Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PENGABDIAN SOSIAL

PENTINGNYA PEMAHAMAN TENTANG KEMANFAATAN DAN KEMUDARATAN MEDIA SOSIAL M Darusman, Yoyon; Bastianon, Bastianon; Susanto, Susanto; Setiawan, Tato; Benazir, Dyas Mulyani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 1 No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v1i1.9826

Abstract

ABSTRAK Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepad masyarakat Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal mengenai pemanfaatan media social serta mudarat aau dampak negative penggunaan media sosial. Adapun, pelaksanaan kegiatan terbagi dari beberapa kategorisasi seperti: 1. Tahap Pra Pelaksanaan: a. bahwa tim pengabdi men-survey lokasi ke Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal guna berdiskusi perihal jadwal, peserta dan tema. b. bahwa tim pengabdi, mempersiapakan peralatan dan perlengkapan seperti laptop, spidol, dan papan tulis/kertas besar, proyektor dan plakat penghargaan kepada tuan rumah serta konsumsi untuk seluruh peserta dan pihak terkait. c. bahwa tim menghitung dan merencanakan anggaran belanja termasuk modal awal, post biaya operasional dan biaya lain yang dianggap perlu. 2. Tahap Pelaksanaan: bahwa tim pengadbi akan menggunakan metode ceramah, metode tanya-jawab interaktif dan menggunakan metode role playing; 3. Tahap Paska Pelaksanaan: bahwa tim akan membuat laporan akhir kepada tiga pihak yakni: Desa Pedeslohor, tim pengabdi dan pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Hasil kegiatan ini masyarakat Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal lebih memahami mengenai manfaat dan mudarat dari pemakaian media sosial, sehingga mereka lebih bijak menggunakan media sosial. Kata Kunci: Media Sosial, Manfaat, dan Mudarat  ABSTRACT The purpose of this activity is to provide understanding to the people of Pedeslohor Village, Adiwerna District, Tegal Regency regarding the use of social media and the disadvantages or negative impacts of using social media. Meanwhile, the implementation of activities is divided into several categories such as: 1. Pre-Implementation Stage: a. that the service team surveyed the location in Pedeslohor Village, Adiwerna District, Tegal Regency in order to discuss schedules, participants and themes. b. that the service team prepares equipment and supplies such as laptops, markers and large whiteboards / paper, projectors and plaques of appreciation to the host and consumption for all participants and related parties. c. that the team calculates and plans the expenditure budget including initial capital, post operational costs and other costs deemed necessary. 2. Implementation Stage: that the pengadbi team will use the lecture method, the interactive question and answer method and use the role playing method; 3. Post Implementation Stage: that the team will make a final report to three parties, namely: Pedeslohor Village, community service team and the Institute for Research and Community Service. The results of this activity, the people of Pedeslohor Village, Adiwerna District, Tegal Regency better understand the benefits and disadvantages of using social media, so brands are wiser to use social media. Keywords: Social Media, Benefits, and Mudarat
ETIKA DAN KODE ETIK PESERTA DIDIK DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM JAME PEKOJAN JALAN PENGUKIRAN IV NO. 37A PEKOJAN, JAKARTA BARAT Nurhayati, Nurhayati; Ahmad, Pendi; Arifin, Zaki Zainal; Benazir, Dyas Mulyani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 1 No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v1i2.12979

Abstract

ABSTRACT In this era of globalization, students have experienced a moral crisis, including juvenile delinquency that is often encountered such as disrespecting teachers and parents, brawls, drunkenness, gambling, even killing. One of the reasons is the influence of outside culture and the lack of teaching ethics from an early age. Inculcating ethical values if taught from childhood, children will get used to good behavior and will give birth to a good generation according to the noble values of the nation and religion. Teachers sometimes forget to teach morals to students, in class only teach subject matter, meet absenteeism, especially during a pandemic like today, teachers and students only face to face via online, making teaching about morals even more distant, so that there are changes in the social world of education. The method of implementing Community Service activities is dialogue-participatory education by explaining the importance of studying ethics and complying with the code of ethics applied at the Jame Pekojan Islamic Education Foundation. In addition, this activity also involved the educator of the Islamic Education Foundation, Jame Pekojan, Jalan Pengukiran IV No. 37A Pekojan West Jakarta which has been teaching ethics to students. The results of this activity the students were explained about the ethics and code of ethics of students in Islamic education. Besides that, it also raises awareness of students to comply with the code of ethics applied at the Jame Pekojan Islamic Education Foundation, because ethical values should be the main goal in the education system in Indonesia. So that students become moral and ethical. Keywords: Ethics, Code of Ethics, and Students  ABSTRAK Di era globalisasi ini, kalangan pelajar telah mengalami krisis akhlak, diantaranya kenakalan remaja yang sering ditemui seperti tidak menghormati guru dan orang tua, tawuran, mabuk, berjudi, bahkan sampai membunuh. Salah satu penyebabnya adalah adanya pengaruh budaya luar dan kurangnya mengajarkan etika sejak dini. Penanaman nilai etika jika diajarkan sejak masa kanak-kanak, maka anak-anak akan terbiasa untuk bertingkah laku yang baik dan akan melahirkan generasi yang baik sesuai nilai luhur bangsa dan agama Para pengajar terkadang lupa mengajarkan moral kepada peserta didik, dikelas hanya mengajarkan materi pelajaran, memenuhi absen, apalagi pada saat pandemik seperti sekarang ini, pengajar dan peserta didik hanya tatap muka melalui online, membuat pengajaran mengenai moral semakin jauh, sehingga terjadilah perubahan dalam dunia sosial pendidikan. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat bersifat edukasi dialog-partisipatif dengan cara menerangkan mengenai pentingnya mempelajari etika dan mematuhi kode etik yang diterapkan di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pendidik Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan Jalan Pengukiran  IV  No.  37A Pekojan  Jakarta  Barat yang selama ini telah mengajarkan etika kepada peserta didik. Hasil kegiatan ini para peserta didik dijelaskan mengenai etika dan kode etik peserta didik dalam pendidikan Islam. Disamping itu juga menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk mematuhi kode etik yang diterapkan di Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan, karena nilai etika sudah seharusnya menjadi tujuan utama dalam sistem pendidikan di Indonesia. Agar peserta didik menjadi bermoral dan beretika.Kata Kunci: Etika, Kode Etik, dan Peserta Didik
Pelatihan Percakapan Sehari-Hari Bahasa Mandarin di SMK Letris Indonesia 1, Ciputat - Tangerang Selatan Nurhayati, Nurhayati; Benazir, Dyas Mulyani; Arifin, Zaki Zaenal
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v4i1.38299

Abstract

Bahasa China atau disebut juga bahasa Mandarin termasuk salah satu bahasa resmi yang digunakan dalam pertemuan anggota perserikatan bangsa-bangsa (PBB) sehingga menunjukkan posisi pentingnya di dunia internasional dan merupakan bahasa yang susah untuk dikuasai karena selain bentuk piktograf. Dalam perkembangannya, bahasa Mandarin telah banyak dipelajari di berbagai negara, salah satunya di Indonesia, karena Bahasa Mandarin merupakan Bahasa komunikasi bisnis. Bahasa Mandarin diajarkan di sekolah-sekolah, universitas, lembaga kursus dan juga pelatihan baik secara offline maupun online. Pelatihan Bahasa Mandarin dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Mandarin, yaitu keterampilan menyimak (mendengar), berbicara, membaca dan menulis aksara Han. Pelatihan yang dilakukan di SMK Letris Indonesia 1 Ciputat-Tangerang Selatan, sasarannya adalah siswa siswi yang belum pernah belajar bahasa Mandarin sebelumnya. Sehingga hal yang pertama diajarkan yaitu melafalkan alfabet fonetik bahasa Mandarin dan melakukan percakapan sehari-hari. Namun karena adanya perbedaan abjad dengan cara baca dan juga adanya nada atau ton Sehingga siswa siswi mengalami kesulitan dalam melafalkannya. Solusi yang diberikan yaitu mengajarkan dengan pelan dan berkali-kali, juga diperagakan sehingga mudah dilafalkan dan dihapal. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat bersifat edukasi dan melatih siswa berkomunikasi dalam bahasa Mandarin khususnya percakapan sehari-hari di SMK Letris Indonesia 1 Ciputat-Tangerang Selatan. Hasil kegiatan ini siswa siswi diajarkan percakapan sehari-hari bahasa Mandarin. Disamping itu juga menambah wawasan siswa siswi untuk mempelajari bahasa asing selain bahasa Inggris sebagai bekal kelak mereka bekerja. Abstract Chinese or also called Mandarin is one of the official languages used in meetings of members of the United Nations (UN) so that it shows its important position in the international world and is a language that is difficult to master because it is in addition to pictograph forms. In its development, Mandarin has been widely studied in various countries, one of which is in Indonesia, because Mandarin is the language of business communication. Mandarin is taught in schools, universities, course institutions and training both offline and online. Chinese language training is conducted to improve Chinese language skills, such as listening (listening), speaking, reading and writing Han characters. The training, which was conducted at Letris Indonesia 1 vocation school Ciputat- South Tangerang, targeted students who had never studied Mandarin before. So the first thing to teach is to recite the Chinese phonetic alphabet and carry out daily conversations. However, due to differences in the alphabet in how to read and also the tone or tonality so that students experience difficulty in pronouncing it. The solution given is to teach slowly and repeatedly, also demonstrated so that it is easy to pronounce and memorize. The method of implementing Community Service activities is educational in nature and trains students to communicate in Mandarin, especially daily conversations at Letris Indonesia 1 vocation school. The result of this activity is that students are taught daily conversations in Mandarin. Besides that, it also broadens students' horizons to learn foreign languages other than English as a provision for their future work.