Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA GRICE DAN IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN MAK BETI EPISODE ‘YOK SHOLAT YOK’: STUDI PRAGMATIK Akmaliyah, Gilda Rafa; Ramadhani, Mutiara; Wulandary, Lutfiyya Eka Putry Kusuma; Mintowati, Maria
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran maksim dalam Prinsip Kerja Sama Grice serta implikatur yang muncul dalam percakapan pada video Mak Beti episode “Yok Sholat Yok”. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap fungsi humor dan pesan moral yang dibangun melalui pelanggaran maksim tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa tuturan para tokoh dalam video yang ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Analisis dilakukan melalui tahapan penyaringan data, pemaparan data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan teori kerangka Grice. Hasil penelitian menujukkan bahwa pelanggaran maksim yang paling dominan adalah maksim kualitas, yang ditandai dengan penggunaan alasan tidak jujur yang digunakan para tokoh untuk menutupi maksud sebenarnya. Pelanggaran maksim kuantitas ditemukan pada tuturan yang memberikan informasi berlebihan. Pelanggaran maksim relevansi muncul melalui jawaban yang tidak sesuai topik, sedangkan pelanggaran maksim cara tampak pada tuturan ambigu, tidak langsung, dan bersifat hiperbolis. Setiap pelanggaran menghasilkan implikatur nonkonvensional yang memunculkan makna tersirat bedasarkan konteks. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim dalam episode ini tidak hanya berfungsi untuk membangun humor, tetapi juga menyampaikan kritik sosial mengenai perilaku masyarakat dalam konteks religius dan sosial sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik dalam konteks komunikasi digital dan menunjukkan bagaimana humor dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral dalam  budaya populer.
USING ACRONYM STRATEGIES TO TEACH ENGLISH TENSES: A CASE STUDY OF NON-ENGLISH-SPEAKING BACKGROUND STUDENTS Mukhzamilah; Mintowati, Maria; Mulyono; Putra, Octa Pratama; Khushik, Ghulam Abbas
Magister Scientiae Vol. 54 No. 1 (2026)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/mgs.v54i1.7810

Abstract

The mastery of English tenses remains a significant challenge for many EFL learners, often exacerbated by traditional, abstract pedagogical methods that contribute to cognitive overload and performance anxiety. This study investigates the efficacy of food-based mnemonic acronyms as a cognitive scaffold to facilitate the learning and retention of grammatical structures. Adopting a qualitative research design, the study employs thematic analysis to examine the cognitive and affective shifts in the learning processes of four university students—BAW, PRN, JMM, and SDK—selected based on their diverse academic backgrounds and challenges with tense acquisition. The thematic analysis reveals that these associative tools function as vital "mental hooks," successfully lowering learners' affective filters and enhancing linguistic retrieval. The findings demonstrate a consistent transition from rote memorization and learning fatigue toward spontaneous, accurate, and organized linguistic production. Ultimately, this research provides empirical evidence that integrating creative, association-based mnemonics into the curriculum can improve grammatical fluency and transform the learning experience from a burdensome task into a structured and engaging cognitive process.
Chinese Aesthetics of Situational Language Variety: A Study of 李薇 Character Studies in Drama 聊聊日常 (New Life Begins) 2022 Dewi, Endah Putri; Nastiti, Nawang Putri; Suryana, Wahyu; Mintowati, Maria; Adhimas, Yogi Bagus
Journal of Maobi Vol 2, No 1 (2024): Journal of Maobi
Publisher : Confucius Institute Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/maobi.v2i1.84499

Abstract

In social life, communication is needed to be able to interact with each other using various ways, one of which is by speaking using existing languages.  In language activities, there is a language phenomenon, namely the variety of languages according to the situation. Researchers decided to examine the drama 聊聊日常 (New Life Begins) (2022) because there are many data found on the variety of languages according to the situation used by the character 李薇 Lǐ Wēi. In this study, this author analyzes how the various forms of language used by 李薇 Lǐ Wēi characters according to the situation that is happening in the drama 聊聊日常 (New Life Begins) using the theory of Martin Joos (1967). Research data were obtained from various dialogues of 李薇 Lǐ Wēi characters with other characters contained in the drama 聊聊日常 (New Life Begins) with a descriptive qualitative approach. The results of the analysis showed that in episodes one to five of the drama 聊聊日常 (New Life Begins) Lǐ Wēi's character used all kinds of language according to the situation based on the level of formality according to Martin Joos (1967), namely frozen variety, official variety (formal), business variety (consultative), casual variety (casual), and familiar variety (intimate). However, it was found that Lǐ Wēi characters mostly use casual varieties.