Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EFEKTIFITAS TEKNIK JELLY OLES DAN SEMPROT TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN KATETERISASI URINE Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Rosyid, Harun Al
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.100

Abstract

ABSTRAKRetensi urine merupakan kedaruratan sistem urinari yang sering ditemukan.Manajemen sistem urinari yang baik salah satunya adalah kateter. Tindakan memberikancairan pelumas atau jelly dalam prosedur kateter urin sangat penting untuk mencegah ataumengurangi resiko trauma uretra dan sensasi nyeri yang dialami oleh pasien. Ada duateknik pemberian jelly yang pertama ujung kateter diolesi oleh jelly dan cara keduapenyemprotan langsung ke uretra dengan spuit 10 ml tanpa jarum. Tujuan penelitian iniuntuk menjelaskan perbedaan teknik pemberian dengan jelly oles dan semprot terhadaptingkat nyeri pada pasien dengan kateter urine.Desain penelitian ini adalah quasy experimental, dengan jumlah sampel 10 orangmenggunakan jelly oles dan 10 orang menggunakan semprotan jelly. Kecepatan instalasidiukur dengan stopwatch saat nyeri, intensitas nyeri diukur secara visual menggunakanskala nyeri numerik. Data dianalisis dengan mencari rata-rata dari kecepatan instalasi dantingkat nyeri pada setiap kelompok dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U-Test untukmengetahui perbedaan nilai mean dengan tingkat signifikan p= 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara teknikjelly oles dan semprot terhadap tingkat nyeri pada pasien, diperoleh hasil p= 0.010.Teknik kateter urine dengan semprotan jelly menjadi salah satu pilihan untukmengurangi rasa sakit yang lebih rendah.Kata kunci: Jelly oles, Semprotan jelly, Kateter urine, Tingkat nyeriABSTRACTRetention of urine represents emergency system of urinal that often found. It wasneeded good managerial one of them was catheter. Action give dilution of lubricant orjelly procedure of catheter of urine was vital importance to prevent or lessen risk the eventtrauma of urethra and sensation of pain in bone experienced by patient. There were twotechniques gift of jelly that was smeared tip of catheter by jelly and the second wayspraying direct into urethra by spuit 10 ml discharged needle. These research purposes toexplain differences of technique gift with topical jelly and spray to pain levels in patientwith catheter urine.Design of this research was quasi experimental, with amount of sample 10 peopleuse the topical jelly and 10 people use spray jelly. Speed of installation measured bystopwatch while intensity pain in bone measured visually was used analogous numericrating scale. Analyzed data with searching mean from speed of installation and pain levelin each group continued with test of Mann Whitney U-Test to the mean to know significantof difference, with p= 0.05.This result of research showed that there were significant difference betweentechnique topical jelly and spray to pain levels in patient obtained result p= 0.010.Technique catheter urine with spray jelly become one choice to reduce lower painin bone.Keywords: Topical Jelly, Spray Jelly, Catheter Urine, Pain Level
DUKUNGAN IBU TENTANG KEBERSIHAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN (Mother Support of Dental Hygiene with the Incidence of Dental Caries in Children Age 4-6 years) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Siswanto, Siswanto
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i1.118

Abstract

ABSTRAK Orang tua khususnya ibu sangat berhubungan dalam memberikan dukungan dan semangat untuk anaknya terutama agar bersedia merawat dan membersihkan gigi.Ibu yang diyakini sebagai orang yang paling tepat dan paling baik dalam memberikan perawatan pada anak sehingga bila tugas ibu tidak terlaksana dengan baik maka akan berdampak pada karies gigi pada anaknya semakin berat. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan dukungan ibu tentang kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia 4-6 tahun.Penelitian ini menggunakan cross sectional design dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Variabel independennya adalah dukungan ibu tentang kebersihan gigidan variabel dependennya adalah kejadian karies gigi. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan observasi.Hasil uji statistik Spearman Rank Test didapatkan (α hitung) = 0,000 dan korelasi r=0,800 artinya ada hubungan sangat kuat dukungan ibu tentang kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia 4-6 tahun.Dukungan ibu tentang kebersihan gigi terhadap anaknya merupakan langkah awal agar anaknya tidak mengalami karies gigi.Pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam perawatan kebersihan gigi merupakan aspek yang perlu ditingkatkan agar ibu mampu memberi dukungan yang baik sehingga anak tidak mengalami karies gigi. Kata kunci: Dukungan ibu, kejadian karies gigi, anak usia4-6 tahun. ABSTRACT Parents especially mothers are related to providsupport and encouragement for children to take careand clean the teeth. Mother is believed to be the most appropriate and best in provided care to the child. The purpose of this study explained the relationship of mother support of dental hygiene with the incidence of dental caries in children age 4-6 years. Cross-sectional design was used in this study, withpurposivesampling. Samples were taken as many as20respondents. Independent variable was the support ofthe motheraboutdentalhygieneandthe dependent variablewas the incidence ofdental caries. The data of this research were taken using questionnaires and observation.The Spearman rank test showed α=0.000 and r =0.800 correlation it means there was a significant correlation of mother support of dental hygiene with the incidence of dental caries in children age 4-6 years. Mother support to their childrenaboutdentalhygienewas the first stepto prevent dental caries. Knowledge, attitude, and mother’s action in taking care of dental need to be increased so that mother be able to give a good support so the childern do not get dental caries. Keywords: Mother support on dental hygiene, incidence of dental caries children age4-6 years.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) (The Effect Of Puzzle Therapy Of Fine Motor and Cognitive Development Preschool Children (4-5 Years) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Dewi, Fatiyah Rukmana
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.265

Abstract

ABSTRAK             Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara tiga sampai enam tahun dalam masa anak-anak perkembangan kemampuan motorik sejalan dengan kemampuan kognitif anak. Anak usia 4-6 tahun yang melalui prasekolah mempunyai banyak keuntungan atau kelebihan dalam masalah fisik melalui motorik halus ketika mereka melakukan permainan atau modifikasi permainan. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak usia prasekolah adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh terapi puzzle pada perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak prasekolah (4-5 tahun).            Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil sebanyak 12 responden, menggunakan total sampling. Variabel independen adalah terapi bermain puzzle dan variabel dependen perkembangan motorik halus dan kognitif anak prasekolah (4-5 tahun). Data penelitian ini menggunakan observasi.            Hasil uji statistik wilcoxon sign rank ditunjukkan dari hasil uji statistik motorik halus dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah (4-5 tahun) dan hasil uji statistik kognitif dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun).            Pengaruh terapi bermain puzzle sangat dibutuhkan dalam perkembangan motorik halus dan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun). Karena dengan bermain puzzle dapat merangsang dan menstimulasi perkembangan otak anak. Kata kunci: terapi bermain puzzle, perkembangan motorik halus, perkembangan kognitif, anak usia prasekolah ABSTRACT            Preschool children are those aged between three to six years. On childhood motor skils develop in line with the development of children’s cognitive abilities. Children aged 4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motor when it’s done with the games or game modifications. One game that can improve fine motor and cognitive development of preschool children is puzzle therapy. Explain the effect of puzzle therapy on fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years).            The research design that was used in this research was one group pretest-posttest design. The sample used total sampling that was consist of 12 children. The independent variable was puzzle therapy and dependent variable was fine motor and cognitive develpoment of preschool student (4-5 years) the data were collected using observation.            The statistict resulted of wilcoxon signed rank test fine motor with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to fine motor development of preschool children (4-5 years) and signed rank test cognitive with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to cognitive development of preschool children (4-5 years).            The effect of puzzle therapy was very needed in fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years) because by using puzzle therapy can improve and stimulate the student brain development. Keywords: puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool childrenDOI : 10.5281/zenodo.1405552
VISUAL SUPPORT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI PADA PEMBERIAN INJEKSI RAHAYUNINGRUM, LINA MADYASTUTI; Kusuma Dewi, Pessy Sipora
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.637

Abstract

ABSTRAK            Sakit dan dirawat di rumah sakit merupakan krisis utama yang tampak pada anak. Anak akan mengalami stress akibat perubahan baik terhadap kesehatannya maupun lingkungannya dalam kebiasaan sehari – hari. Untuk mengurangi kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi dapat dilakukan visual support. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh visual support terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi.Metode penelitian ini menggunakan quasi experimental design. Populasi yang diteliti seluruh anak toddler dan prasekolah usia 2 – 5 tahun. Jumlah sampel sesuai kriteria inklusi 21 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner State-Trait Inventory for Children (STAIC) dari Spielberger (1973) dengan 20 item subskala karakter kecemasan (A-Trait) yang dimodifikasi. Analisis menggunakan uji statistik Paired T.TestHasil penelitian sebelum dilakukan visual support didapatkan rata-rata tingkat kecemasan anak pada skoring 42.09. Setelah dilakukan visual support rata – rata tingkat kecemasan 32.85. Hasil analisa data menggunakan uji statistik Paired T.Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) didapatkan nilai p value = 0.000 < α = 0.05, artinya ada pengaruh visual support terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi.Visual support dapat menurunkan kecemasan pada anak yang dilakukan injeksi saat hospitalisasi, sehingga visual support dapat digunakan dalam meningkatkan komunikasi therapeutik pada anak dalam meningkatkan mutu pelayanan yang ramah anak.Kata kunci: Kecemasan, Hospitalisasi, Visual Support, Anak (Todler dan Pra Sekolah) Pain and hospitalization are major crises seen in children. The child will experience stress due to changes to both his health and his environment in daily habits. To reduce the anxiety of children who experience hospitalization on the injection can be done visual support. The purpose of this study to know the effect of visual support on anxiety of children who experience hospitalization on the injection.This research method has used quasi experimental design. The population has been studied all toddler and preschool children ages 2 - 5 years. The number of samples has match the inclusion criteria of 21 respondents. Data collection has used the State-Trait Inventory for Children (STAIC) questionnaire from Spielberger (1973) with 20 items of characterized A-Trait characteristic subscales. The analysis has used the Paired T.Test statistical test.The results of the research before the visual support has been found the average anxiety level of children on score 42.09. After doing visual support the average anxiety level of children on score 32.85. Keywords: Puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool children DOI: 10.5281/zenodo.1404581
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KLINIK PRATAMA BNN GRESIK Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Nurhani, Nurhani; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.844

Abstract

Masa remaja sebagai masa peralihan sering tidak terkontrol hingga mudah terjerumus pada perilaku yang berdampak buruk bagi dirinya maupun orang lain. Kecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba remaja. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik.Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Metode sampling menggunakan Total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Variabel independen adalah pola asuh orang tua. Variabel dependen adalah kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja. Data diambil dengan lembar kuesioner pola asuh dan penyalahgunaan narkoba. Analisa data menggunakan spearman rank  dengan nilai p?0,01.Hasil penelitian menunjukkan separuh orang tua menerapkan pola asuh otoriter (50%). Kejadian penyalahgunaan narkoba remaja paling banyak pada kategori pecandu (66,7%). Hasil perhitungan didapatkan nilai spearman ranktest antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba remaja  p = 0,006 dengan nilai koefisien r = 0,742. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik dengan tingkat hubungan yang kuat. Orang tua sebaiknya hadir bagi remaja dengan sikap terbuka dan menumbuhkan nilai-nilai positif agar remaja tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kejadian Penyalahgunaan Narkoba, RemajaDOI: 10.5281/zenodo.3549141
BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuni, Diah Sri; Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstract

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi BermainDOI: 10.5281/zenodo.4739798
TERAPI BERMAIN PLAYDOUGH PADA PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK AUTIS DI RUMAH SAKIT Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Wahyuni, Mirra
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1326

Abstract

Autis adalah gangguan perilaku yang terdapat pada anak autis seperti hipoaktif maupun hiperaktif, anak sulit beradaptasi dengan orang lain melalui komunikasi, anak sulit berbicara, kontak mata yang kurang, dan stereotip (gerakan yang berulang-ulang) yang dapat mengganggu perkembangan motorik halus anak. Terapi bermain playdough adalah salah satu jenis terapi non farmakologis yang mempengaruhi kekuatan otot motorik, serta mencegah dan memperbaiki sikap tubuh yang kurang pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan manfaat pemberian terapi bermain playdough terhadap perkembangan motorik halus pada anak autis. Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Sampel dipilih menggunakan metode Total Sampling. Sampel didapatkan sebanyak 30 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian terapi bermain playdough, dan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus pada anak autis. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Fine Motor Skills Development Check list usia 4-8 tahun. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0,05. Nilai mean sebelum diberikan terapi bermain playdough 1,7333 dan nilai mean sesudah diberikan terapi bermain playdough adalah 3,3000. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) = 0,000 yang artinya terapi bermain playdough dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak autis. Terapi bermain playdough dapat digunakan untuk anak usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Playdough dapat diterapkan di lingkungan termasuk di rumah. Kelebihannya dapat dibuat sendiri, bahannya murah, aman digunakan bermain, tekstur yang lunak sehingga mudah dibentuk saat diremas, dan juga sebagai media multi sensori, dan kekurangannya tidak mengandung bahan pengawet sehingga tidak dapat bertahan lama. DOI: 10.5281/zenodo.5266424
PENGARUH MEDIA FLASH CARD TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 PADA ANAK PRASEKOLAH Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Lihattus Sa’adah Fariastutik, Erma
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1665

Abstract

Virus COVID-19 merupakan salah satu jenis virus corona yang menular ke manusia dan menyerang sistem pernapasan, termasuk anak-anak yang merupakan golongan rentan tertular COVID-19. Upaya promotif dan preventif perlu dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui media flash card menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media flash card terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan COVID-19 pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan metode Pra Experimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 23 anak prasekolah 5-6 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 22 anak. Variabel independen dalam penelitian ini adalah media flash card, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan dan sikap, kartu flash card. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxson Signed Ranks Test dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre test sebagian besar anak prasekolah memiliki pengetahuan kurang (68,2%) dan sikap yang negatif (86,4%). Pada saat post test sebagian besar anak prasekolah memiliki pengetahuan baik (72,7%) dan sikap yang positif (63,6%). Hasil uji statistik Wilcoxson Signed Ranks Test pada pengetahuan dan sikap diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), menunjukkan terdapat pengaruh media flash card terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan pada anak prasekolah. Pendidikan kesehatan dengan media flash card adalah salah satu media pembelajaran yang menyenangkan dan mampu diterima oleh anak dengan baik sehingga mencapai ketuntasan dalam belajar.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE MENURUNKAN KECEMASAN WANITA MENJELANG MENOPAUSE Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Purwati, Dwi Henny
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i2.8

Abstract

ABSTRAK Wanita usia tua akan tiba pada periode menopause. Fakta perempuan yang mendekati periode ini akan mengalami kecemasan. Salah satu tindakan untuk mengurangi kecemasan pada wanita yang mengalami masa menopause adalah pendidikan kesehatan tentang menopause. Tindakan pendidikan kesehatan hampir tidak pernah dilakukan di Dusun Ngabetan, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh pendidikan kesehatan tentang menopause terhadap tingkat kecemasan perempuan yang mengalami masa menopause.Penelitian dilakukan pada satu kelompok pra test-post test. Variabel independen yang diamati adalah pendidikan kesehatan tentang menopause dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan wanita yang mendapatkan menopause. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, populasi adalah 45 responden, sedangkan sampel adalah 40 responden dan dianalisis dengan program statistik Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan yang mendapatkan menopause akan mengalami kecemasan karena belum siap menghadapi menopause dan kurang informasi mengenai menopause. Perempuan yang mendapatkan pendidikan kesehatan tentang menopause, sebagian besar kecemasan mereka hilang. Analisis statistik dengan Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan hasil α = 0,000.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek dari pendidikan kesehatan tentang menopause terhadap tingkat kecemasan wanita yang mendapatkan waktu menopause, karena itu pendidikan kesehatan tentang menopause harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan, terutama di Dusun Ngabetan, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kata kunci: Pre Menopause, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Kecemasan. ABSTRACT Woman an old age will arrive at menopause period. As a mater of fact approaching this period generate woman anxiety. One of the actions to reduce the anxiety is providing to the woman who get menopause time health education concerning menopause. Unfortunately the actions are hardly ever conducted in the Ngabetan Orchard, Ngabetan Village, Cerme Distric, Gresik Regency. The purpose of research is to discover effect health education concerning menopause toward the anxiety level of the woman who get menopause time.The research conducted a one group pra test-post test design. Observed independent variable is health education concerning menopause and dependent variable is anxiety level of the woman who get menopause time. Using a purposive sampling, the population was 45 womans, while the sample was 40 respondens and was analyzed with Wilcoxon Sign Rank Test statistical program.The result of the research shows that most of the woments who get menopause time will undergo anxiety because not yet ready to face menopause and lack of information concerning menopause. Obtaining health education concerning menopause, most of the women lose their anxiety. A statistical analysis with Wilcoxon Sign Rank Test are α=0.000.It can be concluded that is an effect of health education concerning menopause toward anxiety level of the woman who get menopause time, therefore health education concerning menopause must be conducted ti reduce anxiety level, especially in the Ngabetan Orchard, Ngabetan Village, Cerme Distric, Gresik Regency and to be acknowledged as a regular procedure. Keywords: Pre Menopause, Health Education, Anxiety Level.
PERILAKU ANAK DALAM KEBERSIHAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH Kurnia, Desak Made; Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Twistiandayani, Retno
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.22

Abstract

ABSTRAK Karies gigi dapat menyerang seluruh masyarakat dan penyakit gigi yang paling banyak diderita oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Penyebab karies gigi adalah interaksi berbagai faktor. Termasuk faktor perilaku dalam menjaga kebersihan mulut, faktor makanan, atau kebiasaan makan dan faktor ketahanan dan kekuatan gigi. Hal ini didasarkan pada kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan perilaku anak dalam menjaga kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah di MI Asmaiyah Gresik.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah yang mengalami MI Asmaiyah Gresik sebanyak 112 anak. Sampel yang digunakan untuk sebanyak 87 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Uji statistik menggunakan oleh α chi square <0,05. Menunjukkan anak usia sekolah memiliki pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi α = 0,001. Sikap anak usia sekolah dalam menjaga kebersihan gigi α = 0,002. Dan tindakan anak usia sekolah dalam menjaga kesehatan gigi = 0.000.Hasil di atas terdapat hubungan dalam menjaga kebersihan perilaku anak mereka dengan kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah. Diharapkan bahwa orang tua dan guru dapat memberikan motivasi dalam menjaga kebersihan gigi dan dukungan sarana dan prasarana. Kata kunci: Perilaku Anak Dalam Menjaga Kebersihan Gigi, Gigi Karies, Anak Usia Sekolah.  ABSTRACT Dental caries can attack the whole society and  the most dental disease is suffered by most of the Indonesian population. Cause of dental caries is the interaction of various factors. Include behavioral factors in maintaining oral hygiene, dietary factors, or eating habits and resilience factors and the strength of teeth. It was based on lack of knowledge of the importance of maintaining oral hygiene. Purpose of this study is to explain the correlation of the child's behavior in maintaining dental hygiene with the incidence of dental caries in children of school age in MI Asmaiyah Gresik.This study uses cross sectional design, the population in this study is school students who experienced MI Asmaiyah gresik were 112 dental caries. Samples used for as many as 87 respondents using purposive sampling. Statistical test using by chi square  α < 0.05. Shows the school-age children have some knowledge in maintaining dental hygiene α  = 0.001. Attitudes of school-age child in maintaining the cleanliness of teeth α = 0.002. And actions of school aged children in maintaining dental hygiene    = 0.000.Obtained from the above results there is a correlation in maintaining the cleanliness of their child's behavior with the incidence of dental caries in children of school age. Expected that parents and teachers can provide motivation in maintaining dental hygiene and support facilities and infrastructure. Keywords: Children's Behavior In Maintaining Dental Hygiene, Dental Caries, Children Of School Age.