Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respons Fisiologis Manusia terhadap Penurunan Suhu Inti pada Kejadian Hipotermia: Suatu Studi Literatur Ujung, Siti Nuraisah A; Azhari, Muhammad; Tambunan, Diana Putri K; Amanda, Putri; Pribadi, Koko; Apriliani, Indah Rizka; Silitonga, Melva
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13219

Abstract

Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu inti tubuh yang dapat menimbulkan risiko fisiologis serius. Pemahaman tentang respons fisiologis manusia terhadap hipotermia penting untuk pencegahan dan manajemen klinis. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai mekanisme fisiologis yang terjadi pada tubuh manusia akibat penurunan suhu inti. Penelitian ini menggunakan metode, dengan meninjau publikasi ilmiah terbaru terkait respons fisiologis terhadap hipotermia, termasuk mekanisme termoregulasi, metabolisme energi, habituasi terhadap dingin, dan adaptasi jaringan adiposa. Berdasarkan studi literatur, tubuh manusia merespons penurunan suhu inti melalui mekanisme vasokonstriksi perifer, menggigil, peningkatan kapasitas non-shivering thermogenesis melalui adiposit cokelat dan beige, serta habituasi terhadap paparan dingin berulang. Mekanisme ini membantu mempertahankan homeostasis internal dan melindungi organ vital. Namun, paparan dingin yang ekstrem atau tidak terkontrol dapat memicu respons maladaptif, termasuk gangguan koagulasi, infeksi luka, dan inflamasi berlebihan setelah pemanasan ulang.literatur menunjukkan bahwa respons fisiologis manusia terhadap hipotermia bersifat kompleks dan melibatkan berbagai mekanisme adaptif. Pemahaman mendalam terhadap mekanisme ini penting untuk strategi pencegahan dan manajemen klinis pada individu yang mengalami hipotermia.
Pengaruh Jenis Air (Air Sumur, Air Mineral, Air EcoEnzim) terhadap Pertumbuhan Daun Tanaman Kacang Hijau Azhari, Muhammad; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya ketersediaan air sebagai jenis aktifator enzim dan hormon yang berperan dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan tiga jenis air, yaitu air eco-enzyme, air mineral (air galon), dan air sumur. Sebanyak dua belas polybag kacang hijau, masing-masing berisi enam benih, diberikan perlakuan dengan jenis air yang berbeda dan diletakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari secara merata selama tujuh hari pengamatan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, ukuran daun, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air eco-enzyme memberikan hasil pertumbuhan terbaik, diikuti air mineral, dan terakhir air sumur. Tinggi tanaman dan ukuran daun terbesar diperoleh pada perlakuan air eco-enzyme. Kesimpulannya, jenis air yang digunakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau, dan eco-enzyme dapat direkomendasikan sebagai alternatif jenis irigasi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman ini.
Penentuan Jenis Kelamin Ayam Kampung dan Ayam Pama (Gallus gallus) melalui Pendekatan Kualitatif Deskriptif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Perilaku Apriliani, Indah Rizka; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziah; Edi, Syahmi; Silitonga, Melva
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5555

Abstract

Ayam kampung dan ayam pama (Gallus gallus) merupakan unggas lokal yang banyak dipelihara masyarakat karena memiliki nilai ekonomi serta potensi sebagai sumber pangan hewani. Dalam pemeliharaan unggas, penentuan jenis kelamin sering menjadi kendala karena tidak selalu dapat dilakukan secara cepat tanpa metode khusus, padahal informasi tersebut penting untuk manajemen reproduksi dan seleksi indukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penentuan jenis kelamin ayam kampung dan ayam Pama melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan pengamatan karakter morfologi dan perilaku. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap ayam jantan dan betina yang dipelihara secara tradisional dengan mengamati ukuran dan bentuk tubuh, perkembangan jengger, warna dan struktur bulu, bentuk ekor, serta perilaku harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfologi dan perilaku yang jelas antara ayam jantan dan betina. Ayam jantan umumnya memiliki tubuh lebih besar dan tegap, jengger lebih menonjol, warna bulu lebih kontras, ekor lebih panjang dan melengkung, serta perilaku lebih agresif. Sebaliknya, ayam betina memiliki tubuh lebih kecil, jengger lebih kecil, warna bulu lebih sederhana, ekor lebih pendek, dan perilaku lebih tenang. Selain itu, ayam Pama jantan menunjukkan karakter fisik dan agresivitas yang lebih dominan dibandingkan ayam kampung jantan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dimorfisme seksual yang dipengaruhi faktor genetik dan hormonal. Penentuan jenis kelamin ayam dapat dilakukan secara praktis melalui pengamatan morfologi eksternal dan perilaku sehingga dapat membantu peternak dalam mengidentifikasi jenis kelamin ayam secara lebih mudah.