Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Perspektif Sains dan Fiqih di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu: Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Perspektif Sains dan Fiqih di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu Novriadi, Dedy; Pratiwi, Bintang Agustina; Fitriani, Apriza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya wawasan remaja tentang kesehatan reproduksi akan berdapak pada perilaku negative. Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi dari sudut padang sains dan fiqih, agar remaja tidak hanya mengetahui namun bisa menerapkan perilaku kesehatan reproduksi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dalam perspektif sains dan fiqih. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan pemutaran tentang kesehatan reproduksi. Waktu pelaksanaan pada bulan November-Februari di SMA Negeri 09 Kota Bengkulu. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas XII. Tahapan kegiatan persiapan antara lain mengkoordinir tim Pengabdian kepada Masyarakat, melakukan survei untuk mengumpulkan data awal, dan menyiapkan materi penyuluhan dan pelatihan. Tahapan pelaksanaan meliputi penyuluhan dan pelatihan yang terdiri dari ceramah dan sesi tanya jawab, serta praktik atau demonstrasi, dan tahap penilaian. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah siswa mengetahui dan memahami tentang proses reproduksi pada masa remaja, permasalahan yang terjadi pada masa remaja dalam perspektif sains dan fiqih. Upaya pencegahannya dalam bentuk contoh perilaku agar remaja tehindar dari permasalahan kesehatan reproduksi pandangan islam tentang berpacaran dan mengetahui tata cara bersuci. Kata Kunci:  Edukasi, Fiqih, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Sains
Islamic Educational Values in Customary Tradition: Symbolic Contestation of the Nemat Kaji Tradition in Malin Deman Novriadi, Dedy; Susilawati, Nilda; Syubli, Syubli; Al Hanif, Fathudin Aziz
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i2.9242

Abstract

This study aims to analyze the contestation between substantive Islamic educational values and symbolic ceremonial practices in the Nemat Kaji tradition, a traditional wedding procession of the Malin Deman community in Mukomuko Regency, which represents a fusion of local culture and Islamic symbols. Through a qualitative approach using participatory observation techniques, in-depth interviews, and literature studies, this study found that although the Nemat Kaji tradition upholds Islamic educational values in the aspects of faith, worship, and morals, there is a shift in meaning between generations. The older generation tends to maintain the spiritual meaning of religious symbols, while some of the younger generation sees them as formalistic customary obligations. The role of religious scholars is also divided between maintaining customary forms and encouraging the reform of religious symbols. This study concludes that the Nemat Kaji tradition is at the intersection of cultural preservation and the revitalization of Islamic values, which demands a more reflective and contextual approach to Islamic education. These findings provide theoretical contributions to the development of studies on local culture-based Islamic education and enrich the discourse on the dynamic relationship between custom and religion in the context of Indonesian Muslim society. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontestasi antara nilai-nilai pendidikan Islam yang bersifat substantif dengan praktik simbolik seremonial dalam tradisi Nemat Kaji dalam prosesi adat pernikahan masyarakat Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, yang mempresentasikan perpaduan antara budaya lokal dan simbol-simbol keislaman. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa meskipun tradisi Nemat Kaji menyimpan nilai-nilai pendidikan Islam dalam aspek akidah, ibadah, dan akhlak, terjadi pergeseran makna antar generasi. Generasi tua cenderung mempertahankan makna spiritual simbol-simbol religius, sedangkan sebagian generasi muda melihatnya sebagai kewajiban adat yang bersifat formalistik. Peran ulama pun terbagi antara mempertahankan bentuk adat dan mendorong reformasi simbol keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Nemat Kaji berada pada titik persilangan antara pelestarian budaya dan revitalisasi nilai Islam, yang menuntut pendekatan pendidikan Islam yang lebih reflektif dan kontekstual. Temuan ini berkontribusi secara teoretis bagi pengembangan pendidikan Islam berbasis budaya lokal serta memperkaya diskursus tentang relasi dinamis antara tradisi dan agama dalam konteks masyarakat muslim Indonesia.