Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELOMPOK ASMANTOGA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TATA KELOLA DI ASMANTOGA DUKUH KEWENGEN, DESA GUBUG Budi, Agustyarum Pradiska; Trihastiningsih, Wahyu; Anjelika, Viola
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v3i2.92

Abstract

Desa Gubug memiliki program Asman Toga di setiap dukuhnya yang sudah berjalan selama kurang lebih 6 bulan. Salah satu kelompok asmantoga pada dukuh Kewengen, pengelolaan asmantoga di dukuh kewengen sudah berjalan dengan cukup baik. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat akan pengolahan produk inovasi dari toga di lingkungannya, sehingga perlu adanya pelatihan khusus yang diberikan khususnya yang berhubungan dengan pengolahan hasil dari penanaman toga. Pelaksanaan pengabdian masyakarat ini ada beberapa tahapan metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, diantaranya adalah dengan metode pelatihan dan demo secara langsung. Dengan memberikan pelatihan pembuatan klepon dengan pewarna alami dari daun kelor dan teh celup dari bunga rossela dan daun kelor yang dapat diprakterkkan dengan mudah dirumah. Kegiatan ini disambut dengan antusias ibu-ibu selama kegiatan pelatihan berlangsung, kegiatan pelatihan ini dapat memberikan inovasi bagi kelompok asmantoga dukuh Kewengen untuk digunakan suatu saat nanti untuk mengikuti perlombaan baik tingkat desa ataupun tingkat yang lebih tinggi lagi
ANALISIS MODEL HOT-FIT TERHADAP KINERJA KEAMANAN SIBER DENGAN MEDIASI KESIAPAN KEAMANAN SIBER DI RSUD AJIBARANG Budi, Agustyarum Pradiska; Wulandari, Sri; Budi, Galuh Nugrahaning
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4392

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor HOT-FIT yaitu Human, Organization dan Technology untuk mengukur kinerja keamanan siber yang dimediasi oleh variabel kesiapan keaman siber di RSUD Ajibarang. Hasil analisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan nilai R Square untuk kesiapan keamanan siber sebesar 0,768 dan kinerja keamanan siber sebesar 0,624, mengindikasikan model memiliki kekuatan eksplanatori yang baik. Namun, nilai Q Square untuk kesiapan keamanan siber (0,512) dan kinerja keamanan siber (0,256) menunjukkan kemampuan prediktif yang bervariasi. Dari 13 hipotesis yang diuji, 4 diterima, termasuk pengaruh signifikan kebijakan dan prosedur, komitmen manajemen, serta implementasi teknologi terhadap kesiapan keamanan siber, dan pengaruh sistem dan teknologi terhadap kinerja keamanan siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya aspek kebijakan, komitmen manajemen, implementasi teknologi, dan sistem keamanan dalam meningkatkan kesiapan dan kinerja keamanan siber untuk peningkatan keamanan siber pada RSUD Ajibarang. Oleh karena itu rekomendasi yang diberikan untuk kesiapan keamanan siber sebagai upaya prioritas melalui dukungan manajemen terhadap kebijakan, investasi teknologi dan investasi divisi IT. Sedangkan untuk kinerja kemanan siber hanya dapat diukur melalui invetasi pemutakhiran sistem dan teknologi. Untuk itu, RSUD Ajibarang perlu melakukan penelitian lanjutan terkait evaluasi ROI (Return on Investment) dalam system dan teknologi.
PENERAPAN PEMASARAN DIGITAL DAN KINERJA UMKM: DUKUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL Mulyanto, Dody; Budi, Agustyarum Pradiska
Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37476/jbk.v14i2.5173

Abstract

UMKM menghadapi tantangan dalam memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan kinerja. Penelitian ini menganalisis bagaimana lingkungan internal dan eksternal memengaruhi pemanfaatan pemasaran digital serta dampaknya terhadap kinerja UMKM wisata air di Kabupaten Klaten. Dengan menggunakan metode survei kuantitatif pada 155 responden dan teknik analisis SEM, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, seperti kompetensi SDM dan inovasi, memiliki peran dominan dalam mendorong adopsi pemasaran digital yang secara signifikan meningkatkan kinerja UMKM. Pemasaran digital terbukti menjadi mediator yang efektif, menghubungkan faktor lingkungan dengan hasil yang lebih baik, sekaligus menegaskan pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan daya saing UMKM. Namun, penelitian ini terbatas pada wilayah geografis Kabupaten Klaten, belum mencakup variabel yang lebih luas seperti kepedulian lingkungan, dan berpotensi dipengaruhi oleh bias metode kuesioner yang diisi sendiri. Penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan wilayah, menambahkan variabel baru, serta menggunakan pendekatan longitudinal atau kualitatif untuk mengeksplorasi alat digital terbaru seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data.
ANALISIS PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI FKTP MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Widiyanto, Wahyu Wijaya; Suparti, Sri; Budi, Agustyarum Pradiska; Sunandar, Ahmad
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2842

Abstract

Rekam medis elektronik (RME) telah menjadi solusi yang semakin populer dalam pengelolaan informasi kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan. RME memungkinkan penyimpanan, akses, dan pertukaran data pasien secara elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Pada tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti klinik, puskesmas, dan FKTP kecil, penerapan RME juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan. Namun, implementasi RME di FKTP masih menghadapi tantangan tertentu. Salah satunya adalah tingkat penerimaan dan adopsi RME oleh staf medis dan tenaga kesehatan di FKTP. Penggunaan RME memerlukan perubahan dalam cara kerja tradisional dan kebiasaan pengarsipan data pasien, yang mungkin tidak mudah diterima oleh semua pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan RME di FKTP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem rekam medis elektronik Nusa Medis di FKTP menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan staf medis dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam penerapan RME di FKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di FKTP menghadapi beberapa hambatan, termasuk keterbatasan keterampilan teknis staf medis, ketidakpastian tentang keamanan data, dan resistensi terhadap perubahan dari beberapa pihak. Namun, faktor-faktor seperti manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, dan dukungan organisasi ternyata berpengaruh positif terhadap penerimaan dan penggunaan RME oleh staf medis dan tenaga kesehatan.
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS PENDAFTARANN DENGAN METODE ABK-KES DI PUSKESMAS POLANHARJO KABUPATEN KLATEN TAHUN 2024 Rahayu, Istiyawati; Budi, Agustyarum Pradiska; Christiyono, Yonatan Andrean
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3897

Abstract

Puskesmas polanharjo mempunyai 1 orang petugas pendaftaran, Perhitungan kebutuhan tenaga kerja dengan metode ABK-Kes terdiri dari enam langkah, yaitu menetapkan fasyankes dan jenis SDMK, menetapkan waktu kerja tersedia, Menetapkan komponen beban kerja dan norma waktu, menghitung standar beban kerja, menghitung standar tugas penunjang dan faktor tugas penunjang dan yang terahkir yaitu menghitung kebutuhan SDMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja petugas pendaftaran berdasarkan metode ABK-Kes di Puskesmas Polanharjo Kabupaten Klaten, Penelitian ini menggunakan penelitian survey deskririptif dengan metode Cross-Sectional. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, stopwatch , dan alat tulis, Hasil Penelitian didapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, memiliki Waktu Kerja Tersedia (WKT) sebesar 75.000 menit per tahun. Total norma waktu petugas pendaftaran adalah 2,56 menit per pasien baru maupun lama, nilai standar beban kerja petugas pendaftaran yaitu 1.241.863, serta total FTP 6,08 % dan menghasilkan STP 1,06. Dan hasil perhitungan kebutuhan SDMK yaitu 3 petugas. Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tenaga kerja pada Puskesmas Polanharjo Kabupaten Klaten perlu adanya penambahan petugas pendaftaran berjumlah 2 petugas dan meningkatkan kompetensi petugas dengan mengikuti pelatihan mengenai pendaftaran kepada petugas pendaftaran sehingga produktivitas kerja pelayanan pendaftaran lebih maksimal.
INKUBATOR BISNIS SEBAGAI PENGUATAN FAKTOR PENDUKUNG MINAT WIRAUSAHA MAHASISWA Mulyanto, Dody; Budi, Agustyarum Pradiska
Riset Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2024): Volume 15 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : STIE Atma Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36600/rma.v15i1.360

Abstract

The level of interest in entrepreneurship among students remains relatively low, with the majority of students opting to pursue employment post-graduation. Efforts from universities are necessary to boost entrepreneurial interest, thereby creating job opportunities and reducing unemployment rates. This research aims to examine how strengthening business incubators influences the impact of self-efficacy, digital literacy, and entrepreneurial literacy on students' interest in entrepreneurship. The study adopts a quantitative approach, employing data collection methods such as questionnaires and interviews. The study population consists of vocational students attending vocational colleges in Surakarta City. Data analysis utilizes Moderating Regression Analysis (MRA). The findings suggest that business incubators play a significant role in moderating the influence of self-efficacy, digital literacy, and entrepreneurial literacy on students' interest in entrepreneurship. Recommendations include vocational colleges continuing to develop and enhance the effectiveness of business incubators to stimulate students' interest in entrepreneurship. Future research should consider broader subjects beyond just vocational college students.
Perbandingan Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Elektronik Dan Manual Menggunakan Metode ABK Kesehatan Budi, Agustyarum Pradiska
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2831

Abstract

Beban kerja  merupakan volume atau kuantitas pekerjaan selama satu tahun untuk tiap jenis sumber daya manusia (SDM). Jika jumlah SDM sedikit sedangkan beban kerja yang semakin tinggi tentunya dapat menyebabkan terjadinya kelelahan kerja. Begitu pula sebaliknya jika jumlah SDM lebih banyak dari beban kerja, maka banyak pula waktu yang tersisa sehingga perkerjaan kurang efektif dan efisien. Sejalan dengan perkembangan teknologi penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), rumah sakit perlu mengevaluasi analisis beban kerja (ABK) pada unit kerja rekam medis. Penelitian ini membandingkan ABK antara RME dan Manual bertujuan untuk memberikan gambaran rumah sakit dalam pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif dan efisien di masa mendatang dengan adanya RME. Perbandingan ini juga memberikan masukan bagi rumah sakit dalam mempercepat investasi penyediaan RME. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes)  dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan RME dan Manual lebih efisien dalam kegiatan pokok, sehingga dengan SDM yang sama mampu mengerjakan beban yang lebih tinggi. RS dengan RME mampu mengerjakan beban kerja 5 kali lipat dibanding yang manual baik rawat inap maupun rawat jalan. Berdasarkan perhitungan ABK Kes RS dapat mengevaluasi kebutuhan SDM untuk dapat merotasi, menambah atau mengurangi sesuai dengan beban kerja yang telah dihitung.
Peningkatan Literasi Keuangan Digital Pada Guru Dan Siswa Di Lukmanul Hakeem School Thailand Budi, Agustyarum Pradiska; Jati, Tiara Novita
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 02 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i02.208

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi keuangan digital di kalangan guru dan siswa, khususnya di sekolah internasional yang jarang mendapat pendampingan langsung terkait hal tersebut. Padahal, literasi keuangan digital menjadi keterampilan penting dalam menghadapi perkembangan teknologi keuangan, termasuk e-wallet, mobile banking, aplikasi budgeting, Investment Apps hingga Payment Gateways. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran guru dan siswa terkait penggunaan layanan keuangan digital yang aman dan bijak. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif untuk penyampaian materi dasar serta diskusi partisipatif yang disertai studi kasus dan praktik langsung. Kegiatan ini diikuti oleh 148 peserta (13 guru dan 135 siswa) di Lukmanul Hakeem School, Yala – Thailand, yang dilaksanakan secara hybrid. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang konsep dasar keuangan digital, keterampilan dalam menggunakan aplikasi keuangan, serta kesadaran terhadap risiko transaksi digital. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif sebagai model pelatihan literasi keuangan digital lintas negara yang dapat direplikasi pada konteks pendidikan lainnya