Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP KUALITAS EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Rizki Tri; Sedarnawati Yasni; Tjahja Muhandri; Sri Yuliani
JURNAL UNITEK Vol. 15 No. 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v15i2.389

Abstract

Manggis merupakan salah satu hasil pertanian utama penyumbang devisa tahunan terbesar dari buah-buahan. Manggis menempati urutan pertama ekspor buah segar nasional ke mancanegara. Kulit buah manggis mengandung senyawa aktif yang disebut xanthone yang didapat melalui berbagai metode ekstraksi. Perbedaan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kualitas senyawa xanthone. Ekstraksi kulit manggis dapat dilakukan dengan metode konvensional dan non-konvensional. Kualitas ekstraksi senyawa xanthone dapat diukur melalui parameter rendemen, total xanthone, total alpha-mangosteen, total fenol dan nilai IC50. Metode ekstraksi menggunakan soxhlet dan maserasi adalah metode yang paling banyak digunakan pada ekstraksi kulit manggis. Metode non-konvensional memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional pada parameter rendemen, total xanthone, total alpha-mangosteen, total fenol dan nilai IC50.
Sintesis Nanoemulsi dari Ekstrak Kulit Manggis dengan Metode Energi Tinggi Tri Rizki; Sedarnawati Yasni; Tjahja Muhandri; Sri Yuliani
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 34 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6066/jtip.2023.34.1.109

Abstract

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) has become the main agricultural products contributing to the largest annual foreign exchange from the fruit category. Mangosteen rind contains xanthone compounds as a source of antioxidants, with α-mangostin and γ-mangostin, as the main components which are used as traditional and modern ingredients to treat various diseases. However, mangosteen rind extract has low bioavailability thus resulting in low effectiveness in the application. This study aimed to find the ideal formulation for producing the extract and nanoemulsion of mangosteen peel. The research carried out in two stages: extraction of mangosteen peel and production of nanoemulsion. Ethanol 70% was the best for mangosteen rind extraction, with a percentage yield of 40.96±0.51%, antioxidant activity of 5708.33±159.57 µg AEAC/mL sample, and total xanthones of 373.84±6.49 µg/mL sample. The use of Tween 20 at nanoemulsion production gave the best test results, with particle size of 10.58±1.25 nm, polydispersity index 0.27±0.03, zeta potential -2.34±0.46 mV, and total xanthones 35,28±0,04 µg/mL sample.
Penerapan Efektivitas Modul Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Mata Kuliah Teknologi Pengolahan Buah Dan Sayur Tri Rizki; Surhaini
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v3i1.1240

Abstract

Project-Based Learning (PBL) is regarded as a successful strategy in higher education for improving students' comprehension and practical skills, particularly in application- based courses. The purpose of this study is to evaluate how well the project-based learning approach raises student interest and proficiency in a technology course on fruit and vegetable processing. 66 students enrolled in the course served as the sample for the One Group Pretest-Posttest research design. Pre-test and post-test evaluations were used to gather data, and the N-gain computation was used to analyze the results in order to gauge learning improvement. With an N-gain of 0.49, which indicates moderate effectiveness, the data demonstrate a considerable rise in post-test scores relative to pre-test levels. PBL has been shown to improve student participation in the learning process as well as academic knowledge.
PENGEMBANGAN ENKAPSULAT NANOEMULSI EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.): UJI DISOLUSI IN VITRO DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM Α-AMILASE: Development of Nanoemulsion Encapsulated Mangosteen Peel Extract (Garcinia mangostana L.): In Vitro Dissolution and α-Amylase Inhibition Activity Rizki, Tri; Yasni, Sedarnawati; Yuliani, Sri; Muhandri, Tjahja
JURNAL TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PERTANIAN (JIPANG) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian (JIPANG)
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jipang.v6i02.4642

Abstract

This study aims to develop a nanoemulsion encapsulation system for mangosteen peel extract to enhance the stability and bioavailability of its bioactive compounds, primarily xanthones. The research focused on optimizing the ethanol concentration for extraction, the surfactant type for nanoemulsion synthesis, and the encapsulant materials. Encapsulation efficiency, dissolution characteristics, and α-amylase inhibition activity were evaluated to assess its potential for diabetes management. Encapsulation using maltodextrin and gum arab achieved the highest efficiency (97.93%) and antioxidant capacity (572.92 µg AEAC/g). In vitro dissolution tests showed enhanced phenolic release rates in both acidic (94.57%) and alkaline (94.51%) media compared to non-encapsulated extracts. However, the encapsulated extract exhibited slightly lower α-amylase inhibition (74.10%) than the crude extract (78.61%) due to slower bioactive release. These findings suggest that nanoemulsion encapsulation with maltodextrin and gum arab improves the delivery and functionality of mangosteen peel extract, presenting promising applications in functional food development for diabetes management.
Potensi Ekstrak Buah, Kulit dan Biji Jernang (Daemonorops sp) sebagai Pewarna dan Pengawet Pangan. Tri Rizki; Lavlinesia; Indriyani; Bella Dwi Pasca; Putri Maharani; Anna Anggraini
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/a349sv67

Abstract

Resin jernang (Daemonorops Sp), juga dikenal sebagai Dragon'd Blood, adalah resin yang dihasilkan dari sekresi buah jernang yang menempel pada kulit buah. Mahalnya resin membuatnya tidak dapat digunakan sebagai pewarna atau pengawet.  Oleh karena itu, resin jernang dapat digali dari jenis lain, seperti jenis burung, dan dari bagian buah lain, seperti kulit dan biji dari buah jernang burung dan jernang rambai.  Untuk penelitian ini, rancangan acak kelompok (RAK) digunakan dengan dua jenis jernang: jernang jenis rambai (Daemonorops draco BL) dan jernang jenis burung (Daemonorops didymophylla Becc), yang mencakup bagian buah kulit dan biji.  Selama dua hari, sample dimaserasi dengan pelarut etanol dan hexane dengan perbandingan 1: 7; masing-masing perlakuan diulang dua kali, sehingga diperoleh 16 satuan percobaan.  Parameter yang diamati adalah rendemen, warna, aktivitas antioksidan dan antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen, deskripsi warna, dan aktivitas antioksidan benar-benar dipengaruhi oleh perlakuan sampel.  Dengan deskripsi warna merah, % inhibisi 73,11%, diameter zona hambat E. coli 10,25 mm dan S. aureus 9,5 mm, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol resin jernang dari kulit dan biji dapat berfungsi sebagai pewarna dan pengawet makanan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut harus dilakukan tentang penggunaan ekstrak etanol resin jernang dari bagian kulit dan biji pada produk makanan.
Sosialisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Jambi Raisa Sevina; Anggraini, Anna; Pasca, Bella Dwi; Rizki, Tri; Anggraini, Rani; Maharani, Putri; Kawuri Putri, Satiti
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1146

Abstract

Kegiatan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian (JTP), Universitas Jambi, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait standar keselamatan di lingkungan laboratorium. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, pre-test, post-test, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 63,33 meningkat menjadi 97,71 pada post-test (N-gain 0,94). Respon positif mahasiswa ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan rekomendasi untuk pelatihan lanjutan, seperti simulasi penanganan kecelakaan kerja dan pengelolaan limbah. Berdasarkan temuan ini, panduan K3 yang telah disusun diusulkan sebagai pedoman resmi, disertai pelatihan berkala dan kolaborasi dengan pihak eksternal. Implementasi ini diharapkan dapat menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif di laboratorium, menjadikannya model unggulan di tingkat universitas
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa melalui Sosialisasi Panduan Penelitian di Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Jambi Satiti Kawuri Putri; Anggraini, Anna; Maharani, Putri; Anggraini, Rani; Rizki, Tri; Dwi Pasca, Bella; Sevina, Raisa; Zulni Pratama, Yogie
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1395

Abstract

Kegiatan sosialisasi panduan penelitian di Laboratorium Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Jambi, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait pelaksanaan penelitian di laboratorium. Kegiatan ini meliputi penyampaian materi, pre-test, post-test, dan evaluasi. Peserta mengikuti kegiatan dengan lancar dan hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata pre- test 54% meningkat menjadi 96% pada post-test.
PENGARUH RASIO TEPUNG TERIGU DENGAN PASTA UBI JALAR KUNING (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT Rizki, Tri; Wulandari, Riselya Dislaini; Ulyarti; Surhaini
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/xftyfn87

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumsi pangan fungsional semakin meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan pencegahan penyakit melalui diet harian. Ubi jalar kuning (Ipomoea batatas) merupakan salah satu bahan pangan lokal yang kaya β-karoten, serat, dan senyawa antioksidan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai substitusi bahan baku dalam produk olahan seperti biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biskuit fungsional dengan menggantikan sebagian tepung terigu dengan pasta ubi jalar kuning. Lima formulasi biskuit diuji, dengan tingkat substitusi ubi jalar dari 0 hingga 40%. Setiap sampel dianalisis komposisi proksimat (kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar, dan karbohidrat), aktivitas antioksidan (metode DPPH), tekstur (dengan LFRA Texture Analyzer), warna, hedonik serta mutu sensoris (warna, rasa, dan tekstur) melalui uji hedonik dengan 25 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pasta ubi jalar kuning secara signifikan meningkatkan aktivitas antioksidan (hingga 76,40%), kadar serat, dan karbohidrat biskuit. Namun, peningkatan tingkat substitusi juga menyebabkan penurunan kadar protein dan peningkatan kekerasan tekstur akibat berkurangnya kandungan gluten dari tepung terigu. Meskipun demikian, biskuit dengan tingkat substitusi 30–40% masih dapat diterima secara sensoris berdasarkan uji hedonik. Formulasi dengan penambahan 40% pasta ubi jalar kuning menunjukkan potensi fungsional tertinggi, meskipun diperlukan optimalisasi lebih lanjut untuk meningkatkan kadar protein agar sepenuhnya memenuhi standar mutu nasional.