Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Horn Banana Peel Powder Biocoagulants in Lowering the Turbidity of Water Priyadi , Priyadi; A’yun, Qurrota; Navianti, Diah; Sukarjo , Sukarjo
Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan Vol. 2 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jipper.v2i1.5314

Abstract

Purpose: This study aims to utilize horn banana peel powder, a form of organic waste, as a biocoagulant to reduce water turbidity in dug wells. It addresses the need for environmentally friendly and cost-effective alternatives to chemical coagulants, particularly for households relying on groundwater in rural areas. Research methodology: This research employed a true experimental design using a pre-test and post-test control group. The treatments consisted of biocoagulant doses of 6 g/L, 7 g/L, and 8 g/L. Turbidity was measured using a Hach 2100Q turbidity meter. Data were analyzed using Paired Sample T-Test, ANOVA with Welch correction, and Games-Howell post hoc test to determine statistical significance. Result: The optimal dose of 8 g/L reduced turbidity from 249 NTU to 2.42 NTU, achieving a 99.03% reduction. Statistical analysis (p < 0.05) confirmed significant differences between all treatment groups, validating the biocoagulant’s effectiveness.Conlusions: Horn banana peel powder is an effective, natural alternative to chemical coagulants for improving groundwater quality. It supports circular bioeconomy practices and complies with Indonesian water quality standards.Limitation : The study focused solely on turbidity and did not assess other water quality parameters (e.g., pH, TDS, BOD).Contribution: This research promotes sustainable water treatment solutions using local, biodegradable materials. It demonstrates the potential of fruit waste reuse in environmental health, particularly for clean water access in low-income communities.
Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga tentang Pengelolaan Sampah melalui Pemberdayaan di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kota Palembang Anwar, Khairil; Sukarjo, Sukarjo; Navianti, Diah
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11513

Abstract

Persampahan di kota Palembang masih menjadi masalah yang kompleks dan rumit serta akan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungannya. Pertambahan jumlah sampah dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sungai Sekanak, anak Sungai Musi yang berada di Kota Palembang, telah mengalami pencemaran yang terlihat pada perubahan fisik air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Pengetahuan dan Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah melalui Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang Jenis penelitian ini adalah eksprimen semu dengan design one group pre dan post test design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap sedangkan yang menjadi variabel bebas adalah model pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sampel penelitian ini adalah 30  Kepala keluarga diwilayah Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang.Analisis ststistik untuk uji beda digunakan indepnden T test pada taraf signifikasi 5%. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pengetahuan kepala keluarga  tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan yang bermakna Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan secara signifikan pengetahuan dan sikap kepala keluarga dalam pengelolaan sampah.
IMPROVEMENT OF CLEAN WATER FACILITIES THROUGH THE MAKING OF CLEAN WATER FACILITIES AND WATER TREATMENT MEDIA IN RAWA JAYA VILLAGE, PEMULUTAN DISTRICT, OGAN ILIR REGENCY IN 2021 Kamidi, Priyadi; Kamsul, Kamsul; Navianti, Diah
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1490

Abstract

Clean water is a very vital need for the community and its role can cause disease if it is not monitored for quality and clean water facilities. The community's clean water facilities need to be monitored for elements that can pollute clean water that needs improvement so that the quality of clean water can be maintained. The coverage of clean water facilities can be increased through the manufacture of clean water facilities and the use of raw water by processing it first so that the physical quality of water meets health requirements. The geographical condition of a residential area in the swamp area and riverbanks becomes a problem and challenge in obtaining clean water sources for the community. Several efforts must be made in anticipating negative impacts, including the creation of clean water facilities and water treatment media in reducing the levels of pollutants in the water. In this community service, the object of service is the Clean Water Facility which is still low at 5.4%, and the use of surface water that has not been treated so that water treatment media is needed to meet health requirements to be used as a source of clean water for the community. Making clean water facilities and water treatment systems will improve the quality of water that will be used by the community.
Kelimpahan Mikroplastik pada Teh Celup dan Tubruk Yang Dijual di Kota Palembang Agnesia, Dina; Navianti, Diah; Sukarjo, Sukarjo; Miftahurrizqiyah, Miftahurrizqiyah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.3240

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran mikroplastik merupakan isu global, dengan teh sebagai minuman populer di Palembang berpotensi menjadi sumber paparan. Kantong teh celup dilaporkan dapat melepaskan miliaran mikroplastik saat diseduh, berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini penting mengingat tingginya konsumsi teh dan keterbatasan studi di Palembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kelimpahan dan karakteristik (bentuk, warna) mikroplastik pada teh celup dan teh tubruk yang dijual di Palembang pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini dilakukan di Palembang pada tahun 2025, penelitian ini menggunakan total sampling 31 merek teh (16 teh celup, 15 teh tubruk). Analisis mikroplastik dilakukan secara mikroskopis melalui filtrasi dan pengamatan di bawah mikroskop cahaya untuk identifikasi, penghitungan, serta penentuan bentuk dan warna. Hasil: Seluruh sampel teh celup (100%) mengandung mikroplastik 10-120 partikel/L (median 35), didominasi fiber berwarna hitam. Pada teh tubruk, hanya 5 dari 15 sampel positif mikroplastik (10-40 partikel/L, median 0), didominasi fiber dan warna hitam. Kontaminasi lebih tinggi dan merata pada teh celup dibandingkan teh tubruk. Kesimpulan: Teh celup di Palembang terkontaminasi mikroplastik secara signifikan, yang didominasi oleh bentuk fiber berwarna hitam, berpotensi risiko kesehatan. Teh tubruk menunjukkan kontaminasi lebih rendah.