Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IDENTIFIKASI RONA LINGKUNGAN DARI SISI KAJIAN LALU LINTAS DALAM DOKUMEN UKL-UPL RENCANA PELEBARAN JALAN CINOMATI RUAS TERONG-WONOLELO DESA WONOLELO,KECAMATAN PLERET,KABUPATEN BANTUL Prasetiyowati, Sri Haryanti; Jumiati, Jumiati
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i2.113

Abstract

Dalam rangka mewujudkan pengembangan wilayah khususnya pembangunan jalan Penghubung Antar wilayah, Pemerintah Kabupaten Bantul merencanakan untuk membuka akses Perekonomian dan daerah pariwisata di wilayah Kecamatan Dlingo dan Pleret dengan melebarkan jalan Cinomati sebagai jalan alternatif. Kegiatan pelebaran Jalan Cinomati Ruas Terong – Wonolelo ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan transportasi jalan yang melewati Desa Terong Kecamatan Dlingo dan Desa Wonolelo Kecamatan Pleret sebagai jalur alternatif masyarakat menuju ke wilayah agro bisnis dan agro wisata.Salah satu dampak yang ditimbulkan pada kegiatan pengembangan Jalan Cinomati Ruas Terong – Wonolelo antara kerusakan jalan, gangguan kelancaran lalu lintas, dan kecelakan lalu lintas Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung ke lapangan dan survey penacacahan lalu lintas. Survey dilaksanakan pada hari biasa dan hari libur dari pukul 06.00-18.00. Hasil survey dan observasi lapangan kemudian dianalisis untuk mendapatkan gambaran rona lingkungan dari sisi kajian lalau lintas berdasarkan ketentuan MKJI tahun 1997. Dari hasil observasi lapangan diketaui kondisi eksisiting Ruas Terong-Wonolelo sebagai berikut: perkerasan jalan cukup baik, adanya potensi kerusakan berupa retak di beberapa segmen jalan, dimensi Iebar jalan kurang lebih 5 m dan Iebar rata-rata rumija 12 m. Titik awal di Perempatan Cinomati dan titik akhir di Perempatan terong, Terdapat fasilitas-fasilitas road safety antara lain: rarnbu jalan; marka jalan; lampu peringatan dan rumblestrip (rambu penggaduh). Lokasi jalan berada di perbukitan dengan lereng-lereng dengan ketinggian yang curam dan terdapat lereng yang tidak stabil di beberapa segmen jalan, terlihat bekas longsoran baik longsor tanah maupun batuan, Volume Lalu lintas cukup padat terutama pada jam-jam puncak pagi dan sore hari dengan masih didominasi oleh kendaraan sepeda motor, beberapa alinyemen sangat tajam. Saluran drainase sebagaian sudah pasangan batu atau beton. Terdapat beberapa lokasi " blakspot' yaitu lokasi dan/atau kawasan yang secara teknis berpotensi rawan bencana (rawan kecelakaan dan/atau rawan bcncana. Hasil survey dan analisis lalu lintas menunjukan hasil sebagai berikut: Klasifikasi Kendaraan yang melewat Jalan Cinomati Ruas Terong-Wonolelo terdiri dari kendaraan ringan (LV=Light Vehicle), kendaraan berat (HV=Heavy Vehicle), sepeda motor (MC=Motor Cycle) dan kendaraan tak bermotor (UM=Unmotorized) . Volume Lalu Lintas pada hari libur yang masuk Ruas Jalan Terong Wonolelo sebesar 924,6 smp dan yang keluar Ruas Jalan Terong Wonolelo sebesar 794,9 smp. Jam tersibuk kendaraan yang masuk Ruas Jalan Terong Wonolelo terjadi pada hari libur pada pukul 16.45-16.30 dan jam tersibuk kendaraan yang keluar Ruas Jalan Terong Wonolelo pada pukul 16.45-17.00, sedangkan volume lalu lintas pada hari biasa yang masuk Ruas Jalan Terong Wonolelo sebesar 1389 smp dan yang keluar Ruas Jalan Terong Wonolelo sebesar 794,9 smp. Jam tersibuk kendaraan yang masuk Ruas Jalan Terong Wonolelo terjadi pada hari biasa pada pukul 07.00-07.15 dan Jam tersibuk kendaraan yang keluar Ruas Jalan Terong Wonolelo pada pukul 16.30-16.45. Kapasitas Jalan Cinomati Ruas Terong-Wonolelo saat ini adalah 1526, 56 smp/jam. Nilai LOS Jalan Cinomati Ruas Terong-Wonolelo 0,181 sehingga masih masuk tingkat pelayanan jalan Kategori A. Analisa Dampak Lingkungan terhadap pekerjaan pembangunan jalan adalah lalu lintas semakin berkembang, polusi suara dan polusi udara meskipun masih dibawah ambang batas, karena Jalan Cinomati tidak termasuk titik ruas jalan dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Analisis terhadap dampak pembangunan, saluran air hujan yang ada di bangun secara permanen agar aliran air hujan semakin lancar, sehingga meminimalkan kemungkinan terjadinya banjir. Disamping itu pembangunan saluran air hujan berdampak pada semakin sedikitnya air hujan meresap ke dalam tanah. Selain itu juga perlu diantisipasi bahaya longsor dan beberapa titik blank spot yang rawan menimbulkan kecelakan. Penutupan jalan selama pekerjaan berlangsung, penyediaan petugas mengatur lalu lintas, Pemasangan penanda, lampu penanda diperlukan sebagai upaya keselamatan di jalan raya. 
PERENCANAAN DESAIN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DI DUSUN KARANGASEM, DESA MUNTUK, KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL Prasetiyowati, Sri Haryanti; Indrawati, Rosiana
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i1.92

Abstract

Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah, baik itu Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Air bersih adalah air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi Sistem penyediaan air minum, dengan persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologis dan radiologis sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek sampingDusun  Karangasem, Desa Muntuk Kecamatan Dlingo,Kabupaten Bantul, Dusun Karangasem dengan jumlah penduduk sekitar 265 KK atau 1040 jiwa di mana sampai saat ini kondisinya belum mendapatkan pelayanan air minum yang memmadai Dusun Karangasem mempunyai sumber air berupa sumur bor sedalam kurang lebih 80 meter dengan debit aliran 2l/detik. Di Dusun Karangasem juga terdapat dua tempat wisata di mana sistem penyedian air minum belum tersediaMetode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah metode survey dan perencanaan desain berdasarkan data primer dan data sekunderHasil perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum untuk Dusun  Karangasem,Desa Muntuk,Kecamatan Dlingo,Kabupaten Bantul menggunakan system pompa submersible kapasitas 5m3/jam dengan Head 100 m, 2,2 kw, 1 phase sejumlah satu buah. Pipa yang menghubungkan sumber air ke HU adalah pipa GI diameter 1,5” Pipa distribusi dari HU menggunakan pipa PVC dengan diameter 1” dan 1,5” .Untuk Hidran Umum diperlukan 4 buah Hidran dengan kapasitas 5m3. Sumber air (SA) berada pada koordinat 7°55'11.01"S/110°26'13.91"T dengan elevasi pada 455 mdpl. Koordinat lokasi rencana Hidran umum/reservoir berada pada 7°55'14.49"S/110°26'7.35"T dan elevasi 481 mdpl. Elevasi/beda tinggi antara sumber air dengan reservoir 24 m.  Rencana anggaran biaya direncanakan sebesar Rp 107. 621.700,00. Pembangunan Sistem Penyediaan Air minum dilakukan secara gotong-royong dengan melibatkan masyarakat di Dusun  Karangasem,Desa Muntuk,Kecamatan Dlingo,Kabupaten Bantul 
Sedimentasi di Gumuk Pasir Parangtritis Berdasarkan Tutupan Lahannya Sutanto Trijuni Putro; Sri Haryanti Prasetiyowati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.877 KB) | DOI: 10.21831/gm.v18i1.30038

Abstract

Gumuk pasirParangtritis merupakan salah satu bentuk lahan asal proses eolian yang berkembang di pesisir dengan keunikan tersendiri dibandingkan bentuklahan serupa di dunia. Gumuk pasir ini telah mengalami tekanan yang sangat tinggi akibat dari aktivitas manusia, sebagai akibatnya, perkembangan dan fungsi dari gumuk pasir ini berkurang. Terdapat hal-hal yang saling berkaitan menyebabkan perubahan penutup lahan yang signifikan di Gumuk Pasir Parangtritis, salah satunya adalah sisi regulasi dan kondisi social budaya ekonomi lokal. Salah satu sisi yang menyumbang perubahan tutupan lahan yang terbesar adalah wisata, tambak udang dan pertanian. Perubahan tutupan lahan paling mencolok adalah perkembangan titik wisata, pertanian, dan tutupan vegetasi yang meluas, sehingga menyebabkan gangguan terhadap perkembangan Gumuk Pasir.Kajian dengan seri data panjang mengenai sedimentasi dan perkembangan Gumuk Pasir belum pernah dilakukan, maka dari itu studi ini dilakukan agar terkumpul data perkembangan Gumuk Pasir seri panjang. Diharapkan data tersebut dapat digunakan untuk penentu regulasi kedepannya. Tujuan lain dari kajian ini adalah menentukan pola spasial sedimentasi pasir saat ini, dengan keterbatasan, hingga saat ini data yang terkumpulmasihsedikit. Sehingga kajian ini baru menjadi pendahuluan dari kajian dengan seri yang panjang. Sedimentasi teraktif terjadi di bagian inti gumuk pasir yang tidak terhalang oleh vegetasi maupun bangunan, dan tepat berada di lorong angin.
TEKNOLOGI PETERNAKAN TERPADU BERBASIS ENERGI BARU TERBARUKAN DI KABUPATEN TANGERANG Rosiana Indrawati; Sri Haryanti Prasetiyowati; Primanda Kiky Widyaputra
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v4i1.857

Abstract

Tangerang Regency has the largest cattle farm in Banten Province. Animal husbandry business activities can have a positive impact, namely increasing community economic activities, as well as negative environmental impacts, namely livestock waste both solid and liquid waste. Partners in this activity are the Arafah Agro livestock business group and Barokah UMKM located in Pakulonan Barat Village, Kelapa Dua District, Tangerang Regency. So far, livestock waste management is only limited to being collected and then used for plant fertilizer. The technology to be implemented is a biogas reactor with a capacity of 12 m3, a chopper, a feed mixer, a solar powered water pump and a 500 liter water reservoir, and a PLTS with a capacity of 300 WP. The stages of its activities start from identifying the real conditions of partners related to the application of technology, designing and making technology systems, testing the technology systems that have been made, and conducting training and mentoring to partners in operating and utilizing technology that has been disseminated. The output of this activity is the use of cow biogascoture for cooking and lighting for cages, the installation of a solar powered water pump to suck water from the well into the reservoir, which can later be used for drinking and bathing cows and other stable operations, grass chopper and feed mixer. help provide high quality cow feed, thereby increasing cow productivity by up to 50%.
Sebaran Mikroplastik di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul Dea Nebraska Norindra; Heny Budi Setyorini; Sri Haryanti Prasetiyowati
Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i2.37442

Abstract

Pantai Sepanjang di Kabupaten Gunungkidul memiliki kegiatan pariwisata yang menyebabkan produksi sampah plastik. Mikroplastik akan berdampak buruk bagi biota, manusia, dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis, jumlah dan sebaran mikroplastik di Pantai Sepanjang. Metode dalam penelitian ini adalah observasi atau survei lapangan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling sebanyak 9 titik sampling. Sampel sedimen diambil menggunakan pipa paralon 4inch pada kedalaman 10-15 cm. Tahap pengumpulan data meliputi pengeringan, pemisahan sedimen, pembuatan supernatan, penyaringan dan identifikasi jenis mikroplastik menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 10x. Analisis data dilakukan secara statistik dan spasial. Analisis statistik menggunakan uji regresi dan korelasi antara jarak pengambilan sampel dan jumlah mikroplastik. Analisis spasial menggunakan software GIS untuk menghasilkan peta sebaran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis mikroplastik di Pantai Sepanjang, antara lain fiber, film, fragmen, dan pelet. Jumlah mikroplastik tertinggi adalah jenis fiber sebanyak 60 partikel/gr di titik C. Hasil analisis regresi dan korelasi tertinggi terdapat pada jenis fragmen dengan nilai R2 = 0,27, yang menunjukkan hubungan antara jarak pengambilan sampel dan jumlah mikroplastik lemah. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebaran mikroplastik di Pantai Sepanjang dominan ke arah barat, dan semakin ke arah barat maka jenis mikroplastik semakin beragam. Sepanjang Beach at Gunungkidul District have tourism activities that led to plastic waste production. The microplastic will be considered harmful to biota, human, and environment. This study aims to identify the various types, numbers and distributions of microplastic at Sepanjang Beach. The method used in the study was a survey method. The research locations were determined by site survey using purposive sampling with 9 sample points. The sediment sample collection was conducted by using the PVC pipes 4inch in depth of 10-15 cm. The data collection step is drying, sediment separation, making of the supernatant, filtration, and identification using a binocular microscope with the 10x zoom. The analysis of data was conducted statistically and spatially. The statistical analysis was done by using the regression and correlation analysis between sampling distance and number of microplastics. The spatial analysis was done by using GIS software to create the map of microplastic distribution. The result showed that 4 types of microplastics at Sepanjang Beach were fiber, films, fragments, and pellets. The highest number of microplastics were fiber with 60 particles/gram in the sampling location of C. The highest of regression and correlation analysis were fragments with the value of R2 = 0,27, that indicated the weak correlation between sampling distance and number of microplastics. The spatial analysis showed that distribution of microplastics at Sepanjang Beach were dominant to the west, and the further to the west area, the type of microplastics were more diverse.
INVENTARISASI SUMBER PENCEMAR SUNGAI BEDOG KABUPATEN BANTUL Jumiati; Sri Haryanti Prasetiyowati; Akbar; Eka Budi Nurlita
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.346

Abstract

Kualitas air sungai ditentukan oleh area penyangga sebagai penyuplai sungai. Mutu atau kualitas air sungai yang dinyatakan dalam IKA memerlukan kegiatan identifikasi sumber air pencemar yang dimulai dengan kegiatan inventarisasi. Inventarisasi sumber pencemar air sungai berasal dari sumber nirtitik dan sumber titik seperti yang tercantum dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. Data dan informasi terkait sumber pencemar dilakukan dengan 2 cara yaitu identifikasi wilayah studi dan inventarisasi sumber pencemar. Hasil pemantauan nilai IKA Sungai Bedog pada tahun 2023 yaitu 33,33 hal ini menunjukan kualitas air masuk Kategori kurang dan status cemar sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berasal dari mana saja sumber pencemar sungai baik dari sumber pencemar nirtitik maupun sumber pencemar titik ada Sungai Bedog di wilayah administrasi Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, Data primer berupa titik koordinat lokasi potensi sumber pencemar, dokumentasi. Invetarisasi potensi sumber pencemar dimulai dengan tracking google earth, kemudian di validasi dengan observasi lapangan secara langsung dan diploting pada peta. Sumber pencemaran Sungai Bedog berasal dari sumber nirtitik (non point source) terdiri dari permukiman, pertanian dan perikanan dan sumber titik (point source) berjumlah 12 titik didominasi dari kegiatan peternakan. Baik dari sumber pencemar nirtitik maupun sumber titik berpotensi menimbulkan air limbah organik dan terbuki dari hasil pemantauan sampling dan uji laboratorium kualitas airnya menunjukkan beberapa parameter organik yaitu NH₃, NO₂, BOD, DO, Total Koli dan Koli Tinja melebihi baku mutu yang tercantum dalam PP Nomor 22 ahun 2021.
PENGELOLAAN KONSERVASI PENYU DI KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Maria Efrati Ujul; Sri Haryanti Prasetiyowati; Primanda Kiky Widyaputra; Heny Budi Setyorini
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.263

Abstract

Penyu merupakan salah satu spesies langka yang sekarang keberadaanya terancam punah, sehingga perlu dilestarikan untuk keberlajutan populasi penyu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi penangkaran penyu, mengetahui jenis penyu, mengetahui pengelolaan konservasi penyu di Kabupaten Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan data yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 4 jenis penyu yang mendarat di Pesisir Selatan Kabupaten Kulon Progo, Kondisi sarana dan prasarana penangkaran penyu cukup memadai meskipun masih ada beberapa fasilitas penangkaran penyu yang rusak dan perlu diperbaiki, kemudian untuk kegiatan pengelolaan konservasi penyu dapat dimulai dari kegiatan monitoring pantai, penyelamatan telur penyu, pembesaran atau pemeliharaan tukik dan pelepasan tukik.
Kajian Kawasan Permukiman Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Setyaningrum, Agustina; Masduqi, Edy; Prasetiyowati, Sri Haryanti; Widyaputra, Primanda Kiky; Setyorini, Heny Budi
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.59164

Abstract

Permukiman Pantai Samas berpotensi dipengaruhi oleh berbagai aktivitas masyarakat antara lain aktivitas pariwisata, pertanian dan perikanan. Kondisi permukiman menjadi sangat dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk melakukan penilaian kondisi kawasan permukiman pesisir di wilayah Pantai Samas dan 2) untuk menyusun rekomendasi penanganan kawasan permukiman Pantai Samas. Data primer dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan survey lapangan dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan kajian serupa sebelumnya yang sudah dilakukan. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua wilayah RT masuk kedalam kategori kumuh. Terdapat tiga RT yang masuk dalam kategori kumuh rendah, dengan nilai yang cukup rendah. Permasalahan utama penyebab kekumuhan adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak, tidak adanya saluran drainase dan belum adanya sistem hidran umum sebagai mitigasi kebakaran. Rekomendasi penangan rendah untuk melakukan perbaikan jalan lingkungan dan pembangunan saluran drainase dan sistem hidran umum.
Pengaruh Program Gemar Makan Ikan “Germarikan” Terhadap Minat Konsumsi Ikan Masyarakat (Studi Kasus Dusun Karanganom, Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul) Andrianto, N. Marantika; Prasetiyowati, Sri Haryanti
Jurnal Riset Daerah Vol 20 No 2 (2020): JURNAL RISET DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64730/jrdbantul.v20i2.30

Abstract

In 2017, the level of fish consumption in Special Region of Yogyakarta (DIY) reached 23,75 kg/capita, this has not yet reached the national average set of 47 kg/capita. The government is trying to increase the level of consumption through a program brought by them named GEMARIKAN program. The objectives of the research are 1) determine the knowledge level of housewives in Karanganom Village about Gemarikan program 2) know the influence of Gemarikan Program in boosting the interest in fish consumption by Karanganom Village society. The research was conducted in the months of September to December 2019. The researcher has taken 36 housewives as the sample of the research by using purposive sample taking technique. Data collecting technique used by the researcher are interview, questionnaire, and food frequency. Data processing used in testing the questionnaire validity and the level of confidence are a test of validity and reliability. Analysis of the data used validatases and reliability tests using SPSS software. The result of the research shows that the level of the Gemarikan program influence toward consumption interest of Karanganom Village society has a value of 1.9% and the remaining 89.1 influenced by another factors. The Research conclude that knowledge is the housewives have shown are quite good. The influence of the Gemarikan program toward Karanganom village society is very good.
Pengelolaan Konservasi Penyu Di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta Heny Budi Setyorini; Agustina Setyaningrum; Edy Masduqi; Sri Haryanti Prasetiyowati; Primanda Kiky Widyaputra
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.45156

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Bantul memiliki karakteristik tipe pantai berpasir yang berfungsi sebagai lokasi peneluran penyu. Penyu merupakan biota laut yang tengah menghadapi ancaman kepunahan karena faktor manusia maupun alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengelolaan yang telah dilakukan sebagai dasar dalam pengembangan konservasi penyu untuk menjaga kelestarian penyu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Materi dalam penelitian ini meliputi penyu, dan pengelola konservasi penyu di Pantai Samas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam (indepth interview) bersama Bapak Rujito selaku pengelola konservasi penyu di Pantai Samas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis penyu yang mendarat di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, antara lain penyu lekang (L. olivacea), penyu sisik (E. imbricate), dan penyu belimbing (D. coriacea). Upaya pengelolaan konservasi penyu di Pantai Samas diwujudkan melalui berbagai aktivitas, antara lain peneluran penyu, penetasan telur penyu, pelepasan tukik, penyelamatan penyu yang sakit, dan peningkatan kualitas habitat alami penyu. Upaya pengelolaan tersebut telah melibatkan berbagai pihak, antara lain masyarakat lokal, komunitas reiSPIRASI, Pemerintah Daerah, dan pemerhati lingkungan. The coastal area of Bantul Regency features sandy beaches that serve as nesting sites for sea turtles. Sea turtles are marine organisms currently facing the threat of extinction due to both human and natural factors. This study aims to identify the management efforts undertaken as a foundation for developing conservation strategies to preserve sea turtles. The research was conducted in January 2023 at Samas Beach, Bantul Regency, Yogyakarta. The subjects of this study included the sea turtles and the conservation managers at Samas Beach. The method used in this research is descriptive, utilizing in-depth interviews with Mr. Rujito, the manager of turtle conservation at Samas Beach. The results indicate that several species of turtle’s land at Samas Beach, Bantul Regency, including the olive ridley turtle (L. olivacea), the hawksbill turtle (E. imbricata), and the leatherback turtle (D. coriacea). The turtle conservation management efforts at Samas Beach include various activities such as turtle nesting, egg hatching, turtle hatchling release, rescuing sick turtles, and improving the natural habitat quality for turtles. These conservation efforts have involved various parties, including local communities, the reiSPIRASI community, the local government, and environmental activists.