Fadhilasari, Icha
Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Third Language Acquisition: A Systematic Review Icha Fadhilasari
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v6i1.5596

Abstract

The phenomenon of third language acquisition has spread rapidly in recent decades, as one of the multifaceted effects of the current era of globalization. In a world where multilinguals outnumber monolinguals, the study of third language (L3) acquisition has become an area of ​​interest for many researchers. This article aims to provide an overview of reviews of several studies regarding third language acquisition.A systematic review method was used in this study, based on research questions that govern which studies will be included for review. This study aims to investigate research trends on third language acquisition. The results of this research show that several studies after 2020 only focused on transfer errors due to cross-linguistic influences at the morphosyntactic level.
Konstruksi Idiomatik dalam Pemberitaan Surat Kabar: Bentuk dan Makna Idiom Pada Narasi Berita Metropolis-Jawa Pos: Kajian Semantik Rochmah, Nuzurul; Apriliyanti, Lia; Fadhilasari, Icha
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2022.4.1.57-69

Abstract

Pemberitaan dalam surat kabar kerapkali menggunakan idiom sebagai pilihan bentuk dalam narasi berita media massa. Pemanfaatan konstruksi idiomatis tersebut tak lepas dari langgam berita yang meniscayakan keefisienan dan keefektifan ekspresi. Bentuk idiom digunakan agar sesuatu (berita) dapat disampaikan secara singkat, padat, lugas, dan tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna idiom sekaligus kategori unsur yang membentuknya. Adapun material pemberitaan yang dijadikan sumber data penelitian bersumber pada surat kabar Jawa Pos segmen Metropolis edisi 22-24 Maret 2022, khususnya kutipan artikel yang mengandung makna idiomatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan dengan teknik catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan makna idiomatik pada pemberitaan atau artikel yang berjumlah total 109 artikel, terdapat 23 artikel yang mengandung makna idiomatik dengan jumlah idiom sebanyak 25 ungkapan. Dari jumlah makna idiomatik yang ditemukan, terdapat 9 idiom pada edisi 22 Maret 2022 berupa 5 bentuk idiom penuh dan 4 bentuk idiom sebagian. Pada edisi 23 Maret 2022 terdapat 8 makna idiomatik berupa 4 bentuk idiom penuh dan 4 bentuk idiom sebagian. Sedangkan pada edisi 24 Maret 2022 terdapat 8 makna idiom berupa 1 bentuk idiom penuh dan 7 bentuk idiom sebagian. Dari data yang ditemukan, akhirnya dapat ditarik kesimpulan penggunaan idiom pada surat kabar seringkali diperlukan guna mengungkapkan konsep-konsep dengan penjelasan yang panjang, melalui idiom tersebut konsep-konsep suatu kata dapat disampaikan dengan singkat dan jelas.
Analisis Sintaksis: Jenis Frasa pada Lirik Lagu Rony Parulian dalam Album "Rahasia Pertama" Nadia Putri Nabhila; Fadhilatur Rosyidah; Erfina Rahayu; Ahmad Faizi; Icha Fadhilasari
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 3 (2025): May : Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i3.1802

Abstract

This study aims to analyze the syntactic structure in Rony Parulian's song lyrics on the album "Rahasia Pertama", focusing on seven types of phrases, namely nominal phrases, verbs, adjectives, adverbs, numerals, prepositions, and conjunctions. The method used is a descriptive qualitative approach with text analysis techniques to identify and classify phrases based on their syntactic forms and functions. The results of the study show that all types of phrases are found in song lyrics and have functions as subjects, predicates, objects, complements, and adverbs. The use of phrases not only builds grammatical sentence structures, but also strengthens the emotional, aesthetic, and expressive meanings in the lyrics. These findings confirm that the power of language in songs lies in the syntactic structure that is able to convey messages deeply and poetically.
PENERAPAN PENDEKATAN PARAFRASTIS PADA ANTOLOGI PUISI “SALAH PIKNIK” KARYA JOKO PINURBO Eko Cahyo Prawoto; Icha Fadhilasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.432 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.33

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan teknik parafrase pada Antologi puisi “salah piknik” karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu sebuah metode yang digunakan dengan cara menganalisis dan menguraikan data untuk menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti. Data dalam penelitian ini berupa teks puisi karya Joko Pinurbo. Hasil penelitian ini ditemukan penerapan pendekatan parafrase dalam antologi puisi “Salah Piknik” karya Joko Pinurbo.
ANALISIS JENIS RELASI MAKNA PADA LIRIK LAGU KARYA RONY PARULIAN: KAJIAN SEMANTIK Nadia Putri Nabhila; Erfina Rahayu; Fadhilatur Rosyidah; Khumairotul Rikza Lailiyah; Icha Fadhilasari; Ahmad Faizi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi makna dalam lirik lagu karya Rony Parulian melalui pendekatan semantik. Analisis difokuskan pada tiga jenis relasi makna, yaitu sinonimi, antonimi, dan hiponimi, yang terdapat dalam tiga lagu: Angin Rindu, Tak Ada Ujungnya, dan Sampai Di Sini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu-lagu tersebut mengandung variasi relasi makna yang memperkaya ekspresi bahasa dan emosi dalam lagu. Sinonimi ditemukan sebanyak sepuluh data, antonimi sebanyak tujuh data, dan hiponimi sebanyak dua data. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan relasi makna dalam lirik lagu memiliki peran penting dalam menciptakan keindahan, kedalaman makna, dan kekuatan ekspresi dalam karya musik. Kata Kunci: Lagu, Semantik, Relasi Makna
DEVIASI LINGUISTIS PADA TUTURAN PENDERITA AFASIA BROCA AKIBAT STROKE Fadhilasari, Icha
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejala utama pada penderita afasia broca adalah kesulitan dalam bertutur yang dapat terjadi dalam berbagai derajat keparahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap derajat keparahan gangguan berbahasa yang diderita seorang penderita afasia broca akibat stroke, terutama dari segi linguistiknya. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk dikaji gangguan berbahasa yang diakibatkan oleh stroke. Hal ini dilakukan karena afasia pada penderita stroke mempunyai permasalahan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi sehari-hari yang tidak lancar, peneliti ingin mengkaji tuturan-tuturan yang terjadi deviasi atau penyimpangan linguistik seperti bentuk fonologis, morfologis, dan sintaksis pada tuturan penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran fonologi pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, (2) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran morfologis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, dan (3) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran sintaksis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua penderita afasia broca akibat stroke iskemik dan hemoragik. Data berupa tuturan dari kedua penderita afasia broca tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, rekam, catat, wawancara dan elitasi menggunakan media gambar dan daftar pertanyaan. Data berupa tuturan kedua afasia broca akibat stroke tersebut ditranskipkan menggunakan transkipsi fonetis. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa deviasi linguistis pada pada tuturan penderita afasia broca yang secara fonologis bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh penderita afasia broca akibat stroke memang tidak seluruhnya mengalami gangguan. Terdapat 4 hal yang dilakukan kedua subjek dalam menuturkan kata-kata yang diujarkan, yaitu penghilangan atau penyederhanaan, penambahan, penggantian, dan ketidakberaturan. Hal tersebut membuat lawan tutur maupun pendengar yang lain kemungkinan tidak memahami apa yang dituturkan oleh kedua subjek. Kedua subjek tidak konsisten dalam pengucapan bunyi dan terkadang memproduksi bunyi-bunyi tidak jelas. Secara morfologis ada beberapa deviasi yang teridentifikasi dalam penelitian. Deviasi morfologis yang dialami kedua subjek yaitu mengenai penggunaan afiksasi dalam tuturannya yang meliputi, prefiks dan sufiks saja, selanjutnya penggunaan reduplikasi, bentuk dasar, dan konjungsi. Tidak banyak deviasi morfologis yang dilakukan karena subjek lebih sering menggunakan bentuk dasar. Klitika, partikel, kata penunjuk, interjeksi masih dihasilkan dengan baik dalam tuturan kedua subjek. Secara sintaksis, hal yang paling menonjol dari kemampuan sintaksis kedua penderita adalah pelesapan unsur subjek., kedua subjek lebih sering menggunakan kalimat sederhana. Deviasi sintaksis yang sering dilakukan kedua subjek diantaranya ambiguistas kalimat yang dituturkan. Kata Kunci: Deviasi lingusitik, tuturan, afasia broca akibat stroke.
Integrating Islamic Boarding School Values into Indonesian Language Learning Faizi, Ahmad; Hardinanto, Eko; Nugraha, Alfian Setya; As, Arisni Kholifatu; Fadhilasari, Icha
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i1.8374

Abstract

This study examines how Nahdlatul Ulama (NU) values moderation (tawasuth), balance (tawazun), and tolerance (tasamuh) are integrated into Indonesian language learning in pesantren-based high schools in Jombang, Indonesia. Using a qualitative ethnopedagogical approach, data were gathered through observation, interviews, and document analysis involving 20 purposively selected teachers and students. The findings show that learning practices in these schools reflect the principles of Culturally Responsive Teaching (CRT) rooted in NU’s Islamic traditions. Moderation appears in educational sanctions that balance academic discipline and moral guidance, while tolerance emerges through heterogeneous student groupings that foster empathy and intercultural communication. These practices demonstrate how NU’s moral-spiritual values shape classroom management, learning materials, and teacher–student interactions. The study introduces the concept of Islamic Culturally Responsive Pedagogy, expanding CRT theory by embedding Islamic ethnopedagogical principles that emphasize spiritual and social harmony. Theoretically, this research contributes to the development of culturally grounded learning models that integrate local religious values. In practice, the findings offer guidance for designing character-based, inclusive Indonesian language learning suitable for pesantren-based schools and other multicultural educational settings.