Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor-faktor yang mempengaruhi Produktivitas Belajar Pada Siswa/i di SMAN 1 Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah Putri, Rahmiati Tagore; Saipullah, Saipullah
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i1.1668

Abstract

Produktivitas Belajar didefinisikan sebagai tingkat efisiensi dan efektivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui usaha, waktu, dan sumber daya yang digunakan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas belajar pada siswa/i di SMAN 1 Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah. Metode penelitian bersifat analitik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 76 responden yang dipilih secara stratified random sampling. waktu penelitian dari tanggal 22 Juli s/d 09 September 2024. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan motivasi belajar terhadap produktivitas belajar pada siswa/i di SMAN 1 Syiah Utama dengan nilai P value (0,003), ada hubungan Lingkungan Belajar terhadap produktivitas belajar pada siswa/i di SMAN 1 Syiah Utama dengan nilai P value (0,006), ada hubungan yang signifikan dari metode pengajaran terhadap produktivitas belajar pada siswa/i di SMAN 1 Syiah Utama dengan nilai P value (0,029) dan ada hubungan kesehatan mental terhadap produktivitas belajar pada siswa/i di SMAN 1 Syiah Utama dengan nilai P value (0,002). kesimpulan dalam penelitian adalah semua faktor yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas belajar pada siswa dan siswi SMAN 1 Syiah Utama. Dan hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan produktivitas belajar, perlu memperhatikan aspek-aspek tersebut.
THE DECLINE OF ISLAM AND WESTERN COLONIZATION OF THE ISLAMIC WORLD Saipullah, Saipullah; Aditiya, A. Reza; Yanor, Yanor
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 1, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2023)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v1i1.69

Abstract

This research explains that Islamic civilization has experienced a period recorded in history as a period of decline, apart from its golden age. The results of the analysis of various literature sources resulted in the classification of the flow of events and cause-effect of the occurrence of the decline of Islam from various sides, which became elements of civilization as well as its decline. Along with the decline of Islamic civilization, on the contrary, Western civilization actually achieved its progress as a sustainable impact of the entry of the West into the Renaissance period. The progress achieved by the West provided opportunities for them to colonize the declining Islamic civilization. The results of the analysis of various sources of literature also resulted in the classification of the flow of events and cause-and-effect of the colonization of the West against Islamic civilization from various aspects. After experiencing colonization by the West, Muslims began to show various responses that led Islam into a new period called the modern period, marked by the emergence of renewal. The results of the analysis of various sources of literature also resulted in the classification of the flow of events and cause-and-effect of the occurrence of Muslim responses to the colonization of the West from various sides.
Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Tradisi Pesantren Saipullah, Saipullah
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 6 No 2 (2022): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v6i2.5313

Abstract

Now, there are acts of discrimination against Islamic boarding schools, where it is stated that Islamic boarding schools are referred to as places where radical understanding grows and rejects the progress of the digital world. Luckily, it is contrary to the facts in the field which were proven from direct pre-survey in Riyadlatul Ulum Islamic boarding school at Bumiharjo 39 B Batanghari East Lampung. This research aims to discover character education models based on the values of Islamic boarding school tradition. This research employed a qualitative phenomenological approach. Data is collected by natural setting as a live data source. The result of this research showed that the traditional values practiced at Riyadlatul Ulum Islamic boarding school are responsibility, sincerity, hard work, smart, clean, religious, nationalism, deliberation and award value. Moreover, the educational characteristic model developed at Riyadlatul Ulum Islamic boarding school is information supply (ma’lumat tsabiqoh) related to the nobel character through book study in order to grow sensitivity and realization of goodness through tradition that were implemented for a 6 years study program. The findings of this study prove that negative opinions about Islamic boarding schools cannot be generalized as a whole because Pesantren actually contribute to the development of good education characteristics.
Strategy for Instilling Anti-Corruption Values from an Early Age at NU Elementary Schools in Metro City Saipullah, Saipullah; Yusuf, Muhammad
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.1369

Abstract

Korupsi merupakan persoalan serius yang menuntut upaya pencegahan sejak usia dini melalui pendidikan formal. Secara empiris, implementasi pendidikan antikorupsi di tingkat sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan model pembelajaran yang kontekstual, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini di SD NU Kota Metro, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru di SD NU Kota Metro. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Kerangka teori penelitian ini meliputi teori pendidikan karakter, experiential learning, perkembangan moral (moral development), serta integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai antikorupsi dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran intrakurikuler, pembiasaan budaya sekolah, keteladanan guru, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi penanaman nilai antikorupsi akan efektif apabila dilaksanakan secara holistik, konsisten, dan didukung oleh budaya sekolah yang kuat. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan pendidikan antikorupsi berbasis nilai keagamaan dan lokal, serta pengembangan model implementatif yang berkelanjutan di tingkat pendidikan dasar.
Strategy for Instilling Anti-Corruption Values from an Early Age at NU Elementary Schools in Metro City Saipullah, Saipullah; Yusuf, Muhammad
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.1369

Abstract

Korupsi merupakan persoalan serius yang menuntut upaya pencegahan sejak usia dini melalui pendidikan formal. Secara empiris, implementasi pendidikan antikorupsi di tingkat sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan model pembelajaran yang kontekstual, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini di SD NU Kota Metro, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru di SD NU Kota Metro. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Kerangka teori penelitian ini meliputi teori pendidikan karakter, experiential learning, perkembangan moral (moral development), serta integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai antikorupsi dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran intrakurikuler, pembiasaan budaya sekolah, keteladanan guru, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi penanaman nilai antikorupsi akan efektif apabila dilaksanakan secara holistik, konsisten, dan didukung oleh budaya sekolah yang kuat. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan pendidikan antikorupsi berbasis nilai keagamaan dan lokal, serta pengembangan model implementatif yang berkelanjutan di tingkat pendidikan dasar.
Strategy for Instilling Anti-Corruption Values from an Early Age at NU Elementary Schools in Metro City Saipullah, Saipullah; Yusuf, Muhammad
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.1369

Abstract

Korupsi merupakan persoalan serius yang menuntut upaya pencegahan sejak usia dini melalui pendidikan formal. Secara empiris, implementasi pendidikan antikorupsi di tingkat sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan model pembelajaran yang kontekstual, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini di SD NU Kota Metro, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru di SD NU Kota Metro. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Kerangka teori penelitian ini meliputi teori pendidikan karakter, experiential learning, perkembangan moral (moral development), serta integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai antikorupsi dilakukan melalui integrasi dalam pembelajaran intrakurikuler, pembiasaan budaya sekolah, keteladanan guru, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi penanaman nilai antikorupsi akan efektif apabila dilaksanakan secara holistik, konsisten, dan didukung oleh budaya sekolah yang kuat. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan pendidikan antikorupsi berbasis nilai keagamaan dan lokal, serta pengembangan model implementatif yang berkelanjutan di tingkat pendidikan dasar.