Desa Dharma Camplong merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi strategis sebagai destinasi wisata sekaligus pusat ekonomi berbasis perikanan dan pengolahan hasil laut. Namun, limbah padat yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat desa belum optimal pengelolaannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menginisiasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui difusi ipteks, pendidikan masyarakat melalui sosialisasi, dan partisipasi aktif masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, desain dan pembuatan gerobak dan bak sampah, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. serta pembentukan tim pengelola lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya ketersediaan dua unit gerobak angkut dan sepuluh unit bak sampah di titik strategis. Selain itu, adanya kenaikan rata-rata yang signifikan dari seluruh indikator kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis terkait pengelolaan sampah sebesar 52 %. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi melalui edukasi berhasil mentransfer informasi secara efektif. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah seperti keikutsertaan dalam program pengelolaan sampah.