Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PELARUT MEK/TOLUENA TERHADAP PEEL/SHEAR STRENGTH PEREKAT HASIL GRAFTING NEOPRENA DAN MMA Tri Partuti; Yanyan Dwiyanti; M. Fitrullah; Aditya Trenggono
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.825 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.659

Abstract

Grafting neoprena dan Metilmetakrilat (MMA) dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut Metil Etil Keton (MEK)/toluena telah dilakukan untuk mengetahui kekuatan peel/shear pada aplikasi bahan kulit sepatu. Variasi konsentrasi MEK/toluena yang digunakan adalah 100/0, 80/20, 50/50 dan 20/80. Proses polimerisasi dilakukan di dalam reaktor dengan mencampurkan neoprena ADG dan MEK/toluena selama 1 jam, ditambahkan MMA, BPO sebagai inisiator dan direaksikan selama 4 jam. Hasil pengujian kekuatan peel/shear menunjukkan bahwa pelarut MEK/toluena dengan perbandingan 50/50 memberikan hasil yang optimum, dengan nilai peel strength 1,515 N/mm dan shear strength sebesar  0,2689 N/mm2. Bahan perekat dipanaskan pada temperatur aantara -60 oC hingga 140 oC dengan kecepatan 10 oC/menit untuk pengujian DSC. Analisa menggunakan instrumen DSC , TGA dan FTIR dilakukan untuk mengetahui telah terjadi grafting antara neoprena dan MMA. Kurva DSC menunjukkan nilai Tg neoprena pada temperatur -42,09 oC dan nilai Tg MMA pada temperatur 93,80 oC. Hasil analisa TGA menunjukkan pada temperatur 282 oC hingga 411 oC  terjadi pengurangan berat sebesar 45,6265% atau setara dengan 8,1018 mg karena terjadi dekomposisi struktur MMA akibat putusnya ikatan hidrogen dari gugus metil. Analisa dengan FTIR menunjukkan munculnya puncak pada daerah 1431,1 cm-1 yang diindikasikan sebagai puncak untuk neoprena yang telah ter-grafting oleh MMA.
EFEKTIVITAS RESIN PENUKAR KATION UNTUK MENURUNKAN KADAR TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) DALAM LIMBAH AIR TERPRODUKSI INDUSTRI MIGAS Tri Partuti
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 5 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.793 KB) | DOI: 10.36055/jip.v5i1.30

Abstract

Air terproduksi adalah air (brine) yang dibawa ke atas dari strata yang mengandung hidrokarbon selama kegiatan pengambilan minyak dan gas bumi atau uap air bagi kegiatan panas bumi  termasuk didalamnya air formasi, air injeksi dan bahan kimia yang ditambahkan untuk pengeboran atau untuk proses pemisahan minyak atau air. Air terproduksi ini dapat mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Karakteristik limbah air terproduksi yang berasal dari daerah Minas, Riau memiliki pH netral, konduktivitas 12 mS/cm, salinitas 0,7 % dan konsentrasi TDS 5.420 ppm. Penurunan konsentrasi TDS dalam limbah air terproduksi telah dilakukan dengan memvariasikan kondisi limbah air terproduksi, yaitu konsentrasi TDS (2.000, 3.000, 4.000 dan 5.000 ppm) serta pH larutan (4, 7 dan 12) dengan menggunakan metode proses pertukaran kation menggunakan resin penukar kation asam kuat (HCR-S), sistem kolom dan laju  alir 10 ml/menit. Pengukuran pH, konduktivitas dan salinitas dilakukan dengan menggunakan water quality checker Horiba U-10, sedangkan untuk pengukuran TDS menggunakan metode gravimetri. Pengukuran pH, konduktivitas dan salinitas dilakukan untuk menentukan waktu jenuh resin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi TDS dalam limbah air terproduksi, semakin cepat proses pertukaran kation terjadi dan semakin cepat resin menjadi jenuh. Resin penukar kation efektif digunakan untuk menurunkan konsentrasi TDS < 5.000 ppm hingga mencapai 70 – 97%. Untuk kondisi pH larutan limbah air terproduksi, proses pertukaran kation lebih efektif terjadi pada pH = 7 dibandingkan pH yang bersifat asam (pH = 4) dan basa (pH = 12).
Introducing the manufacture of composites made from natural fillers as craft products for housewives Tri Partuti; Bening Nurul Hidayah Kambuna; Yanyan Dwiyanti; Indah Uswatun Hasanah; Abdul Aziz
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21438

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam upaya pengenalan manufaktur komposit berpengisi bahan alam sebagai produk kerajinan ibu rumah tangga di Perumahan Metro Cendana, RT 01 dan 02, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Banten telah dilakukan. Produk yang dibuat adalah gantungan kunci terbuat dari resin epoksi sebagai matriks dan daun/bunga/ranting kering sebagai filler/pengisi sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah alam. Rasio resin epoksi dengan katalis adalah 2:1. Penggunaan daun/bunga yang baru dipetik mengakibatkan warna daun/bunga akan menjadi pudar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan material komposit melalui demonstrasi pembuatan gantungan kunci berbahan komposit dan mengisi kuesioner untuk evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Usia responden bervariasi dari 20 – diatas 60 tahun. Responden sebanyak 100% menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi dan bermanfaat serta terdapat 23% responden berminat menjadikan kerajinan gantungan kunci ini sebagai salah satu usaha bisnis karena belum adanya modal untuk memulai usaha ini secara mandiri. Community service activities to introduce composite manufacturing filled with natural materials as craft products for homemakers in Metro Cendana Housing, RT 01 and 02, Kebondalem Village, Purwakarta District, Banten, have been carried out. The product is a key chain made from epoxy resin as a matrix and dried leaves/flowers/twigs as a filler to reduce natural waste. The ratio of epoxy resin to catalyst is 2:1. Using freshly picked leaves/flowers will result in the color of the leaves/flowers fading. This service activity aims to introduce composite materials through a demonstration of making key chains from composite materials and filling out a questionnaire to evaluate the actions that have been carried out. Respondents' ages varied from 20 – over 60 years. 100% of respondents stated that this activity was very inspiring and helpful, and 23% were interested in making this key chain craft a business venture because there was no capital to start this business independently.