Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERCAMPURAN MAGNESIUM PADA ALUMUNIUM DENGAN VARIASI PENDINGINAN TERHADAP KEKERASAN DAN UJI TARIK iqbal hidayat
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 01 (2020): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perusahaan industri, terutama yang berkaitan dengan percetakan atau pengecoran logam, bersaing dengan produk baru atau produk impor dari negara tetangga, yang tentunya memiliki spesifikasi barang yang kuat dan tahan lama tetapi dengan harga terjangkau. Berdasarkan kepadatannya yang rendah, aluminium banyak digunakan sebagai bahan konstruksi, misalnya kerangka pesawat dan oleh karena itu kombinasi pengecoran Al-Mg diharapkan menjadi paduan yang memiliki sifat ulet yang baik, tahan terhadap korosi, ringan dan memiliki penyerapan suara yang baik, dan dapatkan kekerasan dan uji tarik terbaik. Komposisi paduan Al-Mg yang diperiksa adalah 98% - 2%, 96% - 4%, 94% - 6% menggunakan media pendingin air pada suhu 0 ° C, 25 ° C, 80 ° C. Dari hasil uji kekerasan, hasil kekerasan tertinggi diperoleh dalam campuran Al-Mg (6%) dengan pendingin air pada 80 ° C pada 76,16 HRT, dan untuk kekerasan terendah pada campuran Al-Mg (2%) dengan pendinginan pada suhu air 25 ° C pada 65,26 HRT. Dari hasil uji tarik, kekuatan tarik tertinggi ditemukan di Al-Mg (6%) dengan suhu pendinginan air 80 ° C pada 8,68 KN / m2, dan untuk uji kekuatan tarik terendah ditemukan dalam campuran Al-Mg ( 2%) dengan air pendingin dengan suhu 0 ° C pada 3.315 KN / m2.
Pengaruh Variasi Litologi Terhadap Kualitas Air Tanah di Daerah Semin dan Sekitarnya, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Timotius Tuska, Robert; Desie Kurnia Gae; Rean Devindra; Iqbal Hidayat; Gracia Apriyani Naibobe; Reditya Galang Pamungkas; Febri Anggara; Erlandi, Muhammad; rizqi, al hussein flowers
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian terletak pada fisiografi zona pegunungan selatan tepatnya di daerah Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang disusun oleh dua formasi yaitu formasi Oyo dan Formasi Semilir yang tersusun oleh satuan - satuan batuan yang berbeda dan memiliki komposisi batuan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pengukuran TDS (Total Dissolve Solid), DHL (Daya Hantar Listrik), pH, dan MAT (Muka air tanah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh litologi terhadap kualitas airtanah dan untuk mengetahui air tanah yang layak dikonsumsi bagi masyarakat. Pola aliran air tanah ke elevasi MAT yang lebih ke arah barat. Nilai TDS menunjukkan airtanah pada lokasi penelitian tergolong dalam air tawar dan sudah lolos uji mutu airtanah. Nilai EC berkisar 209 – 1104 µs/cm. pengujian pH airtanah berkisar antara 6,9 – 7,5. pada daerah penelitian terdapat jenis batuan sedimen karbonat yang mendominasi, yaitu kalkarenit 82,6% dan sedimen klastik yaitu breksi 4,3%, serta batuan piroklastik yaitu tuff 13,1%. kualitas airtanah pada ketiga jenis litologi yang ditemukan layak untuk dikonsumsi karena belum melewati ambang batas mutu air. Namun ada satu sumur pada litologi yang memiliki warna sedikit keruh, berbau, dan berasa, air sumur ini diduga terkena pencemaran. Kata kunci : Mata Air, Hidrogeologi, Semin
Analytical Hierarchy Process untuk Analisis Kerentanan Tanah Longsor di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo Iqbal Hidayat; Ani, Ani Apriani; Nainggolan, Ahmad Ihfandi; Hasim, Zaulyan Al Farid; Tuska, Robert Timotius
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara administrasi lokasi penelitan berada di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Longsor di wilayah Kulon Progo tercatat sebanyak 193 kejadian beberapa diantaranya terjadi di Desa Banjararum dengan tingkat kerawanan yang berbeda. Sehingga perlu adanya kajian yang berfungsi untuk mengetahui wilayah rawan longsor. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi wilayah rawan longsor di Desa Banjararum. Analisa kerawanan longsor dilakukan dengan cara menerapkan pendekatan heuristik dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan indeks kerawanan longsor dihitung dengan menggunakan metode weighted overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengontrol dari tingkat kerawanan bencana tanah longsor daerah penelitian adalah parameter kemiringan lereng, semakin dekat dengan kemiringan lereng maka tingkat kerawanan bencana tanah longsor semakin tinggi, pengaruh parameter kemiringan lereng dengan bobot 45,35%. Kemudian parameter curah hujan 27,02%, litologi 13,98%, dan tata guna lahan 13,65%. Faktor pemicu gerakan tanah pada daerah penelitian diindikasikan karena faktor manusia dikarenakan adanya beban tambahaan seperti beban bangunan pada lereng. Tingkat kerawanan bencana tanah longsor didaerah penelitian dibagi menjadi tiga kelas yaitu: kelas dengan tingkat kerawanan rendah,sedang dan tinggi