Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Kemiskinan, Pengeluaran Per Kapita Non Makanan dan Anggaran Belanja Pendidikan Terhadap Tingkat Pekerja Anak Di Indonesia Puyo, Safhira A.; Abdul, Irawaty; Djuuna, Rifi Fazrina
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 2 (2025): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i2.2062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, pengeluaran per kapita non makanan dan anggaran belanja pendidikan terhadap tingkat pekerja anak di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data panel 34 provinsi di Indonesia selama periode 2019-2023 dengan jumlah observasi sebanyak 170. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel menggunakan Random Effect Model (REM) dengan Clustured Robust Standard Errors yang dipilih karena dapat mengatasi permasalahan heteroskedastisitas dan autokorelasi dalam data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kemiskinan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap tingkat pekerja anak di Indonesia; variabel pengeluaran per kapita non makanan berpengearuh negatif dan signifikan terhadap tingkat pekerja anak di Indoensia; dan variabel anggaran belanja pendidikan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat pekerja anak di Indonesia. Secara simultan, variabel kemiskinan, pengeluaran per kapota non makanan dan anggaran belanja pendidikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pekerja anak di Indoensia.
Pengaruh Kinerja Keuangan Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Gorontalo Tahun 2017 - 2024 Muhamad, Windi Lestari; Arham, Muhammad Amir; Djuuna, Rifi Fazrina
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 2 (2025): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i2.2058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh rasio efisiensi, rasio efektivitas, rasio kemandirian keuangan daerah dan PDRB. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder bersumber dari Direktorat Jendral Perimbangan Kementrian Keuangan RI dan Badan Pusat Statistik, Yang di peroleh dari 5 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Gorontalo. Penelitian Ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda data Panel dengan menggunakan Model Fixed effect model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). Rasio efisiensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Artinya bahwa setiap peningkatan rasio efisiensi dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Hal ini disebabkan oleh, efisiensi mencerminkan kemampuan pemerintah dalam memaksimalkan penggunaan anggaran secara tepat sasaran dan produktif. 2). Rasio efektivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Artinya bahwa setiap peningkatan rasio efektivitas dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Hal ini disebabkan oleh, Efektivitas yang tinggi mencerminkan kinerja pengelolaan keuangan daerah yang responsif dan akuntabel, yang pada gilirannya mampu mendorong pertumbuhan melalui alokasi anggaran yang lebih produktif. 3). Rasio kemandirian keuangan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Artinya bahwa setiap peningkatan rasio kemandirian keuangan daerah dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Hal ini disebabkan oleh, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi komponen utama kemandirian sering kali berasal dari sektor-sektor dengan kontribusi ekonomi yang relatif tinggi. 4). PDRB menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Artinya bahwa setiap peningkatan PDRB dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Hal ini disebabkan oleh peran penting PDRB sebagai indikator makro dalam memperkuat pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Ketimpangan Regional di Sulampua dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya I Wayan Stivan Styawan; Syarwani Canon; Rifi Fazrina Djuuna; Refinna Cesari Jacobus
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39005

Abstract

Penelitian mengenai ketimpangan regional di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) relatif terbatas dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan regional di kawasan Sulampua serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik selama periode 2015–2024. Metode analisis yang digunakan meliputi Indeks Williamson untuk mengukur tingkat ketimpangan regional dan regresi data panel untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap ketimpangan regional dengan pendekatan terbaik, yaitu Fixed Effect Model (FEM). Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas PDRB per kapita, jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sedangkan variabel dependennya adalah ketimpangan regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan regional di wilayah Sulampua bervariasi antarprovinsi. Tingkat ketimpangan tinggi terdapat di Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara. Tingkat ketimpangan sedang terdapat di Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Sulawesi Barat, sedangkan Gorontalo memiliki tingkat ketimpangan rendah. Hasil estimasi model menunjukkan bahwa PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan regional, sedangkan IPM dan TPT berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan regional di wilayah Sulampua.
Pengaruh Nilai Tukar terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Periode 1986-2024 Debi Marissa Marpaung; Muhammad Amir Arham; Rifi Fazrina Djuuna
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2026 - Januari 2027)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i2.406

Abstract

This study aims to analyze the long-run effect of the exchange rate on poverty levels in Indonesia during the 1986–2024 period, test the cointegration relationship between the exchange rate and poverty, and identify the transmission mechanism through imported inflation and purchasing power. The data used are annual time series secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) and Bank Indonesia (BI). The analytical methods employed include multiple linear regression, Vector Autoregression (VAR), and the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model as the primary method. The Augmented Dickey-Fuller (ADF) stationarity test reveals that the exchange rate variable is stationary at first difference I(1). The long-run ARDL estimation results indicate that the exchange rate has a significant negative effect at the 10 percent level on poverty, with a coefficient of -2.526. This implies that rupiah appreciation tends to reduce poverty through price stability and purchasing power mechanisms. Conversely, currency depreciation raises import prices, drives domestic inflation, and worsens the welfare of poor households. The Bounds Test confirms a long-run cointegration relationship between the exchange rate and poverty. These findings imply that exchange rate stability is an essential prerequisite for effective poverty alleviation policies in Indonesia.