Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aspek Biologi Teripang Parean (Holothuria hilla) yang Ditangkap di Perairan Jepara Jawa Tengah Salsabila, Astrhia Pawitra; Suharti, Ratna; Irawan, Hendra; Bramana, Aditya
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7041

Abstract

Penelitian tentang Aspek Biologi Teripang Parean (Holothuria hilla) bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat, indeks kematangan gonad (IKG), tingkat kematangan gonad (TKG), fekunditas, dan ukuran biologi minimum di Perairan Jepara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus 2023 hingga Oktober 2023. Lokasi penelitian dibagi menjadi dua Lokasi yaitu, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berkah Samudera dan nelayan Ujungbatu. Metode yang digunakan adalah metode random sampling dengan melakukan pengukuran Teripang Parean pada dua Lokasi tersebut sebanyak 1000 ekor. Berdasarkan 1000 ekor sampel Teripang Parean tersebut dilakukan pengukuran panjang bobot, selanjutnya teripang dibedah menggunakan pisau untuk mengetahui Tingkat kematangan gonad maupun pengukuran berat gonad untuk mengetahui indeks kematangan gonad. Kemudian dipisahkan 40 ekor Teripang Parean betina yang termasuk dalam TKG IV dan TKG V untuk perhitungan fekunditasnya, Data hasil penelitian menunjukkan bahwa Teripang Parean yang tertangkap di Perairan Jepara mempunyai pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan bobot, tingkat kematangan gonad (TKG) rata-rata adalah TKG I, panjang rata-rata adalah 14 - 15 cm dan bobot rata-rata adalah 50,5 gram; rata-rata fekunditasnya adalah 4.506 - 12.917  butir telur.
Aspek Biologi Teripang Parean (Holothuria hilla) yang Ditangkap di Perairan Jepara Jawa Tengah Salsabila, Astrhia Pawitra; Suharti, Ratna; Irawan, Hendra; Bramana, Aditya
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7209

Abstract

Penelitian tentang Aspek Biologi Teripang Parean (Holothuria hilla) bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat, indeks kematangan gonad (IKG), tingkat kematangan gonad (TKG), fekunditas, dan ukuran biologi minimum di Perairan Jepara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus 2023 hingga Oktober 2023. Lokasi penelitian dibagi menjadi dua Lokasi yaitu, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berkah Samudera dan nelayan Ujungbatu. Metode yang digunakan adalah metode random sampling dengan melakukan pengukuran Teripang Parean pada dua Lokasi tersebut sebanyak 1000 ekor. Berdasarkan 1000 ekor sampel Teripang Parean tersebut dilakukan pengukuran panjang bobot, selanjutnya teripang dibedah menggunakan pisau untuk mengetahui Tingkat kematangan gonad maupun pengukuran berat gonad untuk mengetahui indeks kematangan gonad. Kemudian dipisahkan 40 ekor Teripang Parean betina yang termasuk dalam TKG IV dan TKG V untuk perhitungan fekunditasnya, Data hasil penelitian menunjukkan bahwa Teripang Parean yang tertangkap di Perairan Jepara mempunyai pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan bobot, tingkat kematangan gonad (TKG) rata-rata adalah TKG I, panjang rata-rata adalah 14-15 cm dan bobot rata-rata adalah 50,5 gram; rata-rata fekunditasnya adalah 4.506 - 12.917  butir telur.
STUDY OF BIOLOGICAL ASPECTS AND MANAGEMENT OF TUNA AND SKIPJACK TUNA THAT LANDED IN THE FISHING PORT OF WEST SUMATRA Yusrizal, Yusrizal; Nurlaela, Eli; Nugraha, Erick; Kusmedy, Bongbongan; Dewi, Priyantini; Saputra, Aman; Setiawan, Hari; Suharti, Ratna; Maulita, Mira; Rachmad, Basuki; Choerudin, Hery; Muallim, Rahmat; Husen, Eddy Sugriwa; Syamsuddin, Syarif
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 28, No 2 (2022): (December 2022)
Publisher : Jakarta Technical University of Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.28.2.2022.%p

Abstract

Tuna and skipjack are large pelagic fish that have high economic value and have a very wide export market. The need for and the high market demand for tuna and skipjack causes the intensity of catching this fish to increase. To ensure that the potential of these fish resources remains sustainable, it is necessary to properly manage fisheries.The purpose of this study was to examine several aspects of biology, aspects of capture fisheries, aspects of utilization and management of yellow fin tuna and skipjack tuna. Data collection for yellowfin tuna was focused on one location, namely PPS Bungus, while data collection for skipjack tuna was focused on 4 location points, namely PPS Bungus, PPP Carocok Terusan, PPI Kambang and PPI Tiku. Productivity and cultivation levels of yellowfin tuna in West Sumatra have tended to decline in the past 4 years (2017-2020). Skipjack tuna in the West Sumatra region caught by boat charters was indicated to be overfishing, while skipjack tuna caught by troll showed the fish caught had not spawned yet. The productivity of skipjack tuna has fluctuated over the past 5 years (2016-2020).
TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI WISO JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH BERDASARKAN PENDEKATAN INDEKS PENCEMARAN DAN INDEKS SAPROBIK Padang, Rafliansyah -; Suharti, Ratna; Bramana, Aditya; Jabbar, Meuthia Aula
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.16722

Abstract

Kabupaten Jepara memiliki dua sungai utama yang membelah wilayah kota, yaitu Sungai Wiso dan Sungai Kanal. Meskipun keduanya berasal dari hulu yang sama, masing-masing mengalir ke muara yang berbeda dan melewati kawasan dengan karakteristik pemanfaatan lahan yang bervariasi. Penurunan kualitas air khususnya pada Sungai Wiso dipengaruhi oleh limpasan limbah domestik dan aktivitas penggunaan lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Wiso berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta untuk menilai tingkat pencemaran melalui Indeks Pencemaran (IP) dan Indeks Saprobik. Pengumpulan data dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pengambilan data primer (in-situ dan ex-situ) pada empat titik penelitian, serta data sekunder yang diperoleh dari studi literatur. Parameter yang dianalisis meliputi TSS, fosfat, nitrit, nitrat, amonia, DO, BOD, COD, dan fitoplankton. Analisis menunjukkan bahwa status pencemaran air Sungai Wiso berada dalam kategori tercemar ringan berdasarkan nilai Indeks Pencemaran. Koefisien saprobik sebesar -0,3 mengindikasikan bahwa sungai berada pada fase α/β mesosaprobik, yang menunjukkan tingkat pencemaran sedang. Sementara itu, nilai Makropoulos Saprobic Index (MSI) sebesar 2,60 menunjukkan status oligosaprobik, yang berarti tingkat pencemaran organik dan anorganik sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Sungai Wiso telah mengalami pencemaran, tingkat pencemarannya masih tergolong rendah hingga sedang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan, termasuk penyuluhan kepada masyarakat, pemantauan rutin, dan kajian lanjutan untuk mencegah peningkatan degradasi lingkungan di masa mendatang.