Martini, Avini
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sebelas April

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA Meida Warohmah; Avini Martini; Fajar Kusumah Solihin
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 9 No 2 (2025): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the low skill of the science process and the ability to think critically by students, because science is seen as difficult, thus affecting learning outcomes. One of the things that is done is to implement the PBL model. PBL combines initial knowledge and new to learn critical thinking and problem-solving skills, so researchers formulate problems, is there any influence of the PBL model on science process skills and critical thinking ability between before and after the use of the PBL model. This study aims to determine the influence on science process skills and critical thinking skills before and after the use of the PBL model. Method with pre-experimental form One–group Pretest-posttest. The population taken was 10 students. Data collection by observation and tests. Based on observations, an overall average of 84 was obtained and the distribution scale was almost entire. So, there is an almost entire influence on students' science process skills using the PBL model. Based on the calculation, a value of -2,228 ≥-3,6 ≤ 2.228, so H0 is rejected and HI is accepted. So, there is noinfluence on the ability to think critically between before and after using the PBL model.
Analisis Kebutuhan Guru terhadap Media Matematika Inklusif melalui Pendekatan Komunikasi Total Sholihat, M Nuur'aini; martini, Avini
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i2.21562

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut tersedianya media pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa dengan hambatan komunikasi, khususnya yang termasuk kategori speech, language, and communication needs (SLCN). Namun, media yang tersedia di sekolah dasar inklusi umumnya masih bersifat umum dan belum sepenuhnya ramah komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap media pembelajaran matematika inklusif berbasis komunikasi total sebagai dasar pengembangan media KASUMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain analisis kebutuhan. Responden penelitian terdiri atas 32 guru dari 15 sekolah dasar inklusi yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi siswa dalam pembelajaran matematika terwujud pada empat aspek utama, yaitu kesulitan memahami instruksi lisan, melafalkan istilah matematika, mengucapkan angka, dan memahami soal cerita. Guru menegaskan kebutuhan yang sangat tinggi terhadap media dengan dukungan audio-visual, aktivitas hands-on, serta fitur interaktif yang fleksibel. Namun, dukungan fasilitas sekolah dan keterlibatan orang tua masih terbatas, sehingga kebutuhan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berbasis komunikasi total yang dikontekstualisasikan dengan kearifan lokal sangat dibutuhkan untuk menjembatani hambatan komunikasi sekaligus memperkuat pemahaman matematika siswa sekolah dasar. Temuan ini memberikan dasar konseptual dan praktis bagi pengembangan media matematika inklusif yang ramah komunikasi, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak dan tuntutan Kurikulum Merdeka.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR KECAMATAN SUMEDANG SELATAN Anggi Citra Apriliana; Avini Martini
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 7 No. 2 (2018): October
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

This study aims to uncover spelling errors (letter use errors, word writing, and punctuation use) of fifth grade students of elementary schools in South Sumedang District, Sumedang Regency. To achieve this goal qualitative descriptive research is carried out with steps: collecting data on students' language errors and conducting language error analysis. The research subjects were fifth grade students of Margacinta Elementary School, Manangga Elementary School, and Pasanggrahan I Elementary School, South Sumedang District. The results of the study showed that there were errors in language in students' narrative essays which included spelling errors (letter usage errors, word writing, and punctuation errors). Spelling errors that often appear are errors in capital letters, incorrect writing of prepositions, errors in the use of punctuation, errors in writing words that are not in accordance with the rules of the correct language, and errors in writing of particles. The largest number of misspellings is Manangga Elementary School with a number of spelling errors of 52 (43.33%) and the smallest number of misspellings, namely Margacinta Elementary School with 27 (22.5%) errors.