Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH METODE PROYEK DAN SIKAP SISWA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN Roliana, Eva; Safrina, Rien; Hapidin, Hapidin
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 4, No 1 (2020): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.935 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v4i1.157

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari dua variabel bebas, yaitu Metode Pembelajaran Proyek dan Metode Number Head Together (NHT), serta variabel moderator yaitu sikap siswa pada mata pelajaran matematika terhadap pemahaman konsep bilangan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara faktor metode proyek dan metode NHT (A) dan sikap siswa pada matematika (B) terhadap pemahaman konsep bilangan pada anak usia 6-7 tahun di SDN Jurangmangu Timur 01 dan SDN Jurangmangu Timur 02 Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Subjek penelitian adalah 60 orang siswa kelas 1 di SDN Jurangmangu Timur 01 dan SDN Jurangmangu Timur 02. Data penelitian mengenai pemahaman konsep bilangan diperoleh dari tes pilihan ganda. Sedangkan, data penelitian mengenai sikap siswa diperoleh melalui pengisian angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis statistik inferensial. Adapun pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji Analisis Varian (Anava) dua jalur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran terhadap pemahaman konsep bilangan dan terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan sikap siswa pada mata pelajaran matematika terhadap pemahaman konsep bilangan pada anak usia 6-7 tahun. Kata Kunci: Metode Proyek, Metode Number Head Together,Sikap Belajar Siswa, Pemahaman Konsep Bilangan, Anak Usia Dini. Abstract This study aims to determine the difference in influence of the two independent variables, namely the Project Learning Method and the Number Head Together Method, as well as the moderator variable, namely the attitude in mathematics towards number sense understanding. In addition, this study also aims to determine the interaction between two independent variables that affect the understanding of number sense understanding children 6-7 years old in SDN Jurangmangu Timur 01 and SDN Jurangmangu Timur 02 Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. The method used in this research is the experimental method. The research subjects were 60 first grade students in SDN Jurangmangu Timur 01 and SDN Jurangmangu Timur 02. Research data on understanding the concept of numbers are obtained from multiple choice tests. Meanwhile, data on student attitudes are obtained through questionnaires. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis methods and inferential statistical analysis methods. The research hypothesis testing uses the two-way Analysis of Variance (Anava) test. The results of the data analysis show that there is an influence of the learning method on the understanding of the concept of numbers and there is an interaction between the learning method and the attitude of students in mathematics to the understanding of the concept of numbers in children aged 6-7 years. Keywords: Project Methods, Student Learning Attitudes, Number Sense, Early    Childhood.
Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Septian, Restu Ahmad Nugraha; Safrina, Rien; Khaerudin, Khaerudin; Iasha, Vina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami metode mind mapping dan perannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian dilakukan karena siswa kelas IV SDN Cigasong I, tempat peneliti mengajar, mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang menuntut berpikir kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dimana peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber bacaan terkait pembelajaran yang menggunakan mind mapping dan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian difokuskan pada membuat rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) metode mind mapping, untuk mata pelajaran IPA yang berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mencakup kemampuan menampilkan keaslian (originality), kemampuan menampilkan kelancaran (fluency), dan kemampuan melengkapi penguraian (elaboration). Penelitian ini secara detail menjelaskan tahap pembuatan mind mapping, pembuatan RPP mind mapping, serta menyampaikan tantangan dan solusi yang mungkin dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Analisis data adalah deskriptif analisis yang dilakukan dengan membuat catatan kritis, memberi kode kategori, membuat chart, dan memberi stabilo atas bahan-bahan bacaan yang terkait dengan mind mapping dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan RPP yang detail dan komprehensif tentang mind mapping, agar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang terkait dengan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah panduan bagi guru yang akan menerapkan metode mind mapping dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA di SD.
Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Septian, Restu Ahmad Nugraha; Safrina, Rien; Khaerudin, Khaerudin; Iasha, Vina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami metode mind mapping dan perannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian dilakukan karena siswa kelas IV SDN Cigasong I, tempat peneliti mengajar, mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang menuntut berpikir kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dimana peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber bacaan terkait pembelajaran yang menggunakan mind mapping dan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian difokuskan pada membuat rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) metode mind mapping, untuk mata pelajaran IPA yang berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mencakup kemampuan menampilkan keaslian (originality), kemampuan menampilkan kelancaran (fluency), dan kemampuan melengkapi penguraian (elaboration). Penelitian ini secara detail menjelaskan tahap pembuatan mind mapping, pembuatan RPP mind mapping, serta menyampaikan tantangan dan solusi yang mungkin dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Analisis data adalah deskriptif analisis yang dilakukan dengan membuat catatan kritis, memberi kode kategori, membuat chart, dan memberi stabilo atas bahan-bahan bacaan yang terkait dengan mind mapping dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan RPP yang detail dan komprehensif tentang mind mapping, agar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang terkait dengan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah panduan bagi guru yang akan menerapkan metode mind mapping dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA di SD.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN ETHNOMUSICOLOGICAL EDUCATION FOR CULTURAL IDENTITY FORMATION: A LITERATURE-BASED CONCEPTUAL ANALYSIS: THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN ETHNOMUSICOLOGICAL EDUCATION FOR CULTURAL IDENTITY FORMATION: A LITERATURE-BASED CONCEPTUAL ANALYSIS Yohana, Berthanica; Safrina, Rien; Yetti, Elindra
International Journal of Performing Arts (IJPA) Vol. 3 No. 2 (2024): December
Publisher : Yayasan Pusat Cendekiawan Intelektual Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56107/ijpa.v3i2.253

Abstract

Amidst the pressures of globalization, schools often struggle to balance the demand for globalcompetencies with the preservation of local culture. In music education, the dominance of a Westerncentric curriculum can alienate students from their own musical traditions. This paper utilizes aliterature review method to analyze how an ethnomusicological approach, grounded in localwisdom, can serve as a pedagogical alternative to strengthen students' cultural identity. Bysynthesizing various studies, we argue that local wisdom (which includes the social context, function,and philosophy of music) should be the core of learning, not just supplementary material. Theanalysis suggests that engaging students with music from their own cultural environment has thepotential to support identity formation in three aspects: personal (connecting with heritage),collective (strengthening a sense of community), and intercultural (understanding other culturesthrough the lens of one's own). We conclude that applying this approach could shift the function ofthe music classroom from a mere technical training space to one of cultural dialogue. The practicalimplication points to the need to review curriculum design and teacher training to be more orientedtowards local cultural contexts, in order to foster students who have a deep understanding of theirown roots while being open to the world.
Exploring Sound Waves through a Frequency Study of the Ambience Music Weightless by Marconi Union Andriyanto, R.M. Aditya; Budiawan, Hery; Safrina, Rien; Rahman, Putri Safrani; Fredlina, Oriana Aisha; Putri, Lara Heltna Yuma
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i2.64558

Abstract

This study explores the creation process of "Weightless," a relaxation music piece by Marconi Union, with a focus on its compositional elements and how frequencies are manipulated. The aim is to deepen the understanding of both educators and undergraduate students regarding the use of Digital Audio Workstations in composing music, thereby promoting digital literacy within 21st-century music education. The research employs a descriptive qualitative method, utilizing an exploratory approach and content analysis.Through this analysis, it becomes clear that "Weightless" effectively incorporates slow tempos, minimalistic textures, and gradual changes in dynamics to create a relaxing atmosphere. The frequency analysis highlights the importance of low frequencies (ranging from 20 to 200 Hz), which contribute to a sense of depth and tranquility. In contrast, mid and high frequencies are carefully balanced to ensure they do not overwhelm the listener. Additionally, the loudness analysis reveals a smooth dynamic range, with an average level of -13.9 LUFS and no sudden peaks, which guarantees a pleasant listening experience across various playback devices. Overall, these findings emphasize the critical role of precise frequency manipulation and loudness control in producing effective relaxation music, providing valuable insights for both music composition and education.
KURIKULUM MERDEKA VS PENDEKATAN DEEP LEARNING : KESEIMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL DENGAN PENDEKATAN PENDAGOGIS Praditya, Giceila Dias; Triana, Dinny Devi; Safrina, Rien
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5644

Abstract

The advancement of digital technology has driven a paradigm shift in the field of education, including in the implementation of the Merdeka Curriculum, which grants teachers the flexibility to design learning experiences independently and creatively. However, in practice, music education at the junior high school level still faces challenges, such as the limited availability of digital teaching materials that align with transformative pedagogical principles. This study aims to explore and compare the integration of digital technology and pedagogical approaches within the Merdeka Curriculum and the Deep Learning Approach, particularly in the context of developing digital music learning materials. A descriptive qualitative method was employed, using data collection techniques such as semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. The research subjects consisted of junior high school music teachers from two schools implementing different curricula. The findings indicate that teachers who adopted the Deep Learning Approach felt more supported in developing constructive, reflective, and contextual learning due to the presence of explicit guidance in the teaching materials. In contrast, teachers using the Merdeka Curriculum enjoyed greater flexibility but still struggled to design project-based learning and integrate technology due to the lack of systematic guidance. The study concludes that the Deep Learning Approach is more effective in addressing the challenges of integrating digital technology with deep pedagogical approaches. It can serve as a meaningful and applicable alternative for developing digital music teaching materials at the junior high school level. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, termasuk dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang memberi keleluasaan bagi guru untuk mendesain pembelajaran secara mandiri dan kreatif. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran seni musik di tingkat SMP masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan bahan ajar digital yang sesuai dengan prinsip pedagogis transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan integrasi teknologi digital dan pendekatan pedagogis dalam Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Deep Learning, khususnya dalam konteks pengembangan bahan ajar digital seni musik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru seni musik SMP di dua sekolah yang menerapkan kurikulum berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang menggunakan Pendekatan Deep Learning merasa lebih terbantu dalam mengembangkan pembelajaran yang konstruktif, reflektif, dan kontekstual, karena adanya panduan eksplisit dalam bahan ajar. Sementara itu, guru pengguna Kurikulum Merdeka memiliki fleksibilitas tinggi, namun masih kesulitan dalam merancang pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi karena kurangnya arahan yang sistematis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Deep Learning lebih mampu menjawab tantangan integrasi antara teknologi digital dan pendekatan pedagogis yang mendalam, serta dapat dijadikan alternatif dalam pengembangan bahan ajar digital seni musik yang lebih bermakna dan aplikatif pada jenjang SMP.
Peran Pembelajaran Musik melalui Project Based Learning terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Ningrum, Fitri Setyo; Safrina, Rien; Sumadi, Tjipto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1559

Abstract

Perilaku sosial merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk distimulus sejak usia dini. Melalui penelitian ini, peneliti menganalisa hasil temuan jurnal terkait dengan perilaku sosial anak dalam pembelajaran musik serta pendekatan project based learning terhadap perilaku sosial sebagai salah satu pendekatan yang pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka/ literature dengan menggunakan buku, catatan hasil observasi serta penelitian terdahulu sebagai sumber data primer maupun sekunder. Berdasarkan hasil analisa penelitian, peneliti menemukan peranan pembelajaran musik berupa ansambel musik perkusi yang dapat digunakan sebagai salah satu aktivitas dalam meningkatkan perilaku sosial melalui sebuah pendekatan project based learning. Kegiatan ansambel musik perkusi serta pendekatan project based learning ini memberikan banyak kesempatan pada anak usia 5-6 tahun untuk berinteraksi, bekerjasama dengan teman lainnya, serta peduli dengan teman lainnya
AUGMENTING THE "PHONOLOGICAL BRIDGE": THE ROLE OF AI- POWERED FEEDBACK IN SINGING ARTICULATION FOR EARLY SPEECH DEVELOPMENT: AUGMENTING THE "PHONOLOGICAL BRIDGE": THE ROLE OF AI- POWERED FEEDBACK IN SINGING ARTICULATION FOR EARLY SPEECH DEVELOPMENT Yohana, Berthanica; Safrina, Rien; Yetti, Elindra
International Journal of Performing Arts (IJPA) Vol. 4 No. 2 (2025): December (On Progress)
Publisher : Yayasan Pusat Cendekiawan Intelektual Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56107/ijpa.v4i2.266

Abstract

Individualized speech support in diverse early childhood classrooms is a significant pedagogicalchallenge, often creating learning disparities. While effective, the scalability of arts-based interventions like the "Phonological Bridge" model is limited by an educator's capacity for one-on- one feedback. This conceptual paper explores, through a literature review, how Artificial Intelligence (AI) can serve as a "pedagogical amplifier" to address this issue. Synthesizing research from computational linguistics, human-computer interaction, and arts-based pedagogy, we propose a model of human-AI collaboration. This framework posits that AI's primary role is not to replace the educator, but to augment their capabilities. The literature suggests AI can automate pronunciation assessment, delivering personalized and immediate feedback to each child at scale. This process generates objective data that empowers teachers to shift from intuitive observation to data-informed intervention, freeing them to focus on higher-order tasks like fostering emotional connection and creativity. We conclude that this collaborative model represents a paradigm shift, recasting the teacher's role from a sole instructor to a designer of enriched learning ecosystems. Its primary implication is the potential to democratize access to high-quality speech practice, promoting greater equity in foundational language skills for the AI era..
Art management of Batavia Madrigal Singer (BMS) in the International Choir Competition Putra, Agustinus Arbi; Budiawan, Hery; Safrina, Rien
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 53, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the management of the Batavia Madrigal Singers (BMS) choir, especially in achieving achievements at the international level. Batavia Madrigal Singers is a choir from Indonesia that is consistent in participating in and winning choir competitions at the international level. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach through observation techniques, interviews, and literature studies. The results of the study show that the art management of Batavia Madrigal Singers includes (1) Planning, (2) Organization, (3) Leadership, and (4) Control. Based on the results of the research, it was found that Batavia Madrigal Singers has good management in terms of careful planning, structured organization, quality leaders, and periodic control. In addition to its management, Batavia Madrigal Singers also has members with competent abilities and high commitment from various backgrounds. Batavia Madrigal Singers has carried out its management function well in routine activities and when participating in choir competitions at the international level.