Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Redesign Tas Hand Sanitizer dari Limbah Kain Batik Cirebon Nathya Arum; Gerardo Harisson Setianto; Sally Malinda; Widasapta Sutapa; Nida Daniyatul Muhdirah
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i2.116

Abstract

Abstract Cirebon is one of big city in Java island that develops and preserves Batik handicraft. Batik maker in Cirebon mostly producing only in primary textiles or basic clothing, while many derivative products from residual shred pieces sere less developed. Actually big portions of good residual pieces can still be used for handicrafts, especially handicraft and handmade souvenir for local and international tourists. Cirebon also the oldest batik center which influences various batik patterns at the north coast of Java Island. The research team is Interior Design students tried to solving this problem through research methods . It aim to utilize existing batik waste and develop a recycle handicraft model so that it is beneficial to the surrounding community. The research method is carried out by conducting observations, interviews and experiments online so as to produce hand sanitizer bag products. Keywords: handicraft, Cirebon batik, recycling, hand sanitizer bag
PRODUK KARYA ANDRE SURYAMAN DI YOGYAKARTA DALAM KONTEKS UPCYCLE Widasapta Sutapa; Yan Yan Sunarya; Krishna Hutama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.989 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6740

Abstract

AbstractThe concept of upcycle regeneration of a product is a creative activity to reuse products that are discarded, with the aim of becoming a sustainable and durable product. This research tries to study Natural House products by Andre Suryaman in Yogyakarta; it’s a retail that sells furniture products that use used bicycle components as the main ingredient. The research aims to identify whether Andre Suryaman's products have run the upcycle design regeneration concept. With qualitative research methods, the results of the analysis show that Andre Suryaman's products have fulfilled several points of the upcycle concept even though the results are not yet optimal, due to finishing factors that are not yet environmentally friendly. AbstrakKonsep regenerasi suatu produk secara upcycle merupakan kegiatan kreatif penggunaan kembali barang bekas dalam mengurangi produk yang dibuang dengan tujuan menjadi produk yang berkelanjutan dan tahan lama. Penelitian ini mencoba mempelajari produk Natural House karya Andre Suryaman di Yogyakarta; yaitu produk furnitur yang menggunakan komponen sepeda bekas sebagai bahan utamanya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi apakah produk karya Andre Suryaman sudah menjalankan konsep regenerasi desain secara upcycle. Dengan penelitian metode kualitatif, hasil analisis menunjukkan bahwa produk karya Andre Suryaman sudah memenuhi beberapa poin dari konsep upcycle walaupun hasilnya belum maksimal, dikarenakan faktor finishing yang belum ramah lingkungan.          
Perancangan Toko dan Restoran di Kyou Hobby Shop Dengan Pendekatan Konsep Akihabara di Malam Hari Aurelia Goldina Goldina Zahra; Alifia Wida Izzati; Widasapta Sutapa
Jurnal Desain Interior Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.15716

Abstract

Masuknya anime ke Indonesia membuat anime menjadi digemari oleh kalangan anak muda di Indonesia. Mulai dari tayangnya anime di stasiun televisi, maupun anime bajakan yang tersebar dalam bentuk DVD maupun di Internet. Banyaknya penggemar anime dan budaya pop Jepang lainnya membuat banyak munculnya komunitas penggemar anime dan hadirnya event dengan tema budaya pop Jepang di Indonesia. Berkembangnya penggemar anime di Indonesia, termasuk di Tangerang belum sebanding dengan jumlah tempat yang bisa mewadahi penggemar anime untuk dapat menyalurkan hobinya sekaligus sebagai hiburan. Perancangan Kyou Hobby Shop di Gading Serpong bertujuan sebagai salah satu wisata yang bisa dikunjungi oleh warga baik di sekitar maupun luar Gading Serpong. Selain itu, Kyou Hobby Shop juga bisa mewadahi event yang didirikan oleh penggemar anime seperti perkumpulan komunitas ataupun acara lainnya. Perancangan interior dari Kyou Hobby Shop ini menghadirkan konsep Akihabara di malam hari dengan memasukkan unsur-unsur yang ada di Akihabara dengan segala pengembangannya baik dari segi konsep maupun fasilitas. Kyou Hobby Shop ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat mengenai anime.
Perancangan Museum Soto di Wilayah Jawa Dengan Konsep Embrancing Authentic Diversity di Jakarta Utara Matthew; Rizki Kurniawan; Widasapta Sutapa
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 9 (2024): NJMS - April 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya yang berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia adalah kuliner khas Indonesia. Salah satunya merupakan kuliner soto yang memiliki ciri khas masing-masing di setiap daerahnya. Berdasarkan dari cara penyajian, teknik memasak, rasa, kondimen yang berbeda-beda yang membuat soto ini menjadi makanan rakyat. Namun, masih belum banyak masyarakat Indonesia yang dapat mewadahi informasi mengenai kuliner soto meskipun soto telah menjadi makanan yang populer. Perancangan Museum Soto Jawa di Jakarta Utara bertujuan sebagai salah satu tempat edukasi yang bisa dikunjungi oleh warga sekitar Jakarta maupun turis-turis asing. Selain itu, Museum Soto Jawa dapat mewadahi event yang didirikan oleh pencinta kuliner seperti acara demontrasi memasak. Perancangan Museum Soto Jawa menghadirkan konsep embranching authentic diversity yang menceritakan tentang keberagaman dapat bersatu dalam satu wadah. Hal ini menggambarkan perjalanan rempah-rempah yang tersebar sehingga menghasilkan satu hidangan soto di masing-masing daerah. Dengan konsep ini diharapkan pengunjung dapat merasakan perjalanan proses rempah-rempah menjadi hidangan soto.
Perancangan Desain Interior Sport Center Karate FORKI di Jakarta dengan Pendekatan Konsep Kaizen Karate-Do Putri, Annisa Nur Irawan; Sutapa, Widasapta; Izzati, Alifia Wida
Jurnal Desain Interior Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i1.19715

Abstract

Perkembangan Karate di Indonesia mengalami peningkatan penggemar yang diiringi dengan munculnya berbagai macam organisasi, perguruan, dan aliran yang dianut oleh pendirinya masing-masing. Maka dari itu, diperlukan fasilitas yang memadai untuk menunjang kebutuhan atlet demi meraih prestasi yang lebih tinggi. Permasalahan saat ini Sport Centre Karate yang berlandaskan FORKI Jakarta belum pernah ada sebelumnya. Sport Centre Karate masih hanya tersedia oleh beberapa perguruan yang memiliki pendanaan pribadi. Hal ini menyebabkan ketidakrataannya fasilitas untuk menunjang atlet provinsi. Fasilitas yang disediakan juga tidak selengkap dengan apa yang harusnya diperlukan dalam Karate. Fasilitas pelatihan karate yang sudah ada belum menampilkan identitas dari Karate itu sendiri. Dengan menampilkan suasana Jepang di era Meiji, membuat para Atlet dan penggemar olahraga ini mengingat asal dan orisinalitas dari Karate. Perancangan interior dari Sport Center ini menggunakan konsep Kaizen Karate-Do berarti adanya perubahan konsep tempat pelatihan dalam Karate di Indonesia saat ini menjadi lebih baik dengan mengadopsi budaya Jepang yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi serta kuisioner. Serta menggunakan sistematika perancangan oleh Rosemary Kilmer.
IDENTIFIKASI PENERAPAN ATRIBUT USE AND ACTIVITIES DALAM CREATIVE PLACEMAKING PADA LOKANANTA BLOC SURAKARTA Sari, Marchelia Gupita; Sutapa, Widasapta
Arsitekno Vol. 11 No. 2 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i2.17867

Abstract

Lokananta Bloc, hasil adaptive reuse kompleks kawasan dan bangunan studio Lokananta Surakarta. Ditujukan sebagai Titik Nol Musik Indonesia. Lokananta bertransformasi sebagai destinasi wisata musik Indonesia dan ruang publik komersial insan kreatif. Pendekatan yang digunakan adalah placemaking. Makalah ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan key feature dari creative placemaking dalam pengembangan fase 1 kompleks bangunan. Untuk skala ruang interior, makalah ini mengidentifikasi indikator karakter ruang use and activity placemaking di Galeri Lokananta berdasarkan teori Creative Placemaking. Metode penelitian adalah kuasi-kualitatif karena mengambil indikator dari kajian pustaka ke dalam pengambilan data. Teknik pengambilan data adalah observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan photomapping dan interpretasi menggunakan tabel. Temuan penelitian adalah teridentifikasinya atribut uses and activities placemaking pada bangunan Lokananta secara keseluruhan. Key features yang menonjol adalah keragaman aktivitas kreatif yang ditawarkan. Indikator streetlife belum banyak terlihat di weekdays. Namun begitu, Lokananta mampu menyumbang vibrancy kota dengan menyediakan wadah bagi komunitas urban untuk mengembangkan kreativitas.
Peran Pameran IFEX 2024 dalam Pengembangan Kompetensi dan Inovasi Mahasiswa Desain Interior di Universitas Pradita Harlis Setiyowati; Widasapta Sutapa; Rizki Kurniawan
Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ekspresi.v1i2.164

Abstract

The IFEX 2024 exhibition marks an important milestone in advancing competence and innovation in the field of interior design in Indonesia. With a focus on student participation, the exhibition not only showcases their creative works but also serves as a platform to enhance their understanding of the dynamic interior design industry. This article explores the role of the IFEX 2024 exhibition in facilitating education, innovation, and partnerships for sustainable development. Through meetings between students, industry practitioners, and other stakeholders, the exhibition encourages cross-sector collaboration to create sustainable and competitive design solutions. With a focus on related SDGs, such as quality education, inclusive economic growth, and sustainable city development, this article underlines the importance of the IFEX 2024 exhibition in building a better future for the Indonesian interior design industry, especially Pradita University students.
Studi Komparatif Visualisasi Render Konvensional Mahasiswa Desain Interior Universitas Pradita vs. AI Generatif Sutapa , Widasapta; Putra, Bramanta Octa Danu; Izzati , Alifia Wida
KALBISCIENTIA Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 12 No. 02 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Research and Community Service UNIVERSITAS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/44db9k86

Abstract

This study presents a comparative study on the quality of interior design visualization. It compares student work from Pradita University, which uses conventional software (3ds Max & SketchUp) with V-Ray and Enscape rendering engines, against results from generative artificial intelligence (AI) from various platforms. Using criteria such as efficiency, speed, visual quality, creativity, personalization, accuracy, ease of use, and limitations, this analysis highlights the strengths and weaknesses of each approach.The comparison shows that while AI excels in efficiency, speed, and ease of use for initial idea exploration, conventional software remains irreplaceable for personalization, technical accuracy, and the photorealistic visual quality needed for professional presentations. This study concludes that AI serves as a revolutionary complementary tool in the early stages of design, while conventional software is still the main instrument for precise and accurate final design.
EcoPreneurship: Transformasi Limbah Menjadi Aset Bisnis Berkelanjutan dengan Business Model Canvas (BMC) Adryan Rachman; Boike Janus; Widasapta Sutapa
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 04 (2025): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah yang semakin meningkat telah menjadi tantangan global yang membutuhkan solusi inovatif berbasis keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah EcoPreneurship, di mana bahan daur ulang tidak hanya dikelola sebagai limbah, tetapi juga dikembangkan menjadi peluang bisnis berbasis Business Model Canvas (BMC). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada wirausahawan muda serta pelaku UMKM mengenai strategi bisnis berkelanjutan berbasis bahan daur ulang. Metode yang digunakan meliputi seminar, lokakarya interaktif, dan praktik langsung dalam perancangan model bisnis menggunakan BMC. Evaluasi dilakukan dengan mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan, serta melalui uji coba penerapan model bisnis di pasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai konsep circular economy, serta berhasil merancang model bisnis berbasis daur ulang yang feasible dan berdaya saing. Dengan pendekatan ini, kegiatan ini berkontribusi dalam membangun ekosistem bisnis hijau yang lebih inklusif, memperkuat kesadaran akan ekonomi hijau, serta mendorong inovasi sosial dalam wirausaha berbasis keberlanjutan.