Misniarti, Misniarti
JURUSAN KEPERAWATAN, POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Balita Stunting dan Risiko Stunting tentang Terapi Bermain Misniarti, Misniarti; Utario, Yossy; Haryani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18512

Abstract

ABSTRAK Stunting dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan motorik pada anak toodler. Studi sebelumnya menunjukkanbeberapa anak dengan keadaan stunting, kemampuan perkembangannya tidak sesuai dengan usia anak seharusnya. Terapi bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi perkembangan anak. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan ibu balita tentang terapi bermain. Kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu balita stunting tentang terapi bermain. Meliputi identifikasi masalah, sosialisasi kegiatan, edukasi kesehatan dan praktik simulasi pemeriksaan perkembangan menggunakan KPSP dan terapi bermain pada balita pada melalui kader posyandu, pendampingan kader ke keluarga balita resiko stunting dan stunting. Kegiatan dilakukan pada di wilayah kerja Puskesmas Talang Rimbo Lama Kabupaten Rejang Lebong. Peserta terdiri dari 10 orang kader dan pendampingan pada 40 orang ibu balita stunting. Bentuk kegiatan adalah pemberdayaan kader posyandu dan pendampingan kader untuk memberikan edukasi kepada ibu balita resiko stunting dan stunting mengenai terapi bermain. Rerata skor pengetahuan kader sebelum edukasi adalah 40,6 dan setelah edukasi 60,3, serta skor pengetahuan ibu balita stunting dan risiko stunting sebelum edukasi adalah 36 dan setelah edukasi 59. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita stunting serta mampu mempraktikkan kembali cara pemeriksaan perkembangan anak dan terapi bermain. Kata Kunci: Pemberdayaan Kader Posyandu, Pendampingan Ibu Balita Risiko Stunting, Terapi Bermain   ABSTRACT Stunting can affect cognitive and motor development in toddlers. Previous research has found that some stunted children have developmental abilities that do not correspond to their chronological age. Play therapy is a form of stimulation for child development. Efforts are needed to increase the knowledge and abilities of cadres and mothers of toddlers about play therapy. The purpose of community service activities is to increase the knowledge and skills of cadres and stunted mothers about play therapy. Identifying problems, participating in socializing activities, providing health education, and practicing developmental check simulations for toddlers at posyandu cadres using KPSP and play therapy, as well as assisting cadres with families of stunted toddlers and the risk of stunting, are all service methods.The activity was carried out in the working area of the Talang Rimbo Lama Health Center, Rejang Lebong Regency. Participants consisted of 10 cadres, who provided assistance to 40 stunting mothers. The activity consists of empowering posyandu cadres and assisting cadres in providing education to mothers of stunted toddlers about the risk of stunting and play therapy. The average score of knowledge of cadres before education is 40.6 and after education is 60.3, and the knowledge score of stunting mothers and the risk of stunting before education is 36 and after education is 59. That there is an increase in the knowledge of cadres and stunting mothers and that they are able to practice again how to check child development and use play therapy. Keywords: Empowerment of Posyandu Cadres, Assistance for Mothers and Toddlers at Risk of Stunting, Play Therapy
EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA STUNTING TENTANG STUNTING DAN RESPONSIVE FEEDING Yossy Utario; Misniarti, Misniarti; Sutriyanti, Yanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting (kerdil) merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu penyebab stunting adalah praktik pemberian makan yang tidak efektif. Responsive feeding merupakan kemampuan pengasuh dalam memberi makan kepada anak secara aktif dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang stunting dan responsive feeding terhadap pengetahuan ibu balita stunting. Metode penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan one group pretest dan posttest design. Sampel pada penelitian menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 34 ibu balita stunting pada 3 wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Rejang Lebong. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi tentang stunting dan responsive feeding menggunakan booklet. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner pengetahuan tentang stunting dan responsive feeding. Analisis data menggunakan uji paired t test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan ibu tentang stunting dan responsif feeding sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi edukasi dengan nilai Pvalue: 0,000 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa media booklet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita stunting.
DETEKSI DINI DAN EDUKASI MENGGUNAKAN APLIKASI IBU PINTAR STUNTING BAGI KADER DAN IBU BALITA Utario, Yossy; Misniarti, Misniarti; Haryani, Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 4 No 2 (2025): JPKM PUSTINGKIA JULI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v4i2.955

Abstract

Education about stunting for cadres and mothers of toddlers is important to be carried out continuously as an effort to prevent stunting. The use of Android phones has become widespread in society. Offline or online applications are one of the effective educational media and can be used to increase knowledge about stunting. The Smart Mother Stunting Application can be used by cadres and mothers who have toddlers to find out how to detect stunting early and at the same time increase knowledge about stunting. This community service activity was carried out in July 2024 in the Fostered Village, namely Rimbo Recap Village, the working area of ​​the Watas Marga Health Center. This service activity aims to provide education to cadres and mothers of toddlers about stunting and how to detect stunting using the application. Socialization activities, providing education and simulation practices using the application for cadres and mothers of toddlers, as well as monitoring and evaluation. The data obtained showed an increase in the knowledge and skills of cadres and mothers about stunting and how to use the application using an Android phone. Early detection and education of stunting need to be carried out continuously to increase public awareness in preventing stunting.
Relationship between the Characteristics of Mothers of Stunting Toddlers and Anxiety Levels Utario, Yossy; Misniarti, Misniarti; Anugra Jaya, Meigo; Amaliya, Sholihatul; Heni Kusumawardani, Lita
Journal of Bionursing Vol 7 No 2 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.2.14924

Abstract

Background: Stunted toddlers experience growth and developmental disturbances, both in the short and long term. The condition of stunted toddlers can lead to anxiety among parents, particularly mothers. Purpose: This study aims to examine the relationship between the characteristics of mothers with stunted toddlers and their level of anxiety. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, with a total of 60 mothers who have stunted toddlers as respondents. Data was collected using a respondent biodata questionnaire and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to measure maternal anxiety. Data analysis included univariate analysis to describe the characteristics of maternal anxiety and bivariate analysis using Fisher's exact test. Results: The findings indicate no significant relationship between maternal anxiety and factors such as current maternal age, age at marriage, maternal education, maternal occupation, maternal income, chronic energy deficiency (KEK) during pregnancy, number of children, or the stunting category of the child. Conclusion: The study concludes that there is no significant relationship between the characteristics of mothers (such as current age, age at marriage, education level, occupation, income, history of chronic energy deficiency during pregnancy, number of children, and the child's stunting category) and the level of maternal anxiety. These findings suggest that maternal anxiety in the context of stunted toddlers may be influenced by factors beyond the demographic and socioeconomic characteristics examined in this study. Further research is recommended to explore other potential factors contributing to maternal anxiety in such cases.
Pemberdayaan Kader Kia dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Bayi Tentang Anticipatory Guidance dan Pertolongan Pertama Kecelakaan Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Misniarti, Misniarti; Utario, Yossy; Haryani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12941

Abstract

ABSTRAK Masa anak merupakan masa dimana rasa ingin tahu mereka terhadap lingkungan sekitar sangat tinggi. Anak akan mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan menggunakan seluruh panca indaranya, tanpa memperhitungkan kemungkinan bahaya yang akan timbul sehingga dapat menyebabkan kecelakaan yang dapat melukai tubuh mereka bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mencegah kecelakaan pada anak maka ibu sebagai pengasuh harus mengetahui tentang prinsip antipacitory guidance sesuai dengan tahap perkembangan anak dan ibu juga harus mengetahui cara pertolongan pertama kecelakaan pada bayi supaya mencegah kecacatan atau kematian.  Pengabdian  masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan kader KIA dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas. Pengabdian Masyarakat mengunakan metode cara ceramah, diskusi, simulasi dan praktik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan peningkatan pengetahuan kader dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan disertai juga peningkatan kemampuan praktik kader dan ibu tentang pertolongan pertama kecelakaan pada bayi.  Kegiatan penyuluhan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader KIA dan ibu bayi tentang anticipatory guidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada bayi serta dapat meningkatkan keterampilan kader KIA dan ibu bayi tentang pertolongan pertama kecelakaan pada bayi yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Perumnas. Kata Kunci: Anticipatory Guidance, Kader KIA, Simulasi  ABSTRACT Childhood is a time when their curiosity about the surrounding environment is very high. Children will explore the surrounding environment using all their five senses, without taking into account the possibility of danger that may arise which can cause accidents that can injure their bodies and even cause death. To prevent accidents in children, mothers as caregivers must know the principles of antipacitory guidance according to the child's development stage and mothers must also know how to provide first aid for accidents in babies to prevent disability or death. This community service aims to increase the knowledge and skills of KIA cadres and mothers of babies regarding anticipatory guidance and first aid for accidents in babies in the Perumnas Health Center Working Area. Community Service uses lecture, discussion, simulation and practice methods. The results of community service activities found an increase in the knowledge of cadres and mothers of babies regarding anticipatory guidance and this was also accompanied by an increase in the practical abilities of cadres and mothers regarding first aid for accidents in babies. The outreach activities provided can increase the knowledge of KIA cadres and mothers of babies about anticipatory guidance and first aid for accidents in babies and can improve the skills of KIA cadres and mothers of babies about first aid for accidents in babies in the working area of the Perumnas Community Health Center. Keywords: Anticipatory Guidance, KIA Cadre, Simulation
Optimalisasi Peran Kader Dedi Ceting Mewujudkan Zero Stunting Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Sipahutar, Lydia Febrina; kurniyati, Kurniyati; Misniarti, Misniarti; Esmianti, Farida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20396

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat mengganggu pertumbuhan anak karena menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya atau lebih pendek. Permasalahan yang dapat ditimbulkan dari kondisi stuntingadalah kemampuan kognitif yang lemah dan terhambatnya pertumbuhan psikomotorik, kesulitan dalam menguasai ilmu dan berprestasi dalam olahraga, rentan terkena penyakit degeneratif, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah. Peran kader sangat strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Keuntungan kader kesehatan di masyarakat lebih memudahkan menyampaikan informasi kesehatan karena kedekatan secara psikologis maupun waktu. Penting adanya kegiatan pengabdian masyarakat dengan mendayagunakan kader dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan keterampilan deteksi dini. Pencegahan stunting jauh lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Batu Ampar, Taba Mulan dan Kelurahan Durian Depun dengan mengunakan pendekatan teoritis berupa pemaparan materi, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Pendekatan praktik berupa penguasaan teknik deteksi dini stunting, stimulasi tumbuh kembang,  penemuan kasus dan pendampingan bagi kader kesehatan selanjutnya dilakukan advokasi dan sosialisasi. Kegiatan ini berhasil memperkuat peran Kader Dedi Ceting melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting di Kecamatan Merigi. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pada Pelatihan dan pendampingan yang diberikan, menjadi motivasi bagi kader untuk berkomitmen dalam melakukan edukasi, pemantauan pertumbuhan anak, dan intervensi gizi di tingkat keluarga. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader, Cegah Stunting  ABSTRACTStunting is a chronic nutritional problem that affects children's growth, leading to a height that is below the expected standard for their age. The consequences of stunting include impaired cognitive abilities, hindered psychomotor development, challenges in acquiring knowledge, poor performance in sports, increased susceptibility to degenerative diseases, and a reduction in the quality of human resources. The role of health cadres was crucial in addressing these issues. The presence of health cadres in the community facilitated the dissemination of health information, owing to their close psychological and temporal proximity to the residents. Community service activities that utilized health cadres in the prevention of stunting through education and early detection skills were of significant importance. Preventing stunting had proven to be much more effective than treating it. The community service was conducted in Batu Ampar Village, Taba Mulan, and Durian Depun Sub-districts, using a theoretical approach that included material presentations, discussions, simulations, and Q&A sessions. The practical approach involved mastering early detection techniques for stunting, stimulating growth and development, identifying cases, and providing guidance to health cadres, followed by advocacy and socialization. The community service successfully strengthened the role of health cadre Dedi Ceting in the early detection and prevention of stunting in Merigi Sub-district. The training and mentoring provided enhanced the understanding, skills, and commitment of the cadres in conducting education, monitoring children's growth, and implementing nutritional interventions at the family level. Keywords: Empowerment, Cadres, Preventing Stunting
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Anak Sekolah Dasar tentang Anticipatory Quidance dan Pertolongan Pertama Kecelakaan Misniarti, Misniarti; Haryani, Sri; Rochmat, Roestam Adjie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24266

Abstract

ABSTRAK  Pendahuluan: Sekolah dan lingkungannya menduduki urutan ketiga tempat terjadinya cedera, data anak usia 5-14 tahun yang mengalami cedera sebanyak 12,1% yang mengganggu kegiatan sehari-harinya.  Ada bebrapa cedera yang sering terjadi pada anak sekolah dasar (SD) seperti terkilir 27,5%, luka robek 23,2%, patah tulang 5,8%, dan cedara lainnya. Sedangkan angka kejadian cedera disekolah dan lingkungannya pada provinsi Bengkulu adalah 18,5 %. SD Muhamadiaya 05 Rimbo Recap terdapat 195 orang siswa yang berusia 6 – 15 tahun dan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang anticipatory quidance dan pertolongan kecelakaan pada anak. Tujuan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak sekolah dasar tentang anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan. Metode Pengabdian Masyarakat: menggunakan metode edukasi dengan cara penyampaian materi tentang anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan pada anak sekolah dasar dan simulasi serta praktik pertolongan pertama kecelakaan. Pengetahuan siswa mengalami peningkatan setelah diberikannya edukasi anticipatory quidance dan pertolongan pertama kecelakaan di desa rimbo recap tahun 2025. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat dengan cara melakukan edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anak sekolah tentang aticisipatory Quidance dan pertolongan pertama kecelakaan. Kata Kunci: Sekolah Dasar, Antisipatory Quidance, Pertolongan Pertama, Kecelakaan.  ABSTRACT Introduction: Schools and their environment rank third in the occurrence of injuries, data on children aged 5-14 years who experienced injuries as much as 12.1% which disrupted their daily activities. There are several injuries that often occur in elementary school children (SD), such as sprains 27.5%, lacerations 23.2%, fractures 5.8%, and other injuries. While the incidence of injuries in schools and their environment in Bengkulu province is 18.5%. SD Muhamadiaya 05 Rimbo Recap has 195 students aged 6-15 years and have never received counseling on anticipatory quidance and first aid for children. Objective: There is an increase in knowledge and skills of elementary school children about anticipatory quidance and first aid for accidents. Community Service Method: using educational methods by delivering material on anticipatory quidance and first aid for accidents to elementary school children and simulations and practices of first aid for accidents. Students' knowledge increased after being given anticipatory quidance and first aid for accidents education in Rimbo Recap village in 2025. Conclusion: Community service by conducting education is effective in increasing the knowledge and skills of school children about anticipatory quidance and first aid for accidents.. Keywords: Elementary School, Anticipatory Guidance, First Aid, Accidents