Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Putra, Agus Darma
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 1 No. 1 (2023): MEMACE, Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v1i1.644

Abstract

Dalam proses belajar mengajar setiap guru memiliki problematika tertentu yang menjadi penghambat dalam pembelajaran di kelas. Terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia, guru mengalami beberapa masalah dalam pengembangan bahan ajar, seperti: ketidaksesuaian buku panduan, materi pembelajaran, dan media pembelajaran dengan buku teks siswa dan kondisi di kelas. Sedangkan problematika guru dalam metode pembelajaran, seperti: ketidaksesuaian metode dengan kondisi di kelas, dan penggunaan satu metode pembelajaran yang sering terjadi disetiap sekolah. Problematika tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya hambatan dalam proses belajar mengajar khusunya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan problematika yang dialami oleh guru dan siswa di sekolah dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Seni Kriya Berbasis Bahan Daur Ulang Rosydi, Mulia; Putra, Agus Darma
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November, 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v4i11.1740

Abstract

seni kriya berbasis bahan daur ulang sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan nilai tambah ekonomi. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya pemanfaatan limbah rumah tangga dan industri skala kecil di lingkungan masyarakat, yang umumnya hanya dibuang tanpa diolah lebih lanjut. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan produksi, serta evaluasi hasil. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu rumah tangga dan pemuda desa yang memiliki potensi dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah plastik, kertas, dan kain bekas menjadi produk kriya seperti tas, hiasan, dan pernak-pernik rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle). Keberhasilan program ditunjukkan dengan munculnya inisiatif peserta untuk membentuk kelompok usaha kecil berbasis kriya daur ulang. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. sekolah sebagai program pengembangan keterampilan non-akademik.
PENDAMPINGAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS SASTRA LISAN Wahidatul Murtafi’ah; Hendri; Fadma Rosita; M. Rudi Guanawan Parozak; Alpan Ahmadi; Agus Darma Putra
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2026
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v4i1.368

Abstract

Keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan bahan ajar berbasis sastra lisan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan koordinasi, analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Action yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep sastra lisan, teknik penyusunan bahan ajar, serta strategi mengintegrasikan sastra lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan bahan ajar yang berbasis sastra lisan sesuai dengan capaian pembelajaran dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan. Oleh karena itu, pendampingan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar inovasi bahan ajar tentang sastra lisan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai jenjang pendidikan
POLA BELAJAR BIPA TINGKAT PEMULA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA Agus Darma Putra
JURNAL ASIMILASI PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Asimilasi Pendidikan
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/jasmin.v2i1.23

Abstract

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan program pembelajaran bagi penutur asing yang bertujuan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia. Program BIPA selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk dibahas, dalam penelitian ini membahas tentang pola belajar BIPA tingkat pemula di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menjelaskan tentang pola belajar BIPA tingkat pemula di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika; (2) menjelaskan tentang kendala pembelajar BIPA tingkat pemula di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasi dari penelitian ini adalah: (1) pola belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing tingkat pemula di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, menggunakan pola belajar individu; (2) saat ini di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika belum ada yang menyediakan kelas belar, belajar kelompok atau sejenisnya, seperti lembaga BIPA.
KESALAHAN PENGGUNAAN TANDA BACA PADA TUGAS MATA KULIAH BAHASA INDONESIA DI SEMESTER I PG PAUD INSTITUT PENDIDIKAN NUSANTARA GLOBAL Agus Darma Putra
JURNAL ASIMILASI PENDIDIKAN Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Asimilasi Pendidikan
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/jasmin.v2i4.41

Abstract

Punctuation errors in Bahasa course assignments are very common. These errors occur when assignments are given, many learners or students do not pay close attention to the punctuation used in their writing. That is why many punctuation marks used by students are not in the right place. The purpose of this study is to explain the errors in the use of punctuation in Bahasa Indonesia course assignments in the first semester of PG PAUD Institut Pendidikan Nusantara Global. While the method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study indicate that many students make mistakes in using punctuation in Bahasa Indonesia course assignments. Based on the results of data analysis conducted by the researcher, the results of this study on punctuation errors in Bahasa course assignments are: (1) errors in the use of commas (,); (2) errors in the use of periods (.); (3) errors in the use of quotation marks (“); and (4) apostrophes.
KESALAHAN PENGGUNAAN KATA GANTI “KITA” DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI DI LINGKUNGAN KAMPUS (KAJIAN ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA) Agus Darma Putra; Wahidatul Murtafiah
BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisipliner, Juli 2026
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begibung.v4i3.365

Abstract

Kesalahan penggunaan kata ganti “kita” sering terjadi dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kampus. Kesalahan tersebut terjadi di dua tempat, yaitu di dalam kelas (saat proses belajar mengajar) dan di luar kelas. Penggunaan kata ganti yang salah disebabkan olah faktor kebiasaan dan ketidaktahuan tentang penggunan kata ganti orang yang benar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan kata ganti “kita” dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kampus dengan menggunakan kajian analisis kesalahan berbahasa. Sedangkan metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa sering salah dalam menggunakan kata ganti “kita” sebagai kata ganti orang pertama tunggal pada saat proses belajar mengajar di dalam kelas. Sebagai contoh, seperti di semester 1 Program Studi Pendidikan Guru Pedidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), dan semester 3 sama semester 5 program studi pendidikan bahasa Indonesia. Selain di dalam kelas, mahasiswa maupun dosen juga sering salah dalam menggunakan kata ganti “kita” sebagai kata ganti orang pertama tunggal.