Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE REDUCTION OF ANXIETY AND PAIN DURING VENOUS BLOOD SAMPLING USING HYPNO-EFT (EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUES) METHOD Navianti, Diah; Garini, Ardiya; Karneli, Karneli
Public Health of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2018): April - June
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.279 KB) | DOI: 10.36685/phi.v4i2.154

Abstract

Background: Venous blood sampling has several risks of complication, the basic cause was emotional factor, such as anxiety and pain, which remain important to be solved. Objective: The aim of this study was to determine the effect of hypno–EFT to reduce the anxiety and pain during venous blood sampling. Methods: The design of the study was quasi experimental, with pretest posttest with control group design. The sampling technique was simple random sampling to select 52 respondents. Anxiety was measured using a Hamilton anxiety rating scale (HARS) modification and pain was measured using the Visual analogue scale (VAS) method. Wilcoxon and Manova multivariate test were used for data analysis.Results: Before hypno-EFT there was 1 person (2.9%) did not experience anxiety, 9 people (25.7%) with mild anxiety, 20 people (57.1%) with moderate anxiety and 5 people (14.3%) with severe anxiety. After hypno-EFT therapy, there were 23 people (65.7%) did not get anxiety, mild anxiety were 11 people (31.4%) and severe anxiety was found in 1 person (2.9%). For the average pain of  respondent in venipuncture before hypno-EFT was 3.20 with a median 3.00 and a standard deviation was 1.91. The minimum value of pain was 0 and 9 in maximum. After therapy Hypno-EFT, the average pain was 1.54  and the minimum value of pain was 0 and 6 at maximum. Statistical  result  showed that the p-value of anxiety and pain was 0.000 (<0.05)Conclusion: There was a significant effect of hypno-EFT therapy to decrease the anxiety and pain during venous blood sampling. This method is recommended as an alternative procedure in venous blood sampling with complicating factors.
Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang Hidayatullah, Al Fikri; Navianti, Diah; Damanik, Hanna Derita Lasmaria
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/salink.v1i2.831

Abstract

Latar Belakang : Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya TB Paru, diantaranya lingkungan. Salah satu faktor risiko yang erat hubungannya dengan penularan kejadian TB Paru adalah kondisi lingkungan perumahan meliputi suhu dalam rumah, ventilasi, pencahayaan dalam rumah, kelembaban rumah, kepadatan penghuni, dan lingkungan sekitar rumah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran kondisi fisik rumah penduduk dan kejadian penyakit tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kenten Kota Palembang Tahun 2021. Metode Penelitian : Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 106 sampel rumah penderita dan rumah bukan penderita TB Paru. Teknik sampling ditentukan dengan teknik systematic random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2021. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis data 106 sampel rumah penderita sebanyak 42 rumah (39,6%) dan rumah bukan penderita sebanyak 64 (60,4%). Dari 42 sampel rumah penderita, berdasarkan ventilasi rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 19 sampel (29,7%) sedangkan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 23 sampel (54,8%). Berdasarkan kondisi pencahayaan rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 29 sampel (42,0%) sedangkan tidak memenuhi syarat diperoleh 13 sampel (35,1%). Berdasarkan kondisi kepadatan hunian rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 12 sampel (19,7%) sedangkan dari 45 sampel kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 30 sampel (66,7%). Berdasarkan kondisi suhu rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 31 sampel (37,8%) sedangkan dari 24 sampel rumah dengan kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 11 sampel (45,8%). Berdasarkan kondisi kelembaban rumah kategori memenuhi syarat diperoleh 27 sampel (31,8%) sedangkan dari 21 sampel rumah kategori tidak memenuhi syarat diperoleh 15 sampel (71,4%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit Tuberkulosis Paru. Disarankan kepada masyarakat penderita Tuberkulosis Paru untuk memperbaiki kondisi fisik rumah dengan cara membuka jendela rumah, menambah pencahayaan alam atau buatan, membersihkan lantai rumah menggunakan desinfektan, menggunakan alat pengatur kelembaban dan menanam pohon pelindung di sekitar rumah.
Perilaku Hygiene Sanitasi Pedagang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Hikma, Nadiah Permata; Amin, Maliha; Navianti, Diah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.1801

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi pada makanan merupakan upaya untuk mengamankan dan menyelamatkan agar makanan tetap bersih, aman dan sehat. Masih ditemukan pedagang makanan yang belum memenuhi standar hygienitas terutama pada makanan jajanan anak di Sekolah Dasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi higiene dan sanitasi makanan jajanan, yaitu pengetahuan, penjamah makanan, sanitasi peralatan, sanitasi penyajian. Tujuan Penelitian: Diketahuinya karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang makanan jajanan di sekolah dasar Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 30 orang pedangan dengan teknik pengambilan sampel simple total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan kategori tidak baik sebesar 12 responden (40,0%) dan baik sebesar 18 responden (60,0%). Tingkat sikap kategori tidak baik sebesar 16 responden (53,3%) dan baik sebesar 14 responden (46,7%). Tingkat tindakan kategori tidak baik sebesar responden 19 responden (63,3%) dan baik sebesar 11 responden(36,7%). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tingkat pengetahuan responden kategori tidak baik sebesar (60,0%), tingkat sikap responden kategori tidak baik sebesar (53,3%) dan tingkat tindakan responden kategori tidak baik sebesar (63,3%).
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA IBU HAMIL DI RS BHAYANGKARA KOTA PALEMBANG Andini, Olivia; Navianti, Diah; Garini, Ardiya
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1296

Abstract

Latar Belakang: Kelainan jumlah trombosit (trombositosis atau trombositopenia) dapat terjadi selama kehamilan. Trombositosis pada kehamilan akan menyebabkan gangguan aliran darah sehingga bisa menyebabkan keguguran atau persalinan prematur sedangkan trombositopenia menyebabkan perdarahan maupun memperpanjang masa perdarahan pasca persalinan yang menyebabkan anemia bahkan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit pada ibu hamil di RS Bhayangkara Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan jumlah trombosit yang digunakan adalah metode otomatis. Besar sampel adalah 45 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah trombosit ibu hamil adalah 241.467/mm3 dengan jumlah trombosit terendah 122.000/mm3 dan jumlah trombosit tertinggi 642.000/mm3. Berdasarkan umur, 33 orang ibu hamil dengan kategori umur tidak berisiko terdapat 2 orang (6.1%) trombositopenia dan 1 orang (3.0%) trombositosis sedangkan 12 orang ibu hamil dengan kategori umur berisiko terdapat 1 orang (8.3%) trombositopenia dan 1 orang (8.3%) trombositosis. Berdasarkan usia kehamilan, 6 ibu hamil trimester I tidak terdapat jumlah trombosit abnormal, 10 orang ibu hamil trimester II terdapat 1 orang (10%) trombositopenia dan 1 orang (10%) trombositosis, sedangkan 29 orang ibu hamil pada trimester III terdapat 2 orang (6.9%) trombositopenia dan 1 orang (3.4%) trombositosis. Kesimpulan: Jumlah trombosit dari 45 ibu hamil didapatkan 3 orang (6.7%) trombositopenia, 40 orang (88.9%) jumlah trombosit normal dan 2 orang (4.4%) trombositosis. Dengan demikian, kepada masyarakat terutama ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan trombosit selama masa kehamilan untuk menjaga jumlah trombosit dalam batas normal.
Characteristics And Mask Wearness Behavior Of Street Sweeper With Respiratory Complaints In Palembang City Priyadi, Priyadi; Sunarsih, Elvi; Ambarsari, Ambarsari; Navianti, Diah
MSJ : Majority Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): MSJ-May
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v2i2.158

Abstract

Street sweepers are at high risk of exposure to air pollutants, making them vulnerable to respiratory problems. Therefore, preventive measures are necessary. This study used a descriptive observational survey with a cross-sectional design. The results indicated that 35 respondents (68.6%) had good knowledge about mask-wearing, 46 respondents (90.2%) had a positive attitude, and 36 respondents (70.6%) had sufficient actions regarding mask-wearing. Data analysis showed a p-value > 0.05, indicating no significant relationship between mask-wearing behavior and respiratory complaints. The conclusion is that while the behavior of wearing masks among street sweepers is not related to respiratory complaints, the length of service and education level are related to such complaints. These findings suggest that other factors, such as the duration of employment and education, play a more crucial role in influencing respiratory health among street sweepers. Thus, efforts to improve respiratory health should also focus on these aspects in addition to promoting mask usage.
Pengetahuan Pedagang Ikan Asin Terhadap Keberadaan Formalin di Pasar Tradisional Kota Palembang Sari, Sepiradarma; Anwar, Khairil; Navianti, Diah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i2.2445

Abstract

Latar Belakang: Formalin merupakan bahan kimia yang dilarang penggunaannya dan sering disalahgunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan pangan pengawet makanan contohnya pada ikan asin. Kurangnya pengetahuan, pedagang akan menjadikan perilaku pedagang terbiasa menggunakan formalin tanpa memperhatikan dan mempertimbangakan apakah formalin yang digunakan baik atau tidak untuk kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya gambaran keberadaan formalin, pengetahuan pedagang ikan asin di Pasar Tradisional Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan potong lintang. Populasi Penelitian ini sebanyak 50 pedagang ikan asin. Pengambilan sampel ikan asin dilakukan secara Purposive Sampling dengan beberapa pertimbangan tertentu, kemudian dilakukan uji laboratorium dengan Test Kit Formaldehyde secara kualitatif. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji laboratorium dari 17 sampel ikan asin yang diambil sebanyak 13 sampel (76,5%) positif formalin. Dari 33 pedagang dengan Pengetahuan Baik diperoleh 8 sampel (24,2%) positif formalin, sedangkan dari 17 pedagang dengan Pengetahuan Kurang Baik diperoleh 5 sampel (29,4%) positif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pedagang yang memiliki Pengetahuan Baik, masih ditemukannya keberadaan formalin dalam ikan asin yang dijual di pasar tradisional, tidak menutup kemungkinan bahwa setiap pedagang dapat menjual makanan yang berformalin tanpa mereka sadari. Disarankan kepada masyarakat untuk lebih teliti dan hati-hati dalam membeli ikan asin dengan memperhatikan kondisi fisik ikan asin.
Efektifitas Penyinaran Lampu Ultra Violet Pada Proses Desinfeksi Air Terhadap Indeks Angka Kuman Total Coliform dan Escherechia Coli Ronokarto, Priyadi Kamidi; Navianti, Diah
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i2.8675

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting bagi semua mahluk hidup, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Air sendiri digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan, yang paling utama yaitu kebutuhan sehari-hari untuk bertahan hidup, seperti minum, mencuci, memasak, dan lain sebagainya.  Air harus memenuhi persyaratan fisika, bakteriologis, kimiawi dan radioaktif. Dalam pengolahan air bersih harus dilakukan secara menyeluruh sampai dengan proses desinfeksi yang selama ini menggunakan bahan kimia seperti chlor atau kaporit yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia. Upaya menjamin keamanan kualitas air minum perlu dilakukan pemeriksaan rutin  pada sarana penyedia air minum untuk memenuhi persyaratan kualitas air sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Persyaratan bakteriologis merupakan parameter wajib yang harus dilakukan pemeriksaannya yaitu Total Coliform dan Escherichia coli. Dalam melakukan upaya pengolahan air baku oleh masyarakat perlu mengadopsi perkembangan teknologi dengan pemanfaatan lampu Ultra Violet sebagai media peniadaan mikroorganisme  pada air yang akan digunakan. Hasil pengolahan air sumur gali yang dilakukan pengujiannya di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan PP Kelas 1 Palembang.  Hasil pemanfaatan sinar UV dengan beberapa waktu paparan dapat menghilangkan kontaminasi Total Coliform dari rata-rata 123,3/100 ml menjadi 0/100 ml dan waktu kontak selama 10 menit lebih efektif dibandingkan 15 menit dan 20 menit. Hasil uji parameter mikrobiologi dinyatakan bahwa semua sampel setelah pengolahan jumlah Total Coliform 0/100 ml dan Escherichia coli 0/100ml sehingga dapat memenuhi persyaratan kesehatan yang ditentukan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. 
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA GURU – GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN SUKARAMI PALEMBANG TAHUN 2016 Nurhayati, Nurhayati; Navianti, Diah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.235

Abstract

Data Kemenkes tahun 2015 menunjukkan faktor risiko perilaku penyebab terjadinya penyakit tidak menular (PTM) adalah penduduk kurang aktifitas fisik (26.1 %), Diabetes Mellitus (DM) termasuk dalam penyakit tidak menular. Menurut international diabetic federation faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Melitus adalah riwayat penyakit keluarga, kurang aktifitas fisik, usia diatas 45 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, gaya hidup dan stres. Dari survei yang dilakukan guru dibeberapa sekolah dasar di Kecamatan Sukarami memiliki risiko ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah diperolehnya data awal terhadap beberapa guru di SDN di Kecamatan Sukarami masih kurang dalam pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 dan juga komplikasinya, sehingga ada 39 % guru di SDN 133 yang memiliki kadar gula tinggi. Sedangkan di SDN 132 ada 33 % guru dengan kadar gula yang tinggi. Ditambah dengan tekanan darah yang juga tinggi sebesar 46 % pada guru di SDN 133 Sukarami Palembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko terjadinya kejadian penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 pada guru di SDN kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD di Kecamatan Sukarami Palembang. Metode pengambilan sampel secara Simple Random sampling. Sampel yang diambil adalah guru – guru di empat SDN yang terpilih secara random sebanyak 125 orang guru . Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Data akan diolah dengan bantuan software komputer. Ada hubungan antara Tekanan darah, Umur, IMT, Aktifitas fisik (olahraga) dengan kadar glukosa darah sewaktu pada guru SD Negeri di Kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Tidak ada hubungan antara Jenis kelamin dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah pada guru-guru SDN di Kecamatan Sukarami Palembang tahun 2016. Disarankan pada guru SD Negeri di Kecamatan Sukarami Palembang agar dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara berolahraga dengan cukup supaya guru yang memiliki kadar glukosa darah diatas nilai normal tidak mengalami peningkatan.
The Effectiveness of Goat Animal Manure as an Alternative Activator for Making Compost from Household Organic Waste Navianti, Diah; Priyadi, Priyadi; Anwar, Khairil
Journal of World Science Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i2.217

Abstract

This study examines the effectiveness of using goat manure activator in making compost from household organic waste. The type of research used was quasi-experimental, with pre-test and post-test control designs, and data were analyzed using the dependent T test to determine the effect of using goat manure activator on chemical parameters in compost and then analyzed again. with independent T-test to determine the effectiveness of manure activator. Animals with EM4 as control. Results of the study For chemical parameters the average moisture content was 2.07%, and the average NPK macro elements in compost with goat manure activator were each 0.46%. 0.45% and 0.76% of the results follow SNI 19-7030-2004 standards. While the average pH of 7.75 exceeds the maximum SNI standard of 7.49. In terms of physical parameters, the resulting compost has a temperature of 280C, is black in color, and has an earthy smell according to SNI. Statistical test results showed the effect of adding goat manure activator on the chemical and physical parameters of compost (p?0.05). Furthermore, the results of statistical tests obtained goat manure activator which is effectively used as an activator. The test results showed no difference in yield with control bioactivation (p?0.05) and had compost maturity according to SNI with two weeks composting time. Goat manure activator is very well used as an alternative activator in making compost from household organic waste.
KARAKTERISTIK PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI TERHADAP KADAR ASAM URAT DI RS BHAYANGKARA PALEMBANG Nurhidayah, Nurhidayah; Nurhayati, Nurhayati; Navianti, Diah; Yusneli, Yusneli; Basa, Itail Husna; Syailendra, Anton
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 1 No 2 (2021): JMLS : Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v1i2.1102

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Komplikasi diabetes menyebabkan terjadi proses oksidasi Keadaan ini merusak dinding bagian dalam dari pembuluh darah, dan menarik lemak yang jenuh menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga reaksi inflamasi terjadi yang membuat dinding pembuluh darah menjadi keras, kaku dan akhirnya timbul penyumbatan yang mengakibatkan perubahan tekanan darah yang dinamakan hipertensi. Selanjutnya hipertensi akan menurunkan aliran darah ke ginjal, sehingga menstimulasi reabsorpsi asam urat juga memperbesar risiko penyakit mikrovaskuler yang dapat memicu iskemia jaringan.Tujuan Penelitian: Mengetahui kadar asam urat pada penderita asam urat dengan hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Mei 2020 Sampel pasien dm tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit bhayangkara Palembang Tahun 2020. Hasil Peneltian : dari 37 pasien kadar asam urat tinggi sebanyak 16 orang (42,3%). Berdasarkan umur,> 50 tahun diperoleh 11 orang (47,8 %) kadar asam urat tinggi dan ≤ 50 tahun diperoleh 5 orang (35,7%) kadar asam urat tinggi. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 14 orang (66,7%) kadar asam urat tinggi dan perempuan 2 orang (16,7%) kadar asam urat tinggi. Berdasarkan Indeks masa tubuh kategori normal 4 orang (26,7%) kadar asam urat tinggi, kategori kurus 1 orang (16,7%) kadar asam urat tinggi dan kategori gemuk 11 orang (31,3%) kadar asam urat tinggi. Kesimpulan : masih ditemukannya kadar asam urat yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi. Kata kunci : Diebetes, Hipertensi, Asam Urat ABSTRACT Background: Complications of diabetes occur because a high change in blood sugar will stick to the walls of blood vessels and there is an oxidation. This condition damages the inner wall of the blood vessels, and pulls the saturated fat attached to the blood vessel walls, so that inflammatory reactions occur, stiff and eventually arises blockages resulting in a change of blood pressure called hypertension. Further hypertension will lower the blood flow to the kidneys, thus stimulating the reabsorption of uric acid also enlarges the risk of microvascular diseases that can trigger tissue ischemia. Research Purposes: To describe the uric acid level in type 2 Diabetes mellitus patients with hypertension. Research method: It was a descriptive research with cross sectional approach. The study was held in February – May 2020. Sample was type 2 DM patient with hypertension at Bhayangkara Hospital Palembang year 2020. Results: 16 of 37 (42.3%) patients have high uric acid levels. Based on age, 11 people (47.8%) among > 50 years have high uric acid levels and 5 people (35.7%) among ≤ 50 years have high uric acid levels. Based on gender, 14 (66.7%) male respondents habe high uric acid levels and 2 women (16.7%) have high uric acid levels. Based on body mass index, 4 people (26.7%) with normal BMI have high uric acid levels, 1 skinny person (16.7%) has high uric acid levels and 11 respondents of fat category (31.3%) have high uric acid levels. Conclusion: Patients with diabetes mellitus type 2 with hypertension have high levels of uric acid. Keywords: Diabetics,Hypertension, Gout