Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBEDAAN PEMBERIAN ASI FIT DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP LAMA PEMBERIAN ASI TRANSISI Mulyadi, Jesica; Hanifa, Hanifa; Rachmawati, Rachmawati; Kurniawati, PS
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 13 No 1 Juni 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v13i1.479

Abstract

Abstract— ASI (Breast Milk) is a safe and suitable food for babies because it can prevent babies from the risk of gastrointestinal system disorders. Various methods used by postpartum mothers to increase milk production are Oxytocin Massage, IMD, Breast Care, frequency of breastfeeding (Bobak, 2005) and katuk leaf extract (ASI Fit) (Istiqomah and Setiawandari, 2017). The design of this study is quasi-experimental. The sample of this study was 30 respondents divided into 2 groups: 15 postpartum mothers given ASI Fit and 15 postpartum mothers given oxytocin massage. The research instrument used observation sheets. The analysis in this study used the Mann-Whitney test. The results showed the length of Transition ASI expenditure on postpartum mothers after being given Fit ASI and ASI massage for 1.87 days (1-3 days), the duration of Transition ASI expenditure on postpartum mothers after oxytocin massage which was 2.67 days (2-7 days) 4 days), there was a difference in the duration of expenditure for Fit ASI breastfeeding and oxytocin massage for postpartum mothers with p-value = 0.003 (p <0.05), transitional ASI expenditure in the Fit ASI group was faster than 0.800 days compared to the oxytocin group. Keywords — ASIFit, Oxytocin Massage, Transitional Breastmilk Expenditures
Pineapple Juice for Uterine Fundal Height Reduction in Postpartum Mothers Mulyadi, Jesica; Andriani, Lusi; Rachmawati, Rachmawati
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.876 KB) | DOI: 10.26911/thejmch.2021.06.04.08

Abstract

Background: Uterine subinvolution occurs because the uterus cannot contract properly, causing bleeding, leading to death. Pineapple fruit is one of the herbal plants that can prevent uterine subinvolution and accelerate uterine involution. This study aimed to determine pineapple's effect on the reduction of uterine fundal height in postpartum mothers in Bengkulu City.  Subjects and Method: This was a quasi-experiment. This study was conducted in Bengkulu City, Bengkulu, and using maternal postpartum injected oxytocin in the manage­ment stage III with one intervention group, namely the given juice pineapple. The sample used as many as 32 mothers postpartum in Bengkulu were taken by purposive sampling, by predetermined criteria. The dependent variable was uterine fundal height. The independent variables were pineapples juice, age, parity, early mobilization, and early initiation of breastfeeding. Data collection was carried out by the means of the direct interview using a questionnaire and observation sheet. The data were analyzed using independent t-test. Results: The bivariate analysis test results using the independent t-test showed that the group that consumed pineapples experienced a decrease in uterine fundal height for three days more than the control group. Pineapples juice (Mean= 2.55; SD= 1.66), without pineapples juice (Mean= 8.39; SD= 1.48; p <0.001). Age for interventions group, (Mean= 33.19; SD= 7.57) and control group (Mean= 27.56; SD= 8.45; p= 0.057). Parity for interventions group, (Mean= 2.38; SD= 1.45) and control group, (Mean= 2.12; SD= 1.31), p= 0.613. Early mobili­zation for interventions group, (Mean= 0.84; SD= 0.37) and control group, (Mean= 1.26; SD= 0.58), p= 0.022. Early initiation of breast­feeding for interventions group, (Mean= 16.44; SD= 6.64) and control group, (Mean= 16.38; SD= 5.69), p= 0.978.  Conclusion: Pineapple juice and early mobili­zation affect lowering a uterine fundal height in mothers postpartum three days and can help speed up uterine involution in post­partum mother in Bengkulu City, Bengkulu. 
Penerapan Alat Peraga Pola Jalan Berbasis Gait Analysis sebagai Media Stimulasi Motorik Kasar pada Anak Usia Dini Anita, Astri; Lahay, Sitty Fadhilla Fitrianty; Mulyadi, Jesica
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3928

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat stimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini, khususnya pada aspek pola berjalan, melalui implementasi alat peraga pola berjalan berbasis gait analysis. Program ini dirancang sebagai upaya inovatif untuk membantu anak mengembangkan koordinasi gerak tubuh secara optimal sejak usia dini, sekaligus memberikan alternatif media pembelajaran yang aplikatif bagi guru Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Limboto, dengan melibatkan seluruh siswa. Pendekatan yang digunakan meliputi edukasi interaktif mengenai pentingnya pola berjalan yang baik, demonstrasi penggunaan alat peraga oleh tim pengabdian, serta praktik mandiri oleh anak-anak dengan pendampingan guru. Alat peraga dilengkapi visual cueing berupa jejak kaki dan garis penuntun yang dirancang untuk membantu anak memahami arah, ritme, dan panjang langkah secara bertahap. Observasi dilakukan selama kegiatan untuk melihat perubahan kemampuan motorik anak. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengoordinasikan panjang langkah, ritme berjalan, dan orientasi tubuh. Integrasi informasi visual dan kinestetik melalui alat peraga terbukti membantu anak menginternalisasi pola berjalan yang lebih stabil. Selain itu, guru menilai media ini mudah digunakan, adaptif, dan relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi media pembelajaran berbasis analisis gerak efektif mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini.
Profil Fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Bentuk Ekstrak Maserasi, Rendaman, dan Perasan: Indonesia Mulyadi, Jesica; A. Kasim, Vivien Novarina; Amu, Ivan Virnanda
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 8 No. 2 (2025): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v8i2.11274

Abstract

Produk jeruk nipis yang kaya akan berbagai senyawa fenolik dan serat makanan, membuat produk jeruk diminati oleh semua kalangan. Dampaknya adalah terdapat sejumlah besar kulit jeruk nipis yang umumnya dibuang sebagai limbah di lingkungan. Limbah lingkungan tersebut ternyata berpotensi sebagai sumber nutraceutical. Metode penelitian true-eksperimen design, Sampel kulit jeruk nipis ekstrak maserasi dengan metanol 3000 terendam selama 3 x 24 jam kemudian dievaporasi sampai terbentuk ekstrak kental. Sampel ekstrak rendaman dari simplisia kulit jeruk nipis dirajang kecil-kecil dilarutkan dalam Ethanol 96% sebanyak 2000 ml terendam sempurna selama 3 x 24 jam dipisahkan antara filtrat dan residu selanjutnya di uapkan. Sampel ekstrak perasan dari jeruk nipis dibelah menjadi dua kemudian diperas dan diambil air perasan selanjutnya diuapkan. Hasil pemeriksaan profil fitokimia dari kulit jeruk nipis, bentuk ekstrak maserasi mengandung 6 senyawa metabolik yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol, untuk ekstrak rendaman mengandung 4 senyawa metabolik yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, fenol dan bentuk ekstrak perasan mengandung 3 senyawa metabolik yaitu alkaloid, steroid, dan fenol. Hasil Kromatografi lapis tipis menggunakan eluen n-heksan : etil asetat dengan perbandingan 3:2 pada lampu UV 366 nm, didapatkan bahwa ekstrak perasan memiliki empat bercak noda, ekstrak rendaman memiliki empat bercak noda, dan ekstrak maserasi memiliki lima bercak noda. Kesimpulannya ekstrak maserasi kulit jeruk nipis lebih banyak kandungan senyawa metabolik dan menghasilkan lebih banyak senyawa terlarut karena pelarut organik masuk ke jaringan kulit. Pemanfaatan limbah lingkungan kulit jeruk nipis diharapkan dapat sebagai terapi adjuvant yang murah, efesien dan ramah lingkungan.
Pemberdayaan Wanita Menopause dalam Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi dan Deteksi Dini: Empowering Menopausal Women in Hypertension Prevention through Education and Early Detection Nuryana, Riska; Sumarmi, Sumarmi; Nagaring, Sulaiman Putra; Mulyadi, Jesica
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.2

Abstract

Menopause merupakan fase fisiologis alami yang dialami setiap wanita seiring bertambahnya usia, umumnya pada rentang 45–55 tahun. Fase ini ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Rendahnya kesadaran wanita menopause terhadap pemeriksaan tekanan darah rutin menyebabkan banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan melalui edukasi dan deteksi dini hipertensi pada wanita menopause. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, dengan melibatkan 45 peserta wanita menopause. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42%, yaitu dari 35% sebelum kegiatan menjadi 77% setelah edukasi. Selain itu, sebanyak 40% peserta terdeteksi mengalami hipertensi, di mana sebagian besar belum pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah sebelumnya. Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, perilaku, dan keterampilan peserta dalam pencegahan hipertensi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan wanita menopause dalam upaya pencegahan hipertensi. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah mandiri menjadi langkah strategis untuk menekan angka kejadian hipertensi pada kelompok wanita menopause yang berisiko tinggi. Kata kunci: menopause, hipertensi, pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, deteksi dini Abstract Menopause is a natural physiological phase experienced by all women as they age, typically occurring between the ages of 45 and 55. This phase is characterised by the permanent cessation of menstruation due to decreased estrogen and progesterone levels, which affect the cardiovascular system and increase the risk of hypertension. The low awareness among menopausal women regarding routine blood pressure checks has led to many cases of hypertension going undetected in its early stages. Therefore, empowerment efforts through education and early detection of hypertension among menopausal women are essential. This community service activity was carried out in the working area of Kota Tengah Public Health Centre, Gorontalo City, involving 45 menopausal women as participants. The implementation methods included interactive health education, blood pressure measurements, and knowledge evaluation using pre-test and post-test assessments. The results showed a 42% increase in participants’ knowledge, from 35% before the activity to 77% after the education session. In addition, 40% of participants were found to have hypertension, most of whom had never undergone blood pressure screening before. Community-based health education proved effective in enhancing awareness, behaviour, and practical skills related to hypertension prevention. In conclusion, this program successfully improved the knowledge, awareness, and skills of menopausal women in preventing hypertension. Early detection through self-monitoring of blood pressure serves as a strategic step to reduce hypertension incidence among high-risk menopausal women. Keywords: menopause, hypertension, community empowerment, health education, early detection