Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Scoping Review: Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Keterlambatan Motorik Kasar pada Anak Usia Nol sampai Dua Tahun Habib Syarif Hidayatuloh; Cice Tresnasari; Hana Sofia R
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.539

Abstract

Abstract. Gross motor development is regulated by the cerebral cortex which controls large muscle groups and functions to coordinate body movements during activities. The development period from zero to two years is a golden period of child development, including motor development. Delays in gross motor development are delays in coordination of large muscles, bones, and nerves. Several internal risk factors have been associated with gross motor delay, such as microcephaly, prematurity, and low birth weight (LBW). The purpose of this study was to analyze the relationship between LBW and the incidence of gross motor delay in children aged zero to two years. This research is a scoping c review, by searching for articles from the PubMed, SpringerLink, ProQuest, and Science Direct databases. Articles that fit the inclusion criteria were 959 articles and those included in the exclusion criteria were 955 articles. The results of the feasibility test based on PICOS and the critical review test were obtained as many as four articles. This research was conducted in the period of April 2021. The results of the study and analysis of four articles, it was found that two articles stated that there was a relationship between LBW children and delays in gross motor development. Another article stated that there was a significant relationship between very low birth weight in children and gross motor delay. On the other hand, another article stated that there was no significant relationship between low birth weight children and gross motor delay. The conclusion of this study is that children with low birth weight increase the risk of delayed motor development including gross motor skills. Abstrak. Perkembangan motorik kasar diatur oleh korteks serebral yang mengontrol kelompok otot besar dan berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh saat beraktivitas. Masa perkembangan usia nol sampai dua tahun merupakan periode emas perkembangan anak termasuk perkembangan motorik. Keterlambatan perkembangan motorik kasar adalah keterlambatan koordinasi otot besar, tulang, dan saraf. Beberapa faktor risiko internal memiliki hubungan dengan keterlambatan motorik kasar, seperti mikrosefali, prematuritas, dan berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan BBLR dengan kejadian keterlambatan motorik kasar pada anak usian nol sampai dua tahun. Penelitian ini merupakan scoping review, dengan mencari artikel dari database PubMed, SpringerLink, ProQuest, dan Science Direct. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 959 artikel dan yang termasuk dalam kriteria eksklusi sebanyak 955 artikel. Hasil uji kelayakan berdasark atas PICOS dan uji telaah kritis didapatkan sebanyak empat artikel. Penelitian ini dilakukan pada periode April 2021. Hasil telaah dan analisis dari empat artikel, didapatkan dua artikel menyatakan bahwa terdapat hubungan antara anak BBLR terhadap keterlambatan perkembangan motorik kasar. Satu artikel lain menyatakan memiliki hubungan bermakna antara berat badan lahir sangat rendah pada anak dan keterlambatan motorik kasar. Sebaliknya, satu artikel lain menyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anak berat badan lahir rendah dan keterlambatan motorik kasar. Simpulan penelitian ini adalah anak dengan berat badan lahir rendah meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan motorik termasuk motorik kasar.
Systematic Review: Hubungan Diet Mediterania dengan Mortalitas pada Individu Lanjut Usia Berdasar Atas Bradford Hills Lisa Nuril Himawati; Fajar Awalia Yulianto; Cice Tresnasari; Hikmah Azzahro; Farras Oktavidya Duwandani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.603

Abstract

Abstract. The Bradford Hills criteria serve to evaluate the uncounted hypothetical relationship between the exposure and the effect of a given exposure with nine criteria. The cause of mortality is currently more often caused by non- communicable diseases (PTM) and is more common in elderly individuals. One of the preventions of PTM is diet. Although various current diet models have been proposed, the main focus of researchers, doctors, and institutions is the Mediterranean diet that has beneficial effects on the body that can reduce all the risk of causing death. The goal of the study was to analyze the relationship between the Mediterranean diet and mortality in elderly individuals. The study used systematic reviews, looking for articles from the MedLine, SpringerLink, and Science Direct databases, articles that matched the keywords of 2,098 articles and which were included in the exclusion criteria of 677 articles. The results of due diligence and critical review based on PICOS and eligibility criteria were obtained as many as seven articles. The study was conducted from February to November 2021. The results of the study and analysis of the seven studies suggested there was significant cholera between high Mediterranean dietary scores with a 5% to 44% lower risk of all causes of death, cardiovascular disease (CVD), coronary artery disease (CAD), and cancer, and had a twoyear longer survival. The results of this study showed that higher dietary adherence and higher Mediterranean dietary scores lowered the risk of mortality, longer survival, and a reduced risk of developing CVD disease, cancer, and Ischaemia Heart Disease (IHD). Abstrak. Kriteria Bradford Hills berfungsi untuk mengevaluasi hubungan hipotesis yang tidak terhitung antara pajanan dan akibat pajanan yang diberikan dengan sembilan kriteria. Penyebab mortalitas saat ini lebih sering disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dan lebih sering terjadi pada individu lanjut usia. Salah satu pencegahan terjadinya PTM yaitu diet. Meskipun berbagai model diet saat ini telah diusulkan, tetapi fokus utama para peneliti, dokter, dan institusi adalah diet mediterania yang memiliki efek menguntungkan pada tubuh yaitu dapat munurunkan semua risiko penyebab kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara diet mediterania dengan mortalitas pada individu lanjut usia. Penelitian ini menggunakan systematic review, dengan mencari artikel dari database MedLine, SpringerLink, dan Science Direct, artikel yang sesuai dengan kata kunci sebanyak 2.098 artikel dan yang termasuk dalam kriteria eksklusi sebanyak 677 artikel. Hasil uji kelayakan dan telaah kritis berdasar atas PICOS dan kriteria kelayakan didapatkan sebanyak tujuh artikel. Penelitian ini dilakukan pada periode Februari sampai dengan November 2021. Hasil telaah dan analisis dari ketujuh studi menyatakan terdapat kolerasi bermakna antara skor diet mediterania yang tinggi dengan 5% sampai 44% risiko lebih rendah dari semua penyabab kematian, penyebab kematian terkait Cardiovascular Disease (CVD), Coronary Artery Disease (CAD) dan kanker, dan memiliki kelangsungan hidup dua tahun lebih lama. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan diet yang lebih tinggi dan skor diet mediterania yang lebih tinggi menurunkan risiko mortalitas, kelangsungan hidup yang lebih lama, dan penurunan risiko mengalami penyakit CVD, kanker dan Ischaemia Heart Disease (IHD).
Scoping Review: Hubungan Prematur dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun Diva Satrinabilla Armawan; Habib Syarif Hidayatuloh; Cice Tresnasari; Susanti Dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1313

Abstract

Abstract. Stunting is a growth disorder in children caused by chronic or repeated malnutrition, recurring infections, inadequate psychosocial stimulation. In 2019, WHO said the prevalence of stunting was 21.3% worldwide. One of the most common causes of stunting is chronic malnutrition, which can be caused by conditions in the fetus, premature birth or stunted growth. Children under five who are born prematurely have an increased risk of stunting in the first two years of life. The purpose of this study was to determine the relationship between premature birth and stunting in children under 5 years of age. This study used the Scoping Review method, searching for articles from databases such as PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, ProQuest, Ovid and Google Scholar using the keywords ("Premature Birth"[Mesh]) AND "Growth Disorders"[Mesh]) AND "Children, Preschool"[Mesh] in the period of 2011-2021. There was a total of 778 articles that met the inclusion criteria and a total of three articles successfully passed the critical assessment criteria. The results of the three articles show that there is a relationship between prematurity and the incidence of stunting in children under five years of age. Abstrak. Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau berulang, infeksi berulang, stimulasi psikososial yang tidak memadai. Pada tahun 2019, WHO mengatakan prevalensi stunting adalah 21,3% di seluruh dunia. Salah satu penyebab stunting yang paling umum adalah kekurangan gizi kronis, yang dapat disebabkan oleh kondisi saat janin, kelahiran prematur atau pertumbuhan yang terhambat. Anak balita yang terlahir prematur memiliki peningkatan risiko stunting pada dua tahun pertama kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelahiran prematur dengan stunting pada anak di bawah 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review, dengan mencari artikel dari database seperti PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, ProQuest, Ovid dan Google Scholar menggunakan kata kunci ("Kelahiran Prematur "[Mesh]) DAN "Gangguan Pertumbuhan"[Mesh]) DAN "Anak, Prasekolah"[Mesh] dalam periode tahun 2011-2021. Terdapat total 778 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan 3 artikel berhasil lolos kriteria penilaian kritis. Hasil dari ketiga artikel mengatakan bahwa terdapat hubungan antara prematur dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah lima tahun.
Tingkat Kecemasan dapat Mempengaruhi Kualitas Tidur pada Lansia Risa Putri Fauzika; Cice Tresnasari; R.A. Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5936

Abstract

Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes in rest habits, both quantity and quality, are said to experience sleep disturbances. One of the causes of sleep disturbances in the elderly is anxiety. Therefore, the purpose of this study was determine the relationship between anxiety levels and sleep quality in the elderly population. The research subjects were the elderly at Baregbeg Health Center in Ciamis Regency in 2022. The sampling technique was purposive sampling and the samples obtained were 99 elderly people. Analysis of the relationship between variables using the Chi-square test. The results showed that the majority of elderly totaled 62 people (62.6%), the sex of the majority of the elderly was male 55 people (55.6%), the anxiety level of the majority of the elderly was moderate anxiety 43 people (43.3%), the sleep quality of the majority of the elderly was categorized as bad by 60 people (60.6%) and showed a significant relationship between the level of anxiety and the sleep quality of the elderly at the Baregbeg Health Center, Ciamis Regency. In conclusion, there is a significant relationship between the level of anxiety and sleep quality the elderly at Baregbeg Health Center, Ciamis Regency. Suggestions are used as material for consideration for the elderly in order to reduce poor sleep quality and reduce or stop smoking besides that the elderly are expected not to be anxious and depressed. Abstrak. Seiring bertambah panjangnya usia hidup, kondisi ini lebih cenderung mengakibatkan masalah kesehatan secara umum atau masalah kesehatan mental, khususnya pada lansia. Lansia yang mengalami perubahan kebiasaan istirahat, baik kuantitas maupun kualitas, dikatakan mengalami gangguan tidur. Salah satu penyebab gangguan tidur pada lansia yaitu kecemasan. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antar tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada populasi lansia. Subjek penelitian yaitu lansia di Puskesmas Baregbeg Kabupaten Ciamis tahun 2022. Teknik penentuan sampel Purposive sampling dan sample yang diperoleh 99 lansia. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan umur lansia mayoritas 60-65 tahun berjumlah 62 orang (62,6%), jenis kelamin lansia mayoritas laki-laki 55 orang (55,6%), tingkat kecemasan lansia mayoritas kecemasan sedang 43 orang (43,3%), kualitas tidur lansia mayoritas dikategorikani buruk 60 orang (60,6%) dan hasilnya menunjukan hubungan signifikan antar tingkat kecemasan dan kualitas tidur lansia di Puskesmas Baregbeg Kabupaten Ciamis. Simpulan adanya hubungan yang signifikan antar tingkat kecemasan dan kualitas tidur lansia di Puskesmas Baregbeg Kabupaten Ciamis. Saran dijadikan bahan pertimbangan lansia agar mengurangi kualitas tidur yang buruk dan mengurangi atau berhenti merokok selain itu lansia diharapkan tidak cemas dan depresi.
Efektivitas Susu Tinggi Protein dalam Menurunkan Berat Badan dan Pencegahan Obesitas: Scoping Review Akbar Paulana; Cice Tresnasari; Dony Septriana Rosady
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6287

Abstract

Abstract. Obesity is a condition of excess fat accumulation in the body which results in complex multifactorial disease. Obesity can be corrected by providing a low-calorie diet, one of which is milk. This study aims to determine the effectiveness of giving milk as high-protein diet in weight loss therapy in obese patients. The research method used was scoping review, with analytic observational study articles (cohort, case-control and cross-sectional) obtained from ScienceDirect, Springerlink, PubMed Central, BioMed Central and Nature databases. Then the identified journals were screened with inclusion criteria with the number of journals after screening as many as 3,429 articles. After that, it was adjusted for exclusions so the remaining number was 4 articles. Then critical appraisal was carried and final article that met the requirements was obtained with total 4 articles. From the results of the analysis, it was found that there was a significant decrease in body weight in obese adults after being given intervention in form of high-protein milk in the first two years. The conclusion of this study shows that milk with low fat content is effective in causing weight loss in obese adults. Abstrak. Obesitas adalah keadaan penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh yang mengakibatkan complex multifactorial disease. Keadaan obesitas dapat diperbaiki dengan cara memberi diet rendah kalori, salah satunya adalah pemberian susu. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pemberian susu sebagai diet tinggi protein dalam terapi penurunan berat badan pada penderita obesitas. Metode penelitian yang digunakan adalah scoping review, dengan artikel berstudikan observasional analitik (kohort, kasus kontrol dan potong lintang) yang didapatkan dari database ScienceDirect, Springerlink, PubMed, PubMed Central, BioMed Central dan Nature. Kemudian jurnal yang teridentifikasi dilakukan skrining kriteria inklusi dengan jumlah jurnal setelah dilakukan skrining sebanyak 3.429 artikel. Setelah itu disesuaikan dengan kriteria ekslusi sehingga jumlah tersisa 4 artikel. Selanjutnya dilakukan critical appraisal dan didapatkan artikel akhir yang eligible dengan jumlah 4 artikel. Hasil analisis didapatkan penurunan berat badan secara signifikan pada obesitas dewasa setelah diberikan intervensi berupa susu rendah lemak dalam dua tahun pertama. Susu dengan kadar tinggi protein dapat menimbulkan penurunan berat badan pada obesitas pada orang dewasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan susu dengan kadar protein tinggi efektif dalam menimbulkan penurunan berat badan.
Hubungan Lama Duduk Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba Tingkat 3 Tahun 2022 Wizdan Nafi Alfiansyah; Cice Tresnasari; Susanti dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6299

Abstract

Abstract. Globally, there were 568.4 million common cases of low back pain in 2019 and the incidence was higher in students at the Faculty of Medicine with relatively tight class hours. This study aims to determine the relationship between prolonged sitting and the incidence of low back pain in third year students of the Faculty of Medicine Unisba in 2022. This type of research is quantitative with an analytic observational method and a cross sectional approach design. The instrument used is a questionnaire. A sample of 134 third year students at the Faculty of Medicine, Unisba in 2022, used the total sampling technique. The data analysis used was univariate and chi square test for bivariate analysis. Most of third year students of the Faculty of Medicine Unisba in 2022 experience lower back pain. It was found that there was a significant relationship between sitting duration and complaints of low back pain in 3rd year Unisba Medical Faculty students in 2022 with p-value = 0.034 (p <0.05). Sitting for a long time causes an increase in muscle contractions which produce waste products in the form of lactic acid and then cause pain in the lower back. It was concluded that prolonged sitting was associated with lower back pain. Keywords: Prolonged Sitting, Medical Student, Low Back pain Abstrak. Secara global, terdapat 568,4 juta kasus umum nyeri punggung bawah pada tahun 2019 dan insidensi lebih tinggi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dengan jam kuliah yang terbilang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Sampel sebanyak 134 mahasiswa tingkat 3 Fakultas Kedokteran Unisba tahun 2022 dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan uji chi square untuk analisis bivariat. Sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3 tahun 2022 mengalami nyeri punggung bawah. Didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3 tahun 2022 dengan p-value= 0.034 (p < 0,05). Hal tersebut karena duduk dalam waktu lama menyebabkan peningkatan kontraksi otot yang menghasilkan produk sisa berupa asam laktat dan kemudian mengakibatkan nyeri pada punggung bawah. Disimpulkan lama duduk berhubungan dengan nyeri punggung bawah. Kata Kunci: Duduk Lama, Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Nyeri Punggung Bawah
Karakteristik Hipertensi di Poli Klinik Penyakit Dalam Desi Angraeni; Cice Tresnasari; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6504

Abstract

Abstract. Hypertension is an increase in blood pressure ≥140 / ≥90 mmHg. In 2025, it is predicted that 1.5 billion individuals would have hypertension. Every year around 10.44 million people die as a result of suffering from hypertension. Hypertension is caused by 2 factors, namely those that can be changed (Modifiable) such as family history, age, gender and race. Factors that cannot be changed (NonModifiable) are obesity, low physical activity, stress, smoking habits, hyperlipidemia, excessive consumption of salt and alcohol. This research aims to describe the characteristics of hypertension at the Polyclinic of Internal Medicine at Al-Ihsan Hospital in 2022.This research uses descriptive method with purposive sampling method. Data were obtained by interviewing patients regarding weight, height, age, gender, family history, smoking while blood pressure data was obtained by examining a tensimeter by a nurse. The number of respondents in this study were 93 people.The results of this study showed the most gender was female 63%, the most common age was 40-59 years 60%, the most often had a family history of hypertension 70%, the most BMI was obesity 69%.The conclusion of this study is an overview of the characteristics of hypertension sufferers, the majority of hypertension sufferers are women, most occur at the age of 40-59 years, most hypertension sufferers have a family history of hypertension, the most BMI hypertensive sufferers are obese. Abstrak. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah 140 / mmHg. Pada tahun 2025, diprediksi bahwa 1,5 miliar orang akan menderita hipertensi. Setiap tahun sekitar 10,44 juta orang meninggal dunia akibat menderita hipertensi. Hipertensi disebabkan 2 faktor yaitu yang dapat di ubah (Modifiable) seperti obesitas, aktivitas fisik yang rendah, kebiasaan merokok dan aklohol yang berlebihan. Faktor yang tidak dapat diubah (NonModifiable) yaitu riwayat keluarga, usia, jenis kelamin dan ras. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran karakteristik penderita hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Al-Ihsan tahun 2022 dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek diambil dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dengan wawancara kepada pasien mengenai berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok sedangkan data tekanan darah dengan pemeriksaan tensimeter oleh perawat. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 93 orang. Hasil penelitian ini menunjukan jenis kelamin paling banyak perempuan 63%, paling sering terjadi pada usia 40-59 tahun 60%, paling banyak memiliki riwayat keluarga hipertensi 70%, IMT paling banyak termasuk obesitas 69%. Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran karakteristik penderita hipertensi sebagian besar penderita hipertensi adalah perempuan, paling banyak terjadi di usia 40-59 tahun, penderita hipertensi terbanyak memiliki riwayat hipertensi di keluarga, IMT penderita hipertensi terbanyak mengalami obesitas.
Indeks Massa Tubuh Berhubungan dengan Keseimbangan Dinamis Anak SD Mathla'ul Khoeriyah Tamansari Bandung Tahun 2023 Silvi Rosmawati; Cice Tresnasari; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10656

Abstract

Abstract. A child needs balance to do things like run, kick, go up and down stairs, and more. Environment, stimulation, hormonal influences, and nutrition and nutrition are some of the factors that influence child development. During a child's development, healthy food intake is very important. Children's nutritional status is a very important component in children's motor development. If children receive an unbalanced food intake, they are at risk of experiencing unbalanced nutritional disorders, which will affect the child's balance. The aim of this research is to find out whether there is a relationship between BMI and dynamic balance in children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School Tamansari Bandung in 2023. This research is a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. Sampling is carried out by technique simple random sampling. The population in this study were children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School for the 2022-2023 academic year. The total sample was 188 people aged 6- 12 years old. Univariate analysis studied Body Mass Index was measured using Z-Score BMI/U and Balance are measured using Pediatric Balance Scale. In the results of bivariate analysis using Chi-square earned valuep-value 0.001. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is a relationship between body mass index (BMI) and dynamic balance in children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School, Bandung. Abstrak. Seorang anak membutuhkan keseimbangan untuk melakukan hal-hal seperti berlari, menendang, naik turun tangga, dan lainnya. Lingkungan, stimulasi, pengaruh hormon, dan nutrisi dan gizi adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Selama perkembangan anak, asupan makanan yang sehat sangat penting. Status gizi anak merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perkembangan motorik anak. Jika anak mendapatkan asupan makanan yang tidak seimbang, mereka berisiko mengalami gangguan gizi tidak seimbang, yang akan mempengaruhi keseimbangan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara IMT dan keseimbangan dinamis pada anak-anak di SD Mathla'ul Khoeriyah Tamansari Bandung pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah anak di SD Mathla’ul Khoeriyah tahun akademik 2022-2023. Jumlah sampel sebanyak 188 orang yang berusia 6 ­– 12 tahun. Analisis univariat yang diteliti Indeks Massa Tubuh diukur menggunakan Z-Score IMT/U dan Keseimbangan di ukur menggunakan Pediatric Balance Scale. Pada hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square diperoleh nilai p-value 0,001. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan keseimbangan dinamis pada anak SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung.
Hubungan Flat Foot dengan Keseimbangan Dinamis pada Siswa Sekolah Dasar Mathla’ul Khoeriyah Bandung Tahun 2023 Arishal Prambudi Hikmatiar; Cice Tresnasari; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10862

Abstract

Abstract. The ability to maintain a balanced body position both at rest and during movement is known as balance. Flat feet are one of the factors that can disrupt balance. This study aims to analyze whether there is a relationship between flat feet and dynamic balance in students at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School in Bandung in 2023. This research uses an observational analytical method with a cross-sectional approach. The sampling method is stratified random sampling with a probability sampling technique. The sample size that meets the inclusion criteria is 184 individuals. The research instruments used to identify flat feet are the Clarke angle, while the Beam Balance Test is used for dynamic balance measurement. Chi-square test is utilized for data analysis. The chi-square test results show values (p: 0.786) p>0.05 for dynamic balance. These results indicate that there is no relationship between flat feet and dynamic balance in students at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School in Bandung in 2023. Abstrak. Kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh yang seimbang baik saat diam maupun saat bergerak dikenal dengan istilah keseimbangan. Flat foot merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terganggunya keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan flat foot dengan keseimbangan dinamis pada Siswa Sekolah Dasar Mathla’ul Khoeriyah Bandung Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Cara mengambilan sampel adalah dengan teknik probability sampling jenis stratified random sampling. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 184 orang dengan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi flat foot adalah Clarke angel, dan untuk mengukur keseimbangan dinamis menggunakan Beam Balance Test. Uji ¬chi-square digunakan untuk analisis data penelitian. Uji chi-square menunjukan hasil nilai (p:0,786) p>0,05 untuk keseimbangan dinamis, hasil ini menunjukan tidak terdapat hubungan antara flat foot dengan keseimbangan dinamis pada Siswa Sekolah Dasar Mathla’ul Khoeriyah Bandung Tahun 2023.
Hubungan Performa Motorik Kasar Berdasarkan Gross Motor Function Classification System pada Anak Cerebral Palsy dengan Tingkat Kecemasan Ibu di RS Al-Islam Bandung Tahun 2023 Alissa Fajrina Salsabila; Cice Tresnasari; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10999

Abstract

Abstract. Cerebral palsy (CP) is a movement disorder, postural change, and communication disorder that occurs in children during development. The severity of movement disorders can be seen from gross motor performance assessed using the Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Children's gross motor limitations can have an impact on the mother's anxiety level, because mothers are required to be more intensive in caring for their children compared to normal children. To assess the mother's anxiety level, the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) questionnaire was used. This study aims to analyze the relationship of gross motor performance of CP children based on GMFCS with maternal anxiety. This study used analytic observation method with cross sectional research design. The research data were processed using the chi-square test. The results of this study indicate that most of the gross motor levels of CP children at Al-Islam Bandung Hospital in 2023 are at GMFCS level V. Most mothers who have CP children are at a mild level of anxiety. There is no relationship between gross motor performance based on GMFCS in CP children with the level of maternal anxiety at Al-Islam Bandung Hospital in 2023 (p = 0,245). The anxiety level of mothers of CP patients is influenced by many factors, including stress management skills, clinical assessment and positive support from the surrounding environment. Abstrak. Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan gerakan, perubahan postur, dan gangguan komunikasi yang terjadi pada anak selama masa perkembangan. Tingkat keparahan gangguan gerakan dapat dilihat dari performa motorik kasar yang dinilai menggunakan Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Keterbatasan motorik kasar anak dapat memberi dampak terhadap tingkat kecemasan ibu, sebab ibu dituntut lebih intensif dalam merawat anaknya dibandingkan dengan anak normal. Untuk menilai tingkat kecemasan ibu digunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan performa motorik kasar anak CP berdasarkan GMFCS dengan kecemasan ibu. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar level motorik kasar anak CP di RS Al-Islam Bandung Tahun 2023 berada pada level GMFCS V. Sebagian besar ibu yang memiliki anak CP berada tingkat kecemasan ringan. Tidak terdapat hubungan performa motorik kasar berdasarkan GMFCS pada anak CP dengan tingkat kecemasan ibu di RS Al-Islam Bandung tahun 2023 (p = 0,245). Tingkat kecemasan ibu pasien CP dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kemampuan manajemen stres, assesmen klinis dan dukungan positif dari lingkungan sekitar.