Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Social Capital dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Sulawesi Utara Asep Rahman; Rahayu Akili
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/werv8d09

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi sebuah pandemi global yang tengah berlansung hingga saat ini. Modal sosial sebagai jejaring sosial mempunyai peranan yang penting upaya penanggulangan Covid-19, khususnya di Sulawesi Utara. Pada penelitian ini hendak melakukan pendalaman untuk identifikasi modal sosial potensial yang ada di Sulawesi Utara sebagai upaya penanggulangan pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam kepada tokoh masyarakat untuk menggali beberapa modal sosial. Penelitian ini dibiayai oleh Universitas Sam Ratulangi dan dilakukan pada Maret – Agustus 2020.
Gambaran Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sumber Literasi Kesehatan Digital pada Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Asep Rahman; Andi Buanasari; Meilani Jayanti; Ihsan S. Tome; Andy A.N Hiola; Eldy Sengkey
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/bxv9x544

Abstract

Literasi Kesehatan Digital menjadi salah satu strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penggunaan media digital seperti media sosial menjadi lebih efektif dan efisien. Pada penelitian ini hendak mengkaji gambaran pemanfaatan media digital sebagai sarana informasi akan pandemi Covid-19. Selain itu, penelitian ini hendak mengindentifikasi pemanfatan media sosial dalam aktivitas promosi kesehatan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan FMIPA Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan degan stratified random sampling. Informasi dari responden digali melalui kusisioner yang terdiri dari tiga bagian yakni identitas informan, sumber informasi terkait Covid-19, dan Covid-19 literacy level.
Rekayasa Sosial Melalui Tilang Elektronik pada Pengemudi Ojek Online di Kota Manado Asep Rahman; Irny E. Maino; Hardina D. Entaren; Hardita M. Entaren; Andi F.A. Asse; Intan I. Sari; Violita J. Tamba; Regina M.T. Worang
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/gzh96g24

Abstract

Artikel ini membahas tentang penggunaan tilang elektronik sebagai bentuk rekayasa sosial membentuk kepatuhan berlalu lintas. Dengan pertumbuhan pesat layanan ojek online, diperlukan metode efektif untuk mengendalikan perilaku pengemudi agar tetap patuh terhadap peraturan lalu lintas dan etika berlalu lintas. Tilang elektronik muncul sebagai solusi inovatif yang memanfaatkan teknologi untuk memberikan sanksi secara cepat dan transparan kepada pengemudi yang melanggar aturan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pengemudi ojek online baik pengguna motor maupun mobil sebanyak 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tilang elektronik belum memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku pengemudi ojek online. Namun, dengan adanya sistem tilang elektronik, pengemudi cenderung lebihmemperhatikan aturan lalu lintas karena mereka sadar bahwa pelanggaran akan terdeteksi secara akurat dan sanksi akan diberikan tanpa penundaan. Secara keseluruhan, penggunaan tilang elektronik dalam industri ojek online telah belum berhasil secara maksimal membentuk rekayasa sosial dalam perilaku pengemudi, hal ini belum dibarengi dengan edukasi tentang tilang elektronik yang maksimal. Meskipun beberapa tantangan masih ada, seperti usaha untuk mengelabui sistem, manfaat keseluruhan dari tilangelektronik dalam menciptakan perilaku yang lebih patuh terhadap aturan dan meningkatkan interaksi sosial yang positif patut diperhatikan. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengarahkan perilaku manusia khususnya dalam kesadaran patuh berlalu-lintas.
Literature Review: Faktor Sosial, Lingkungan, dan Perilaku Sebagai Risiko Demam Berdarah Dengue M. Khalil Syawie; I Dewa Rai Sintiadewi; Tarina Zahratun Nisa; Asep Rahman; Ribka Elisabeth Wowor
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jlsi.v5i1.02

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. World Health Organization melaporkan peningkatan kasus DBD dari 505.430 pada tahun 2000 menjadi 14,6 juta kasus pada tahun 2024. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, DBD merupakan penyakit endemik dengan prevalensi nasional sebesar 0,64%. Kejadian DBD dipengaruhi oleh interaksi faktor sosial, lingkungan, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian DBD dari aspek lingkungan, perilaku, dan sosial. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelaah artikel ilmiah dari Google Scholar berdasarkan kriteria publikasi tahun 2017–2024, berbahasa Indonesia dan Inggris, serta relevan dengan faktor risiko DBD. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor sosial (pendidikan, pendapatan, pekerjaan), lingkungan (kepadatan hunian, genangan air, wadah penampungan), dan perilaku (PSN, menggantung pakaian, kebersihan lingkungan) saling berkontribusi terhadap peningkatan risiko DBD, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang terpadu.