Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of the Family Health Promotion Model (FHPM) on Family Commitment in TB Transmission Preventive Action among the Heads of Familiesof TB Patients: A Structural Model Martono Martono; Muhammad Akhyar; Eti Poncorini Pamungkasari; Anik Lestari; Sapja Anantanyu; Retno Setyowati
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v4i1.1679

Abstract

Tuberculosis (TB) transmission prevention centering on family is an effective strategy to suppress the emergence of new clusters of pulmonary TB transmission. The commitment of family heads and several factors are related to this action. This study was conducted to identify, examine, and analyze the determinants of family commitment in preventing the transmission of pulmonary TB. This study applied a quantitative cross-sectional approach to 170 family heads of pulmonary TB patients using proportionate simple random sampling. The family health promotion model (FHPM) was used to analyze family commitment determinants in preventing TB transmission. Data were collected using a questionnaire. SEM analysis was utilized to determine the paths and the relationship between family function, perception of the disease transmission risk, as well as family support, and commitment to action to prevent TB transmission. This study recorded that 50.6% of respondents were male with an average age of 46.75 ± 46 and an age range of 36-55 years, 53% had a high school education; 25.9% were self-employed; had an average decent living need of 1.93 ± 0.85, 75.3% had nuclear family, and 47.1% were from patriarchal family. Model fit was achieved in the structural equation (Chi-square (χ2) = 173.44; df = 71, RMSEA = 0.072≤ 0.08; GFI = 0.90≥ 0.90; RMR = 0.019≤ 0.05; NFI = 0.98≥ 0.90; CFI = 0.99≥ 0.90; TLI = 0.98≥ 0.95; IFI = 0.99≥ 0.90; PGFI = 0.59; PNFI = 0,76). All dimensions and item scales are significantly related to their respective latent constructs. All factors forming the FHPM framework have a significant positive direct effect between latent variables. Factors from the FHPM framework significantly (family function t = 8.74, perception t = 4.46, and family support t = 7.37) have an influence on commitment to action to prevent pulmonary TB transmission. Family function is the most powerful factor explaining commitment to preventive action. This study reveals the paths and influences of family function, perception, and support on a commitment to prevent pulmonary TB transmission through structural model analysis.
Analysis of The Determinants of Toddler Stunting in Cepogo District, Boyolali Regency Dhea Fitria Salsabella; Dara Cikal Prihatiara; Anik Lestari
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.1790

Abstract

Kejadian stunting pada Provinsi Jawa Tengah, terutama pada Kabupaten Boyolali Kecamatan Cepogo masih terbilang cukup tinggi yaitu 20,7% pada tahun 2021 dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 20%, namun ini masih menjadi masalah karena belum mencapai target capaian nasional yaitu 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya hubungan antara kejadian stunting dengan Pasangan Usia Subur yang memiliki karakteristik terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu dekat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional menggunakan data sekunder dari data e-PPGBM dan data PK 21 yang berumber dari dinas terkait di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Sampel dari penelitian ini berjumlah 20 balita yang dipilih secara acak menggunakan teknik total sampling pada populasi balita stunting yang tercatat di e-PPGBM bulan Maret tahun 2023. Gambaran umum responden dilakukan menggunakan analisis univariat dengan melihat jenis kelamin dan usia, dengan hasil yang diperoleh adalah balita yang berjenis kelamin laki laki (n=12) lebih banyak yang mengalami stunting dibandingkan dengan balita perempuan (n=8) sementara itu untuk analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi square untuk melihat apakah terdapat hubungan dari variabel dependen dan independen. Hasil analisis menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan hasil p-value > 0,05 antara kejadian stunting dengan faktor maternal.
Pengenalan Pola Aritmia Kontraksi Ventrikel Dini pada Elektrokardiogram dengan Jaringan Syaraf Tiruan menggunakan Fitur Interval RR, Gradien Gelombang R, dan QR Rani Sukmawati; N Nuryani; Hery Purwanto; Iwan Yahya; Anik Lestari
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.59

Abstract