Elpinaria Girsang, Elpinaria
AKBID Wijaya Husada

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TERJADINYA SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) DI TK ISLAM AL NURDAHLAN KOTA BOGOR Elpinaria Girsang
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak, yaitu bagaimana cara sikap atau perilaku orang tuasaat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan, mengajarkan nilai / norma, memberikan perhatiandan kasih sayang serta menunjukan sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan panutan bagi anaknya. SiblingRivalry adalah perasaaan cemburu terhadap saudara kandungnya. Mengetahui hubungan pola asuh orang tua denganterjadinya sibling rivalry pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di TK Islam Al Nurdahlan Kota Bogor.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel 35responden dengan menggunakan purposive sampling kemudian dianalisa menggunakan uji Chi Square.Pengumpulan data pada penelitian menggunakan kuesioner.Dari 35 responden didapatkan 17 responden (43,8%) memiliki pola asuh orang tua negative dengan terjadi siblingrivalry. Berdasarkan hasil uji chi square diiperoleh nilai p value (0,002) < ɑ (0,05), sehingga Ha di terima dan Ho ditolak dengan makna ada hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan sibling rivalry pada anak usiaprasekolah (3-5 tahun) di TK Islam Al Nurdahlan Kota Bogor dan nilai OR 0,064 artinya pola asuh orang tua yangnegatif akan berpeluang 0,064 menyebabkan terjadi sibling rivalry dibandingkan dengan pola asuh orang tua yangpositif.Diharapkan menambah informasi dan masukan bagi pihak TK Islam Al Nurdahlan Kota Bogor dalam bahanevaluasi dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan kesehatan/ penyuluhan mengenai pola asuh orangtua dengan sibling rivalry pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di TK Islam Al Nurdahlan Kota Bogor.
Breast Care Behavior with Incidence of Breast Milk Dam in Post Partum Mothers North Bogor G, Elpinaria; A Yosali, Magdalena; Yuliana; Y G, Salsalina; S, Reny; S, Rizka; M, Tri; T, Sara; R, Eni
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The researcher chose the research location at the North Bogor  Sub-Public Health Center because according to the survey that had been conducted and after the researchers conducted brief interviews with people, many people experienced breast milk dams on the first to sixth day after giving birth and there were also many people there who had little knowledge about breast milk dams, did not know the correct breastfeeding position and did not know how to care for their breasts, from January to Juni 2024, there were 180 post-partum mothers and 36(20%) experienced breast milk dams. This research contributed to determine the breast care behavior with incidence of breast milk dam in post-partum mothers north Bogor. This research used analytical research to explores how and why health phenomena occur. The research design used in this study was cross sectional. The sample in this study were all 32 postpartum mothers at the Puskesmas North Bogor. Results were 9 respondents (28.1%), breastfeeding position was good for 22 respondents (68 .8%), knowledge was good for 16 respondents (50%), and breast care for 23 respondents (71.9%) was good. There is a relationship between breastfeeding position and breast milk dams in postpartum mothers at Puskesmas North Bogor Health Center with a p value = 0.001. There is a relationship between knowledge and breast care and breast milk retention in postpartum mothers at the Puskesmas North Bogor with a p value = 0.000. This is in line with the research that the researcher has done, it is suspected that the more you do not do breast care, the more you will experience the risk of breast milk engorgement.  
MENINGKATKAN ABSORBSI TABLET FE PADA ANEMIA POSTPARTUM DENGAN HYLOCEREUS POLYRHIZUS DAN ANANAS COMOSUS SMOOTHIE wijaya husada; Sri Untari; Tisna Yanti; Elpinaria Girsang; Veronika Hutabarat; Yuliana -; Bunga Oktora
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i2.1114

Abstract

Pendahuluan: Anemia adalah masalah kesehatan global yang signifikan yang terutama mempengaruhi anak-anak dan wanita hamil. Anemia mempengaruhi 42% anak di bawah usia lima tahun dan 40% wanita hamil di seluruh dunia, menurut WHO. Anemia mempengaruhi sekitar setengah dari semua bayi dalam 48 jam pertama kehidupan. Anemia postpartum mempengaruhi 50-80% wanita di negara berkembang. Di Indonesia, kematian ibu nifas akibat anemia mencapai 30%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian smoothie Hylocereus polyrhizus dan Ananas somosus terhadap absorbsi tablet Fe pada anemia postpartum. Metode : Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan one group pretest posttest design, populasi 30 responden, sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengamati 30 responden diberikan smoothie Hylocereus polyrhizus dan ananas comosus selama 4 minggu. Uji statististik yang digunakan menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0,000. Artinya kadar hemoglobin darah meningkat secara signifikan sebelum dan sesudah pengobatan. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian smoothie Hylocereus polyrhizus dan Ananas somosus terhadap absorbsi tablet Fe pada anemia postpartum. Oleh karena itu, ibu nifas dianjurkan untuk mendapatkan dukungan dengan mengonsumsi smoothies Hylocereus polyrhizus dan Ananas somosus untuk mengobati anemia postpartum serta mengonsumsi tablet zat besi.
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF FINGER PAINTING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH Girsang, Elpinaria; Husada, Yuliana; Ginting, Salsalina Yuniarty
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil survey Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 hampir 11,7% anak usia 36-59 bulan mengalami gangguan perkembangan dimana provinsi Bogor menyumbang pravelensi balita usia 36- 59 bulan yang mengalami gangguan perkembangan sebesar 8,3%. Anak usia prasekolah adalah mereka yang berusia 4-5 tahun. Kemampuan motorik halus diperlukan dalam kehidupan sehari-hari anak. Keterlambatan motorik halus dapat mempengaruhi aspek perkembangan lainnya, sehingga perlu upaya untuk mengoptimalkanperkembangan motorik halus melalui pemberian stimulasi sejak dini. Anak merupakan dambaan setiap keluarga. Selain itu setiap keluarga juga mengharapkan anaknya kelak bertumbuh kembang secara optimal, untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus melalui pemberian stimulasi sejak dini. Salah satu kegiatan yang untuk menstimulasi perkembangan motorik halus adalah finger painting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan edukatif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah 4-5 tahun di TK Mekarwangi. Jenis penelitian yaitu Eksperimen, dengan desain riset Pra-Eksperimen Design yaitu One-Group Pretest-Posttest. Besar sampel dalam penelitian ini 16 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi modifikasi Denver II. Penelitian ini menggunakan analisa data yaitu analisa univariate dan analisa bivariat dengan uji prasyarat yang terbagi menjadi uji paired-test didapatkan nilai dengan taraf signifikan p=0,05 didapatkan (p) adalah 0,014 yang menunjukan bahwa p<0,05 (0,014<0,05), artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Yang artinya ada pengaruh permainan edukatif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah 4-5 tahun. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian permainan edukatif finger painting ini dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah usia 4-5 tahun di TK Mekarwangi karena mainan edukatif seperti finger paintingterdiri dari cat air, kertas dan melibatkan otot-otot tangan atau jari yang dapat memacu kreativitas, konsentrasi dan mengembangkan ekspresi. Saran penelitian ini agar dapat lebih memanfaatkan media finger painting untuk meningkatkan atau menstimulasi perkembangan motorik halus anak prasekolah.
PENGARUH PATH SPACE MAINAN EDUKASI ENGKLEK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD PUSPA BANGSA Elpinaria Girsang; Reni Siswanty; Rizka Sulistyaningsih; Fira Ratnadila
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46508/jiw.v16i2.271

Abstract

Motorik kasar adalah kemampuan yang memerlukan koordinasi pada tubuh anak, berkaitandengan otot besar seperti otot kaki, dan otot tangan. Berdasarkan World Health Organization(WHO), ditemukan masih tingginya gangguan perkembangan motorik kasar hingga 28,5%,khususnya pada usia prasekolah sekitar 21,6% di dunia yang terjadi gangguan perkembanganmotorik kasar. Tujuan penelitian penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Path SpaceMainan Edukasi Engklek Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun.Metode Penelitian ini merupakan Eksperimen dengan desain riset Pra-Eksperimen Designyaitu One-Group PreTest-PostTest. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan totalsamplswing. Instrument yang digunakan adalah KPSP (Kuesioner Pra - Skrining Perkembangan). Penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan nilai dengantarif signifikan bahwa p,0,05 (0,034<0,05) yang artinya Ha diterima H0 ditolak. Kesimpulandalam penelitian adanya Pengaruh Pathspace Permainan Engklek Terhadap PerkembnaganMotorik Kasar Pada Anak Usia 4- 5 Tahun. Disarankan bagi orang tua untuk lebih memperhatikan lagi mengnai perkembangan anak untuk diberikan stimulasi saat anak berada dirumahagar perkembangan anak lebih optimal.
PERBEDAAN TEKNIK RELAKSASI DAN EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI PADA IBU BERSALIN Elpinaria Girsang; Rizka sulistyaningsih; Taichiana Gita Putri
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46508/jiw.v17i2.272

Abstract

Latar belakang : Pusat Data Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia menjelaskan bahwa 15%ibu di Indonesia mengalami komplikasi persalinan dan 21% menyatakan bahwa persalinan yangdialami merupakan persalinan yang menyakitkan karena merasakan nyeri. Penanganan nyeri nonfarmakologis dapat diterapkan untuk membantu mengurangi nyeri persalinan, salah satunya denganmelakukan relaksasi dan massage effleurage. Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh PerbedaanTeknik Relaksasi dan Effleurage Massage terhadap tingkat nyeri pada ibu bersalin di PuskesmasCiampea Bogor Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi seluruh ibu bersalin April-Juni 2025 di PKM ciampea. Penleitian eksperimen dengan sampel sebanyak 40 ibu bersalin. 20 sampel perlakuan tehnik relaksasi dan 20 sampel perlakuan massage effleurage, instrumentyang digunakan adalah lembar kuesioner dan skala nyeri. Analisa data yang digunakan pada penelitianadalah univariat Hasil : Setelah mengunakan tehnik massage effleurage penurunan nyeri sedang(90%), Tehnik Relaksasi Penurunan Nyeri sedang(50%). Kesimpulan Berdasarkan hasilpenelitian adanya pengaruh sebelum diberi perlakuan dan setelah diberi perlakuan memiliki perubahan Nyeri pada ibu bersalin yang cukup signifikan. Lebih efektif mengunakan tehnik massage effleurage di bandingkan thenik Relaksasi.
PENGARUH PENGAJARAN TRADISIONAL UNTUK IBU DALAM PENANGANAN KEJANG PADA BALITA Elpinaria Girsang; Rizka sulistyaningsih; Taichiana; Gita Putri Mawardah
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46508/jiw.v17i2.275

Abstract

Latar Belakang : UNICEF memperkirakan kurang lebih 12 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya karenakejang demam. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak dibawah6 bulan-4 tahun. Dan perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Tujuan : Dalam hal ini untuk mengetahui Pengaruhpengajaran tradisoinal untuk ibu dalam penanganan kejang pada balita Metode: Penelitian ini menggunakanmetode Pra Eksperimental dengan desain “one group pre-test and post-test desain”. Pemilihan samplemenggunakan teknik total sampling yaitu dengan jumlah sample sebanyak 25 responden. Instrument yangdigunakan yaitu kuesioner serta uji analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisa didapatkan nilaiP value 0,000 ≤ 0,05 (H0 ditolak, Ha diterima) dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruhpengajaran tradisional untuk ibu dalam penanganan kejang. Kesimpulan : pengaruh pengajaran tradisoonaluntuk ibu dalam penanganan kejang pada balita dapat meningkatkan pemahaman tentang Penanganan kejangpada Balita. Diharapkan Ibu yang memiliki balita agar lebih memahami tentang penanganan Kejang Pada balita