Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Bagaimanakah Pengendalian Kecelakaan Kerja pada Pemasangan Pipa Pemadam Kebakaran di PT “PTC”? Pipit Marfiana
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i1.220

Abstract

Every year there are more than 250 million accidents in the workplace and more than 160 million workers get sick. In addition, 1.2 million workers died due to accidents. Occupational Health and Safety which has been popularly known as K3, and is widely spread in every industrial sector. Therefore, this study aims to describe the program, procedure, implementation, and control of work accidents in the installation of fire extinguishers at PT "PTC". This research is a qualitative research with a descriptive case study design. The data collection techniques used were interviews, field observations, and literature studies. The data that has been collected is then analyzed qualitatively. The results of the study concluded that PT “PTC” had implemented a work accident control program, namely by conducting health checks on workers, safe work permits, personal protective equipment, and safety driving. The hazard control procedure has implemented the Internal Work Procedure NO. C-401/F13435/2015-S0 related to “Hazard Identification and Risk Assessment” as a work accident control procedure, at PT “PTC”. In addition, it has implemented the implementation of work accident control in accordance with Law no. 1 of 1970 concerning occupational safety as an aspect of the occupational safety and health management system to support existing work programs. This is an effort to continue to develop K3 procedures that are integrated with work processes to increase work productivity and participate in the implementation of occupational safety and health (K3) aspects.
GAMBARAN HYGIENE SANITASI DI KAWASAN “P” Pipit Marfiana
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i3.182

Abstract

Hygiene sanitasi merupakan upaya pengendalian faktor resiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Berdasarkan data Tempat Pengolahan Makanan Menurut Kemenkes RI (2018) Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memiliki potensi yang cukup besar untuk menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit bahkan keracunan akibat dari makanan yang dihasilkannya. TPM adalah usaha pengolahan makanan yang meliputi jasa boga atau katering, rumah makan dan restoran, depot air minum, kantin, makanan jajanan. Persentase TPM yang memenuhi syarat kesehatan secara nasional pada tahun 2018 adalah 26,41%, tahun 2017 adalah 18,04%. Namun capaian ini belum memenuhi target Renstra Kementerian Kesehatan RI 2018 untuk Tempat Pengolahan Makanan memenuhi syarat kesehatan yaitu sebesar 26%. Sedangkan di Jawa Barat Tempat Pengolahan Makanan yang memenuhi syarat tahun 2018 19,69%, tahun 2017 14,71%. Sementara Puskesmas pun tidak memiliki alat untuk melakukan pemeriksaan sampel. Untuk sistem pelaporan kegiatan yang sudah berbasis elektronik (internet) masih belum optimal terkait penurunan koneksi jaringan pada sistem monev elektronik Tempat Pengolahan Makanan, yang berdampak pada penurunan semangat sanitarian dalam menginput hasil IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan) Tempat Pengolahan Makanan yang terdapat di wilayah kerja mereka pada aplikasi tersebut. Tujuan Penelitan ini untuk mengetahui Gambaran hygiene sanitasi pada pedagang makanan di Kawasan “P”. Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan berdasarkan wawancara 72 pedagang Kawasan “P”. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Gambaran Hygiene Sanitasi di Kawasan “P” sudah dilaksanakan sehingga dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, tertib dan teratur. Namun adanya kekurangan hygiene, sanitasi dan pengetahuan perlu adanya evaluasi serta peningkatan dalam Gambaran Hygiene Sanitasi di Kawasan “P”.
Pembangunan Green Building dalam Upaya Mitigasi Global Warming Pada Kualitas Kesehatan Lingkungan Kerja Madoeretno Amiroel Pribadi; Pipit Marfiana
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.264

Abstract

Fenomena global warming berpengaruh terhadap hewan dan satwa di bumi yang punah. Berdasarkan data World Green Building Council, di seluruh dunia bangunan gedung setidaknya menyumbang 33% emisi CO2, mengkonsumsi 17% air bersih, 25% produk kayu, 30-40% penggunaan bahan mentah, dan 40-50% penggunaan energi untuk pembangunan operasionalnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak global warming terhadap kesehatan lingkungan kerja, upaya mitigasi global warming, dan tantangan pembangunan green building. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data sekunder dengan studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi serta dilakukan dengan pencarian sumber pustaka seperti buku, arsip koran dan majalah, artikel ilmiah, menjadi sumber referensi atau gagasan yang diolah menjadi data-data terkait penelitian. Penelitian ini menggunakan analisa data kualitatif dengan menggambarkan data yang dinyatakan dalam kalimat tentang pembangunan green building dalam upaya mitigasi global warming terhadap kualitas kesehatan lingkungan kerja.  Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa  global warming pada tingkat mikro perusahaan berdampak peningkatan suhu dan sirkulasi udara. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa upaya mitigasi global warming harus menjadi agenda nasional dan sekaligus agenda perusahaan dengan lebih memperhatikan aspek kesehatan lingkungan kerja. Gerakan green building ini perlu suatu pendekatan yang komprehensif dengan menekankan pada tiga aspek pendekatan yakni aspek kelembagaan, aspek sosial ekonomi dan aspek teknologi.
Implementasi Job Safety Analysis (JSA) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Pipit Marfiana; Hadi Kurniawan Ritonga; Mutiara Salsabiela
Jurnal Migasian Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i2.75

Abstract

Pengaruh industrialisasi yang umumnya ditandai dengan penggunaan sarana dan fasilitas maupun perangkat mesin, pesawat, instalasi serta bahan berbahaya yang menyebabkan semakin banyak pula jumlah dan jenis ataupun ragam sumber bahaya di tempat kerja dan akan menumbuhkan kemungkinan semakin banyaknya jumlah kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengetahui program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di perusahaan, prosedur job safety analysis yang ada di perusahaan dan implementasi job safety analysis beserta upaya pengendalian yang tepat sebagai sarana untuk mengenali dan mencegah kecelakaan akibat kerja. Pengambilan data yaitu observasi, diskusi, melihat data/record perusahaan dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan proses identifikasi bahaya sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk meminimalisasi risiko bahaya tersebut di lakukan upaya pencegahan dengan metoda job safety analysis. Mengidentifikasi potensi bahaya yang bisa muncul saat tenaga kerja bekerja di tempat kerja tersebut. Pengendalian bahaya dengan eliminasi, subtitusi, tanda peringatan serta penyediaan alat pelindung diri. Kemudian memonitoring bahaya yang sudah dikendalikan.
Integrasi Aspek Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dalam Strategic Human Resource Management Pipit Marfiana; Amiroel Pribadi M
Jurnal Migasian Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v4i2.141

Abstract

Karyawan merupakan salah satu aset perusahaan yang harus di apresiasi kinerjanya. Salah satu sarana untuk apresiasi tersebut dengan melakukan penilaian karya setiap tahun melalui performance appraisal. Dengan diadakannya aktivitas ini diharapkan dapat meningkatkan nilai dari organisasi, proses, tim dan individu dalam oganisasi. PT. R dalam melakukan penilaian karyawan setiap tahun menggunakan model Performace Appraisal metode Feedback 360O. Dengan digunakannya model ini, karyawan bukan hanya dinilai oleh superiornya, namun juga oleh rekan sekerja dan bawahannya. Diharapkan melalui model Performance Appraisal metode Feedback 360O penilaian semakin obyektif. PT. R adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batubara, yang mempunyai tingkat resiko kecelakaan sangat tinggi dalam pengelolaan operasionalnya. Sehingga, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu nilai inti (core values) yang harus dimiliki oleh setiap karyawan dan harus menjadi salah satu parameter yang menjadi bagian dalam dalam penilaian karyanya. PT.R dalam implementasi sistem performance manajemennya telah konsisten dengan apa yang digariskan performance management model, Sistem Penilaian Karya terintegrasi dengan Training Needs Analysis berbasis K3LH dengan terefleksikan dalam Key Performance Indicator (KPI).
EFEKTIFITAS EDUKASI LINGKUNGAN TENTANG DAMPAK NEGATIF MINYAK JELANTAH DAN SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK SISWA DAN SISWI SMP AL-URWATUL WUTSQO INDRAMAYU Suci Amaliah; Dian Farkhatus Solikha; Pipit Marfiana
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5848

Abstract

Peningkatan jumlah konsumsi minyak goreng pada akhirnya akan berdampak terhadap meningkatnya penggunaan limbah rumah tangga minyak jelantah yang dikonsumsi oleh masyarakat, sedangkan penggunaan minyak jelantah apabila digunakan terus menerus secara berulang akan memberikan dampak bagi kesehatan dan sebagai pemicu penyakit kanker dan jantung, hal ini disebabkan karena pengelolaan limbah minyak goreng yang tidak sesuai dengan proses pengolahan yang benar dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah pemberian edukasi tentang minyak jelantah dapat membantu untuk memahami dampak negatif minyak jelantah dan mendorong untuk berperilaku ramah lingkungan dalam pengolahan minyak jelantah pada siswa dan siswi SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra-eksperimental, dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas saja yaitu kelas eksperimen. Pemberian edukasi mengenai dampak negatif minyak jelantah dan solusi ramah lingkungan sudah berjalan efektif, ini berdasarkan nilai tafsiran efektivitas N-Gain dengan kategori (%) memperoleh nilai sebersar 76,67434716, ini termasuk dalam tafsiran efektif.
DESCRIPTION OF NOISE IN THE COMPRESSOR AND GENERATOR AREA AT PT PERTAMINA EP ASSET 3 TAMBUN FIELD – BEKASI Marfiana, Pipit
Journal of Green Science and Technology Vol 7 No 1 (2023): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL.7 NO.1 MARET 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v7i1.14

Abstract

PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field is a state-owned company engaged in Production Exploration, in the process this company has tools that must pay attention to the noise level, namely Compressors and Gensets. Compressors and generators are very influential on hearing loss in workers, therefore efforts to prevent hearing loss must be carried out. The objectives to be known are to know the noise conservation program, Standard Operating Procedures (SOP) in implementing noise conservation, and Implementation of Noise Conservation in Compressor and Genset Areas. This research method uses direct observation, interviews and literature studies. The results show that the Hearing Conservation Program has 7 (seven) components, namely: noise exposure survey, noise control, worker training, personal protective equipment, audiometric examination, recording and reporting, program assessment. The procedure used refers to the Individual Work Procedure (TKI) for Noise Measurement. The implementation of the Noise Measurement Program is carried out by the contractor once every 1 (one) year or every time there is a process change or a new tool. The Hearing Conservation Program must continue to make continuous improvements. It should be noted in monitoring workers in the Genset and Compressor area so that workers always use hearing protection equipment.  
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA/SISWI TERHADAP PENGUASAAN KOSA KATA “PREPOSITIONS OF PLACE” DI MTS DARUL FALAH KEPOLO INDRAMAYU Anton, Muhammad; Rahmiharti, Nirmala; Amaliah, Suci; Marfiana, Pipit; Pribadi, Amiroel
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7871

Abstract

Sampai saat ini penguasaan bahasa inggris masih dianggap penting dan perlu untuk siapa saja di era global ini. Dalam penguasaan bahasa inggris tidak luput dari pemahaman untuk menguasai kosakata (Vocabulary) karena penguasaan vocabulary yang baik dianggap penting untuk komunikasi yang lancar dan pemahaman yang mendalam, kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menyebutkan, menuliskan, mengartikan, dan menggunakan kosakata dengan benar saat menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk menambah kosakata adalah dengan bermain permainan (Game), Bermain game dapat meningkatkan motivasi dalam belajar dan membuat belajar jadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penguasaan kosa kata bahasa inggris siswa dan siswi MTS Darul Falah Kepolo Indramayu dan untuk membantu siswa untuk menambah kosa kata dan memahami Noun, To be (simple present tense) dan basic prepositionsof place dalam bahasa inggris. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan Pre-Eksperimen (Pre-Experimental Design), dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas yaitu kelas eksperimen. Pemberian materi mengenai Noun, to be khususnya simple present tense, dan basic prepositions of place. Tingkat pengetahuan kosakata prepositions of Place siswa mendapatkan peningkatan yang signifikan berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai mean N-Gain score sebesar 0,702786221 yang termasuk dalam kategori tinggi.
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI MANGGA BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTA DI SMP AL-URWATUL WUTSQO-INDRAMAYU Pipit Marfiana; Dian Farkhatus Sholikha; Isnani Agriandita; Sodikin Sodikin; Suci Amaliah
Jurnal Migasian Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v8i1.297

Abstract

Waste cooking oil is usually thrown away or stored without being processed first. Disposal of waste cooking oil carelessly can be harmful to the environment and also human health. Reusing waste cooking oil into a useful material will reduce negative impacts, for example making aromatherapy candles from used cooking oil. The aromatherapy candles can be modified with a mango scent which is a local potential of Indramayu Regency. This Community Service (PkM) aims to provide counseling and training in making mango aromatherapy candles from used cooking oil. Community Service (PkM) is carried out by involving participants from teachers, Islamic boarding school administrators, and students of SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. This PkM activity consists of two stages, namely the first stage in the form of material delivery activities or socialization and the second stage in the form of training activities in making aromatherapy candles from used cooking oil. The delivery of material or socialization was attended by teachers, Islamic boarding school administrators, and 30 students of SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. The socialization activity of making mango aromatherapy candles from used cooking oil was carried out using lecture methods, pre-test/post-test, and interactive discussions. Furthermore, the training activity for making aromatherapy candles from used cooking oil was attended by teachers, Islamic boarding school administrators, and 30 students of SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. Where the training activity for making aromatherapy candles from used cooking oil was carried out using the mentoring method and direct practice with participants. The making of mango aromatherapy candles from oil was carried out in two stages, namely clarifying used cooking oil and making candles. The results of the PkM training activity for making aromatherapy candles from used cooking oil that had been carried out could have a positive impact on the community. The use of used cooking oil as a basic ingredient for making aromatherapy candles has the potential to be developed as an alternative additional source of income for housewives because it has high economic value.
Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Peningkatan Kecakapan Bahasa Inggris dalam Konteks Keselamatan Kebakaran di MTs Darul Falah Kepolo-Indramayu Pipit Marfiana; Suci Amaliah; Muhammad Anton; Amiroel Pribadi Madoeretno; Nirmala Rahmiharti
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.388

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan siswa dalam penanggulangan kebakaran dini serta rendahnya kecakapan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks komunikasi praktis dan kedaruratan. Padahal, kesiapsiagaan bencana dan kemampuan bahasa asing merupakan kompetensi penting dalam membentuk generasi tangguh dan berdaya saing global.Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran sederhana, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR),dan media sederhana lainnya seperti Fire Blanket/Karung Goni/Handuk Basah dan simulasi keadaan darurat; serta (2) sosialisasi Pendidikan peningkatkan kecakapan dasar bahasa Inggris siswa melalui pendekatan komunikatif games. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan praktik langsung penggunaan APAR dan media sederhana lainnya, simulasi evakuasi kebakaran, serta pendidikan bahasa Inggris berbasis Games role play dan Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta partisipasi aktif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan kebakaran dini, ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi sumber bahaya, memahami prosedur evakuasi, dan mempraktikkan penggunaan APAR atau media sederhana lainnya dengan benar. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Program ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan budaya sadar keselamatan (safety awareness) dan penguatan kompetensi komunikasi peserta. Kata kunci: Penanggulangan Kebakaran, Kesiapsiagaan, Kecakapan Bahasa inggris