4, CO, Asap dan Propane. Perangkat menghasilkan data yang terdeteksi oleh sensor yang ditampilkan di LCD dan sensor Sensor Api menggunakan papan Arduino Uno, Mikrokontroler ESP8266 Nodemcu BaseBoard Expansion Board sebagai otaknya, sensor MQ2 sebagai input data, buzzer, kipas DC dan LCD. Teknik pengumpulan data dalam pembuatan pendeteksi kebocoran gas dan api dengan mengunakan,sensor Sensor Api untuk mendeteksi lebih efektif apabila ada api pada ruangan tersebut dan sensor MQ2 ini dapat dari datasheet, jurnal, buku dan artikel dan beberapa situs internet yang mendukung pembuatan perangkat ini. Dalam pembuatan perangkat atau alat pendeteksi kebocoran gas ini juga dibagi menjadi dua bagian yaitu pertama membuat perangkat keras (hardware), selanjutnya perangkat lunak (software). Hasil dari pendeteksi alat ini adalah pengguna dapat mengetahui kadar LPG akibat bocornya tabung LPG. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengguna lebih aman karena ketika ada kebocoran gas maka alat akan mendeteksi gas LPG, kemudian pesan akan ditampilkan ke layar LCD atau Handphone, buzzer dan kipas secara otomatis juga hidup.Kata kunci : Sensor MQ2, Arduino, Sensor Api, Mikrokontroler, LPG  
PERANCANGAN SISTEM CERDAS MONITORING DAN PERAWATAN TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU DALAM TERRARIUM DENGAN SENSOR DHT11, SENSOR KELEMBAPAN TANAH, DAN RTC DS3231 Syahri, Alfie; Sirait, Pangiutan; Ulansari, Ramadhani
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i1.6397

Abstract

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang keberadaannya sangat mudah ditemukan, bahkan di ruang atau tempat kecil sekalipun. Jenis tanaman tertentu seperti lumut dan pakis memiliki kebutuhan lingkungan yang khas, terutama dalam hal kelembapan dan pencahayaan. Dalam penelitian ini, masalah utama yang diangkat adalah bagaimana menciptakan sistem pemeliharaan otomatis yang mampu menjaga kondisi lingkungan mikro dalam terrarium terbuka untuk mendukung pertumbuhan lumut dan pakis secara optimal dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan sistem pemeliharaan tanaman berbasis mikrokontroler dengan mengintegrasikan beberapa sensor dan aktuator. Sistem ini terdiri dari sensor suhu dan kelembapan udara DHT11, sensor kelembapan tanah, serta pewaktu RTC DS3231 sebagai masukan, dan memiliki keluaran berupa humidifier untuk menjaga kelembapan udara serta lampu LED strip untuk pencahayaan buatan sesuai kebutuhan waktu. Metode penelitian yang digunakan meliputi perancangan rangkaian elektronik, penulisan program menggunakan Arduino IDE, serta pengumpulan dan analisis data dari hasil uji coba dalam beberapa skenario lingkungan berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi secara otomatis dan memberikan respon yang akurat terhadap perubahan kondisi lingkungan. Kesimpulannya, sistem ini terbukti mampu menjaga kondisi ideal bagi tanaman lumut dan pakis meskipun berada di dalam ruang terbatas. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi dalam pengembangan teknologi pemeliharaan tanaman berbasis otomatisasi dan sistem kendali berbasis sensor di masa depan. Kata Kunci: Pemeliharaan Tumbuhan, Sistem Pemeliharaan, Terrarium, Lumut, Paku
Perkembangan Bahasa Pemrograman Terkini: Kajian Literatur Sistematis terhadap Preferensi, Kinerja, dan Penggunaan di Dunia Industri dan Akademik Biantoro, Yudhi; Yasmiati, Yasmiati; Ulansari, Ramadhani; Jenih, Jenih; Styanto, F.A Ricky Bayu; Suharyanto, Suharyanto
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jti.v11i2.7466

Abstract

Dalam satu dekade terakhir, dunia pengembangan perangkat lunak mengalami perubahan signifikan dengan kemunculan bahasa pemrograman baru dan pergeseran preferensi pengembang. Studi ini menyajikan Systematic Literature Review(SLR) yang menganalisis tren penggunaan bahasa pemrograman dari 2010 hingga 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dan diteliti, mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan bahasa, serta membandingkan performa bahasa dalam berbagai domain. Literatur dianalisis menggunakan protokol PRISMA, menghasilkan 67 artikel dari 1.325 yang disaring. Hasil menunjukkan dominasi Python, JavaScript, dan Java, serta peningkatan penggunaan Rust, Kotlin, dan TypeScript. Faktor penentu meliputi kemudahan sintaksis, dukungan komunitas, dan kekayaan pustaka. Studi ini menguji dua hipotesis utama: (H1) bahasa modern lebih disukai karena sintaks yang ringkas dan aman, (H2) ekosistem dan komunitas lebih memengaruhi popularitas daripada performa mentah. Hasil menunjukkan kedua hipotesis didukung oleh data. Temuan ini memberikan panduan bagi pengembang, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam memilih bahasa sesuai kebutuhan teknis dan non-teknis.