Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) (The Effect Of Puzzle Therapy Of Fine Motor and Cognitive Development Preschool Children (4-5 Years) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Dewi, Fatiyah Rukmana
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.265

Abstract

ABSTRAK             Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara tiga sampai enam tahun dalam masa anak-anak perkembangan kemampuan motorik sejalan dengan kemampuan kognitif anak. Anak usia 4-6 tahun yang melalui prasekolah mempunyai banyak keuntungan atau kelebihan dalam masalah fisik melalui motorik halus ketika mereka melakukan permainan atau modifikasi permainan. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak usia prasekolah adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh terapi puzzle pada perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak prasekolah (4-5 tahun).            Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil sebanyak 12 responden, menggunakan total sampling. Variabel independen adalah terapi bermain puzzle dan variabel dependen perkembangan motorik halus dan kognitif anak prasekolah (4-5 tahun). Data penelitian ini menggunakan observasi.            Hasil uji statistik wilcoxon sign rank ditunjukkan dari hasil uji statistik motorik halus dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah (4-5 tahun) dan hasil uji statistik kognitif dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun).            Pengaruh terapi bermain puzzle sangat dibutuhkan dalam perkembangan motorik halus dan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun). Karena dengan bermain puzzle dapat merangsang dan menstimulasi perkembangan otak anak. Kata kunci: terapi bermain puzzle, perkembangan motorik halus, perkembangan kognitif, anak usia prasekolah ABSTRACT            Preschool children are those aged between three to six years. On childhood motor skils develop in line with the development of children’s cognitive abilities. Children aged 4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motor when it’s done with the games or game modifications. One game that can improve fine motor and cognitive development of preschool children is puzzle therapy. Explain the effect of puzzle therapy on fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years).            The research design that was used in this research was one group pretest-posttest design. The sample used total sampling that was consist of 12 children. The independent variable was puzzle therapy and dependent variable was fine motor and cognitive develpoment of preschool student (4-5 years) the data were collected using observation.            The statistict resulted of wilcoxon signed rank test fine motor with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to fine motor development of preschool children (4-5 years) and signed rank test cognitive with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to cognitive development of preschool children (4-5 years).            The effect of puzzle therapy was very needed in fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years) because by using puzzle therapy can improve and stimulate the student brain development. Keywords: puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool childrenDOI : 10.5281/zenodo.1405552
VISUAL SUPPORT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI PADA PEMBERIAN INJEKSI RAHAYUNINGRUM, LINA MADYASTUTI; Kusuma Dewi, Pessy Sipora
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.637

Abstract

ABSTRAK            Sakit dan dirawat di rumah sakit merupakan krisis utama yang tampak pada anak. Anak akan mengalami stress akibat perubahan baik terhadap kesehatannya maupun lingkungannya dalam kebiasaan sehari – hari. Untuk mengurangi kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi dapat dilakukan visual support. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh visual support terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi.Metode penelitian ini menggunakan quasi experimental design. Populasi yang diteliti seluruh anak toddler dan prasekolah usia 2 – 5 tahun. Jumlah sampel sesuai kriteria inklusi 21 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner State-Trait Inventory for Children (STAIC) dari Spielberger (1973) dengan 20 item subskala karakter kecemasan (A-Trait) yang dimodifikasi. Analisis menggunakan uji statistik Paired T.TestHasil penelitian sebelum dilakukan visual support didapatkan rata-rata tingkat kecemasan anak pada skoring 42.09. Setelah dilakukan visual support rata – rata tingkat kecemasan 32.85. Hasil analisa data menggunakan uji statistik Paired T.Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) didapatkan nilai p value = 0.000 < α = 0.05, artinya ada pengaruh visual support terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi.Visual support dapat menurunkan kecemasan pada anak yang dilakukan injeksi saat hospitalisasi, sehingga visual support dapat digunakan dalam meningkatkan komunikasi therapeutik pada anak dalam meningkatkan mutu pelayanan yang ramah anak.Kata kunci: Kecemasan, Hospitalisasi, Visual Support, Anak (Todler dan Pra Sekolah) Pain and hospitalization are major crises seen in children. The child will experience stress due to changes to both his health and his environment in daily habits. To reduce the anxiety of children who experience hospitalization on the injection can be done visual support. The purpose of this study to know the effect of visual support on anxiety of children who experience hospitalization on the injection.This research method has used quasi experimental design. The population has been studied all toddler and preschool children ages 2 - 5 years. The number of samples has match the inclusion criteria of 21 respondents. Data collection has used the State-Trait Inventory for Children (STAIC) questionnaire from Spielberger (1973) with 20 items of characterized A-Trait characteristic subscales. The analysis has used the Paired T.Test statistical test.The results of the research before the visual support has been found the average anxiety level of children on score 42.09. After doing visual support the average anxiety level of children on score 32.85. Keywords: Puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool children DOI: 10.5281/zenodo.1404581
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KLINIK PRATAMA BNN GRESIK Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Nurhani, Nurhani; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.844

Abstract

Masa remaja sebagai masa peralihan sering tidak terkontrol hingga mudah terjerumus pada perilaku yang berdampak buruk bagi dirinya maupun orang lain. Kecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba remaja. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik.Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Metode sampling menggunakan Total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Variabel independen adalah pola asuh orang tua. Variabel dependen adalah kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja. Data diambil dengan lembar kuesioner pola asuh dan penyalahgunaan narkoba. Analisa data menggunakan spearman rank  dengan nilai p?0,01.Hasil penelitian menunjukkan separuh orang tua menerapkan pola asuh otoriter (50%). Kejadian penyalahgunaan narkoba remaja paling banyak pada kategori pecandu (66,7%). Hasil perhitungan didapatkan nilai spearman ranktest antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba remaja  p = 0,006 dengan nilai koefisien r = 0,742. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik dengan tingkat hubungan yang kuat. Orang tua sebaiknya hadir bagi remaja dengan sikap terbuka dan menumbuhkan nilai-nilai positif agar remaja tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kejadian Penyalahgunaan Narkoba, RemajaDOI: 10.5281/zenodo.3549141
BERMAIN GAME EDUKASI ISLAMI DAPAT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA WAKTU SIRKUMSISI Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuni, Diah Sri; Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1015

Abstract

Sirkumsisi ialah prosedur yang cenderung menakutkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat menganggap tindakan sirkumsisi merupakan tindakan yang biasa saja tanpa memperhatikan aspek psikologi anak, sehingga anak menangis, memberontak dan menolak untuk melanjutkan proses sirkumsisi dan menyebabkan anak menjadi cemas ketika akan di sirkumsisi, beberapa metode digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan, salah satunya adalah terapi bermain game edukasi islami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain game edukasi islami pada tingkat kecemasan anak yang akan menjalani sirkumsisi.Desain penelitian ini menggunakan Pra Eksperimental, One Group Pretest-Posttest. Metode sampling menggunakan Total sampling. Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian dilakukan di Klinik AG Wound Care Gresik dan di rumah 19 responden. Instrumen yang digunakan gadget dan kuesioner STAIC. Variabel independen yaitu terapi bermain game edukasi islami. Variabel dependen yaitu tingkat kecemasan.Pada penelitian ini mayoritas menggunakan metode sirkumsisi smartclamp (76%). Hasil kecemasan sebelum intervensi kecemasan sedang (72%), setelah intervensi kecemasan ringan (56%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai signifikansi (r = 0.000, Z= - 4.375) artinya H1 diterima, sehingga ada pengaruh terapi bermain game edukasi islami terhadap tingkat kecemasan sirkumsisi pada anak usia 6-12 Tahun.Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan terapi bermain game edukasi islami sebagai intervensi dalam mengurangi kecemasan akibat sirkumsisi pada anak usia 6-12 tahun.Kata Kunci: Anak, Game Edukasi Islami, Kecemasan, Sirkumsisi, Terapi BermainDOI: 10.5281/zenodo.4739798
TERAPI BERMAIN PLAYDOUGH PADA PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK AUTIS DI RUMAH SAKIT Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Wahyuni, Mirra
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1326

Abstract

Autis adalah gangguan perilaku yang terdapat pada anak autis seperti hipoaktif maupun hiperaktif, anak sulit beradaptasi dengan orang lain melalui komunikasi, anak sulit berbicara, kontak mata yang kurang, dan stereotip (gerakan yang berulang-ulang) yang dapat mengganggu perkembangan motorik halus anak. Terapi bermain playdough adalah salah satu jenis terapi non farmakologis yang mempengaruhi kekuatan otot motorik, serta mencegah dan memperbaiki sikap tubuh yang kurang pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan manfaat pemberian terapi bermain playdough terhadap perkembangan motorik halus pada anak autis. Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Sampel dipilih menggunakan metode Total Sampling. Sampel didapatkan sebanyak 30 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian terapi bermain playdough, dan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus pada anak autis. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Fine Motor Skills Development Check list usia 4-8 tahun. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0,05. Nilai mean sebelum diberikan terapi bermain playdough 1,7333 dan nilai mean sesudah diberikan terapi bermain playdough adalah 3,3000. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) = 0,000 yang artinya terapi bermain playdough dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak autis. Terapi bermain playdough dapat digunakan untuk anak usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Playdough dapat diterapkan di lingkungan termasuk di rumah. Kelebihannya dapat dibuat sendiri, bahannya murah, aman digunakan bermain, tekstur yang lunak sehingga mudah dibentuk saat diremas, dan juga sebagai media multi sensori, dan kekurangannya tidak mengandung bahan pengawet sehingga tidak dapat bertahan lama. DOI: 10.5281/zenodo.5266424
PENGARUH MEDIA FLASH CARD TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 PADA ANAK PRASEKOLAH Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Lihattus Sa’adah Fariastutik, Erma
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1665

Abstract

Virus COVID-19 merupakan salah satu jenis virus corona yang menular ke manusia dan menyerang sistem pernapasan, termasuk anak-anak yang merupakan golongan rentan tertular COVID-19. Upaya promotif dan preventif perlu dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui media flash card menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media flash card terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan COVID-19 pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan metode Pra Experimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 23 anak prasekolah 5-6 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 22 anak. Variabel independen dalam penelitian ini adalah media flash card, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan dan sikap, kartu flash card. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxson Signed Ranks Test dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre test sebagian besar anak prasekolah memiliki pengetahuan kurang (68,2%) dan sikap yang negatif (86,4%). Pada saat post test sebagian besar anak prasekolah memiliki pengetahuan baik (72,7%) dan sikap yang positif (63,6%). Hasil uji statistik Wilcoxson Signed Ranks Test pada pengetahuan dan sikap diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), menunjukkan terdapat pengaruh media flash card terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan pada anak prasekolah. Pendidikan kesehatan dengan media flash card adalah salah satu media pembelajaran yang menyenangkan dan mampu diterima oleh anak dengan baik sehingga mencapai ketuntasan dalam belajar.