Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL SANITASI LINGKUNGAN

Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang Hidayatullah, Al Fikri; Navianti, Diah; Damanik, Hanna Derita Lasmaria
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/salink.v1i2.831

Abstract

Latar Belakang : Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya TB Paru, diantaranya lingkungan. Salah satu faktor risiko yang erat hubungannya dengan penularan kejadian TB Paru adalah kondisi lingkungan perumahan meliputi suhu dalam rumah, ventilasi, pencahayaan dalam rumah, kelembaban rumah, kepadatan penghuni, dan lingkungan sekitar rumah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran kondisi fisik rumah penduduk dan kejadian penyakit tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kenten Kota Palembang Tahun 2021. Metode Penelitian : Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 106 sampel rumah penderita dan rumah bukan penderita TB Paru. Teknik sampling ditentukan dengan teknik systematic random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2021. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis data 106 sampel rumah penderita sebanyak 42 rumah (39,6%) dan rumah bukan penderita sebanyak 64 (60,4%). Dari 42 sampel rumah penderita, berdasarkan ventilasi rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 19 sampel (29,7%) sedangkan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 23 sampel (54,8%). Berdasarkan kondisi pencahayaan rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 29 sampel (42,0%) sedangkan tidak memenuhi syarat diperoleh 13 sampel (35,1%). Berdasarkan kondisi kepadatan hunian rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 12 sampel (19,7%) sedangkan dari 45 sampel kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 30 sampel (66,7%). Berdasarkan kondisi suhu rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 31 sampel (37,8%) sedangkan dari 24 sampel rumah dengan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 11 sampel (45,8%). Berdasarkan kondisi kelembaban rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 27 sampel (31,8%) sedangkan dari 21 sampel rumah kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 15 sampel (71,4%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit Tuberkulosis Paru. Disarankan kepada masyarakat penderita Tuberkulosis Paru untuk memperbaiki kondisi fisik rumah dengan cara membuka jendela rumah, menambah pencahayaan alam atau buatan, membersihkan lantai rumah menggunakan desinfektan, menggunakan alat pengatur kelembaban dan menanam pohon pelindung di sekitar rumah.
Perilaku Hygiene Sanitasi Pedagang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Hikma, Nadiah Permata; Amin, Maliha; Navianti, Diah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.1801

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi pada makanan merupakan upaya untuk mengamankan dan menyelamatkan agar makanan tetap bersih, aman dan sehat. Masih ditemukan pedagang makanan yang belum memenuhi standar hygienitas terutama pada makanan jajanan anak di Sekolah Dasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi higiene dan sanitasi makanan jajanan, yaitu pengetahuan, penjamah makanan, sanitasi peralatan, sanitasi penyajian. Tujuan Penelitian: Diketahuinya karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang makanan jajanan di sekolah dasar Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 30 orang pedangan dengan teknik pengambilan sampel simple total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan kategori tidak baik sebesar 12 responden (40,0%) dan baik sebesar 18 responden (60,0%). Tingkat sikap kategori tidak baik sebesar 16 responden (53,3%) dan baik sebesar 14 responden (46,7%). Tingkat tindakan kategori tidak baik sebesar responden 19 responden (63,3%) dan baik sebesar 11 responden(36,7%). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tingkat pengetahuan responden kategori tidak baik sebesar (60,0%), tingkat sikap responden kategori tidak baik sebesar (53,3%) dan tingkat tindakan responden kategori tidak baik sebesar (63,3%).
Pengetahuan Pedagang Ikan Asin Terhadap Keberadaan Formalin di Pasar Tradisional Kota Palembang Sari, Sepiradarma; Anwar, Khairil; Navianti, Diah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i2.2445

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan bahan kimia yang dilarang penggunaannya dan sering disalahgunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan pangan pengawet makanan contohnya pada ikan asin. Kurangnya pengetahuan, pedagang akan menjadikan perilaku pedagang terbiasa menggunakan formalin tanpa memperhatikan dan mempertimbangakan apakah formalin yang digunakan baik atau tidak untuk kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya gambaran keberadaan formalin, pengetahuan pedagang ikan asin di Pasar Tradisional Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan potong lintang. Populasi Penelitian ini sebanyak 50 pedagang ikan asin. Pengambilan sampel ikan asin dilakukan secara Purposive Sampling dengan beberapa pertimbangan tertentu, kemudian dilakukan uji laboratorium dengan Test Kit Formaldehyde secara kualitatif. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji laboratorium dari 17 sampel ikan asin yang diambil sebanyak 13 sampel (76,5%) positif formalin. Dari 33 pedagang dengan Pengetahuan Baik diperoleh 8 sampel (24,2%) positif formalin, sedangkan dari 17 pedagang dengan Pengetahuan Kurang Baik diperoleh 5 sampel (29,4%) positif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pedagang yang memiliki Pengetahuan Baik, masih ditemukannya keberadaan formalin dalam ikan asin yang dijual di pasar tradisional, tidak menutup kemungkinan bahwa setiap pedagang dapat menjual makanan yang berformalin tanpa mereka sadari. Disarankan kepada masyarakat untuk lebih teliti dan hati-hati dalam membeli ikan asin dengan memperhatikan kondisi fisik ikan asin.