Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EVALUASI PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK PADA JAGUNG (Zea mays L) Adiputra, Rachmat
Jurnal Agro Wiralodra Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v3i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknologi penanganan pasca panen jagung di tingkat petani dan membandingkan dengan perlakuan introduksi serta mengevaluasi standar mutu jagung yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu membandingkan penanganan pasca panen jagung perlakuan petani dan perlakuan introduksi mulai dari pemanenan, pengeringan tongkol, pemipilan, pengeringan pipilan, pengemasan dan penyimpanan serta mutu yang dihasilkan. Data sekunder diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Takalar, sedangkan data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dilapangan. Penelitian dilakukan di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penanganan pasca panen perlakuan petani menghasilkan kadar air jagung 16,3% bb, butir rusak 0,8 %,butir pecah 3,2%, kadar kotoran 0,3%. sedangkan teknologi penanganan pasca panen perlakuan introduksi mampu menghasilkan kadar air jagung 12,4% bb, butir rusak 0,2 %,butir pecah 1 %, kadar kotoran 0,2%. Mutu jagung perlakuan introduksi berada pada mutu I sedangkan perlakuan petani mutu I berada pada parameter butir rusak,butir warna lain, dan kadar kotoran. Mutu III pada parameter butir pecah. Mutu IV pada parameter kadar air,. Konsep dan praktik penanganan pasca panen yang baik efektif jika didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta manajemen waktu proses panen.
EVALUASI PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK PADA JAGUNG (Zea mays L) Rachmat Adiputra
Agro Wiralodra Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v3i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknologi penanganan pasca panen jagung di tingkat petani dan membandingkan dengan perlakuan introduksi serta mengevaluasi standar mutu jagung yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu membandingkan penanganan pasca panen jagung perlakuan petani dan perlakuan introduksi mulai dari pemanenan, pengeringan tongkol, pemipilan, pengeringan pipilan, pengemasan dan penyimpanan serta mutu yang dihasilkan. Data sekunder diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Takalar, sedangkan data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung dilapangan. Penelitian dilakukan di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penanganan pasca panen perlakuan petani menghasilkan kadar air jagung 16,3% bb, butir rusak 0,8 %,butir pecah 3,2%, kadar kotoran 0,3%. sedangkan teknologi penanganan pasca panen perlakuan introduksi mampu menghasilkan kadar air jagung 12,4% bb, butir rusak 0,2 %,butir pecah 1 %, kadar kotoran 0,2%. Mutu jagung perlakuan introduksi berada pada mutu I sedangkan perlakuan petani mutu I berada pada parameter butir rusak,butir warna lain, dan kadar kotoran. Mutu III pada parameter butir pecah. Mutu IV pada parameter kadar air,. Konsep dan praktik penanganan pasca panen yang baik efektif jika didukung dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta manajemen waktu proses panen.
Penambahan tepung tongkol jagung dalam media tanam jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Rachmat Rachmat; Pratiwi Hamzah; Syaifuddin Syaifuddin; Rachmat Adiputra; Muhammad Alfalyzi
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2023): Februari
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v5i1.494

Abstract

Media alternatif pengganti tepung jagung dengan memanfaatkan limbah, salah satunya dengan menggunakan limbah yaitu bagian tongkol jagung yang dijadikan tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi tepung tongkol jagung sebagai media tanam jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Penelitian dilaksanakan pada April–Juli 2022 di Desa Lassang Barat, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini terdiri dari 5 Perlakuan dan 4 kali Pengulangan. Parameter yang diamati yaitu percepatan pertumbuhan, waktu pemenuhan miselium, lebar tudung, panjang tangkai, dan berat basah tubuh buah. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian tepung tongkol jagung sebagai media tanam jamur tiram putih dapat digunakan sebagai alternatif dan perlakuan terbaik adalah P2 (serbuk kayu 700gram, dedak 150gram, kapur 50gram, tepung tongkol jagung 100gram). Kata Kunci: Jamur Tiram, Serbuk Kayu, Tepung Tongkol Jagung.
Pengaruh lama waktu inkubasi, konsentrasi starter terhadap pH, viskositas dan sifat organoleptik yoghurt susu sapi Rachmat Adiputra; Mita Ramadiyanti; Triana Ulfah; Dini Islah Maesaroh
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v4i2.557

Abstract

This research was conducted to determine the effect of incubation time and starter concentration on pH, viscosity, and organoleptic properties of cow's milk yogurt. This research was conducted from 16 to 23 June 2019 located at FIYO Yoghurt owned by Mr. Engkos Zakaria which is located in Pameungpeuk Village RT 03 RW 12 Pasirhalang Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study used a completely randomized design (CRD) factorial design consisting of two factors and three replications. The first factor is the length of incubation time (W) consisting of three levels, namely w1 = 3 hours incubation time, w2 = 6 hours of incubation time and w3 = 9 hours of incubation time. The second factor is the starter concentration (S) consisting of 3 levels, namely s1 = 2% starter concentration, s2 = 4% starter concentration and s3 = 6% starter concentration. From the research results it can be concluded that there has been an interaction between the length of incubation time and the concentration of the starter on the viscosity of cow's milk yogurt. The best interaction occurred at 9 hours of incubation time and 6% starter concentration. 9 hours incubation time and 6% starter concentration had a good effect on pH and viscosity. While the incubation time of 6 hours and 6% starter concentration produced organleptic properties which were quite liked by the panelists
Mie kering dengan substitusi tepung telur ayam ras (Gallus gallus domesticus) Sherina Melianti; Triana Ulfah; Rachmat Adiputra; Ati Atul Quddus; Atia Fizriani; Hari Hariadi
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 02 (2021): Juli
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v3i02.558

Abstract

This research was purposed to determine the effect of the addition of egg powder on physicochemical properties and to determine the best formulation treatment according to organoleptic properties. This study used a one-factor Randomized group design (RAK) with 4 treatments (A0: 100% flour, A1: 90% flour + 10% egg flour, A2 : 80% flour + 20% egg flour, A3 : 70% flour + 30% egg flour) and 3 repetitions. The results showed that the combination of adding egg flour had no significant effect on chemical characteristics (ash content), on physical characteristics the combination of adding egg flour had a significant effect on physical properties. The best formulation based on organoleptic properties was the addition of 10% egg flour on texture parameters 5.00 (liked), aroma 4.80 (liked), taste 5.13 (liked), color 5.45 (liked).
Karakteristik sensoris susu pasteurisasi dengan penambahan aditif alami ekstrak daun matoa Andi Triana; Rachmat Adiputra; Muhammad Taufik
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 2 (2023): Agustus
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v5i2.581

Abstract

Perubahan tekstur dan rasa dari suatu produk pangan berasal dari komponen penyusunnya dan kombinasi dari berbagai bahan selain pengolahan akan mempengaruhi tingkat kesukaan seseorang terhadap produk akhirnya.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh level ekstrak daun matoa terhadap karaktristik sensoris dari susu pasteurisasi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap perlakuan yang digunakan adalah daun matoa (0%,10%,15% dan 20%). Hasil pengujian menunjukkan dari segi warna susu pasteurisasi dengan penambahan ekstrak daun matoa pada konsentrasi 0% dan 0,1% berwarna putih, penggunaan ekstrak daun matoa berbau susu pada semua level penambahan ekstrak daun matoa, untuk rasa peningkatan penambahan ektrak daun matoa pada susu pasteurisasi menyebabkan rasa susu semakin berkurang, seluruh panelis mendeteksi viskositas encer pada semua penambahan konsentrasi ekstrak daun matoa dan tingkat kesukaan panelis menyatakan suka pada konsentrasi ekstrak daun matoa 0,10%.
Karakteristik Sensorik Telur Asin dengan Pemberian Tepung Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Arifin, Ilmi; Ulfah, Triana; Adiputra, Rachmat; Hariadi, Hari; Akhdiyat, Tedi
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/agritekh.v4i2.886

Abstract

Eggs are a food ingredient with a relatively high protein content and have complete amino acids, unsaturated fats, vitamins and minerals that the body needs and are easy to digest. Eggs are always available throughout the year, but the fact is that egg shells crack easily, relative humidity and temperature in the storage room can affect the quality of eggs and cause chemical and microbiological changes so preservation efforts are needed to maintain the quality of the eggs. Salted eggs are a way to preserve eggs which has the benefit of improving the taste and the texture of the egg yolk. The addition of kaffir lime leaf flour is one of the diversification methods for processing salted eggs. The aim of this research was to determine the sensory characteristics of salted eggs by administering kaffir lime leaf flour. The experimental research used a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, namely S0: 0% kaffir lime leaf flour, S1: 15% kaffir lime leaf flour, S2: 20% kaffir lime leaf flour, S3: 25% kaffir lime leaf flour, and S4: 30% kaffir lime leaf flour with 5 repetitions. he results of the research showed that salted eggs with 25% kaffir lime leaf flour produced salted eggs that were liked by the panelists in terms of sensory characteristics.
Karakteristik Organoleptik Telur Asin Dengan Penambahan Jahe Merah (Zingiber Officinale Varietas Rubrum) Ulfah, Triana; Adiputra, Rachmat; Akhdiyat, Tedi; Firman, Asep
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 18 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v18i1.6342

Abstract

Eggs are livestock products that have a big contribution in overcoming nutritional problems in society. Generally, eggs only last for two weeks if stored at room temperature. Therefore preservation efforts are very important to maintain the quality of the eggs, so that the quality and nutritional value of the eggs remain good and do not change the taste, smell, color and contents. One way is to preserve them by salting and adding red ginger. Red ginger contains antioxidants, antimicrobials and essential oils that can preserve and give a distinctive aroma. The aim of this study was to determine the effect of adding red ginger (Zingiber officinale Rubrum variety) on the characteristics of salted eggs. The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, namely P0: 0% red ginger, P1: 20% red ginger, P2: 30% red ginger, P3: 40% red ginger, and P4: 50% red ginger with 5 times test. The results showed that the characteristics of salted eggs with the addition of 30% red ginger got the highest score in the hedonic method organoleptic test.
Imbangan Enzim Papain dengan Nitrit terhadap Kualitas Fisik (Keempukan, Warna dan pH) Daging Kuda Desva Yuan Pramudya; Triana Ulfah; Tedi Akhdiat; Rachmat Adiputra; Hari Hariadi
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.707

Abstract

Daging kuda belum banyak diminati oleh masyarakat karena kualitas fisik daging kuda memiliki tekstur yang agak alot, berbau amis dan warna tidak menarik. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya kuda dipergunakan untuk bekerja sehingga daging kuda memiliki jaringan ikat yang banyak dan kuda dipotong jika sudah afkir. Kualitas fisik daging menjadi standar acuan konsumen dalam pemilihan daging. Salah satu cara untuk memperbaiki tekstur daging kuda adalah dengan mengeempukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari imbangan enzim papain dan nitrit terhadap kualitas daging kuda. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini daging kuda, enzim papain, dan nitrit. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan yaitu P1 (enzim papain serbuk 100%), P2 (enzim papain serbuk 50% + nitrit 0,02%), P3 (enzim papain serbuk 25% + nitrit 0,04%), dan P4 (nitrit 0,06%). Parameter yang diamati keempukan, pH, dan warna daging. Hasil penelitian yang semakin tinggi jumlah nitrit yang ditambahkan nilai pH dan nilai keempukan meningkat, sedangkan untuk nilai warna berlaku sebaliknya, semakin tinggi jumlah nitrit yang ditambahkan skor warna semakin menurun. Kesimpulannya, penggunaan enzim papain dan nitrit terhadap uji kualitas daging kuda pada keempukan dan warna berpengaruh nyata namun tidak berpengaruh pada pH daging, penggunaan enzim papain sebesar 50% dan nitrit 0,02% menghasilkan daging kuda dengan kualitas yang baik.
Aktivitas antibakteri ekstrak jahe merah (Zingiber officinale) dalam aplikasi edible film berbasis pati kulit singkong (Manihot esculenta) Susi Susi Lawati; Raden Duhita Diantiparamudita Utama; triana ulfah; Melia Siti Ajijah; Mita Ramadiyanti; Rachmat Adiputra
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2025): Agustus
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v7i2.894

Abstract

Penggunaan plastik sebagai kemasan bahan pangan telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi plastik adalah pengemas yang kurang ramah lingkungan karena mempunyai karakter nonbiodegradable. Edible film menjadi alternatif untuk menggantikan plastik pengemas makanan karena bersifat biodegradable. Kulit singkong merupakan limbah agroindustri yang memiliki kandungan pati dan jahe merah memiliki senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik edible film berbasis pati kulit singkong dan pengaruh ekstrak jahe merah sebagai antibakteri terhadap edible film. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yang melibatkan empat variasi konsentrasi pati kulit singkong (3%, 4%, 5%, dan 6%) sebagai perlakuan tunggal. Setiap perlakuan direplikasi sebanyak tiga kali untuk analisis statistik. Hasil penelitian meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, mudah terurai, dan antibakteri pada perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pati kulit singkong berpengaruh nyata terhadap ketebalan, kuat tarik, dan mudah terurai akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap elongasi. Konsentrasi pati kulit singkong P4 6% merupakan perlakuan terbaik.