Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Strengthening Spirituality And Social Concern Through The Huwal Habib Dhikr Routine With A Former Gang Member Community In Keputih Sub-District, Sukolilo, Surabaya Muhammad Nasrul Waton; Fathoni; Ahmad Futuhal Arifin; Akhmad Suhartono; Mohammad Ahyanul Wafi; Maulana Achmad Kurniawan; Mohammad Su’udun Nafis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 2 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the role of a dhikr group in strengthening spiritual aspects and fostering social care among former thugs in Keputih Village, Sukolilo, Surabaya. Using a qualitative approach with a case study method, this research finds that the practice of Huwal Habib group dhikr, led by a local religious figure, is capable of shaping spiritual awareness and social solidarity among individuals with troubled pasts. The dhikr serves as a means of introspection, heart purification, and drawing closer to Allah SWT. On the other hand, this activity also gives rise to tangible social care in the form of community service, assistance to others, and community development activities. The results of this study demonstrate that a collectively implemented spiritual approach can reconstruct social identity and form an inclusive and transformative community.
Typology of 21st Century Islamic Boarding School Education (Pesantren) in Indonesia Fathoni
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 11 (2023): November, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i11.6873

Abstract

This research examines the dynamics of Islamic boarding schools in Indonesia with a focus on typology and development. Through a qualitative descriptive approach and library research, this research identified three developing typologies of Islamic boarding schools: Salaf Islamic Boarding Schools, Modern Islamic Boarding Schools, and Radical Islamic Boarding Schools. Salaf Islamic boarding schools, which are traditional Islamic boarding schools, maintain the teaching of classical Islamic books without adding to the general curriculum. The case study of the Tarbiyatun Nasyi'in Islamic Boarding School in Jombang provides an illustration of the sustainability of the Salafist model which still exists today. Modern Islamic boarding schools, represented by Pondok Modern Gontor, show transformation by incorporating a general curriculum, emphasizing Arabic and English language teaching, and managing Islamic boarding school management neatly. This phenomenon illustrates the adaptation of Islamic boarding schools to the demands of the times and general education. Radical Islamic boarding schools reflect a conservative and scriptural Islamic ideology, often involving fundamentalist views and radicalism. Case studies of Islamic boarding schools in Lamongan and Ngruki highlight the negative impact of radical thinking in the students' thinking patterns and the involvement of some alumni in acts of terrorism. This research describes the variations in educational approaches and religious views in Islamic boarding schools, reflecting the dynamics of Islam in Indonesia. With a deeper understanding of Islamic boarding school typology, this research contributes to detailing the development and role of Islamic boarding schools in shaping Islamic society in Indonesia
Perlindungan Hak Cipta Berbasis NFT dan Smart Contract dalam Menanggapi Isu Pencurian Suatu Karya Digital Agusman, Dzaky; Fathoni
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.644

Abstract

Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), pencurian karya digital menjadi ancaman nyata yang meresahkan para kreator. Hal ini tidak hanya mengancam hak ekonomi, tetapi juga merusak integritas ekosistem kreatif. Penelitian ini menawarkan solusi inovatif: integrasi Non-Fungible Token (NFT) dan smart contract untuk perlindungan hak cipta di era digital. Dengan mengumpulkan 150 data dari platform media sosial X menggunakan metode web crawling dan analisis labeling, ditemukan bahwa mayoritas publik mendukung upaya perlindungan karya digital. Studi ini kemudian mensimulasikan pembuatan NFT dan implementasi smart contract di blockchain Polygon melalui OpenSea, membuktikan bahwa pencatatan kepemilikan berbasis teknologi dapat menghadirkan sistem perlindungan yang otomatis, transparan, dan tahan manipulasi. Hasil ini tidak hanya membangun jalur baru perlindungan hak cipta yang lebih adil dan efisien, tetapi juga menegaskan pentingnya adaptasi hukum di dunia digital. Temuan ini membuka cakrawala baru bagaimana teknologi blockchain dapat menjadi benteng pertahanan kreator di tengah dinamika digital yang terus berubah.
SongPalar: Inovasi Augmented Reality Pembelajaran Interaktif dan Pelestarian Songket Palembang Robani, Muhammad Tsabita; Fathoni
Jurnal Algoritma Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-2.2709

Abstract

Penelitian ini mengembangkan aplikasi pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang dinamakan SongPalar untuk mendukung pelestarian budaya Songket Palembang. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif yang imersif dan mudah diakses oleh masyarakat Kota Palembang serta pelaku UMKM songket. Metode penelitian menggunakan pendekatan pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dengan tahapan mulai dari perancangan konsep, pengumpulan bahan, pembuatan aplikasi, hingga pengujian menggunakan metode Black Box Testing dan evaluasi kualitas dengan User Experience Questionnaire (UEQ). Black Box Testing menunjukkan seluruh fitur utama berjalan lancar tanpa kendala teknis. Evaluasi UEQ memberikan nilai rata-rata pada skala Daya Tarik (2,125), Kejelasan (2,000), dan Efisiensi (2,125) yang menunjukkan pengalaman pengguna positif. Namun, aspek Keandalan (1,734), Stimulasi (1,656), dan Kebaruan (1,438) menunjukkan perlunya peningkatan stabilitas, hiburan, dan inovasi konten. Namun, aspek keandalan, stimulasi, dan kebaruan masih perlu diperbaiki agar pengalaman belajar lebih stabil, menarik, dan inovatif. Implementasi teknologi AR dalam aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya, sekaligus memperkuat dokumentasi digital yang mendukung pelestarian jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan aplikasi pembelajaran budaya yang adaptif dan efektif, serta menawarkan solusi digital dalam menghadapi tantangan pelestarian budaya tradisional di era globalisasi.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS Nyimas Diah Permata Sari; Ali Ibrahim; Fathoni
Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/json.v7i2.9359

Abstract

Evaluasi kinerja karyawan memegang peranan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia suatu perusahaan. Namun, metode evaluasi manual seringkali subjektif dan memakan waktu, sehingga menghasilkan hasil yang kurang akurat. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini mengembangkan Sistem pendukung keputusan untuk memilih karyawan terbaik dengan mengintegrasikan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP digunakan untuk memberikan nilai bobot pada setiap kriteria evaluasi, sedangkan TOPSIS diterapkan untuk memeringkat karyawan berdasarkan kedekatannya dengan solusi positif dan negatif yang ideal. Kriteria evaluasi tersebut meliputi kinerja, loyalitas, disiplin, kerja sama tim, dan jumlah tugas yang belum selesai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Consistency Ratio sebesar 0,0834 (<0,1), yang menunjukkan bahwa proses pembobotan telah konsisten. Berdasarkan perhitungan, karyawan dengan nilai preferensi tertinggi adalah Salma Nurhaliza, dengan skor 0,842882. Studi ini menunjukkan bahwa integrasi metode AHP dan TOPSIS dapat menghasilkan hasil evaluasi yang lebih objektif, tepat, dan efisien, menjadikannya alat yang dapat diandalkan bagi perusahaan untuk menentukan karyawan terbaik secara transparan dan terukur.
Peningkatan Pengetahuan Pemuda Desa dalam Pemasaran Online Hasil Tani Menggunakan Media Sosial dan Platform E-commerce Indah, Dwi Rosa Indah; Mgs Afriyan Firdaus; M. Husni Syahbani; Yoppy Sazaki; Ardina Ariani; Endang Lestari Ruskan; Fathoni; Iin Seprina; Naretha Kawadha Pasemah Gumay
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.369

Abstract

Sektor pertanian dan perkebunan merupakan mata pencaharian utama di Desa Ibul Besar 1 Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan analisis situasi, diketahui bahwa petani kurang memperoleh keuntungan akibat tingginya biaya produksi dan kurangnya pendapatan dari hasil panen. Pelibatan pemuda desa dalam pemasaran digital diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dengan memangkas rantai distribusi yang selama ini masih bergantung pada koperasi atau tengkulak. Tantangannya adalah rendahnya pengetahuan pemuda desa dalam memanfaatkan media sosial dan Platform e-commerce sebagai sarana pemasaran produk. Upaya Peningkatan Pengetahuan Pemuda Desa dalam Pemasaran Online Hasil Tani Menggunakan Media Sosial dan Platform E-commerce dilaksanakan dengan teknis pelatihan dan praktik Pemasaran menggunakan Media Sosial (Instagram dan Tiktok) dan E-commerce (Shopee dan Tokopedia) serta Editing Foto dan Video (PixelLab, Snapseed, dan CapCut) menggunakan perangkat smartphone. Kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan 15 pemuda dan 2 perangkat desa dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata, perangkingan data dan uji wilcoxon matched-pairs terhadap hasil pre-test dan post-test peserta.
Language and Thought in the Era of Artificial Intelligence: A Philosophy of Science Inquiry into the New Linguistic Paradigm in Arabic Language Education Imtiyaz, Indy; Bakar, M. Yunus Abu; Fathoni
Journal of Arabic Language Studies and Teaching Vol. 6 No. 1 (2026): May 2026 / مايو 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jalsat.2026.6.1.100-113

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has introduced fundamental changes in the relationship between language and thought, generating significant epistemological implications for Arabic language education. This article aims to analyze the relationship between language and thought from a philosophy of science perspective in the AI era, identify conceptual gaps in technology-based learning practices, and formulate a more reflective and integrative linguistic paradigm. The study employs a qualitative approach through library research, utilizing content analysis of sources in philosophy of language, educational technology, and Arabic pedagogy. The findings indicate that AI encourages a shift from a transmissional toward a constructive-dialogical epistemology, in which knowledge is produced through interactions between humans and technology. Although AI enhances learning effectiveness and personalization, the interpretation of language still requires human reflective consciousness. Therefore, Arabic language education should develop a humanistic-digital approach that positions technology as an epistemic partner without displacing the role of language as a medium for constructing meaning, awareness, and values.
Reformulation of the Legal Politics of the Parliamentary Threshold in the Design of the 2029 General Election Following Constitutional Court Decision No. 116/PUU-XXI/2023 Barqi, Suha Yusbairoh; Yusdiyanto; Fathoni
As-Siyasi: Journal of Constitutional Law Vol. 6 No. 1 (2026): As-Siyasi: Journal of Constitutional Law
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/as-siyasi.v61.32629

Abstract

Indonesia's parliamentary threshold has been progressively increased over successive general elections. However, its determination has lacked objective, proportionate, and rational parameters, creating legal uncertainty and reducing political representation by excluding valid votes from parliamentary seat allocation. Constitutional Court Decision No. 116/PUU-XXI/2023 marks a constitutional turning point by requiring the legislature to reformulate the parliamentary threshold before the 2029 General Election using a constitutionally justifiable methodology. This study examines the legal politics of parliamentary threshold regulation following Constitutional Court Decision No. 116/PUU-XXI/2023 and proposes an appropriate regulatory model for the 2029 General Election. The research employs normative legal research using statutory, conceptual, case, and comparative approaches, analysed qualitatively through the theories of legal politics and democracy. The findings demonstrate that the Court's decision has transformed the concept of open legal policy from broad legislative discretion into a legal policy constrained by constitutional parameters. Comparative experience from Germany further indicates that a parliamentary threshold remains constitutionally justifiable when designed in accordance with the principles of proportionality, the protection of political representation, and empirically grounded criteria. Accordingly, this study proposes a reformulation model based on empirical and constitutional parameters by integrating the Effective Number of Parliamentary Parties (ENPP), the Gallagher Index, and wasted votes as the principal indicators for determining the parliamentary threshold. It recommends that these parameters serve as the normative basis for amending Indonesia's General Election Law before the 2029 General Election.