Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TERJEMAHAN BERANOTASI TEKS PEDOMAN PELAYANAN PERIZINAN BERUSAHA TERINTEGRASI SECARA ELEKTRONIK (OSS) KE DALAM BAHASA INGGRIS Irawan, Ines Nur; Ansoriyah, Siti; Rafli, Zainal
Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (JARTIKA) Vol 3 No 2 (2020): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Rekarta Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.253 KB) | DOI: 10.36765/jartika.v3i2.306

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan terjemahan yang berupa terjemahan beranotasi, yakni kajian yang mempertanggungjawabkan padanan pilihan penerjemah sebagai hasil penelitian retrospektif. Teks sumber (TSu) penelitian ini adalah Pedoman Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) Untuk Pelaku Usaha (Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan model komparatif dalam pengumpulan dan analisis data untuk mengungkap masalah penerjemahan dan deskripsi mengenai solusinya. Penelitian ini ditemukan bahwa prosedur penerjemahan yang sesuai seperti, transposisi, modulasi, deskriptif, penjelasan tambahan, catatan kaki, fonologis, transferensi, dan padanan budaya digunakan untuk menanggulangi masalah yang ditemukan dalam menerjemahkan teks berupa kata, frasa, dan kalimat. Berdasarkan hasil temuan terdapat lima puluh satu item untuk beranotasi, dua belas di antaranya dalam bentuk kata-kata dengan persentase 23,52%, terdapat dua puluh satu frase dengan persentase 41,18%, dan delapan belas kalimat dengan persentase 35,3%. Dapat disimpulkan bahwa penerjemahan teks pedoman (OSS) mengandung metode komunikatif yang menjadikan kesepadanan menjadi lazim dan berterima di dalam budaya BSa dan pesan yang disampaikan pada teks pedoman menjadi informatif untuk pembaca sasaran. Abstract: This study was aimed to identify translations in the form of annotated translations, namely studies that account for the translator's choice of equivalents as a result of retrospective research. The source text (ST) of this study is a manual of Getting Your Business License Through Online Single Submission (OSS) for businesses (Coordinating Ministry for Economic Affairs Republic of Indonesia). This research was a qualitative research that using a comparative model in collecting and analyzing data to reveal the translation problems and solutions descriptions. This study found that appropriate translation procedures such as transposition, modulation, descriptive, additional explanations, footnotes, phonological, transference, and cultural equivalents were used to overcome the problems found in translating text of words, phrases and sentences form. Based on the findings there were fifty-one items to annotate, twelve of them in words form with a percentage of 23.52%, there were twenty-one phrases with a percentage of 41.18%, and eighteen sentences with a percentage of 35.3%. It can be concluded that the translation of the guideline text (OSS) for businesses was contained communicative methods that made the equivalence been prevalent and acceptable in TL culture and the messages conveyed in the guideline text were informative to the target audience.
PELATIHAN MEMBACA KRITIS/LITERASI KRITIS TEKS NARATIF BAGI GURU SMP PENDIDIK PENGGERAK INDONESIA JAYA Eva Leiliyanti; Ines Nur Irawan; Zufrufin Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.028 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3293

Abstract

Abstrak: Hasil PISA 2015 dan PIRLS 2011 menunjukkan rendahnya tingkat literasi siswa SMP Indonesia. Gerakan literasi nasional sekolah yang digerakkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya dilakukan perminggu sebagai basis kegiatan sekolah yang membiasakan siswa membaca. Lokakarya ini (dirancang dalam pembelajaran partisipatif) yang bertujuan untuk melatih guru Bahasa Inggris SMPN untuk meningkatkan kompetensi literasi kritis mereka dengan meneliti fungsi sosial, struktur skema, dan fitur leksiko-gramatikal dari berbagai teks naratif. Kegiatan ini dilakukan dengan menyeleksi 200 calon peserta yang tergabung dalam Asosiasi Profesi Guru (Penggerak Pendidik Indonesia Jaya) menjadi 50 peserta yang memenuhi syarat berdasarkan desk evaluasi. Pra-tes dan lembar kerja diberikan kepada peserta terpilih sehari sebelum lokakarya. Lokakarya dilakukan dalam 2,5 jam melalui zoom. Post-test diberikan setelah pelatihan selesai. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman mengajar dan pelatihan guru tidak menunjukkan korelasi positif yang nyata dengan keterampilan tata bahasa dasar mereka. Para peserta juga membutuhkan pelatihan literasi kritis lebih lanjut dalam menarik kesimpulan dan memprediksi kemungkinan yang diperlukan secara berurutan dalam teks naratif. Persentase yang meningkat pada dimensi pengetahuan konseptual peserta direkomendasikan sebagai faktor yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pengembangan profesional berkelanjutan para guru tersebut. Abstract:  The 2015 PISA’s result ad the 2011 PIRLS’ result showed the low level of Indonesian SMP students’ literacy. The national as well as school-based literacy movement propagated by the Ministry of Education and Culture merely demonstrated the weekly school-based celebration on student’s reading habits. This workshop (designed in participatory learning) aims to train SMPN English teachers to enhance their critical literacy competence by scrutinizing the social function, schematic structure and lexico-grammatical features of various narrative texts. This was conducted by selecting 200 prospective participants who joined the teacher’s professional association (Penggerak Pendidik Indonesia Jaya) into 50 eligible ones based on their desk evaluation. Pre-test and worksheet were assigned to the selected participants one day prior to the workshop. The workshop was conducted in 2.5 hours via zoom. Post-test was given after the workshop completed. The results show that the teachers’ teaching as well as training experiences do not show overt positive correlation with their basic grammatical skills. The participants also need further critical literacy training on drawing conclusion and predicting possibilities entailing sequential events in the narrative texts. The escalated percentage on the participants’ conceptual knowledge dimension is recommended as the factor that they can further develop for their continuous professional development.
PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM JARINGAN BAGI GURU BAHASA INDONESIA Siti Ansoriyah; Ines Nur Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.283 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6076

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat diharapkan agar para guru lebih memahami dan mahir dalam menulis karya ilmiah sebagai penunjang kegiatan pengembangan profesi guru. Selain itu terbantunya guru dalam kenaikan pangkat sebagai syarat yang harus dipenuhi. Tersusunnya artikel penelitian hasil kegiatan pelatihan penulisan para guru. Untuk mencapai tujuan pelatihan digunakan metode pelatihan, praktik secara langsung melalui pendampingan. Pada kegiatan program pelatihan penulisan karya ilmiah diikuti sebanyak 37 orang guru dari berbagai daerah. Hasil yang didapat berdasarkan rata-rata hasil pre-test menunjukkan 69.58% yang dibandingkan dengan rata-rata hasil post-test 80.50% yang mana terdapat kenaikan sebesar 10.92% secara keseluruhan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terlaksananya pelatihan dapat mencapai pemahaman pengertian penulisan artikel, penggunaan aplikasi mendeley, dan pelatihan mensubmit artikel dari berbagai jurnal yang akan dituju. Pada akhir kegiatan program diperoleh hasil: 1) Sebanyak 37 orang guru dari berbagai daerah mengikuti kegiatan pelatihan secara utuh selama 24 jam pelajaran; 2) Terlaksana tiga kali pendampingan dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penulisan artikel ilmiah; 3) Tersedia 37 laporan hasil penulisan artikel oleh setiap peserta dengan bimbingan dan arahan tim pendamping.Abstract: The purpose of community service was expected to make teachers more understanding and proficient in writing scientific papers as a support for teacher professional development activities. In addition, the assistance of teachers in promotion was a condition that must be met. Compilation of research articles resulting from teacher writing training activities. To achieve the training objectives of training methods, practiced directly through mentoring. The scientific paper writing training program was attended by 37 teachers from various regions. The results obtained based on the average of pre-test results showed 69,58% compared to the average of post-test results of 80,50% which was an increase of 10.92% overall. Thus, it can be said that the implementation of the training can achieve an understanding of the article writing meaning, the use of the Mendeley application, and training in submitting articles from various journals to be addressed. At the end of the program, the following activities were obtained: 1) A total of 37 teachers from various regions participated in the full 24-hour lesson; 2) Conducted three times of assistance in planning, implementing, and writing scientific articles; 3) There were 37 reports on the results of article writing by each participant with the guidance and guidance of the Guidance team.
LITERASI KRITIS TEKS DESKRIPTIF BAHASA INGGRIS BAGI GURU SMP Eva Leiliyanti; Ilza Mayuni; Imas Wahyu Agustina; Tara Mustikaning Palupi; Hazalia Zahra Munir; Wita Awaliyah; Ines Nur Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.522 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6075

Abstract

Abstrak: Literasi kritis siswa SMP di Indonesia berada pada level 1a, yaitu mereka hanya mampu memahami informasi eksplisit dalam mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung dari teks pendek dengan tema umum (PISA, 2018). Hal ini memerlukan penanganan lebih lanjut berupa pelatihan literasi kritis untuk teks yang lebih rumit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih kompetensi literasi kritis (khususnya dalam hal ini membaca) bagi guru bahasa Inggris tingkat SMP di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal terkait dengan membaca teks deskriptif. Kegiatan ini dilakukan bersama 25 peserta guru bahasa Inggris di Kabupaten Mimika, Papua. Pretest diberikan kepada peserta sebelum workshop. Workshop ini dilakukan dalam waktu 3,5 jam melalui zoom meeting. Post-test diberikan setelah pelatihan selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman mengajar dan melatih guru di Kabupaten Mimika, Papua, tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan kemampuan bahasa Inggris dasar mereka. Rata-rata hasil pre-test menunjukkan 25% yang dibandingkan dengan rata-rata hasil post-test 30% yang mana terdapat kenaikan sebesar 5%. Dengan demikian, ditemukan bahwa hasil didominasi oleh dimensi konseptual pengetahuan peserta guru bahasa Inggris. Dengan kata lain, peserta membutuhkan pelatihan literasi kritis lebih lanjut dalam membaca kritis teks deskriptif dengan menekankan pelatihan keterampilan dasar bahasa Inggris sebagai faktor yang perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum literasi kritis.Abstract: The critical literacy of junior high school students in Indonesia is at level 1a, i.e. they are only able to understand explicit information in identifying main and supporting ideas of the short texts with general themes (PISA, 2018). This requires further handling in the form of training in critical literacy for more complicated texts. This community service activity was aimed at training critical literacy (especially in this case reading) competencies for English teachers at the junior high school level in the region of forefront, outermost and left behind especially related to reading descriptive texts, i.e. the fundamental texts that describe the action for categorization and classification. This activity was carried out with 25 participants of English teachers in Mimika District, Papua. Pre-test were given to participants prior to the workshop. This workshop was conducted in 3.5 hour-time via zoom meeting. The post-test was given after the training completed. The results showed that the experience of teaching and training teachers in Mimika District, Papua, did not show a significant correlation with their basic English skills. The average of pre-test results showed 25% compared to the average of post-test results showed 30% which was an increase of 5%. Thus, it was found that the results were dominated by the conceptual dimension of the participants’ knowledge of English teachers. By this, the participants need further critical literacy training in critically reading the descriptive texts by accentuating the basic English skills as the factor that needs to be further developed prior to critical literacy.
KETERAMPILAN MEMBACA SASTRA MELALUI METODE QUANTUM TEACHING BAGI REMAJA MASJID Siti Ansoriyah; Ines Nur Irawan; Siti Gomo Attas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14110

Abstract

Abstrak: Kurangnya literasi dalam keterampilan membaca sastra pada remaja masjid di Kelurahan Bahagia Babelan, Bekasi menjadi landasan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan secara partisipatif yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca sastra (dongeng) dengan menggunakan metode pembelajaran quantum teaching. Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam menjumlahkan data yang didapat dari pre-test dan post-test dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan dalam satu kali pertemuan. Metode pelatihan yang digunakan dengan beberapa tahapan yaitu: (1) metode ceramah dengan memberikan penjelasan mengenai cerita dongeng; (2) metode tanya jawab, peserta melakukan sesi bertanya mengenai literasi membaca; (3) metode simulasi, peserta mencari dan mempraktikan cara membaca dongeng cerita dengan menarik; and (4) metode mandiri, peserta membuat dan mendiskusikan hasil penulisan. Pre-test diberikan sebanyak 21 soal dalam bentuk pilihan berganda kepada 20 orang peserta remaja masjid di Kelurahan Bahagia Babelan untuk memenuhi desk evaluation yang berlangsung selama 3 jam. Pelatihan ini berupaya menerapkan model quantum teaching dengan memberikan pedoman mengenai tujuan, prosedur, dan aturan bersama dalam pelaksanaan proses pembelajaran membaca sastra. Pada awal pre-test memperoleh nilai rata-rata 53,05%, yang mana belum menunjukan hasil yang diharapkan. Pada post-test siklus I peserta mengalami peningkatan setelah menggunakan model pembelajaran quantum teaching dengan nilai rata-rata 72,41%. Kemudian pada post-test siklus II dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 85, 70%. Dengan demikian, pada akhir kegiatan program pelatihan ini menunjukan peningkatan hasil keterampilan membaca yang memuaskan. Para peserta remaja masjid di Kelurahan Bahagia Babelan dapat membaca dengan baik dan memahami makna yang terandung dalam bacaan cerita dongeng tersebut.Abstract: The lack of literacy in literary reading skills of mosque teenagers in Bahagia Babelan Village, Bekasi forms the basis for this community service activity carried out in a participatory manner which aims to improve literary reading skills (fairy tales) using the quantum teaching learning method. This workshop activity was carried out using a qualitative and quantitative approach in summing up the data obtained from the pre-test and post-test in two cycles, each cycle was carried out in one meeting. The training method used with several stages, specifically: (1) lecture method by giving an explanation of fairy tales; (2) question and answer method, participants conduct a questioning session about reading literacy; (3) simulation method, participants find and practice how to read fairy tales with interesting stories; and (4) independent method, participants create and discuss the results of writing. The pre-test was given as many as 21 questions in the form of multiple choices to 20 mosque youth participants in Bahagia Babelan Village to fulfill the desk evaluation which lasted for 3 hours. This training attempted to apply the quantum teaching model by providing guidelines regarding the objectives, procedures, and rules together in the implementation of the learning process of reading literature. At the beginning of the pre-test obtained an average score of 53.05%, which had not shown the expected results. In the first cycle post-test, participants experienced an increase after using the quantum teaching learning model with an average value of 72.41%. Then in the post-test cycle II with an average value increased to 85, 70%. Thus, at the end of this training program activity showed an increase in the results of satisfactory reading skills. The mosque youth participants in Bahagia Babelan Village could read well and understand the meaning of the fairy tale reading.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN APLIKASI NEARPOD DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU SMP Siti Ansoriyah; Sam Muchtar Chaniago; Hestiyani Parai; Ines Nur Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16942

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pendampingan terhadap para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada perubahan mode pembelajaran dengan multi-interaktif. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dapat menumbuhkan kemampuan budaya literasi terhadap teknologi saat ini seperti aplikasi Neorpod yang dapat diimplementasikan di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara tatap muka dengan memberikan pemaparan mengenai cara mendesain pembelajaran daring yang menarik dengan menggunakan teknologi berbasis internet dengan mengkombinasikan antara pembelajaran sinkronus dengan pembelajaran asinkronus. Pelatihan ini dilaksanakan kepada mitra guru-guru tingkat SMP sejumlah 25 orang. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan quisioner atau angket mendapatkan hasil tingkat kepuasan peserta yang sebesar 100%, tingkat manfaat keberadaan aplikasi Nearpod yaitu sebesar 100% dan untuk tingkat penguasaan penggunaan website sebesar 94,1%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai desain pembelajaran daring dengan teknologi sederhana dan meningkatkan kemampuan pedagogik peserta mengenai desain PJJ.Abstract: The community service activities (PKM) carried out aim to provide assistance to Junior High School (SMP) teachers on changing the learning mode with multi-interactive. Thus, this training activity can foster the ability of literacy culture towards current technology such as the Neorpod application that can be implemented in schools. Activities carried out in the form of face-to-face training by providing exposure on how to design interesting online learning using internet-based technology by combining synchronous learning with asynchronous learning. This training was conducted for 25 junior high school teachers. Based on the evaluation results using questionnaires or questionnaires, the level of satisfaction of the participants was 100%, the level of benefit of the Nearpod application was 100% and the level of mastery of using the website was 94.1%. In general, it can be concluded that this PKM activity provides an introduction and understanding of online learning design with simple technology and improves participants' pedagogical abilities regarding PJJ design.
PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL DESAIN MEMBATIK BAGI PELAKU UMKM LOKAL BATIK SANTOSO BERSAMA GERAKAN ASPIRASI ANAK BANGSA TINGKAT INTERNASIONAL Aspiration Elman Fohadu; Ines Nur Irawan
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i1.1565

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pendampingan terhadap para peserta internasional dari 10 negara yang mengikuti pelatihan mode desain penerapan pemasaran digital melalui membatik bersama dengan Gerakan Aspirasi Anak Bangsa dengan menggandeng pelaku UMKM lokal Batik Santoso. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dapat menumbuhkan desain membatik kepada delegasi antar bangsa yang dapat diimplementasikan di dunia bisnis dan pemasaran secara digital pada pasar internasional. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara tatap muka dengan memberikan pemaparan mengenai cara mendesain batik yang tepat dan menarik dengan secara digital dengan mengkombinasikan antara pemafaatan penerapan secara sinkronus dan asinkronus. Pelatihan ini dilaksanakan kepada mitra Gerakan Aspirasi Anak Bangsa dengan menggandeng pelaku UMKM Internasional Batik Santoso yang melibatkan 10 delegasi antar bangsa terdiri dari 20 peserta dari berbagai negara termasuk warga negara Indonesia dan warga negara asing. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan quisioner atau angket mendapatkan hasil tingkat kepuasan peserta yang sebesar 100%, tingkat manfaat pelatihan pemasaran secara digital melalui desain membatik yaitu sebesar 100% dan untuk tingkat pemahaman untuk melakukan praktik pemasaran digital dengan desain membatik sebesar 90%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai desain desain membatik pada penerapan pemasaran digital dengan teknologi revolusi industri 5.0 dalam tingkat internasional secara efektif dan inovatif sesuai perkembangan digital saat ini.
A Comparative Analysis of Cognitive and AI Approaches in English-Indonesian Translation: Manual vs. Automated Methods Irawan, Ines Nur
JETLEE : Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of English Language Teaching, Linguistics and Literature (JETLEE)
Publisher : JETLEE: Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jetlee.v5i1.4557

Abstract

This study used a qualitative approach to explore cognitive and AI-driven methods of English-Indonesian translation, focusing on comparing manual and automated processes. It investigated how human translators managed comprehension, reformulation, and production and evaluated the performance of AI tools like Google Neural Machine Translation (GNMT). The study examined vital factors such as linguistic accuracy, cultural adaptation, and handling of idiomatic expressions using qualitative expert reviews. Structural differences between English and Indonesian were highlighted, revealing common translation challenges. The findings showed that while AI systems offered quick translations, human translators provided greater cultural insight and precision. Ultimately, the research suggested that a hybrid model, combining both human and AI methods, would produce the best results, particularly for complex texts.
Program Pelatihan Optimalisasi Manajemen Media Sosial sebagai Sarana Pemasaran Digital di SMK Tunas Bangsa Depok Karina, Mila; Irawan, Ines Nur; Yusnaeni, Yusnaeni; Ramayanti, Tariza Putri; Lubis, Ratu Balqis Fatya Pebrinda; Lubis, Arief
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.2262

Abstract

Abstrak Program pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen media sosial sebagai sarana pemasaran digital di SMK Tunas Bangsa Depok, dengan melibatkan sekitar 110 siswa. Pelatihan dilaksanakan secara luring selama tiga jam, yang terdiri dari dua sesi, untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan media sosial dalam strategi pemasaran digital. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan dapat memahami cara-cara efektif dalam memanfaatkan platform media sosial untuk mempromosikan produk dan layanan, serta mengelola konten secara profesional untuk mendukung tujuan pemasaran. Sebagai metode evaluasi, pra-tes dan pos-tes digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan siswa sebelum dan setelah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terkait penerapan media sosial dalam pemasaran digital. Grafik yang dihasilkan dari perbandingan antara hasil pra-tes dan pos-tes menunjukkan kemajuan yang jelas dalam hal pemahaman konsep dan penerapan strategi pemasaran digital melalui media sosial. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang manajemen media sosial, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk berkontribusi lebih efektif di industri pemasaran digital yang terus berkembang. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan manfaat yang besar dalam mengembangkan keterampilan praktis siswa, khususnya dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran digital yang efektif dan relevan di era digital saat ini. Kata Kunci: manajemen media sosial, pemasaran digital, pelatihan pemasaran, pengelolaan media sosial, media sosial untuk pemasaran. Abstract The training program aimed to optimize social media management as a tool for digital marketing at SMK Tunas Bangsa Depok, involving approximately 110 students. The training was conducted in two offline sessions, each lasting three hours, to provide an in-depth understanding of using social media in digital marketing strategies. Through this training, students were expected to comprehend effective ways to leverage social media platforms for product and service promotion, as well as to manage content professionally to support marketing objectives. Pre-tests and post-tests were used as evaluation methods to measure changes in students' knowledge and skills before and after the training. Evaluation results showed significant improvements in students' understanding of social media applications in digital marketing. The comparison between pre-test and post-test results showed clear progress in understanding the concepts and applying digital marketing strategies via social media. This program not only enhanced students' knowledge of social media management but also prepared them to contribute more effectively to the ever-growing digital marketing industry. Thus, this training provided significant benefits in developing students' practical skills, particularly in utilizing social media as an effective and relevant tool for digital marketing in today's digital era. Keywords: social media management, digital marketing, marketing training, social media management, social media for marketing.
Pengembangan Buku Ajar “Bahasa Dan Kesantunan Dalam Media Sosial: Strategi Komunikasi Dalam Pemasaran Digital” Sebagai Media Pembelajaran Di SMK Budi Warman II Irawan, Ines Nur; Karina, Mila; Yusnaeni, Yusnaeni; Putri, Karina; Lubis, Ratu Balqis Fatya Pebrinda; Rahimullah, Muhammad Furqon
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar berjudul "Bahasa dan Kesantunan dalam Media Sosial: Strategi Komunikasi dalam Pemasaran Digital" sebagai media pembelajaran di SMK Budi Warman II. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan model ADDIE. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi strategi kesantunan bahasa dalam komunikasi pemasaran digital melalui platform media sosial dan perannya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar yang dikembangkan efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang strategi pemasaran digital sambil menekankan pentingnya bahasa dan kesantunan dalam komunikasi online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku ajar tersebut dapat menjadi media yang efektif untuk pembelajaran strategi komunikasi dalam pemasaran digital di sekolah vokasi.