Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Mempertahankan Eksistensi Lembaga Penyiaran Radio di Wilayah Bangka Safril; Yera Yulista; Pebri Yanasari; Muflihatul Kamila
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2419

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga penyiaran radio dalam mempertahankan eksistensinya di wilayah Bangka. Di tengah gempuran era digital yang terus mengalami perkembangan, media tradisional radio ini sedang menghadapi tantangan besar dalam upaya mempertahankan audiensnya.oleh sebab ituy, penting bagi lembaga penyiaran radio untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif sehingga dapat menarik perhatian para pendengar. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa stasiun radio di wilayah Bangka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan penyiar, pengelola, staf radio, yang juga disertai dengan dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang efektif dengan melakukan pendekatan yang melibatkan pihak radio dengan klien dan para pendengar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelola radio dalam merancang strategi pemsaran yang tepat sehingga dapat memeprtahankan eksistensi di tengah persaingan media yang semakin ketat.
Pendekatan Antropologi dalam Penelitian Agama bagi Sosial worker pebri yanasari
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v4i2.5450

Abstract

Kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara di dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya sekadar menjadi lambang kesalehan atau berhenti Sekedar disampaikan dalam kotbah, melainkan secara konsepsional menunjukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah.Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan teori normatif dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lain, yang secara operasional konseptual, dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.Pendekatan antropologi adalah salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Maka dengan pendekatan ini, problematika dalam agama terlihat jelas. Dengan pendekatan ini pula kita bisa mendeskripsikan masalah-masalah yang fenomenal. Antropologi pada hakikatnya membahas mengenai pembahasan budaya manusia. Namun dalam budaya, terdapat unsur yang sangat melekat yaitu agama. Tak heran jika agama merupakan salah satu yang unik dimata para antropolog. Karena banyak ritual keagamaan yang menyatu dengan budaya manusia.Pendekatan antropologi yang berkaitan dengan penelitian agama, mampu mewujudkan masyarakat sosial yang berkarakter sesuai dengan yang dituangkan dalam setiap agama. Dalam hubungan ini, maka seorang pekerja sosial tidak dapat melepaskan diri dari situasi kehidupan masyarakat dan agama. Untuk itu, seorang social worker harus membantu masyarakat agar mampu menggunakan penelitian agama dalam pendekatan antropologi.
Implikasi Emotionally Freedom Tehnique untuk Mengatasi Kecemasan Santri dalam Public Speaking di Pesantren Pulau Bangka Nurviyanti Cholid; Wahyudi; Pebri Yanasari; Yogi Christian; Iza Zumrotul Zahro
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 6 No 1 (2026): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v6i1.2413

Abstract

Problem: The ability to speak (muhadharah) is a mandatory competency in Islamic boarding schools, but many students on Bangka Island experience psychological barriers in the form of excessive anxiety (stage fright). This anxiety manifests in physical symptoms and loss of concentration when speaking in public. Objective: This community service activity aims to equip students with the independent technique of Emotional Freedom Technique (EFT) to reduce the intensity of anxiety and increase self-confidence when performing public speaking. Method: The implementation of the activity uses a participatory training method that includes three stages: (1) Socialization of the concept of energy psychology and anxiety mechanisms; (2) Independent practice of tapping techniques on 18 meridian points of the body; and (3) Post-intervention speech simulation assistance. The target of the service is middle-level students at one of the Islamic boarding schools on Bangka Island. Results: This activity succeeded in increasing students' understanding of emotional management by 85%. Based on self-evaluation, the majority of students reported a decrease in physical symptoms of anxiety (such as cold sweats and tremors) after practicing EFT. Students now have a self-help tool they can use anytime before stepping onto the pulpit. Conclusion: The implementation of EFT has positive implications as a practical and effective solution for overcoming students' psychological barriers. It is recommended that Islamic boarding school administrators adopt this program as part of their extracurricular da'wah activities to optimize students' rhetorical potential.Keywords: Emotional Freedom Technique, Speaking Anxiety, Public Speaking, Students, Community Service.
Implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 81 Tahun 2014 tentang Penanganan Pasung di Kab. Kulonprogo Yogyakarta Pebri Yanasari
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 10 No. 2 (2019): Religion and Sciences Challenges in Indonesia Context
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v10i2.882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari peraturan Gubernur Nomor. 81 Tahun 2014 tentang Penanganan pasung di kabupaten Kulonprogo. Latarbelakang penelitian ini didasarkan pada analisis peneliti menemukan bahwa masih banyaknya keluarga yang melakukan pemasungan dan kurangnya koordinasi lintas sektor DIY tingkat Kab/Kota dalam menangkap isu pemasungan yang terjadi. Implementasi peraturan gubernur mengenai penanganan pasung ini jika dilihat dari fakor diatas masih membutuhkan usaha yang lebih keras dan belum berjalan dengan baik. Untuk menganalisis implementasi peraturan gubernur tersebut peneliti menggunakan deskriptif kualitatif. Fokus penelitian adalah implementasi, Orang Dengan Gangguan Jiwa dan penanganan pasung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan gubernur Nomor 81 tahun 2014 ini belum terimplementasikan dengan baik sesuai dengan apa yang diatur di dalam pergub tersebut. Maka diperlukannya upaya yang lebih keras dalam penjalanan fungsi atas peran yang tertera dalam pergub. Untuk faktor penghambat implementasi Pergub ini berupa stigma negatif keluarga dan masyarakat, belum adanya jobdesk yang terperinci, ODGJ yang dipasung tidak memiliki kartu identitas, tidak adanya perencanaan dan anggaran yang jelas, belum adanya Unit atau LSM yang bergeraak di bidang ODGJ, serta fasilitas puskesmas yang belum memiliki rawat inap untuk ODGJ. Untuk faktor pendukungnya adalah kepedulian pemerintah DIY, sosialisasi, Sumber Daya Manusia serta pentingnya keberadaan rumah sakit jiwa dan puskesmas yang memiliki pelayanan terhadap ODGJ.
INTEGRETING TA’AWUN AND MASLAHAH IN PENTA HELIX COOPERATION FOR RIVER COMMUNITY EMPOWERMENT: THE TJIMANOEK INDRAMAYU ECORIPARIAN PROGRAM Istiqomah; Anisul Fuad; Mimin Widaningsih; Sofi’unnafi; Pebri Yanasari
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 17 No. 1 (2026): Islamic Values in Global Society
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/nxzk2j89

Abstract

This study aims to identify the stakeholders involved in empowering riverside communities through the Indramayu Tjimanoek Riverside Ecosystem Program and to examine how the community empowerment process is implemented within the program. The method used is a qualitative descriptive approach with data collection techniques applied in this study. This study involved interviews, observations, and documentation studies. Interviews were conducted using purposive sampling and snowball techniques, data validation techniques using data triangulation, then analyzed using the Miles and Huberman stages, namely data reduction, data presentation, and data verification. The results of this study involved Penta Helix collaboration, namely the government, universities, industry, community, and media. The program adopted an ecoriparian approach that emphasizes the restoration of natural river functions, the reduction of domestic pollution, environmental education, and the development of ecotourism. The results show that cross-sector collaboration has been successful in managing the park as a public space, conservation center, and source of local economic improvement. The community empowerment process carried out in Tjmanoek Park began with planning by the government, namely the Housing and Settlement Agency together with the Polytama company. After planning, the program implementation involved the Penta Helix, including Kimrum employees, companies, communities, the mass media, and universities.