Pangesti, Dimas Ning
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektifitas tindakan keperawatan pursed lip breathing exercise terhadap penurunan sesak nafas pada pasien asma di puskesmas Kemiling Bandar lampung tahun 2019 Pangesti, Dimas Ning; Suharti, Sri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah sakit
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.91

Abstract

Pendahuluan: Asma merupakan suatu keadaan dimana saluran pernapasan mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Serangan asma yang terjadi menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas atau sesak nafas.  Salah satu intevensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sesak napas yaitu latihan pursed lip breathing. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan tindakan keperawatan mandiri pursed lip breathing exercise untuk mengurangi sesak napas terhadap pasien yang mengalami asma diwilayah kerja Puskesmas Kemiling. Metode: Deskriptif dalam bentuk studi kasus. Pengumpulan data adalah observasi dan wawancara pada pasien yang menderita asma. Hasil: Terjadi penurunan derajat sesak napas pada responden sesudah melakukan pursed lips breathing exercise. Simpulan: Adanya pengaruh tindakan keperawatan pursed lips breathing exerciseter terhadap penurunan sesak napas pada pasien asma.  
Penyuluhan kesehatan gastritis Trisnantyas, Calvyn Reza; Pangesti, Dimas Ning
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i2.45

Abstract

Pendahuluan: Gastritis merupakan penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan dinding lambung. Pada dinding lambung atau lapisan mukosa lambung ini terdapat kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pencernaan yang bernama pepsin. Untuk melindungi lapisan mukosa lambung dari kerusakan yang diakibatkan asam lambung, dinging lambung dilapisi oleh lendir (mukus) yang tebal. Apabila mukus tersebut rusak, dinding lambung rentan mengalami peradangan.  Tujuan: adalah untuk mengetahui dan meningkatkan wawasan masyarakat awam mengenai penyakit gastritis. Metode: Menggunakan penyuluhan berbasis daring melalui Zoom Cloud Meetings. Terdapat dua hasil interpretasi akhir dari penyuluhan ini. Secara kuantitatif, hasil evaluasi akhir penyuluhan didapatkan dari skor yang menunjukkan penurunan lewat metode one group pretest-posttest design. Hasil: Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, lalu dilakukan evaluasi melalui sesi Tanya jawab dengan peserta. Terdapat 3 peserta yang bertanya pada penyuluhan tersebut dan 2 peserta lainnya diberikan pertanyaan oleh penyuluh. Semua peserta dapat memahami, dan menjelaskan sesuai yang telah disampaikan pada saat penyampaian materi. Berikut gambar pelaksanaan penyuluhan.
Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri usia 10-19 tahun tentang personal hygiene saat menstruasi Pangesti, Dimas Ning; Milindasari, Praty
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v2i1.1232

Abstract

Background: Knowledge is the result of knowing and this occurs after people have sensed a certain object. Menstruation is a natural process that occurs in women. Menstruation is regular bleeding from the uterus as a sign that the uterine organs have matured. Personal hygiene is an action taken to maintain the cleanliness and health of a person for physical and psychological well-being. Purpose: To identifying the level of knowledge of adolescent girls aged 10-19 years about personal hygiene during menstruation. Method: A descriptive. The respondents used in this study were 30 respondents. The sampling used was accidental sampling. Results: Conducted on 30 respondents showed the level of knowledge of adolescents aged 10-19 years about personal hygiene in RT 15, the results showed that the level of knowledge was good in adolescents as many as 12 (40%) respondents, the level of knowledge was sufficient as many as 15 (50%) respondents, and the level of knowledge was sufficient for 15 (50%) respondents. lack of knowledge as many as 3 (10%) respondents. The average level of good knowledge in adolescents is 12 (40%) namely from high school education, sufficient knowledge level is 15 (50%), namely high school education 3 respondents, junior high school 7 respondents and elementary school 5 respondents. The level of knowledge is less than 3 (10%) elementary education. Conclusion: Based on the age of 10-19 years, the average number of respondents aged 14-19 years was 22 (73%). The average education of the respondents is SMA 15%. The average occupation of the respondent's parents is 15 (50%) self-employed. Keyword: Adolescents; Knowledge Level; Menstruation; Personal Hygiene. Pendahuluan: Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Kebersihan perorangan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Tujuan: Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri usia 10-19 tahun tentang personal hygiene saat menstruasi. Metode: Deskriptif. Responden yang digunakan pada peneitian ini sebanyak 30 responden. Sampling yang digunakan yaitu accidentalsampling,. Hasil: Pada 30 responden menunjukkan tingkat pengetahuan remaja usia 10-19 tahun tentang personal hygiene di RT 15 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik pada remaja sebanyak 12 (40% ) responden, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 (50%) responden, dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 (10%) responden. Rata-rata tingkat pengetahuan baik pada remaja sebanyak 12 (40% ) yaitu dari pendidikan SMA, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 (50%) yaitu pendidikan SMA 3 responden, SMP sejumlah 7 responden dan SD sejumlah 5 responden. Tingkat pengetahuan kurang sejumlah 3 (10%) pendidikan SD. Simpulan: Karakteristik responden berdasarkan usia 10-19 tahun, rata-rata responden yaitu berusia 14-19 tahun sejumlah 22 (73%). Rata-rata pendidikan responden yaitu SMA 15%. Rata-rata pekerjaan orang tua responden yaitu wiraswasta sejumah 15 (50%). Kata Kunci: Menstruasi; Personal Hygiene; Remaja; Tingkat Pengetahuan.
Penerapan senam otak terhadap daya ingat (fungsi kognitif) pada lansia yang mengalami demensia di wilayah kerja puskesmas Pangesti, Dimas Ning; Wulan, Sarinah Sri; Marliyana, Marliyana
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 2 No. 2 (2025): Edition April 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v2i2.1282

Abstract

Background: Dementia is a generalized decline in higher mental functions that is progressive and irreversible with a lot of consciousness. Cognitive is a person's belief about something that is obtained from the process of thinking about someone or something. Brain exercise can improve language skills and memory. Purpose: To determine the results of the application of brain exercise on cognitive function in the elderly with dementia with 2 elderly subjects. Method: This type of qualitative writing uses a case study approach. Results: The application of brain exercise on subjects I and II after brain exercise were carried out, namely, on subject I, an increase in day 5 was found with a total MMSE assessment score of 28 (normal cognitive function). Meanwhile, respondent II got the results on the 5th day with a total score of 24 (mild dementia). Conclusion: The difference in results between the two subjects was due to the factors that influenced it, namely, education and physical activity. Keywords: Brain Exercise; Cognitive; Dementia; Elderly. Pendahluan: Demensia adalah penurunan menyeluruh darifungsi mental luhur yang bersifat progresif dan ireverisibel dengan kesadaran yang banyak. Kognitif adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang sesorang atau sesuatu. Senam otak mampu meningkatkan kemampuan berbahasa dan daya ingat. Tujuan: Untuk mengetahui hasil penerapan senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia yang mengalami demensia dengan 2 orang subjek lansia. Metode: Jenis penulisan kualitatif menggunakan pendekaatan studi kasus. Hasil: Penerapan senam otak pada subjek I dan II sesudah dilakukan senam otak yaitu, pada subjek I ditemukan peningkatan hari ke-5 dengan jumlah skor penilaian MMSE 28 (fungsi kognitif normal). Sedangkan responden II didapatkan hasil hari ke-5 dengan jumlah skor penilaian 24 (demensia ringan). Simpulan: Terjadinya perbedaan hasil antara kedua subjek karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu, pendidikan dan aktivitas fisik. Kata Kunci: Demensia; Kognitif; Lansia; Senam Otak.
Pengaruh rebusan daun kelor (moringa olifiera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Wulan, Sarinah Sri; Pangesti, Dimas Ning; suharti, sri; Nurani, Rahmawati Dian; Khomsah, Ida Yatun
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): October Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.377

Abstract

Background: Hypertension is one of the main causes of premature death throughout the world. The prevalence of hypertension at world level is 22% of the 8 billion total world population. Hypertension develops from year to year and causes many complications. Efforts to control hypertension can be carried out using pharmacological and non-pharmacological methods, one of which is non-pharmacological efforts such as using boiled Moringa leaves. This plant contains calcium, potassium and magnesium which can lower blood pressure. Calcium plays a role in maintaining blood pressure in normal conditions, potassium functions to reduce blood pressure and magnesium functions to contribute to the smooth muscle of blood vessels. Purpose: To determine the effect of boiled Moringa leaves (moringa olifiera) on blood pressure in hypertension sufferers. Method: using a pre-experimental method with a one group pretest-posttest approach. The total sample was 18 respondents. Results: From the Wilcoxon Statistical Test, a p-value <.001 was obtained. Conclusion: There is an effect of boiled Moringa leaves on blood pressure in hypertension sufferers in the Kemiling Bandar Lampung Community Health Center working area. Keywords: Blood Pressure; Hypertension Sufferers; Moringa Leaf Decoction Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Prevelensi hipertensi ditingkat dunia sebesar 22% dari 8 milyar total populasi penduduk dunia. Penyakit hipertensi berkembang dari tahun ketahun dan menyebabkan banyak komplikasi. Upaya penanggulangan hipetensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis dan non-farmakologis salah satu upaya non farmakologis seperti menggunakan rebusan daun kelor. Tanaman ini memiliki kandungan kalsium, potasium dan magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah. Kalsium berperan memelihara tekanan darah dalam kondisi normal, potasium berfungsi menurunkan tekanan darah dan magnesium berfungsidapat berkontribusi terhadap otot polos pembuluh darah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh rebusan daun kelor (moringa olifiera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-postest. Jumlah sampel sebanyak 18 responden. Hasil: Dari Uji Statistic Wilcoxon di dapatkan nilai p-value  <,001. Simpulan: Terdapat pengaruh rebusan daun kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.