Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KARAKTERISTIK PUDING DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) Fuadi, Asral; Insan, Ranggi Rahimul; Gusnita, Wiwik; Anggraini, Ezi
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.33530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari buah senggani (Melastoma malabathricum L.) terhadap mutu sensoris puding, mencakup warna, aroma, tekstur, dan rasa, melalui uji hedonik. Buah senggani diketahui mengandung antosianin, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai pewarna alami dan antioksidan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan (0 g, 220 g, 320 g, 420 g, dan 520 g) serta tiga ulangan. Uji hedonik dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih menggunakan skala kesukaan 7 poin. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah senggani berpengaruh nyata (p0,05) terhadap semua atribut sensoris. Perlakuan 520 g menghasilkan skor tertinggi untuk warna (6,70), aroma (6,08), dan rasa (5,86), sedangkan tekstur terbaik ditemukan pada perlakuan 420 g (6,12). Warna ungu yang lebih disukai dihasilkan oleh kandungan antosianin, sedangkan persepsi rasa yang seimbang dipengaruhi oleh interaksi senyawa bioaktif dan bahan dasar puding. Hasil ini menunjukkan bahwa sari buah senggani berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami dalam produk puding fungsional berbasis lokal.
Pengaruh Penambahan Puree Daun Kelor Terhadap Kualitas Pempek Ikan Tenggiri Salmadira, Hanifah; Mustika, Sari; Gusnita, Wiwik; Insan, Ranggi Rahimul
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/vc5yxv58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan puree daun kelor terhadap kualitas pempek ikan tenggiri ditinjau dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan, dengan penambahan puree daun kelor pada perlakuan 0%, 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree daun kelor terhadap kualitas pempek ikan tenggiri berpengaruh signifikan terhadap perlakuan 5% (X1), 10% (X2) dan 15% (X3) terhadap karakteristik warna (hijau) pempek. Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan terhadap aroma (harum), tekstur (kenyal) dan rasa (terasa ikan). Perlakuan terbaik untuk aspek warna diperoleh pada X3 (15%), sedangkan untuk aroma, tekstur, dan rasa diperoleh pada X2(10%). Dan pada uji Hedonik perlakuan terbaik diperoleh pada X2 (10%).
Pengaruh Substitusi Talas Terhadap Kualitas Perkedel Aprillia, Eka; Holinesti, Rahmi; Siregar, Juliana; Insan, Ranggi Rahimul
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/m3x24246

Abstract

Perkedel merupakan olahan berbahan dasar kentang, namun keterbatasan pasokan serta fluktuasi harga mendorong pemanfaatan talas sebagai alternatif pangan lokal. Talas memiliki tekstur pulen, rasa netral, kandungan gizi baik, dan harga relatif stabil sehingga berpotensi menggantikan kentang. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh substitusi talas terhadap mutu organoleptik perkedel meliputi bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas empat perlakuan (0%, 25%, 50%, dan 75% talas) dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan bahwa substitusi talas tidak berpengaruh nyata pada bentuk, warna, dan tekstur, namun berpengaruh signifikan pada aroma dan rasa. Perlakuan 25% menghasilkan aroma harum, rasa gurih, dan tekstur lembut, sedangkan bentuk terbaik terdapat pada 50% dan warna terbaik pada 0%. Substitusi 25% direkomendasikan untuk meningkatkan mutu sensori sekaligus mendukung diversifikasi pangan lokal.
Innovating Traditional Culinary Products: Developing ‘Karipap’ as a Creative Economy Driver in Payakumbuh Cultural Village Insan, Ranggi Rahimul; Holinesti, Rahmi; Mustika, Sari; Utami, Riski Gusri; Rahmatunisa, Risma; Siregar, Juliana; Rosel, Ruhul Fitri
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.415-423.2025

Abstract

The Balai Kaliki Cultural Village in Payakumbuh City holds great potential for developing a creative economy rooted in traditional Minangkabau culinary heritage. However, this potential remains underutilized, particularly in terms of product innovation, packaging, and marketing. This community service program aimed to enhance the community’s skills in processing, packaging, and promoting innovative karipap products as a step toward developing local creative economy enterprises. The program was conducted in three stages: preparation, which included a needs assessment and coordination with local stakeholders; training, focused on hygienic food processing, innovative recipe development, packaging design, and social media–based branding; and evaluation and mentoring, which involved skill assessments and business sustainability planning. Ten participants, consisting of women and young women from the Family Welfare Movement (PKK), were selected purposively. The findings showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, with the average test score increasing to 85%. Participants successfully created three new product variations and established social media accounts for marketing purposes. Overall, this program successfully empowered the local community through skill enhancement in culinary innovation, packaging, and digital promotion. It contributes to the advancement of local creative economies while supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly poverty alleviation and food security, and reinforcing Minangkabau cultural identity through local culinary innovation.