Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SUSTAINABLE DEVELOPMENT PADA PEMBUATAN UNISEX SPORTSWEAR ANTI-RADIASI SMARTPHONE DENGAN MENGGUNAKAN PERLAKUKAN PLASMA PIJAR KORONA ELEKTRODA TIP-PLANE Purnama, Ichsan
Texere Vol 18, No 1 (2020): Texere Volume 18 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v18i1.60

Abstract

Generasi milenial dan generasi Z yang memiliki rentang umur 19-30 tahun di kota metropolitan seperti Bandung dan Jakarta lebih menyukai menggunakan teknologi smartphone dalam kegiatan sehari-hari termasuk kegiatan olahraga. Mereka hampir selalu menggunakan smartphone yang disimpan di dalam kain patch pakaian untuk mendengarkan musik sambil berolahraga. Penggunaan smartphone ini dapat menimbulkan efek kesehatan beberapa diantaranya adanya gangguan ginjal sehingga menurunkan fungsi ginjal untuk menyerap cairan tubuh, penurunan kualitas sperma pada laki-laki serta meningkatkan suhu tubuh pada bagian yang terkena smartphone. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sebuah produk pakaian anti-radiasi unisex sportswear dengan menggunakan konsep sustainable product development yang menitikberatkan pada kelangsungan produk tersebut di pasaran dengan menambahkan kepedulian akan aspek kesehatan dan lingkungan di samping sifat produk yang menarik dan fashionable. Sesuai dengan konsep sustainable product development ini akan digunakan bahan-bahan dan diupayakan proses-prosesnya peduli pada kesehatan baik pengguna maupun pembuat serta ramah lingkungan. Salah satu aspek kesehatan pengguna adalah dengan membuat kain patch anti-radiasi smartphone dan menggunakan bahan pewarna alam yaitu kunyit, secang dan indigo pasta. Pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah produk pakaian anti-radiasi unisex sportswear menggunakan teknologi plasma pijar korona elektroda tip-plane. Plasma pijar korona dibangkitkan dengan listrik tegangan tinggi serta menggunakan elektroda asimetri (lancip dan plat). Pakaian anti-radiasi ini dibuat menggunakan kain cotton fleece yang permukaannya telah dimodifikasi melalui proses atmospheric pressure plasma. Kain ini kemudian dilapisi dengan tinta konduktif berbasis graphite. Hasil studi memperlihatkan bahwa kain anti-radiasi yang dibuat melalui proses ini berhasil mengurangi radiasi gelombang elektromagnetik smartphone. Disamping itu untuk memastikan produk ini ramah lingkungan dipilihlah bahan-bahan pewarna yang berasal dari alam. Bahan alami yang dipilih untuk pewarna baju menggunakan bahan secang (Caesalpinia sappan L), kunyit (Curcuma longa Linn) dan indigo (indigofera). Kedua proses di atas diharapkan dapat mengurangi resiko negatif pada bagian tubuh dan ramah lingkungan. Diharapkan produk ini dapat membantu generasi pertengahan milenial sampai awal generasi Z untuk melaksanakan aktifitas olahraga tanpa khawatir akan efek negatif dari radiasi smartphone dan pewarna tekstil sintetis. Kata kunci : unisex sportwear , anti radiasi, plasma pijar korona
PROTOTIPE PAKAIAN ANTI RADIASI UNISEX SPORTSWEAR SMARTPHONE DENGAN PAPARAN RADIASI PLASMA PIJAR KORONA ELEKTRODA TIP- SILINDER Valentinus Galih Vidia Putra; Annisa Diyan Fitri; Ichsan Purnama; Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Kumparan Fisika Vol 3, No 1 April (2020): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.3.1.19-24

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah produk pakaian anti radiasi unisex sports wear menggunakan teknologi plasma pijar korona elektroda tip-plane. Plasma pijar korona dibangkitkan dengan listrik tegangan tinggi serta menggunakan elektroda asimetri  (lancip dan plat).Pembuatan pakaian anti radiasi menggunakan bahan rajut yang telah diplasma sertadilapisi dengan tinta konduktif. Hasil studi memperlihatkan bahwa metode pembuatan pakaian dengan plasma pijar korona telah berhasil mengurangi radiasi gelombang elektromagnetik. Kata kunci: plasma pijar, pakaian unisex sportswear, elektroda tip-plane, anti radiasi ABSTRACT This paper describes the making of an anti-radiation smartphone unisex sportswear. The anti-radiation patch was developed by first modifiying the surface of the textile using atmospheric pressure plasma technology. The plasma corona discharge is generated by using a high voltage electricity withasymmetrical electrodes (tip and plane). The treated patch was than coated with graphite based conductive ink. The result of thisresearchindicates that an anti-radiation clothe patch was succesfully shield an electromagnetic radiation from a smartphone. Keywords: plasma discharge, unisex sportswear, tip-plane electrode, electromagnetic shielding
PENGARUH PENGGUNAAN KONSENTRASI ENZIM SELULASE DAN BATU APUNG PADA PROSES BIOPOLISHING KAIN KAPAS Ichsan Purnama; Maya Komalasari; Ghina Puspita Adhyaksa; M Azhari
Texere Vol 19, No 2 (2021): Texere Volume 19 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v19i2.03

Abstract

Tren fashion, khususnya proses pelusuhan pakaian jadi banyak dikerjakan untuk menghasilkan efek khusus agar memiliki kenampakan berbeda setelah pencucian. Proses pencucian dapat dikerjakan diantaranya  biopolishing, stone wash dan acid wash/ice wash, hal ini dilakukan untuk memodifikasi produk akhir  memberikan tampilan berbeda dan meningkatkan kemampuan kenyamanan pakaian. Proses biopolishing adalah proses penyempurnaan menggunakan enzim, bertujuan memperbaiki kenampakan, pegangan kain, sifat permukaan  lebih halus, bebas pilling, dan memiliki daya serap tinggi. Penambahkan batu apung memperluas tingkat pelusuhan dibagian-bagian tertentu, dan memberikan tampilan berbeda.Percobaan menggunakan mesin washing skala laboratorium  dengan variasi konsentrasi enzim  1%, 2% , dan batu apung 1/3  dan 1/2  suhu 60oC selama 30 menit pada mesin washing skala laboratorium. Pengujian meliputi pilling kain, pengurangan berat (SNI ISO 7211-6), ketuaan warna (SNI ISO 105-J03), ketahanan jebol cara diagfrgma (SNI ISO 13938-1), dan ketahanan gosok metode  martindale (SNI ISO 12947-1). Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan konsentrasi enzim dan batu apung, grade pilling semakin besar, pengurangan berat makin besar, tingkat ketuaan warna makin rendah, kekuatan jebol makin turun, dan semakin besar pengurangan tebal dan berat pada uji tahan gosok dengan metode martindale. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi enzim 1 % dengan penggunaan batu apung 1/2  volume mesin washing skala laboratorium.
A Study of Anti-Radiation Weaving Fabric with Plasma Corona Treatment Valentinus Galih Vidia Putra; Irwan Irwan; Ichsan Purnama; Juliany Ningsih Mohamad; Yusril Yusuf
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 11, No 1 (2021): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v11i1.40833

Abstract

In this research, Carbon black particles were applied on the woven fabric by the knife coating technique and pretreatment using plasma corona discharge to build-up conductive cotton-polyester (CVC 50%) fabric electromagnetic shielding material. This paper describes the making of anti-radiation weaving fabric using plasma technology. The anti-radiation patch was developed by first modifying the textile fabric's surface using atmospheric pressure plasma technology using tip-cylinder electrode configuration. The plasma corona discharge was generated using high voltage electricity with asymmetrical electrodes (tip and cylinder). The treated weaving fabric using plasma was then coated with carbon black ink. This research indicates that an anti-radiation weaving fabric was successfully shielded electromagnetic radiation from an electronic device.
PENETAPAN STANDAR LIFE TIME PENGGUNAAN PISAU AUTO CUTTING MACHINE SINGLE PLY PADA KAIN DRILL DI POLITEKNIK STTT BANDUNG Purnama, Ichsan; Sumihartati, Atin; Fitriani, Liana Dwi; Ramadhan, Zyad
Texere Vol 22, No 2 (2024): Texere Volume 22 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v22i2.05

Abstract

Mesin auto cutting merupakan mesin pemotongan kain dengan mengikuti pola yang terdapat pada kertas marker atau kain secara otomatis dengan digerakkan oleh sistem komputer yang dapat mengontrol jalannya proses produksi. Ketepatan dan kebersihan pemotongan menjadi persyaratan terhadap kualitas hasil pemotongan. Untuk mencapai proses pemotongan kain yang baik, salah satu bagian penting yang harus diperhatikan adalan penggunaan pisau potong. Tujuan penelitian ini adalah melakukan percobaan terhadap penggunaan pisau potong decagonal dengan ukuran 45 mm untuk mendapatkan usia pakai pisau potong dengan memperhatikan cutting length. Setelah melakukan penelitian usia pakai pisau potong mesin autocutting  diperoleh kesimpulan  bahwa total panjang cutting length sampai pisau tidak dapat memotong dengan sempurna  adalah Cutting length 6760,03 meter untuk gramasi kain 209 gsm dan Cutting length 6341,25 meter untuk gramasi kain 216 gsm.
Optimalisasi Penyiapan Pakan Kambing melalui Alat Pencacah Rumput Minimalis Mulyanto, Tri; Geraldi, Ario; Purnama, Ichsan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i2.2161

Abstract

Ketersediaan hijauan menjadi kunci produktivitas peternakan kambing, namun penyiapan pakan sering terhambat karena pencacahan masih manual sehingga menyita waktu, menguras tenaga, dan menghasilkan ukuran cacahan tidak seragam. Kegiatan pengabdian ini menerapkan alat pencacah rumput minimalis tipe vertikal berbasis motor DC untuk meningkatkan efisiensi pengolahan hijauan. Kegiatan melibatkan 10 peserta dengan populasi sekitar 25 ekor kambing melalui demonstrasi lapangan, praktik pengoperasian, serta pendampingan perawatan dasar. Evaluasi dilakukan menggunakan pengamatan sebelum–sesudah pada 10 indikator, mencakup kecepatan, efisiensi waktu, beban kerja fisik, keseragaman hasil, kemudahan operasi, kelancaran proses, kerapihan area kerja, kepatuhan keselamatan, keterampilan perawatan, dan potensi keberlanjutan penggunaan. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten dari 50–70% menjadi 80–90% setelah penerapan alat, terutama pada efisiensi waktu, keseragaman cacahan, dan kesiapan adopsi. Temuan ini menegaskan pentingnya teknologi tepat guna yang disertai pelatihan untuk mendukung keberlanjutan penyiapan pakan hijauan.
Efforts to Reduce Single Needle Sewing Machine Downtime Using the Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC) Method on Line Hangers 1-6 at PT Dekatama Centra Martina, Tina; Anastasia, Vicken; Purnama, Ichsan; Kusumadewi, Afriani
SAINTEKS : Jurnal Sain dan Teknik Vol. 8 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v8i01.1080

Abstract

Downtime is a condition where a machine stops operating, disrupting the smooth production process. This study was conducted to reduce the downtime rate of single-needle sewing machines at PT Dekatama Centra line hanger 1-6 using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) method. This research is quantitative and descriptive and was conducted through historical data collection for January, direct observation in the production area of ??line hanger 1-6, and recording downtime data during April 2025. The Define stage was carried out by identifying the main problem in the form of high downtime rates of single-needle sewing machines on line hanger 1-6 at PT Dekatama Centra. This was done through direct observation and discussions with the production team at PT Dekatama Centra. Furthermore, in the Measure stage, downtime data was collected and classified based on the type of abnormality. A Pareto diagram was used to determine the frequency of the largest type of damage, namely congestion caused by the accumulation of dirt on the machine, which was then further analyzed in the Analyze stage using the 5 Why's method. The results of the analysis showed that the root cause of the dominant downtime problem came from the accumulation of dirt due to the absence of written work instructions set by the company to carry out scheduled maintenance on single-needle sewing machines. In the Improve phase, several efforts were made to reduce single-needle sewing machine downtime on line hanger 1-6 at PT Dekatama Centra, including regular machine cleaning by operators using the Autonomous Maintenance concept. This included the addition of single-needle sewing machine cleaning work instructions and the dissemination of procedures to operators in early May 2025. The results of the implementation in May showed a decrease in total downtime, from 4,616 minutes in April 2025 before the improvement, to 4,184 minutes in May 2025. Based on these data, it can be concluded that single-needle sewing machine downtime on line hanger 1-6 at PT Dekatama Centra decreased by 9.4% after the improvements. In the Control phase, control measures were developed in the form of a daily maintenance checklist, filled out directly by the line manager and validated by the supervisor to ensure continuous and well-monitored improvements. This research demonstrates that the DMAIC method can be effectively applied to reduce single-needle sewing machine downtime through a systematic, data-driven approach and root cause analysis. The implementation results show a significant reduction in downtime after improvements in work methods and machine maintenance habits.