Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI DALAM PEMBANGUNAN HUKUM HINDU Hadriani, Ni Luh Gede
Jurnal Hukum Agama Hindu Widya Kerta Vol 2 No 2 (2019): Vol 2 No 2 Nopember (2019)
Publisher : Prodi Hukum Agama Hindu Jurusan Dharma Sastra STAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal masyarakat Bali memiliki potensi yang sangat besar dalam pembangunan hukum hindu di Indonesia, baik dalam pembangunan substansi hukum, struktur hukum, maupun budaya hukum. Kearifan lokal masyarakat Bali sebagai suatu realitas sosial masih dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupannya, senyatanya sangat fungsional dalam kehidupan masyarakat Oleh karenanya perlu direvitalisasi dalam pembangunan hukum hindu.Revitalisasi potensi kearifan lokal masarakat Bali dalam pembangunan hukum hindu, dilakukan dengan jalan mendayagunakan kinerja prajuru organisasi Desa Adat seperti kinerja Bendesa, kelihan, pecalang dengan melakaukaan kerjasama dan koordinasi dengan lembaga pemerintah terutama penegak hukum negara dalam melaksanakan tugas dengan cara-cara dengan arif dan bijaksana, jauh dari sikap-sikap arogansi dan kekerasan, sehingga sikap para penegak hukum akan menjadi panutan bagi masyarakat. Sehingga citra Bali sebagai pulau yang aman, tertib, damai, dengan kehidupan penduduknya yang serba harmonis dapat dipertahankan.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kualitas Pembelajaran Prodi Ilmu Agama Dan Kebudayaan S2 Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Singaraja Mahardika, Gede; Hadriani, Ni Luh Gede; Atmadja, Nengah Bawa
Widya Sandhi Vol 15 No 02 (2024)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ws.v15i02.2144

Abstract

This research aims to describe and analyze the quality of learning in the Postgraduate Religious and Cultural Sciences Study Program at the Mpu Kuturan Singaraja State Hindu Religion College. This research use desciptive qualitative approach. This research was carried out in the second semester of the 2022/2023 academic year. Data collection in this research was carried out by distributing questionnaires online using a Google form to all students of the Religious and Cultural Sciences Study Program Postgraduate STAHN Mpu Kuturan Singaraja, interviews and focus group discussions. The results of the research show that 75% of students' perceptions of the quality of learning in the Master of Religion and Culture Study Program Postgraduate STAHN Mpu Kuturan Singaraja were satisfied. Student satisfaction can be seen from three aspects, including: the quality of the teaching and learning process, administrative governance and availability of infrastructure.
Implikasi Penataan Wisata Alam dan Spiritual Bunut Bolong Desa Manggissari Kabupaten Jembrana Mahardika, Gede; Hadriani, Ni Luh Gede
Widya Sandhi Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/ws.v16i1.2209

Abstract

Bunut Bolong as a tourist attraction in Manggissari Village, Jemrana Regency has not been arranged optimally, so the role of the local community, traditional villages and local government is needed to organize Bunut Bolong as a better tourist attraction. The aim of this research is to determine the tourist attraction of Bunut Bolong in Manggissari Village, Jemrana Regency. This research uses a descriptive qualitative method using observation, interview and documentation study data collection methods. The results of this research show that the forms of Bunut Bolong tourist attractions include: first, forms of cultural tourism such as cultural relics of the past in the form of manger stone sarcophagi which are believed to have existed from the megalithic era which is a tourist attraction, Pura Bhujangga Sakti Luwih. Second, the form of spiritual tourism, namely Bunut Bolong, has a magical aura that is believed by the surrounding community. Third, a form of ecotourism, namely Bunut Bolong, has beautiful views with expanses of clove and coffee gardens owned by the surrounding community.
Pembentukan Peradilan Agama Hindu di Indonesia: Landasan Filosofis, Yuridis, dan Sosiologis Hadriani, Ni Luh Gede; Gelgel, I Putu; Wibawa, Putu Sastra
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/jpah.v9i3.4228

Abstract

Hindus really need Religious Courts, because so far the District Courts have not been able to handle legal issues for Hindus, especially issues related to family law such as divorce, marriage and inheritance law. So far the formation of religious courts for Hindus has not been recognized because it does not have a clear basis. Therefore, it is necessary to conduct research on the basis for the formation of religious courts for Hindus, both the legal, philosophical and sociological basis of the formation of Hindu Religious Courts in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the basis for the establishment of Hindu Religious Courts in Indonesia. The approach used is legal-sociological. This study found the basis for Religious Courts, namely philosophical, legal and sociological foundations. By finding the basis for the formation of Religious Courts for Hindus, it is hoped that Religious Courts for Hindus can be realized
Kearifan Lokal Tri Hita Karana sebagai Landasan Kehidupan Bermasyarakat di Banjar Suka Duka Sindhu Mertha Armika, I Made; Hadriani, Ni Luh Gede; Putra, I Nyoman Miarta
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v9i2.101126

Abstract

Adanya pemahaman ajaran atau konsep Tri Hita Karana yang tidak sejalan atau berbanding lurus dengan harapan atau tujuan, sehingga kemudian muncul berbagai persoalan dalam kehidupan sosial keagamaan dan adat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kearifan lokal Tri Hita Karana sebagai landasan kehidupan bermasyarakat di Banjar Suka Duka Sindhu Mertha. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu data reduction, interpretatif, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan wujud kearifan lokal Kendari yang relevan dengan ajaran Tri Hita Karana yaitu hubungan kepada O ombu (Tuhan) dan Dewa (sangia, upacara-upacara keagamaan, prinsip Inae Kosara Ie Pinesara Inae Lia Sara Ie Pinekasara, Teporombua (Musyawarah), Sama Turu dan Metealo-alo, Filsafat Mepokoaso, Tarian Mondotambe dan Upacara Mosehe. Kendala penerapan Tri Hita Karana di Banjar Suka Duka Sindhu Mertha Kota Kendari dikelompokkan menjadi dua kendala yaitu kendala internal meliputi kendala personal/individu warga banjar, adanya pernikahan beda agama, belum tersosialisasinya secara masif awig-awig banjar, program dan kegiatan banjar yang dirasa belum berdampak, banyak tokoh yang telah tiada/berpulang dan kondisi warga banjar yang beragam. Kendala eksternal meliputi beban banjar yang besar atas tanggung jawab Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari. Simpulan penelitian menunjukkan budaya suku tolaki yang diwarisi secara terus menerus yang dianggap relevan dengan ajaran Tri Hita Karana yang merupakan keseluruhan sistem ide, gagasan, aktifitas atau perilaku dan hasil karya manusia dalam suatu kelompok masyarakat asli.