AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Nagari Harau “Maimbau Pulang” di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang memiliki potensi wisata alam unggulan namun belum dikelola secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait tata kelola objek wisata, minimnya pengelolaan atraksi wisata dan UKM, serta belum optimalnya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata melalui penguatan kelembagaan, pelatihan tata kelola objek wisata, pembentukan Pokdarwis, serta implementasi sapta pesona pada kawasan wisata Aia Malanca. Kegiatan dilaksanakan mulai April 2021 sampai Desember 2021 dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, pengelola objek wisata, Pokdarwis, masyarakat setempat, dan mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kualitas sumber daya manusia, diskusi kelompok terarah (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, tata kelola destinasi, dan pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal. Selain itu, terbentuknya Pokdarwis Aia Malanca menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Implementasi sapta pesona melalui kegiatan gotong royong dan penataan kawasan wisata juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kenyamanan, dan daya tarik objek wisata. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Harau. Kata kunci: desa wisata; nagari harau; pokdarwis; sapta pesona; tata kelola wisata. AbstractThis community service program was conducted to support the development of the Nagari Harau Tourism Village “Maimbau Pulang” in Harau District, Lima Puluh Kota Regency, which has significant natural tourism potential but has not been optimally managed. The main challenges faced by the community included limited understanding of tourism destination management, inadequate management of tourism attractions and small-medium enterprises (SMEs), and weak institutional capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to enhance community capacity in tourism village management through institutional strengthening, tourism management training, Pokdarwis establishment, and the implementation of Sapta Pesona principles in the Aia Malanca tourism area. The program was conducted from April to December 2021 and involved 35 participants consisting of village officials, tourism managers, Pokdarwis members, local communities, and students from the Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang. The methods included focus group discussions (FGD), training, mentoring, field practice, and program evaluation. The results showed increased community understanding of tourism awareness, destination management, and local potential-based tourism attraction development. In addition, the establishment of Pokdarwis Aia Malanca became a strategic step toward sustainable tourism management. The implementation of Sapta Pesona also positively improved the cleanliness, comfort, and attractiveness of the tourism area. This program is expected to support sustainable community-based tourism village development and improve community welfare in Nagari Harau. Keywords: community-based tourism; nagari harau; sapta pesona; tourism awareness group (Pokdarwis); tourism governance.