Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM OPERASI PASAR BERSUBSIDI (OPADI) SEBAGAI STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA BARAT DALAM MENJAGA STABILITAS HARGA DAN DAYA BELI MASYARAKAT Fadhlurrohman, Mochammad Iqbal; Raesalat, Riksa; Malik, Husen Abdul Rahman; Aulia, Ajeng Rizki; Asiah, Rd. Devina Fajriah
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v16i2.314

Abstract

Program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) merupakan instrumen kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengendalikan volatilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Penelitian ini menganalisis implementasi program OPADI yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat selama tahun 2024. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan Plt. Kabid Disperindag Provinsi Jawa Barat Erik Wahyu, analisis dokumen resmi, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program OPADI berhasil dilaksanakan di 27 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran Rp 15 miliar, menyediakan subsidi rata-rata Rp 45.700 per paket sembako. Program ini efektif dalam menekan inflasi Jawa Barat dari 3,48% (Maret 2024) menjadi 1,67% (November 2024). Namun, ditemukan tantangan signifikan dalam hal jangkauan distribusi, sistem penargetan sasaran yang belum optimal, dan keterbatasan frekuensi pelaksanaan. Penelitian merekomendasikan peningkatan alokasi anggaran, digitalisasi sistem distribusi, dan integrasi dengan database kesejahteraan sosial untuk meningkatkan efektivitas program di masa depan.
Strategy for Reducing Stunting Rate Using Analytical Hierarchy Process in Garut District Karmila, Mila; Kania, Ikeu; Fadhlurrohman, Mochammad Iqbal; Ananda Hilmaniah, Dena
Jurnal Studi Pemerintahan Vol 15, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Department of Government Affairs and Administration, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jsp.v15i2.346

Abstract

This investigation seeks to select the most effective strategy for reducing the stunting rate in the Garut district so that the high stunting rate can be de- creased. This study used qualitative methods to collect primary and secondary data through direct observation and interviews. Additionally, supplementary data was obtained from literature reviews, interview guidelines, recording equipment, and cameras used as research instruments. The analysis method uses the Analytical Hierarchy Process method along with an analysis tool called Expert Choice software to make choosing the most important criteria, sub-criteria, and options easier. Therefore, in this research, the selected sub-criteria and alternatives are sub-criteria for RT drinking water management and alternative socialization that must be prioritized to reduce the garut stunting rate. In contrast to the RT Drinking Water Management Subcriteria, which has a weight of 550 and a consistency value of 0.0014 and is deemed consistent because the consistency value is less than 0.1, the Alternative Socialization Subcriteria has a weight of 361 and a consistency value of 0.02 and is also deemed consistent because the consistency value is less than 0.1. Then, the priority results from the analytical hierarchy process were strengthened using a SWOT analysis, with the RT Drinking Water Management and Alternative Socialization sub-criteria having good weight and being located in quadrant I, which has the capability and potential to reduce the stunting rate of the Garut Regency’s.
Optimalisasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari Ranting Tarogong Kaler sebagai Pemberdayaan Perempuan dalam Ketahanan Pangan Keluarga Iriany, Ieke Sartika; Pasciana, Rostiena; Amelia, Meli; Nurdiana, Dadi; Fadhlurrohman, Mochammad Iqbal; Valen, Inge Ilona Bareto
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20876

Abstract

Ketahanan pangan keluarga merupakan salah satu isu penting di Indonesia, dengan perempuan yang berperan sentral dalam pengelolaannya. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari menjadi upaya strategi untuk memberdayakan perempuan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan P2L bagi Bhayangkari Ranting Tarogong Kaler Cabang Garut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan memberikan pelatihan hidroponik sederhana Wick System , penanaman vertikultur dengan tower modular hidroponik dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga. Hasil dari kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 24 peserta ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dari 84,45% menjadi 93,18%; yang menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga yang mandiri dan berkelanjutan.
POLITICAL COMMUNICATION AND VOTER RESPONSE FRAMEWORK IN GARUT FOR THE 2024 REGIONAL ELECTION Adnan, Iis Zilfah; Fadhlurrohman, Mochammad Iqbal; Adnan, Zulkifli; Fauzan, Hasbi Shiddiq
Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol. 10 No. 2 (2025): General Issues
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpi.v10i2.22654

Abstract

This study analyzes the dynamics of political communication and voter responses in the 2024 Garut regional election by highlighting differences in campaign strategies, the role of the media, and the influence of local institutions. Drawing on political communication theory—including agenda setting, framing, political storytelling, and populist communication—and a neo-institutionalist approach, this study explains how formal and informal institutions shape the effectiveness of political messages. Using media content analysis, digital discourse analysis, word network visualization, and in-depth interviews, the study finds that the Helmi–Yudi ticket emphasizes an image of experience and stability, while the Syakur–Putri ticket prioritizes a narrative of change through populist and digital strategies. Social media remains a dominant arena in shaping public opinion, while Garut's socio-religious structure continues to influence voter preferences. This research contributes to the development of a model that integrates political communication and neo-institutionalism, while enriching the study of voter behavior at the local level.