Erni Junita Sinaga
Program Studi Teknik Industri D3, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

KARAKTERISASI DIFRAKSI SERBUK YTRIA NANOPARTIKEL HASIL PENGGILINGAN Junita Sinaga, Erni
JURNAL FLYWHEEL Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v4i1.538

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi difraksi sinar-x pada serbuk yttria nanopartikel dengan metode ball milling (penggilingan basah). Serbuk yttria diberi perlakuan mekanik menggunakan planetary ball milling dengan variasi waktu 0, 1, 5, 10, dan 20 jam dengan kecepatan penggilingan 100 rpm. Analisis kualitatif dilakukan melalui difraksi sinar-x pada serbuk asal dan serbuk setelah perlakuan penggilingan. Analisis lanjut data difraksi tersebut dilakukan menggunakan perangkat lunak MAUD untuk mengestimasikan ukuran kristal (Dv) dan sebarannya serta regangan yang terjadi akibat penggilingan. Hasil analisis Rietveld menunjukkan regangannya semakin besar, ukuran kristal semakin mengecil dan sebaran ukuran kristalnya semakin menyempit akibat variasi waktu penggilingan.
STUDI DEKOMPOSISI TERMAL Al2TiO5 PADA FGM α-Al2O3/Al2TiO5-Y2O3 Junita Sinaga, Erni
JURNAL FLYWHEEL Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v4i2.558

Abstract

Studi dekomposisi termal Al2TiO5 (AT) pada FGM α-Al2O3/Al2TiO5-Y2O3 hasil sintesis dengan metode infiltrasi berulang. Telah dilakukan studi dekomposisi AT pada FGM α-Al2O3/Al2TiO5-Y2O3 hasil sintesis infiltrasi berulang, terutama mengamati pengaruh penambahan Y2O3 (yttria) sebagai aditif. FGM dibuat dengan langkah berikut: (1) pencampuran serbuk α- Al2O3 dan 2 wt% nanopartikel yttria hasil kopresipitasi, (2) serbuk campuran dipres secara uniaksial pada tekanan 37 MPa, (3) presinter serbuk yang dipres pada suhu 1000°C selama 1 jam, (4) pencelupan pra keramik sebanyak 3kali, setiap pencelupan dikeringkan pada suhu 80°C, (5) selanjutnya disinter pada temperatur 1450°C selama 3 jam. Untuk mengetahui kestabilan termal AT, sampel diuji dekomposisi dengan cara dianil selama 0, 5, 10, 15 dan 20 jam dan derajat dekomposisi ditentukan dengan menggunakan fraksi berat fasa hasil keluaran analisis Rietveld dari data XRD. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa penambahan 2% nanopartikel yttria pada FGM α-Al2O3/Al2TiO5 menghasilkan Y2Ti2O77 (yttrium titanat) yang dapat mempengaruhi dekomposisi AT. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan penambahan 2% Y2O3 pada FGM, secara kualitatif dapat mengurangi laju dekomposisi termal Al2TiO5 untuk jangka pendek (< 20 jam). Proses dekomposisi termal AT dapat direduksi yang dibuktikan dengan penurunan intensitas dan kandungan AT pada permukaan FGM yang tidak signifikan dibandingkan dengan FGM dengan 0% nanopartikel yttria.