Santoso, Fransiskus Gatot Iman
Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Marlena, Marlena; Santoso, Fransiskus Gatot Iman
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aims to find out the differences of the students’ critical thinking ability by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability by using direct learning. Moreover, the research is an apparent experimental quantitative research. The research conducted in the first semester of 2015/2016 at SMP Negeri 4 Madiun. The population is all the students of 7th grade. In this case, the sample of research are all students of 7th – H grade as experimental class that use probing prompting approach and also all students of 7th – I grade as control class taught by using direct learning. Further more, test method was applied as technique of data collecting. To get the sample, cluster random sampling is used in this research. The instrument used in test method was mathematic critical thinking ability test. It was applied to figure out the students’ mathematic critical thinking ability. However, the instrument of research was validated first before being tried out. Hypothesis testing applies t experiment with the real level is 0,05. Besides, hypothesis testing related to students’ critical thinking ability shows that tcounted (=0,285) is lower than ttable (=1,672). As a result, H0 is approved. In other words, there are no differences between the students’ critical thinking ability taught by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability taught by using direct learning. Keywords: Probing Prompting Approach, Mathematic Critical Thinking Ability.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL ANALISIS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN MASALAH Fransiskus Gatot Iman Santoso
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.181 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i1.772

Abstract

The research was conducted aimed to determine students' critical thinking skills in solving problems in thecourse of analysis Geometric Transformations through problem based learning in mathematics. The ability tothink critically examined is the ability to solve problems, in this matter of the analysis, the correct procedureand reasoned, correctly draw conclusions based on the facts and the arguments are valid. Students' criticalthinking skills in solving problems related to the analysis of subject matter Geometric Transformations, namely translational, half-round, reflection and rotation. This research is descriptive qualitative approach.This study was conducted at Catholic University of Widya Mandala Madiun, and research subjects arestudents majoring in Mathematics Education Geometric Transformations course overflow Even semesteracademic year 2011/2012. Data collection techniques in this study using a test method, namely CriticalThinking Test. The results of this study are based on learning mathematics through problem obtained that theaverage Critical Thinking Skills (CBC) students in solving problems overall analysis on the subjectTransformation Geometry of 5.53 and qualifies as being 'critical thinking skills.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN KOMIK Yustinus Setio Laksono; Gregoria Ariyanti; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.246 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar siswa menggunakan komik sebagai media pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif yang dikategorikan sebagai hubungan (asosiatif). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMPK Santo Yusuf Madiun dan yang menjadi sampel adalah siswa-siswi kelas VII dengan rincian kelas VII A dengan jumlah 27 siswa dan kelas VII B dengan jumlah 38 siswa. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa dalam hal perasaansenang, perhatian dan kemauan secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa dengan  hubungan positif antara minat belajar siswa dalam hal perasaan senang, perhatian dan kemauan secara bersama-sama dengan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika dan regresi berganda tiga prediktor didapatkan bentuk persamaan y = 6.4112 + 0.4003x 1 + 0.5417x 2 + 0.2961 x 3 dengan x 1 untuk minat belajar siswa dalam hal perasaan senang siswa, x 2 untuk minat belajar siswadalam hal perhatian siswa, dan x 3 untuk minat belajar siswa dalam hal kemauan siswa bernilai positif yang artinya diprediksikan akan meningkatkan prestasi belajar siswa.
PROSES MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) AGAR SISWA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BAIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (SUATU KAJIAN TEORI) Riza Rey Siska; Santoso Fransiskus Gatot Iman
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali permasalahan dalam proses pembelajaran matematika serta memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan hasil observasi yang dilaksanakan di SMPN 4 Madiun, (2) Menjelaskan proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika, (3) Menjelaskan proses Model Eliciting Activities (MEAs) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari data dari literatur terkait. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan content analisys. Dari kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan obeservasi di kelas VII SMPN 4 Madiun, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga masih kurang melibatkan siswa, prestasi belajar siswa masih belum memenuhi KKM, siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal-soal karena kurangnya pendalaman materi, siswa masih kesulitan membuat model matematika, dan rasa percaya diri siswa masih rendah. (2) Proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) memuat tiga komponen, yaitu Auditory, Intellectually, dan Repetition. Ketiga komponen tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika. (3) Proses pembelajaran yang menggunakan Model Eliciting Activities (MEAs) didasarkan pada situasi kehidupan nyata, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil, dan diminta menyusun model matematika sebagai solusi. Dalam Model Eliciting Activities (MEAs), terdapat tujuh fase yang harus diperhatikan. Ketujuh fase tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI SISWA Albert Widodo; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan (model pembelajaran langsung dan model pembelajaran Accelerated Learning) dengan tingkat kecerdasan emosi siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SMPN 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII G dan VII H sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung serta kelas VII I dan VII J sebagai kelas eksperimen dengan Accelerated Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kecerdasan emosi siswa. Instrumen tes divalidasi untuk mengetahui kevaliditasannya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan Accelerated Learning lebih baik dibandingkan prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan tingkat kecerdasan emosi yang sama atau antar tingkat kecerdasan emosi pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Marlena Marlena; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aims to find out the differences of the students’ critical thinking ability by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability by using direct learning. Moreover, the research is an apparent experimental quantitative research. The research conducted in the first semester of 2015/2016 at SMP Negeri 4 Madiun. The population is all the students of 7th grade. In this case, the sample of research are all students of 7th – H grade as experimental class that use probing prompting approach and also all students of 7th – I grade as control class taught by using direct learning. Further more, test method was applied as technique of data collecting. To get the sample, cluster random sampling is used in this research. The instrument used in test method was mathematic critical thinking ability test. It was applied to figure out the students’ mathematic critical thinking ability. However, the instrument of research was validated first before being tried out. Hypothesis testing applies t experiment with the real level is 0,05. Besides, hypothesis testing related to students’ critical thinking ability shows that tcounted (=0,285) is lower than ttable (=1,672). As a result, H0 is approved. In other words, there are no differences between the students’ critical thinking ability taught by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability taught by using direct learning. Keywords: Probing Prompting Approach, Mathematic Critical Thinking Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERSIKLUS (LEARNING CYCLE) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 MADIUN Christina Oneviane; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes  nilai pretes Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan  teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas XI IPA. Untuk s`ampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dengan banyak siswa  = 25, diperoleh nilai rata-rata  = 46,40 dan simpangan baku , dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan banyak siswa  = 29, diperoleh nilai rata-rata  = 31,72 dan simpangan baku . Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA KELAS XII Yunita Yunita; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi Active Knowledge Sharing lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XII IPS semester ganjil pada tahun Ajaran 2018/2019 di SMAK St. Bonaventura Madiun dengan populasi kelas XII IPS. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XII IPS 2 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan strategi Active Knowledge Sharingdan kelas XII IPS 1 sebagai kelas kontrol diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, yaitu tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Sebelum instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa digunakan terlebih dahulu divalidasi isi dengan meminta pertimbangan pada validator ahli (dosen program studi pendidikan matematika) dan validator praktisi (guru mata pelajaran matematika) untuk mengetahui validitasnya.Hasil penelitian diperoleh Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi active knowledge sharing mempunyai banyak  siswa = 24 siswa dengan nilai rata-rata  = 28,646, dan mempunyai varians  =  155,967 sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspsitori mempunyai banyak siswa   = 24 siswa dengan nilai rata-rata  = 3,125, dan mempunyai varians  = 387,228. Pengujian hipotesis menggunakan uji  dengan taraf nyata 0,05. Disimpulkan, bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar  dengan strategi Active Knowledge Sharing lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori.
KAJIAN TEORI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Novelia Rela Salelenggu; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses model pembelajaran kontekstual terhadap kemandirian belajar matematika siswa SMP. Kemandirian belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ditandai dengan indikator kemandirian belajar matematika siswa yaitu siswa memiliki rasa percaya diri, siswa memiliki inisiatif dalam belajar, siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta siswa mampu untuk bersaing. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari atau menggali data dari literature terkait. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis isi (content analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses model pembelajaran kontekstual dapat membentuk kemandirian belajar matematika siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar matematika siswa SMP yang dapat ditimbulkan dalam proses model pembelajaran kontekstual, antara lain: percaya diri, inisiatif, rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta mampu bersaing. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa rasa percaya diri siswa dengan siswa berani untuk bertanya kepada guru serta antusias dalam menyampaikan pendapat saat belajar. Munculnya inisiatif siswa melalui siswa mempelajari dan mencari sendiri materi serta sumber belajar lain tentang materi yang telah dipelajari. Rasa tanggung jawab siswa dengan siswa selalu teliti dalam mengerjakan soal latihan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri tanpa meminta bantuan teman sebayanya. Siswa mampu mengambil keputusan sendiri ditunjukkan dengan siswa tidak ikut-ikutan meniru cara temannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa mampu bersaing ditunjukkan dengan siswa selalu berlomba-lomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru serta selalu beradu cepat dengan teman-temannya dalam menjawab soal yang diberikan guru.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) DAN MODEL PROJECT BASED LEARNING(PjBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 2 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Maria Elizabet Yusnita Putri Astari; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes – nilai pretes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas X IPA. Untuk sampel penelitian ini adalah kelas X A6 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP, kelas X A4 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model PjBL, dan kelas X A5 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku , prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku , dan prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku . Analisis statistik menggunakan uji normalitas data dan uji homogenitas data diperoleh bahwa ketiga data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan ketiga data berasal dari populasi dengan variansi homogen. Sedangkan untuk analisis variansi satu arah disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP, prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL, dan prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.